
Pagi hari kini menyapa, sinar terik matahari membuat Veronika terbangun dari tidur nya, wanita itu segera membuka mata nya kala menyadari tak ada sosok sang suami di samping nya, ia juga baru sadar jika ia kini berada di dalam kamar padahal seingat nya ia berada di ruang tengah sebelum nya.
Veronika segera keluar dari kamar mencari keberadaan Kenzo, bukan khawatir namun ia ingin menagih nasi Padang yang ia inginkan kemarin, seharusnya sudah ada karena ini sudah pagi, padahal janji Kenzo nasi Padang itu akan datang sebelum pagi.
“Kak.” ucap Veronika dari lantai atas kala melihat Kenzo yang menggendong Gavin di lantai bawah, pria itu menoleh tersenyum pada sang istri, Veronika segera turun menghampiri suami dan bayi mereka.
“Dimana nasi Padang nya?” tanya Veronika begitu sampai di hadapan Kenzo, Kenzo hanya bisa menghela nafas lega beruntung nasi padang nya masih ada jika tidak mungkin ia harus kembali mencari nasi Padang yang penjual nya orang bandung.
Tak lama Ratmi datang membawa sebungkus nasi Padang membuat Veronika tersenyum lebar, akhir nya ia bisa memakan nasi Padang yang ia inginkan, Veronika segera melahap nasi Padang itu membuat Kenzo tersenyum bahagia akhir nya keinginan pertama istri nya tercapai.
“penjual nya orang bandung?” tanya Veronika setelah menghabiskan nasi Padang itu, Kenzo mengangguk menurut Daniel suami ibu yang menjual nasi Padang itu orang bandung.
“Kasian sekali Daniel dan Genta padahal jika memang penjual nya bukan orang Bandung pun tidak masalah yang penting nasi Padang saja, tapi kalau ada ya aku lebih suka.” jelas Veronika membuat Kenzo seketika melongo.
Bisa bisa habis diri nya di hajar oleh Daniel jika mendengar ucapan Veronika saat ini, pasal nya ia yang mengatakan pada Daniel harus mencari yang penjual nya orang bandung karena mendengar permintaan Veronika, ia juga tidak tahu jika Veronika tidak mempermasalahkan penjual nya.
“Ta-tapi sayang biasanya orang ngidam harus dituruti sesuai permintaan nya.” ucap Kenzo.
“Iya tau tapi tidak masalah jika memang tidak menemukan penjual orang Bandung karena aku tau pasti susah untuk mendapatkan nya.” jelas Veronika.
Kenzo hanya bisa diam jika tahu begitu maka lebih baik dia saja yang mencari sendiri nasi Padang itu karena ini adalah keinginan pertama Veronika saat hamil namun justru Daniel dan Genta yang memenuhi keinginan pertama Veronika.
__ADS_1
“Ah iya Dirga bilang dia akan datang bersama Kayla ke sini, tidak apa kan?” tanya Kenzo.
Veronika mengerutkan kening mendengar pertanyaan Kenzo, tidak salah kah Kenzo yang meminta izin pada nya? Padahal dia lah yang selalu cemburu jika Dirga datang dan bertemu dengan Veronika, lalu kini ia justru yang meminta izin?
“Kau tidak salah kak? Seharusnya aku yang bertanya memang tidak masalah jika kak Dirga ke sini?” ucap Veronika biasa saja sebenarnya namun Kenzo justru mengira jika Veronika sedang menyindirnya atas kejadian beberapa hari yang lalu.
“Tidak masalah memang nya kenapa jika Dirga ke sini?” ucap Kenzo pura pura tidak mengerti maksud ucapan Veronika, Veronika hanya menggelengkan kepala ingin rasa nya membahas rasa cemburu Kenzo selama ini tapi mendadak perut nya kembali mual.
Veronika segera berlari menuju wastafel untuk memuntahkan seluruh isi perut nya, begini lah hal yang harus ia hadapi selama memasuki awal kehamilan namun semua harus tetap di nikmati sebagai calon ibu.
“Kau baik baik saja sayang?” tanya Kenzo khawatir meskipun sudah pernah menghadapi hal seperti ini sebelum nya namun ia masih saja merasa cemas dengan kondisi istri tercinta nya.
”Kenapa lagi?” tanya Kenzo, yang khawatir jika perut Veronika sedang tidak enak atau mungkin terasa sakit.
“Nasi nya sayang harus di muntahkan.” ucap Veronika sela tangis nya, Kenzo hanya bisa menggelengkan kepala, sangat berbeda dengan Jasmine saat hamil yang mood nya tidak seperti Veronika yang tidak bisa di tebak.
“Sudah, nanti kita beli lagi.”
Veronika menatap tajam pada Kenzo setelah mendengar ucapan pria itu, padahal baru saja ia mengatakan sayang memuntahkan makanan lalu pria itu kembali menawarkan nya makanan lagi agar bisa di muntahkan begitu?
“Dengar tidak aku bilang sayang makanan nya di muntahkan?” tanya Veronika kini benar benar keris bahkan Kenzo ketakutan melihat tatapan dan suara ketus Veronika pada nya, kali ini apa lagi salah nya.
__ADS_1
“Ma-maaf aku tidak bermaksud..”
“Sudah lah sana, aku pusing mencium aroma tubuh mu.” sentak Veronika mendorong tubuh Kenzo lalu segera duduk di Sofa.
Kenzo hanya bisa diam melihat Veronika lalu segera mencium aroma tubuh nya, memang kenapa dengan aroma tubuh nya? Ia sudah mandi dan bahkan tidak berkeringat sedikit pun, lalu aroma apa yang Veronika rasakan?
Tak lama terdengar suara bel membuat Veronika dan Kenzo menoleh, seperti nya Dirga sudah datang dan Kenzo pun segera berjalan menuju pintu utama untuk menyambut kedua orang itu, benar saja Dirga dan Kayla yang datang dan Kenzo segera mempersilahkan mereka untuk masuk.
Begitu juga dengan Veronika, ia juga mempersilahkan Dirga dan Kayla masuk dan duduk bersama nya di sofa, namun ketika mencium aroma parfum Dirga mendadak Veronika menghampiri Dirga dan duduk di samping nya.
“Sayang, kenapa pindah di sana?” tanya Kenzo yang heran melihat Veronika tiba riba duduk di samping Dirga, bahkan pria itu kini berada di antara dua wanita cantik itu.
Kayla juga terlihat kaget dengan Veronika yang tiba tiba duduk di samping Dirga, ada rasa cemburu melihat Veronika terlihat manja pada Dirga, namun Kayla tak mengatakan apapun lantaran tak ingin membuat keributan di sana.
Dirga juga begitu, jujur saja pria itu takut jika nanti Kenzo akan kembali cemburu pada mereka dan bisa bisa akan menyebabkan retak nya pertemanan mereka lagi, namun ia juga aneh melihat sikap Veronika yang benar benar bukan berasal dari wanita itu.
Sejauh yang ia tahu Veronika tidak mungkin akan bermanja atau berdekatan dengan pria lain apalagi ia sudah memiliki seorang suami, tapi kenapa wanita itu mendadak bersikap seperti ini, apa mungkin pengaruh kehamilan nya? tapi apa itu bisa terjadi? rasa nya sangat aneh.
“Aku suka aroma parfum kak Dirga.” ucap Veronika kini semakin mendekat pada Dirga membuat pria itu sedikit menjauh namun lagi lagi Veronika menggeser posisi duduk nya agar dekat dengan Dirga.
“What?!” sentak Kenzo terkejut mendengar pengakuan Veronika, pasal nya istri nya itu benar benar tidak menyukai aroma tubuh atau parfum nya tapi aroma tubuh Dirga justru di sukai oleh Veronika.
__ADS_1