
Kenzo mengecup puncak kepala Veronika seraya tersenyum menatap wanita nya itu yang tengah menunggu sebuah jawaban yang akan keluar dari mulut nya.
“Bukan kah kita akan hidup bertiga?” ucap Kenzo sukses membuat Veronika membulatkan mata, lalu tak lama butiran bening pun lolos dari pelupuk mata nya.
Ya, Kenzo pun akhirnya mencoba untuk menerima keberadaan Gavin di hidup nya dan Veronika, ya anak itu memang tidak bersalah dan kenapa ia harus di benci hanya karena kesalahan yang kedua orang tua nya lakukan.
Veronika mengeratkan pelukan nya pada Kenzo, sumpah demi apapun ini adalah hal yang sangat mulia menurut Veronika, menerima anak yang jelas jelas kedua orang tua nya telah menyakiti nya, kini Veronika yakin jika Kenzo memang benar benar orang yang berhati mulia.
“Terima kasih.” ucap Veronika mengecup pipi Kenzo namun bukan Kenzo nama nya jika tidak mengambil kesempatan, pria itu pun mengetuk bibir nya meminta hal yang sama seperti Veronika lakukan sebelum nya.
Jelas saja saat ini Veronika sudah mengerti mengingat Kenzo juga melakukan hal yang sama sebelum nya, Wanita itu tersipu malu namun ia juga tetap mendekati wajah nya pada wajah Kenzo, namun belum sempat ia menempelkan bibirnya pada bibir Kenzo terdengar suara pintu di buka membuat Veronika mengurungkan niatnya untuk mengecup bibir suami nya itu.
Dan jelas hal itu membuat Kenzo benar benar kesal, ia bahkan mengumpat pada perawat yang masuk ke dalam kamar nya padahal perawat itu hanya ingin memeriksa diri nya.
“Kenapa masuk? Aku baik baik saja.” ucap Kenzo ketus pada perawat muda yang cantik itu membuat perawat itu kebingungan, bisa bisa nya ia di bentak padahal ia hanya menjalankan tugas nya.
Sedangkan Veronika kini mencubit lengan Kenzo lantaran merasa tidak enak pada perawat cantik itu, ia juga meminta maaf atas apa yang Kenzo katakan pada nya.
“Maaf mbak, suami saya memang lagi sensian.” ucap Veronika pada sang perawat, perawat itu hanya mengangguk seraya tersenyum lalu segera memeriksa Kenzo, namun ia benar benar di buat terpana dengan ketampanan paras Kenzo.
Hingga tanpa ia sadari sejak tadi ia menatap Kenzo dengan lekat meskipun pria itu hanya menatap istri tercinta nya, namun ia juga sadar jika perawat itu terus saja menatap nya dan hal itu membuat nya merasa sangat risih.
“Sudah? Bisa keluar tidak? Saya ingin berdua dengan istri saya.” ucap Kenzo sengaja menekankan kata istri pada perawat itu membuat perawat itu tersadar dan segera mengangguk lalu meninggalkan ruangan rawat Kenzo.
Sedangkan Veronika kini kembali mendekati Kenzo setelah perawat cantik itu keluar dari ruangan rawat suami nya, ia kini memperlihatkan wajah kesal nya pasal nya suami nya itu benar benar ketus dalam berbicara.
“Kenapa berbicara seperti itu?” tanya Veronika pada Kenzo, ia tak tahu saja jika perawat cantik itu terpesona dengan ketampanan suami nya ini, dan Kenzo hanya tidak ingin ada duri di dalam rumah tangga yang akan mereka awali kembali.
__ADS_1
Kenzo tak menjawab, pria itu menarik tubuh istri nya hingga terbaring di samping nya, tak peduli sesempit apa ranjang nya yang jelas sisi ternyaman nya saat ini berada di pelukan sang istri.
“Kenapa kau tidak marah jika ada yang menatap ku?” tanya Kenzo pada Veronika, entah mengapa ia merasa jika wanita itu biasa saja melihat ada wanita lain yang menatap nya, padahal jelas sekali tadi perawat itu menatap nya terpesona.
Veronika mengerutkan kening, memang nya siapa yang menatap suami nya ini? Jelas ia bingung lantaran ia memang tak memperhatikan perawat itu, ia hanya menatap sang suami yang juga menatap nya.
“Memang siapa yang menatap mu?” tanya Veronika.
“Tentu saja perawat tadi.” ucap Kenzo, mendengar itu Veronika hanya mengangguk saja seraya membentuk huruf O di mulut nya, sedangkan Kenzo benar benar tak percaya dengan reaksi istri nya itu.
“Hanya begitu?” tanya Kenzo.
“Apa?”
“Reaksi mu!” ucap Kenzo kini kembali cemberut, ya Tuhan istri nya ini memang tidak pernah merasa cemburu atau memang tidak memiliki rasa cinta pada nya hingga ia tak cemburu jika ada yang menatap suami nya.
Mendengar itu Veronika mendadak mengubah raut wajah nya, kini raut wajah nya benar benar terlihat tengah marah dan jelas hal itu membuat Kenzo bingung.
“Berani sekali perawat itu menatap suami ku yang tampan ini!!”
Deg!
Kenzo yang bingung mendadak menjadi salting brutal mendengar ucapan Veronika, ya tuhan ini pertama kali nya ia merasa seperti ingin terbang padahal sering kali ia mendengar kata itu dari orang orang.
“Ya tuhan istri ku lucu sekali!!” ucap nya seraya mengecup wajah Veronika berkali kali, seperti nya ia memang benar benar bucin level iblis, melihat wajah Veronika marah saja sudah membuat nya meleyot.
Namun seperti memang tidak di takdir kan oleh keadaan, di saat kedua pasangan suami istri itu ingin menghabiskan waktu berdua, ada saja orang yang mengganggu waktu kedua pasangan itu, dan jelas yang paling kesal adalah Kenzo.
__ADS_1
Pasal ia baru saja hendak merasakan lagi bibir indah istri nya namun lagi lagi ada yang mengganggu waktu mereka dan ia tak bisa meluapkan emosi nya lantaran yang masuk adalah kedua orang tua nya.
“Kali ini siapa lagi!” gumam Kenzo membuat Veronika memukul lengan nya pelan, sedikit kesal dengan Kenzo yang seperti tak rela jika ada yang masuk ke dalam ruangan nya itu.
Padahal mungkin saja niat orang orang yang datang itu baik, ingin menjenguk dan mendo'a kan kesehatan nya namun ia seperti tidak memerlukan do'a dari siapapun jika sudah bersama Veronika.
“Ya tuhan rasanya aku ingin pulang sekarang juga.” ucap Kenzo membatin kala melihat kedua orang tua nya memasuki ruangan rawat nya itu.
Sedang kan kedua orang tua nya yang tak tahu apapun itu masuk dengan tanpa dosa, tak hanya mereka ternyata kedua orang tua Veronika juga bersama dengan mereka dan juga Gavin tentu nya.
Namun Vania sedikit ragu untuk membawa Gavin masuk ke dalam ruangan rawat Kenzo lantaran takut jika Kenzo tak menginginkan keberadaan bayi itu.
“Kenapa tidak masuk ma?” tanya Kenzo pada Vania.
Vania diam dan menatap Baskara, meminta agar Baskara mengatakan pada Kenzo jika ia membawa Gavin bersama nya lantaran bayi itu terus saja menangis, mungkin ia merindukan Veronika yang beberapaa hari ini tidak pulang.
Veronika juga ikut melirik ke arah pintu saat mendengar ucapan Kenzo pada mama nya, Veronika pun tahu alasan mama nya tidak masuk lantaran wanita itu tengah menggendong Gavin.
“Gavin? ya Tuhan mama sangat merindukan mu.” ucap Veronika mengambil Gavin dari gendongan sang mama, ia memang benar benar tengah merindukan bayi itu lantaran beberapa hari ini tidak bertemu.
Jelas saja Veronika langsung menghujani Gavin dengan beberapa kecupan yang membuat Kenzo sedikit cemburu melihat Veronika yang begitu antusias saat mencium Gavin.
“Aku juga merindukan nya, sini berikan pada ku.” ucap Kenzo membuat semua orang kini menatap nya tak percaya, jelas saja mereka heran lantaran mereka tahu siapa Gavin dan tidak mudah bagi Kenzo untuk menerima nya kembali.
.
.
__ADS_1
.
Halo ketemu lagi sama author, jangan lupa dukungan nya ya buat author, rate dan Vote author tunggu, terima kasih🥰