
Kenzo terpaksa meminta bantuan Daniel dan Genta tengah malam begini lantaran ia tak bisa menemukan penjual nasi Padang yang asli orang Bandung, kedua pria itu kini mengumpat lantaran Kenzo yang mengganggunya malam malam seperti ini, namun mau tidak mau mereka harus bergerak kala Kenzo mengatakan jika Veronika tengah mengidam saat ini.
“Apa karena kita terlalu dekat dengan Veronika jadi Kenzo meminta bantuan kita?” tanya Genta pada Daniel, pasal nya saat Jasmine hamil Kenzo tidak pernah sedikitpun meminta bantuan mereka jika Jasmine menginginkan sesuatu.
“Bukan begitu bodoh, masalah nya Veronika menginginkan hal yang aneh, sedangkan permintaan Jasmine tidak pernah aneh aneh.” ucap Daniel, sedikit banyak ia tahu tentang Jasmine dulu, memang Jasmine tidak pernah meminta hal aneh pada Kenzo hingga tidak membuat Kenzo begitu pusing dengan kehamilan Jasmine, namun Veronika sangat berbeda, jangan kan Kenzo bahkan mereka juga di buat pusing.
“Apa kita beli sembarangan saja? Malam malam begini mau cari di mana orang Bandung yang menjual nasi Padang? Apa rasa nya tidak seperti rasa seblak?”
Daniel diam mencerna ucapan Genta, memang benar tengah malam begini mau cari dimana hal yang seperti Veronika inginkan? Tapi apa tidak masalah jika mereka berbohong? Apa tidak akan berpengaruh pada bayi yang Veronika kandung?
“Kita cari dulu, jika tidak menemukan nya baru kita beli di mana pun yang masih jualan nasi Padang di jam begini.” ucap Daniel sebenarnya sedikit khawatir jika berbohong pada orang yang sedang hamil, takut saja jika nanti mereka mendapatkan hal buruk.
Genta menurut saja, toh Daniel yang menyetir dan dia hanya menemani nya saja, hingga hampir 2 jam mereka berkeliling di tempat makan yang masih buka namun tak di temukan orang asli Bandung yang berjualan nasi padang.
“Ini warung terakhir, jika tidak ada kita beli saja dan bilang jika penjual nya orang bandung karena aku sudah sangat lelah.” ucap Daniel keluar dari mobil dan masuk ke dalam warung itu, tak lama kemudian Daniel keluar dengan satu kantong kresek di tangan nya.
Genta menggeleng kepala, seperti nya penjual nya juga bukan orang Bandung sama seperti yang lain nya, masa bodoh dengan kemarahan Kenzo yang penting mereka sudah berusaha untuk mencari namun memang tidak mereka temukan.
“Kita beruntung karena suami penjual nasi Padang itu orang bandung.” ucap Daniel dengan wajah sumringah, ia benar benar bahagiaa lantaran tak perlu berbohong pada Kenzo dan Veronika nanti dan tak perlu takut jika mendapat kan hal buruk lantaran berbohong pada orang yang sedang hamil.
Genta pun sama dengan Daniel, pria itu menghela nafas lega kini mereka melajukan kendaraan mereka menuju kediaman Kenzo dan Veronika, khawatir jika kedua pasangan itu akan merasa kesal lantaran terlalu lama menunggu.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini memasuki gerbang mansion Kenzo, kedua pria itu bergegas masuk jalan melihat pintu utama yang sudah terbuka, seperti nya Kenzo dan Veronika sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.
“Ken! Ini nasi...”
“Ssstttt!!” timpal Kenzo menempelkan jari pada bibir nya lantaran Veronika yang sudah tertidur di pangkuan nya setelah lama menangis karena menginginkan nasi Padang secepat nya.
Daniel menghela nafas berat melihat Veronika yang sudah terlelap padahal ia sudah membawakan nasi pada seperti yang ia inginkan dengan susah payah, tapi wanita itu justru tertidur? Jika yang meminta adalah Kenzo maka Daniel mungkin sudah melempar nasi Padang itu di wajah nya lantaran kesal.
“Bangunkan saja, aku sudah membawa ini.” ucap Daniel berbisik pada Kenzo, Sungguh pria itu benar benar kesal saat ini, ya tuhan 2 jam mereka berkeliling mencari makanan ini namun setelah di dapat ternyata makanan nya tidak di makan?
Kenzo menggelengkan kepala ia tidak tega untuk membangunkan Veronika yang terlihat sangat lelah, sejak 2 jam terakhir Veronika terus saja menangis tersedu-sedu lantaran benar benar menginginkan nasi Padang, mata nya bahkan sembab lantaran terlalu lama menangis mana mungkin ia tega untuk membangun istri nya itu.
Kenzo kemudian menggendong Veronika dan membawa nya ke dalam kamar agar ia bisa beristirahat dengan tenang, setelah mengantar Veronika, Kenzo kemudian kembali ke lantai bawah di mana teman nya berada.
“Kenapa kau tidak menghubungi kami jika istri mu sudsh tidur? Kalau tau begini kami tidak akan meneruskan pencarian kami dan memilih pulang saja.” ucap Genta yang juga sama kesal nya dengan Daniel.
“Kalian ini tidak ikhlas atau bagaimana? Makanya menikah nanti kalian akan tahu bagaimana rasa nya jadi aku.” ucap Kenzo yang tak terima di salah kan oleh kedua teman nya, mereka tak tahu saja bagaimana rasa nya mencintai seseorang dengan sangat dalam hingga rela melakukan apapun demi orang itu.
Kedua pria itu diam, mereka memang beluk pernah merasakan tulus nya cinta pada seseorang namun juga tak mengira jika mencintai seseorang bisa membuat sangat lelah seperti ini.
“Aku lebih memilih untuk tidak pernah mencintai seseorang dengan sangat dalam!” ucap Daniel asal, sedangkan Genta memilih diam lantaran ia juga ingin merasakan mencintai seseorang dengan sangat dalam seperti Kenzo.
__ADS_1
“Ku do'a kan kau akan segera jatuh cinta bahkan lebih gila dari pada ku.” ucap Kenzo, sedangkan yang di do'a kan hanya bisa memutar bola mata malas, tak akan ada wanita yang bisa membuat nya jatuh cinta di dunia ini, itu lah hal yang selalu Daniel pegang di dalam hidup nya.
Daniel dan Genta kemudian memilih untuk pulang lantaran hari sudah hampir pagi dan mereka masih sangat mengantuk, terserah mau di apakan nasi Padang itu yang penting mereka sudah menjalankan tugas yang Kenzo berikan pada mereka.
Daniel mengantar Genta terlebih dahulu lalu kemudian kembali ke apartemen nya, beberapa jam berada di luar membuat nya merasa sangat lelah hingga di lift saja ia hampir saja tertidur jika saja tidak ada orang di dalam lift bersama Daniel.
Ting!
Pintu lift terbuka, mendengar itu Daniel segera keluar dari lift dengan sempoyongan, mata nya sudah 0 Watt dan perjalanan menuju apartemen nya terasa sangat panjang padahal biasa nya ia tak perlu membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke apartemen nya dari lift.
Bugh!!
“Akhhh! Ya ampun kalau jalan itu lihat lihat!” ucap seorang wanita yang tak sengaja tertabrak oleh Daniel, bukan nya meminta maaf Daniel justru menyalahkan wanita itu kala melihat wajah yang tak asing.
“Kau! Kau yang tidak melihat jalan! Dasar gila!” umpat Daniel membuat wanita itu merasa kesal, padahal ia yang di tabrak tapi kenapa ia yang di salahkan?
“Kau! Kenapa kau tidak pindah saja dari sini? Aku benar benar muak melihat wajah mu setiap hari!” ucap Bianca yang hendak berolahraga pagi namun harus melihat wajah pria yang selalu saja ribut dengan nya setiap kali bertemu.
“Kau saja yang pindah kenapa menyuruh ku?” ucap Daniel lalu segera masuk ke dalam apartemen nya, mendadak rasa kantuk nya hilang setelah bertemu Bianca.
Bianca hanya bisa menatap kepergian Daniel seraya menatap tajam pada pria itu, ngeri sekali jika memiliki pacar seperti Daniel, pemarah, kasar dan tidak waras, pikir Bianca.
__ADS_1
“Jangan sampai itu terjadi Ya tuhan.” ucap Bianca membatin lalu segera pergi hendak lari pagi.