
"Enak." Ucap Ibuunya Shoto sambil menatap Shoto dengan tatapan merasa aneh dan bingung
Tomioka Shoto yang melihat ibunya pun merinding. Ayah Shoto yang penasaran pun mencobanya.
"Gak seburuk itu kok rasanya." Ucap Ayah Shoto sambil menatap Tomioka Shoto dengan tatapan merasa aneh.
Nenek Shoto pun memakan durian tersebut.
"Huek."
Nenek Shoto hampir muntah karena memakan durian. Keluarga Jesselyn pun kaget dan melihat nenek Shoto secara bersamaan. Tomioka Shoto pun kembali mencoba makan durian. Tomioka Shoto pun makan dengan pelan-pelan agar todak terlalu merasa mual.
"Makan pelan-pelan apa gak makin bikin muntah?" Tanya Jesselyn yang melihat Tomioka Shoto makan dengan sangat pelan seperti siput.
"Biarin aja lah, mereka mau makan kek gimana terserah mereka." Jawab ibunya Jesselyn yang langsung memakan durian sambil menatap Jesselyn.
Mereka pun kembali fokus makan durian kecuali Nenek Shoto yang tidak ingin makan durian lagi. Beberapa menit pun berlalu, banyak orang yang sudah merasa kenyang dan pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan tidur.
"Jes, kamu makan sampai habis ya! Mami mau tidur dulu." Perintah Ibunya Jesselyn yang kekenyangan sambil berdiri.
"Ih, makan lagi lah mi." Jawab Jesselyn yang merasa keberatan sambil menatap ibunya.
"Gak ada yang sanggup makan lagi selain kamu." Ucap ibunya Jesselyn sambil berdiri menatap Jesselyn.
"Mana sanggup aku makan 1 buah durian lagi." Ucap Jesselyn yang merasa sangat kesal.
"Makan sampai habis lah, gak ada kulkas di sini!" Tegas ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.
"Ya udah lah." Ucap Jesselyn yang langsung memakan durian dengan terpaksa.
Ibunya Jesselyn pun pergi ke kamar untuk tidur.
"Entah villa macam apa ini sampe kulkas, signal, dan tv gak ada." Ucap Jesselyn dalam hati karena merasa sangat kesal.
Di sisi lain, terlihat bahwa Tomioka Shoto dan keluarganya sedang berada di kamar.
"Aku mau ngapain ya?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat bingung.
"Shoto, kamu tidak mau menemani Jesselyn?" Tanya ibunya Shoto sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.
"Mau." Jawab Tomioka Shoto yang langsung berjalan keluar dari kamar.
"Anak jaman sekarang sangat tidak berinisiatif." Ucap nenek Shoto sambil menggelengkan kepalanya.
"Mungkin karena dia tidak pernah memiliki teman wanita, jadi dia tidak paham sama sekali tentang wanita." Ucap ibunya Shoto sambil tersenyum menatap ibunya.
"Hahahaha, sepertinya dia perlu belajar dariku." Ucap Ayah Shoto dengan percaya diri sambil tertawa.
__ADS_1
"Dulu kamu juga tidak ada inisiatif. Harus ibu pandu dulu baru bisa mendekati wanita." Ucap neneknya Shoto sambil menatap sinis Ayah Shoto.
Ayah Shoto pun menunjukkan ekspresi malu.
"Hahahaha." Tawa Ibunya Shoto melihat ekspresi Ayah Shoto.
Tomioka Shoto pun sampai ke tempat Jesselyn yang sedang memakan durian. Jesselyn pun menatap sinis Tomioka Shoto.
"Apakah aku sangat salah sampai dia menatapku dengan sinis?" Tanya Tomioka Shoto yang merasa sangat bingung.
"Duduklah!" Perintah Jesselyn yang langsung memakan durian.
Tomioka Shoto pun duduk di samping Jesselyn.
"Kamu marah sama aku karena aku tinggalin kamu di sini?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.
"Gak, cuman iseng aja." Jawab Jesselyn dengan santainya sambil memasukkan durian ke dalam mulutnya.
"Untung dia tidak marah kepadaku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat bersyukur.
"Bantu makan lah!" Ajak Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.
"Aku gak bisa makan lagi, kenyang banget." Jawab Tomioka Shoto sambil memegang perutnya.
"CK! Gak asik." Ucap Jesselyn sambil memalingkan wajah dan memakan durian.
"Jangan marah lah Jes. Ini bajuku udah sempit semua." Ucap Tomioka Shoto yang berusaha membujuk.
"Ada bajuku di rumah, cuman gak ku bawa. Aku pikir kita makannya dikit aja." Jelas Tomioka Shoto yang masih berusaha membujuk.
"Alasan aja." Ucap Jesselyn yang tak menerima penjelasan Tomioka Shoto.
"Jangan marah lah Jes." Ucap Tomioka Shoto sambil menyentuh lutut Jesselyn.
"Ngapain itu? Mesum kali kau pegang lutut cewek!" Teriak Jason yang cemburu melihat Jesselyn dekat dengan Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun kaget dan melihat ke arah Jason diikuti oleh Jesselyn.
"Heboh kali kau! Jangan sampe ku tabok muncung kau itu ya!" Tegas Jesselyn yang merasa terganggu sambil melihat Jason.
"Untung kau ya! Sekarang aku lagi sesak kencing! Kalau enggak habis kau ku tumbuk!" Tegas Jason yang berbalik arah.
Jason pun ke kamar mandi.
"Maaf ya karena udah pegang lutut kamu." Ucap Tomioka Shoto yang merasa bersalah.
"Ya, gapapa." Ucap Jesselyn yang kembali makan durian.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Jason pun menutup pintu kamar mandi dan mulai menangis.
"Adoh, sakit kali hati aku lihat si Jesselyn sama di cowok gaje itu lah." Ucap Jason yang merasa sangat putus asa sambil menahan tangis.
Flash back
"Eh, gimana rasanya dipegang cowok? Enak?" Tanya Jason sambil tersenyum licik.
"Diam lah kau babi!" Teriak Jesselyn yang menahan tangis sambil menatap Jason.
Jesselyn pun akhirnya menangis sekencang-kencangnya.
"Katanya mau cari cowok, kok sekali dipegang langsung nangis gak mau keluar rumah?" Tanya Jason yang membuat Jesselyn semakin menangis sambil melihat Jesselyn dengan tatapan meremehkan.
"Mati aja lah kau anjing!" Teriak Jesselyn yang semakin menangis dan putus asa sambil menutup wajahnya karena sangat frustasi.
End flash back.
"Ngapain cobak kubilang kata-kata itu. Kalau gak bilang itu, pasti udah nikah aku sama Jesselyn." Ucap Jason sambil menangis dan duduk di kloset.
"Adoh, bodoh kali aku." Ucap Jason yang merasa sangat putus asa sambil memukul kepalanya.
"Padahal aku udah minta maaf pun." Ucap Jason dengan nada rendah.
Flash back
"Heh! Kau ngomong apa sama anakku?" Tanya Ibunya Jesselyn yang kaget melihat Jesselyn nangis.
"Gak ada, dia tiba-tiba nangis. Mungkin karena lihat aku cowok, ke ingat itu" Jawab Jason yang merasa tak bersalah.
Jesselyn pun melihat Jason dengan tatapan marah dan kecewa.
"Yang bener?" Tanya ibunya Jesselyn yang tak percaya sambil menatap Jason dengan tatapan mengancam.
"Bener kok." Jawab Jason yang langsung pergi untuk duduk di kursi.
End flash back
"Mungkin emang susah buat maafin aku kali ya." Ucap Jason yang merasa sangat bersalah.
"Jadi kangen pas kita akrab dulu." Ucap Jason dengan penuh harapan sambil menitikkan air mata.
Flash back
"Jess, nanti kalau kita udah besar nikah yuk!" Ajak Jason sambil menatap Jesselyn dengan penuh harapan.
End flash back.
__ADS_1
Suara pintu kamar mandi diketuk pun terdengar.
"Woi! Lama kali!" Ucap paman ke 1 yang sudah tidak sabar.