CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Perjalanan pulang


__ADS_3

"Shoto, burung gagak itu punyamu?" Tanya Ibunya Shoto yang kaget dan heran.


"Iya ma." Jawab Tomioka Shoto sambil duduk memegang kandang burung.


Jesselyn pun duduk setelah Tomioka Shoto dan menutup pintu. Mereka pun kembali ke perjalanan pulang.


"Jes, itu punya kamu atau calon suamimu?" Tanya ibu Jesselyn yang penasaran sambil memberikan Abu.


"Shoto mi." Jawab Jesselyn sambil menatap ibunya dan menerima Abu.


Abu pun duduk dipangkuan Jesselyn.


"Kenapa burung gagak? Kenapa gak kucing atau anjing aja?" Tanya Ibunya Shoto yang agak takut sambil melihat burung gagak.


"Karena dia pintar dan lucu banget ma, bisa ikut orang bicara." Jawab Tomioka Shoto sambil memegang kandang gagak.


"Sudahlah, biarkan saja, dia kan memang ingin memelihara burung gagak." Ucap Nenek Shoto yang ingin membela Tomioka Shoto.


"Tapi, dia mengerikan loh." Ucap Ibunya Shoto yang masih sangat takut dengan Gagak.


"Hahahaha." Tawa Ayah Shoto sambil mengemudi.


"Dia gak mengerikan loh ma." Ucap Tomioka Shoto yang mencoba membela gagak sambil melihat ke arah ibunya.


"Dia gak mengerikan loh." Ucap Gagak yang mengulang kata-kata Tomioka Shoto sambil menatap Ibu Shoto.


"Tuh, pinter kan?" Tanya Tomioka Shoto yang masih mencoba membela gagak sambil mengelus kepala gagak.


"Tapi..." Ucap Ibunya Shoto yang terpotong karena ucapan ibunya dan suaminya.


"Sudahlah, jangan berdebat, biarkan Shoto untuk memilih." Ucap Ayah Shoto dan Nenek Shoto sambil menatap Ibu Shoto secara bersamaan.


Ibunya Shoto pun tak mampu berkata-kata lagi. Jesselyn pun mengeluarkan cat food sachet berukuran kecil dari kantung celananya.


"Shoto, bawa keluar dulu si Gagak!" Perintah Jesselyn sambil membuka sachet cat food tersebut.


Tomioka Shoto pun membawa Gagak keluar dari kandang. Jesselyn pun menyodorkan cat food dan Gagak pun memakannya dengan lahap.


"Abu gak kau kasih makan?" Tanya Paman ke 2 yang penasaran sambil menatap Jesselyn.


"Baru makan dia, pas kau tidur, aku kasih makan lagi." Jawab Ibunya Jesselyn sambil menatap Paman ke 2.


"Oh." Ucap Paman ke 2 yang lega dan langsung melihat Gagak makan.


Beberapa menit kemudian, Gagak pun selesai makan.


"Nama apa yang kau berikan ke burung itu?" Tanya nenek Shoto yang penasaran sambil melihat gagak yang sedang mengamati sekitarnya.


"Gagak." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap neneknya.


"Apa artinya?" Tanya nenek Shoto yang bingung sambil menatap Tomioka Shoto.


"Gagak." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap neneknya.


"Hahaha." Tawa nenek Shoto yang baru mengetahui arti namanya.

__ADS_1


"Coba kamu lepasin dia di kakimu! Aku mau lihat dia terbang atau enggak." Perintah Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Ok, bentar." Ucap Tomioka Shoto yang langsung melepaskan Gagak dari genggamannya.


Gagak pun terbang ke bahu Ibunya Shoto.


"Akh!!!" Teriak Ibunya Shoto yang takut dan panik melihat Gagak yang berada di bahunya.


"Halo, halo, kamu kenapa takut? Aku baik loh." Tanya Gagak sambil mendekatkan wajahnya ke wajah ibunya Shoto.


"Shoto, tolong singkirkan dia!" Perintah ibunya Shoto sambil menatap gagak dan merasa sangat ketakutan.


"Kamu kenapa?" Tanya Gagak yang terbang ke depan Ibunya Shoto.


Tomioka Shoto yang tadinya mau mengambil gagak pun tidak jadi.


"Shoto, dia bilang apa?" Tanya ibunya Shoto yang bingung.


Kamu kenapa?" Jawab Tomioka Shoto yang mengartikan ucapan Gagak.


"Coba mama pegang dia pelan-pelan!" Ajak Tomioka Shoto yang berusaha membuat ibunya dekat dengan Gagak.


Ibunya Shoto pun mendekatkan tangannya ke Gagak. Gagak hanya diam. Ibunya Shoto pun mulai mengelus kepala Gagak.


"Dia tidak terlalu buruk." Ucap ibunya Shoto yang mulai menerima Gagak sambil mengelus kepala Gagak.


Gagak pun terbang ke bahu Ibunya Shoto.


"Akh!!" Teriak ibunya Shoto yang masih kaget dan panik.


"Kenapa? Kenapa?" Tanya Gagak yang bingung.


"Shoto, tolong mama!" Perintah Ibunya Shoto yang kembali takut.


"Gagak, balik sini!" Perintah Jesselyn sambil menatap Gagak.


Gagak pun terbang ke arah Jesselyn.


"Ih, kok keknya semua hewan nurut sama kau ya?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn.


"Yoi, aku kan auranya baik." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto dengan sinis.


Tomioka Shoto pun tersenyum.


"Yoi, aku kan auranya baik." Ucap Gagak yang mengikuti Jesselyn sambil menatap ibunya Jesselyn.


Jesselyn pun melihat ke arah ibunya Jesselyn.


"Mami mau sama dia?" Tanya Jesselyn sambil menatap ibunya dan menggenggam Gagak.


"Enggak." Jawab ibunya Jesselyn yang takut dan agak menjauh.


Jesselyn pun meletakkan Gagak di bahunya.


"Mau." Ucap Gagak sambil terbang ke bahunya ibu Jesselyn.

__ADS_1


"Bang, tolong lepasin bang!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Paman ke 2 dengan penuh ketakutan.


Paman ke 2 pun mengambil Gagak untuk menjauh dari adiknya dan meletakkannya ke bahu Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun mengelus Gagak. Jesselyn pun mengelus Abu hingga Abu tertidur. Gagak pun menatap ibunya Jesselyn.


"Kamu kenapa?" Tanya Gagak yang bingung sambil menatap ibunya Jesselyn.


"Gapapa." Jawab Ibunya Jesselyn sambil menutup wajahnya karena merasa sangat malu.


Keadaan pun menjadi hening karena satu per satu dari mereka mulai tidur. Jesselyn tidur di bahu Tomioka Shoto. Sedangkan Gagak berada di bahu Ayah Shoto yang sedang mengemudi.


"Halo Gagak." Sapa Ayah Shoto yang masih fokus mengemudi.


"Halo juga. Siapa namamu?" Tanya Gagak sambil melihat ke depan.


"Tomioka." Jawab Ayah Shoto sambil tersenyum dan mengemudi.


"Oh, halo Tomioka yang ganteng." Sapa Gagak sambil melihat perjalanan.


"Ganteng?" Tanya Ayah Shoto yang bingung.


"Apakah maksudnya ganteng?" Tanya Ayah Shoto yang mencoba menerka.


"Haha, terima kasih." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum dan mengemudi.


"Iya sama-sama." Ucap Gagak sambil melihat perjalanan.


"Tomioka udah makan?" Tanya Gagak sambil menatap Ayah Shoto.


"Aku gak ngerti." Ucap Ayah Shoto yang bingung.


"Aku gak ngerti." Ucap Gagak yang mengikuti Ayah Shoto.


"Kamu udah makan?" Tanya Ayah Shoto sambil mengemudi.


"Kamu udah makan?" Tanya Gagak yang mengikuti ucapan Ayah Shoto.


"Hahahaha." Tawa Ayah Shoto saat mendengar ucapan Gagak.


"Tin Tin."


"Tin tin tin tin." Ucap Gagak yang mengikuti suara klakson mobil.


"Keren, suaranya mirip banget." Ucap Ayah Shoto yang kagum sambil melihat Gagak sebentar.


Mereka pun terus berbicara saat Ayah Shoto sedang mengemudi. Beberapa jam kemudian, mereka pun sampai di rumah Tantenya Jesselyn.


"Sudah sampai." Ucap Ayah Shoto sambil menatap Gagak.


Gagak tidak merespon.


"Tin tin."


"Tin tin tin tin." Ucap Gagak sambil berteriak.


Mereka semua yang tertidur pun bangun.

__ADS_1


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB


__ADS_2