
“Aku mencintai mu.” ucap Kenzo setelah ia melepaskan pagutan bibir nya dari bibir Veronika, wanita itu terdiam mematung mendengar ucapan Kenzo, entah mengapa rasa nya tidak percaya jika Kenzo mengungkapkan perasaan pada nya.
Veronika salah tingkah bukan karena ucapan Kenzo melainkan kala menyadari ia juga membalas ****** dari Kenzo dengan sangat mudah, padahal niat awal nya datang hanya ingin mengambil pakaian nya yang masih tertinggal di sana.
Namun ia justru mempermalukan diri nya dengan menerima sentuhan bibir Kenzo, jantung nya berdegup kencang, ia memilih untuk kembali memungut pakaian nya agar bisa segera pergi dari sana, namun lagi lagi Kenzo menahan tangan nya.
“Aku mencintai mu Veronika!” ucap Kenzo lantang pada wanita itu namun Veronika menepis tangan Kenzo dan kembali memungut pakaian nya, bukan marah hanya saja ia kini tengah berusaha menutupi wajah nya yang mungkin sudah seperti kepiting rebus.
Kenzo jelas kesal lantaran ucapan cinta nya tidak di balas oleh wanita itu, kembali ia mengatakan nya berulang kali namun lagi lagi Veronika bersikap seolah olah tidak mendengar kata apapun yang keluar dari mulut nya.
Hingga akhir nya Kenzo kembali menarik tubuh Veronika, kali ini bukan ke dinding kamar melainkan ke ranjang nya, pria itu menindih tubuh Veronika agar wanita itu tak bisa bergerak sama sekali.
Veronika sempat memberontak namun apalah daya tenaga nya yang tak sebanding dengan tenaga Kenzo, Veronika memilih untuk memalingkan wajahnya dari Kenzo melihat pria itu menatap nya dengan lekat, entah mengapa jantung nya mendadak ingin keluar dari rongga.
Melihat itu Kenzo sadar jika Veronika sedang gugup, pria itu tersenyum tipis lalu mendekat kan wajah nya pada wajah Veronika, jelas saja Veronika semakin tidak karuan kala merasakan nafas Kenzo mengenai kulit wajah nya.
“Kau gugup?” tanya Kenzo pada Veronika, Veronika menggeleng cepat namun ia masih memalingkan wajah nya dari Kenzo, Kenzo semakin gemas dengan hal itu, ia pun kembali menggoda wanita itu dengan semakin mendekati wajah mereka bahkan hidung nya saat ini sudah menyentuh pipi Veronika.
Kenzo kemudian menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Veronika, awal nya hanya untuk menggoda namun lama kelamaan ia merasa nyaman mencium aroma tubuh Veronika yang terasa soft.
Veronika pun begitu demikian, entah mengapa ia merasa nyaman saat Kenzo menciumi leher nya, meskipun merasa geli namun ia tak ingin jika pria itu menjauhkan wajah nya dari sana.
“Kau suka?” tanya Kenzo seraya mengangkat wajah nya menatap Veronika, wanita itu menjawab tidak namun kepala nya justru mengangguk, dan hal itu sontak membuat Kenzo terkekeh melihat Veronika yang salah tingkah.
“Maksud ku tidak.”
Veronika pun menggelengkan kepala nya lantaran sadar jika ia salah menggerakkan kepala nya, jangan tanya bagaimana malu nya Veronika saat ini, rasa nya ingin menghilang dari sana sesegera mungkin.
__ADS_1
“Pembohong.” ucap Kenzo seraya terkekeh, ia kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Veronika, Ya Tuhan jika ia tahu rasa nya senyaman ini maka ia sudah lakukan sejak lama, pikir Kenzo.
“A-aku tidak berbohong.” elak Veronika, mana mungkin ia akan mengaku pada Kenzo, mau taruh di mana muka nya saat ini.
Kenzo yang mendengar itu kembali mengangkat wajah nya dan menatap Veronika, tatapan nya tertuju pada bibir tipis Veronika, entah mengapa bibir wanita itu terlihat sangat menggoda, apalagi setelah ia mencicipi nya tadi.
Kenzo pun mendekati bibir Veronika membuat wanita itu segera menutup kedua mata nya lantaran tahu apa yang akan Kenzo lakukan pada nya, namun hampir saja menyentuh bibir Veronika, tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara Ratmi dari luar kamar Veronika.
“Astaghfirullah aladzim, maaf tuan, nyonya saya tidak sengaja.” ucap Ratmi menunduk, melihat itu Veronika segera mendorong tubuh Kenzo untuk menjauh dari nya.
Kenzo yang belum mempersiapkan diri itu pun terjungkal akibat dorongan Veronika, jangan tanya bagaimana kesal nya Kenzo pada Ratmi yang telah mengganggu waktu berharga mereka berdua.
Ratmi segera berlalu lantaran mendapatkan tatapan tajam dari sang majikan, sepanjang jalan ia selalu mengumpat diri nya yang dengan ceroboh ingin menemui Veronika tanpa memastikan keadaan.
Sedangkan Veronika kini duduk di tepi ranjang seraya menutup wajah nya dengan tangan, malu sekali diri nya di pergoki oleh Ratmi sedang bermesraan dengan Kenzo.
“Tidak apa, kita sudah menikah jadi jangan merasa malu.” ucap Kenzo yang seperti nya mengerti apa yang Veronika rasakan saat ini.
Veronika tak menjawab, wanita itu hanya diam seraya melempar kan tatapan tajam pada pria yang berstatus sebagai suami nya itu, tidak apa katanya? Dia mungkin sudah terbiasa namun tidak bagi Veronika.
“Vero.” panggil Kenzo pad Veronika, wanita itu hanya diam meskipun mendengar panggilan Kenzo, ia pun segera memungut pakaian nya yang tersisa beberapa itu dan memasukkannya ke dalam tas.
“Apa kau tidak mencintai ku lagi?”
Satu pertanyaan yang membuat Veronika menghentikan pergerakan nya, ingin menjawab iya namun entah mengapa mulut nya terasa sangat berat.
“Jika tidak, aku tidak akan memaksa tapi.. bisa kah aku mencintaimu?”
__ADS_1
Deg!
Lagi lagi Veronika di buat mati kutu dengan ucapan ucapan Kenzo, Ya tuhan kenapa baru sekarang pria itu mengutarakan hal semacam ini? Kenapa tidak sejak dulu saja?
“Aku ingin memulai dari awal, di mana kita akan memulai hidup yang baru dengan cinta yang baru, tak masalah jika kau tidak mencintai ku lagi, akan ku pastikan cinta mu akan kembali tumbuh dengan sangat besar jauh lebih besar dari yang sebelumnya.” jelas Kenzo.
Ia tak tahu saja jika cinta Veronika masih ada untuk nya, hanya saja wanita itu sengaja menutupi nya dan tak ingin siapapun tahu termasuk Kenzo sendiri.
“Masalah nya sudah terlambat kak, sekarang bukan hanya aku melainkan Gavin yang juga harus kau terima jika kau ingin bersama ku lagi, dan juga restu dari kedua orang tua ku, aku tidak bisa melupakan hal itu jika ingin bahagia di kehidupan ku.”
Kenzo diam seraya memikirkan ucapan Veronika,Ya benar juga wanita itu memutuskan untuk merawat Gavin, bayi hasil hubungan gelap Jasmine dan Sagara dan hal itu tak mudah untuk diri nya.
“Tapi aku mencintaimu Vero, dan aku tidak ingin kehilangan diri mu.”
Veronika kemudian menatap Kenzo, jika saja ia mengatakan hal ini sejak dulu maka mungkin Veronika sudah memeluk nya dengan erat dan dengan bangga mengatakan iya.
“Apa kau sanggup untuk mencintaiku meskipun kita terhalang jarak?”
Deg!
.
.
.
Halooo guysss Author back nih!! hayoo mauu di tim bucin Kenzo atau masih mau perpisahan antara Kenzo dan Veronika nihh??
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya untuk Author ya, Vote dan Rate, author suka sekali jika ada yang menilai karya Author apalagi bintang lima🤣