CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 107


__ADS_3

“Apa mau saya bantu untuk bersiap siap pak?” tanya Naila kini mulai menjalankan rencana nya untuk menggoda Kenzo, namun sayang Kenzo bahkan tidak pernah berpikir untuk berpaling dari istri tercinta nya.


Kenzo diam menatap Naila, pantas saja jika Veronika sedikit takut jika diri nya bersama Naila karena istri nya itu tahu jika sekretaris nya ini memang memiliki bakat sebagai penggoda seperti nya, melihat Kenzo yang menatap nya membuat Naila merasa jika pria itu mulai tergoda pada nya, tanpa ragu Naila mencoba untuk masuk namun tiba tiba tangan nya di tarik oleh Edrik dari belakang.


“Maaf pak, hal ini tidak akan terjadi lagi.” ucap Edrik seraya menunduk pada Kenzo, ia tahu jika atasan nya itu merasa risih dengan Naila, sejak tadi ia sudah memperhatikan gerak gerik Naila yang bersikeras untuk mengunjungi kamar hotel Kenzo dengan alasan ingin mengingat kan pria itu tentang kegiatan mereka hari ini.


“Tolong katakan pada nya untuk tidak melewati batas nya jika tidak ingin saya pecat saat ini juga, dan jika ingin menjadi wanita penggoda maka bekerja lah di tempat yang seharusnya” ucap Kenzo datar lalu masuk ke dalam kamar hotel nya dengan meninggalkan kata kata pedas untuk Naila membuat wanita itu mati kutu.


Setelah Kenzo masuk ke dalam kamar nya Edrik pun segera menarik tangan Naila masuk ke kamar nya, ia akan memberikan ancaman pada wanita itu untuk tidak mencoba mendekati Kenzo jika ingin hidup nya selamat karena jika Kenzo sudah marah maka Ia bisa menghancurkan siapapun termasuk Naila.


“Kau, kau lupa jika pak Kenzo sudah menikah? Bahkan istri nya sedang mengandung! Apa kau lupa?” ucap Edrik pada wanita yang menjadi teman sekantor nya itu, sejauh ia mengenal Naila, wanita itu adalah wanita yang baik pada teman teman nya namun sisi gelap wanita itu adalah bisa menjadi penghancur hubungan orang lain.


Naila hanya diam seraya memutar bola mata nya malas, sudah sering ia mendengar ocehan dari Edrik namun ia tidak akan berhenti jika ia belum mendapatkan apa yang menjadi tujuan nya selama ini, memiliki Kenzo dan menjadi nyonya Leonard adalah tujuan nya sejak dulu, terlebih saat tahu istri atasan nya itu meninggal jelas saja membuat Naila semakin semangat untuk mendekati Kenzo.


Namun tiba tiba saja ia dikejutkan dengan kehadiran Veronika yang di ketahui sebagai istri baru atasan nya itu, jelas saja ia kesal namun hal itu tidak akan membuat nya mundur dari tujuan utama nya, ia tetap berusaha mendekati Kenzo meskipun sedikit demi sedikit.


“Kau dengar aku tidak?” ucap Edrik pada Naila, namun lagi lagi wanita itu bersikap seolah olah tidak mendengar apapun yang Edrik katakan, ia justru hanya menatap kuku kuku nya yang memiliki banyak warna itu, hingga membuat Edrik kesal dan meremas bahu Naila dengan kasar.


“Sejak kapan kau berada di pihak istri pak Kenzo?” tanya Naila kala merasa kesal lantaran Edrik yang terus saja meminta nya untuk berhenti mengejar Kenzo dan mencoba untuk mendekati pria kaya itu.


Edrik hanya bisa mengacak rambut nya kasar lantaran sangat kesal pada Naila yang tak kunjung mengerti dengan apa yang coba ia katakan pada nya, Ia tak tahu saja jika Kenzo sudah mengamati nya sejak lama lantaran sikap Naila yang benar benar sudah melewati batas sikap sekretaris pada atasan nya.


Ia takut saja jika Naila akaan di pecat bahkan bisa lebih buruk dari itu mengingat jika wanita itu adalah tulang punggung keluarga nya, ia hanya kasihan saja jika nanti Naila di pecat dan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan di kantor lain sangat kecil mengingat siapapun yang membuat kesalahan dengan Kenzo, hidup nya akan benar benar hancur.

__ADS_1


“Kau tidak tahu bagaimana pak Kenzo? Kau sudah cukup lama bekerja dengan nya tentu kau tahu apa resiko membuat masalah dengan nya.” ucap Edrik pada Naila namun wanita itu seperti nya memang tidak ingin mendengar apapun yang ia katakan, padahal apa yang Edrik ucapkan demi kebaikan diri nya.


“Terserah kau saja, yang jelas aku sudah memperingatkan mu sebagai teman, jika kau tidak mau menuruti ku maka apapun yang terjadi pada mu, aku tidak ingin ikut campur.” ucap Edrik lalu meninggalkan Naila sendirian di sana, tak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi pada wanita itu lantaran ia memang sangat keras kepala.


.


.


.


Sedangkan Kenzo kini yang tengah berada di dalam kamar hotel nya kembali melanjutkan panggilan video dengan istri tercinta nya, namun saat kembali mendadak ia melihat wajah Veronika yang kembali cemberut, sudah tertebak oleh Kenzo jika istri nya itu mendengar suara Naila dan membuat nya kembali murung.


“Sayang, aku..”


“Terima kasih.” timpal Veronika membuat Kenzo mengerutkan kening, mengapa istri nya berterima kasih pada nya padahal ia tidak melakukan apapun, ia bahkan berniat ingin meminta maaf karena istri nya harus mendengar suara wanita yang tidak ia sukai.


“Karena kau sudah menjaga perasaan ku, aku mendengar semua ucapan mu pada Naila, dan aku benar benar merasa beruntung memiliki suami seperti mu.” ucap Veronika tersenyum, mendengar itu Kenzo pun ikut tersenyum melihat wajah istri nya yang terlihat bahagia.


Padahal ia sudah mulai takut kala melihat wajah Veronika yang memurung, takut saja jika akak terjadi perdebatan antara mereka karena Naila, namun beruntung istri nya itu mendengar apa yang ia ucapkan pada Naila hingga ia tak perlu khawatir dengan perasaan Veronika lagi.


Kenzo mengangguk, sudah seharus nya ia menjaga perasaan istri nya dan menutup rapat pintu hati nya agar tidak memberi celah pada penggoda untuk masuk ke dalam hubungan rumah tangga mereka, karena ia tahu bagaimana sakit nya di khianati oleh orang yang kita cintai.


“Sana mandi, bukan nya kalian akan ada kegiatan di luar?” ucap Veronika pada Kenzo, pria itu kemudian menurut namun tidak mengizinkan Veronika untuk mematikan panggilan Video lantaran masih ingin bersiap siap dengan di temani oleh istri tercinta nya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk Kenzo menyelesaikan ritual mandi nya, ia langsung menghampiri ponsel nya di mana istri nya masih setia menunggu nya selesai mandi, sedikit jahil pada Veronika, Kenzo tiba tiba membuka handuk yang melilit di pinggang pada layar ponsel membuat Veronika terkejut.


“Astaga kak!! Jika ada orang lain di sini nanti kau mau bilang apa!” sentak Veronika yang kesal pada Kenzo membuka aset berharga nya sembarangan, bagaimana jika Veronika tengah bersama orang lain di sana dan orang itu melihat aset berharga suami nya, jelas saja Veronika tidak rela hak milik nya di lihat oleh orang lain.


Kenzo hanya terkekeh seraya menutup aset milik nya, wajah Veronika masih kesal namun wajah Kenzo justru sangat bahagia melihat Veronika yang marah, istri nya itu memang sangat menggemaskan meskipun sedang kesal dan hal itu yang membuat Kenzo sangat mencintai istri nya itu selain sifat nya yang sangat sempurna, Wajah nya juga sangat sempurna.


Biarlah Kenzo di sebut memandang fisik seperti remaja sekarang ini, karena itu memang benar, ia mencintai istri nya karena fisik nya dan juga hati nya, dan tak hanya dia bahkan banyak pria yang juga tertarik pada Veronika pada pandangan pertama seperti teman teman nya dulu, jika diingat ingat andai saja Kenzo dulu memberikan izin pada teman teman nya untuk mendekati Veronika mungkin saat ini ia akan sangat menyesal.


“Maafkan aku sayang, aku hanya bercanda.” ucap Kenzo, namun kemarahan istri nya itu belum juga mereda, lantaran saat ini Veronika mendadak menginginkan aset berharga Kenzo yang baru saja ia lihat, seperti nya ia sudah merindukan junior Kenzo saat ini namun jarak mereka terlalu jauh.


“Kapan pulang? Aku merindukan mu sayang.” ucap Veronika membuat Kenzo sontak saja terkejut, pasal nya wanita itu jarang sekali memanggil nya sayang jika tidak sedang menginginkan hal yang iya iya, dan Kenzo yakin jika istri nya itu menginginkan diri nya setelah melihat aset milik nya.


“Kenapa? Gairah mu sedang naik?” tanya Kenzo seraya tersenyum tipis, ia memang sangat suka jika sudah berada di situasi seperti ini, sikap manja Veronika benar benar jika sedang menginginkan diri nya benar benar membuat Kenzo merasa bahagia lantaran wanita itu jarang sekali menunjukkan sikap manja nya.


Veronika mengangguk dengan wajah memelas membuat Kenzo semakin menggila, mendadak ia juga menginginkan hal yang sama seperti istri nya namun apalah daya pekerjaan membuat nya harus menahan hasrat yang mulai menaik.


“Do'akan pekerjaan ku selesai hari ini maka besok aku akan berada di hadapan mu.”


.


.


.

__ADS_1


Halo guys ketemu lagi di penghujung Januari ini bagaimana Januari kalian semua? buang semua sedih mu yang kamu dapatkan di Januari, dan berbahagia lah di Februari yang cantik.🥰


jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys, berbagi itu indah terima kasih🥰🤣


__ADS_2