CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Masa lalu Jesselyn


__ADS_3

Kucing liar tersebut pun langsung mencakar-cakar pintu masuk dengan brutal karena tidak terima dengan perlakuan Abu. Tomioka Shoto pun membiarkannya dan berjalan ke kamar sambil melihat Abu.


"Abu." Sapa Tomioka Shoto yang menghentikan langkah Abu.


Abu pun melihat ke Tomioka Shoto dengan tatapan bingung.


"Abu, kamu...." Ucap Tomioka Shoto yang sedikit ragu.


"Miaw." Ucap Abu yang tak sabar.


"Lupakan." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berlari ke kamar.


"Miaw." Translate "Sepertinya dia ingin bertanya tentang Jesselyn." Pikir Abu sambil tersenyum dan berlari ke kamar.


Abu dan Tomioka Shoto pun sampai dikamar Jesselyn.


"Kucingku keren kan?" Tanya Jesselyn yang melihat Abu dan Tomioka Shoto ke kamarnya.


"Iya, makasih ya." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Sama-sama." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan langsung melihat Abu.


"Abu, makan dulu sana!" Perintah Jesselyn sambil melihat Abu.


Tomioka Shoto pun kembali ke kamarnya.


"Untung saja ada kucing Jesselyn. Kalau tidak, kita akan sangat lemas." Ucap Ibu Shoto yang yang merasa sangat bersyukur sambil menghela nafas.


"Hahaha." Tawa Ayah, nenek, dan Tomioka Shoto.


Ibunya Shoto hanya bisa menahan malu.


"Halo, keluargamu udah selesai siap-siap kah?" Tanya Jesselyn yang tiba-tiba muncul.


"Emangnya kita mau kemana lagi?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Pulang dong." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Belum pulang, di luar dan tadi malam di kamar ada kucing hitam ngamuk. Takutnya ada orang kasih ilmu hitam ke kita." Jelas Paman ke 1 yang menguping pembicaraan.


"Oh, nginap lagi kah?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Enggak, cuman sampai siang." Jawab Paman ke 1 sambil merokok dan turun ke lantai 1.


"Ilmu hitam itu seperti apa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Suatu hal yang buruk, biasa karena ada orang iri atau marah dengan kita. Gejalanya orang yang bisa hilang kewarasan, terlihat berbeda, aura korbannya berbeda, usahanya bangkrut, dan lain-lain." Jelas Jesselyn dengan serius.


"Mengerikan sekali ya." Ucap Tomioka Shoto yang merasa takut.


"Jes, turun yuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil mengambil barang-barang diikuti Abu.


"Ok dulu ya, aku ke bawah dulu. Bye." Ucap Jesselyn sambil melambaikan tangannya dan berlari ke ibunya.

__ADS_1


"Mau aku bantu mi?" Tanya Jesselyn yang ingin membantu.


"Kau pergi ke luar untuk beli mie air minum aja!" Perintah ibunya Jesselyn sambil memberikan uang.


"Beli berapa mi?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"3, yang 1 liter aja." Jawab ibunya Jesselyn sambil membawa koper menuruni tangga diikuti Abu.


"Ok mi." Ucap Jesselyn yang langsung bergegas ke luar villa.


"Miaw." Ucap Abu sambil berlari mengikuti Jesselyn.


"Kamu jangan ikut, nanti kucing tadi ngejar kamu." Ucap Jesselyn sambil melihat Abu.


"Miaw." Ucap Abu yang langsung berlari ke arah Tomioka Shoto.


Jesselyn pun keluar villa dan melihat kucing hitam betina yang duduk dengan anteng di depan pintu.


"Bucin." Ucap Jesselyn sambil melihat kucing liar tersebut dan berlari ke warung terdekat.


Ibunya Jesselyn pun sampai di bawah dan meletakkan koper ke bagasi. Jesselyn pun membeli 3 botol air minum yang 1 liter. Di sisi lain, Abu yang berlari pun terhenti melihat Tomioka Shoto yang sedang turun dari lantai 1 membawa koper.


"Abu?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang bingung.


"Bentar ya Abu." Ucap Tomioka Shoto yang sedang berjalan untuk menaruh koper ke bagasi mobil.


Abu pun ikut turun bersama Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun selesai menjalankan tugasnya dan duduk di meja makan yang diikuti Abu.


"Kenapa Abu?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Abu.


"Apa maksudmu?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


Abu pun menyentuh dada Tomioka Shoto yang ada kantung berisi ponselnya. Tomioka Shoto pun langsung membuka ponselnya untuk Abu.


"Kamu mau lihat apa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Miaw." Jawab Abu sambil mempraktikkan gerakan mengetik dengan coretan tangan.


Tomioka Shoto pun langsung mengubah keyboardnya agar bisa menulis dalam bahasa Indonesia dengan coretan tangan. Setelahnya, dia pun memberikannya kepada Abu. Abu pun mulai mengetik dengan hati-hati.


"Apakah kamu siap menerima masa lalu Jesselyn?" Tanya Abu yang di ketik dalam keyboard sambil melihat Tomioka Shoto.


"Emangnya ada masalah apa dengan masa lalu Jesselyn?" Tanya Tomioka Shoto yang semakin bingung.


"Kamu siap atau tidak?" Tanya Abu yang di ketik melalui keyboard sambil menatap Tomioka Shoto dengan tatapan sinis.


"Kalau masa lalunya buruk tapi dia sudah menyesali dan berjanji untuk tidak melakukannya. Aku akan menerimanya dengan lapang dada." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Abu dengan serius.


"Kalau yang tidak dia lakukan?" Tanya Abu sambil menatap Tomioka Shoto.


"Maksudnya?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung dan jantungnya berdebar kencang.


"Jesselyn pernah dilecehkan." Jawab Abu sambil menatap menatap Tomioka Shoto.

__ADS_1


"Apa artinya?" Tanya Tomioka Shoto yang jantungnya berdebar sangat kencang.


"Perutnya dipegang." Ucap Abu sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku bisa menerimanya, Jesselyn pasti dipaksa untuk melakukan hal itu." Ucap Tomioka Shoto yang gemetaran.


"Aku bisa menerimanya." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Abu.


"Kamu bisa melindungi Jesselyn?" Tanya Abu sambil menatap Tomioka Shoto.


"Bisa, aku janji akan melindunginya." Ucap Tomioka Shoto dengan yakin.


"Tapi, kenapa kamu bisa mengetik seperti ini?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Karena aku hanya ingin membalas budi kepada Jesselyn. Jesselyn sering memberikanku makanan enak di waktu yang selalu sama. Tapi, suatu hari dia telat datang. Karena aku khawatir, aku pergi untuk mengeceknya." Jelas Abu yang langsung menatap Tomioka Shoto.


"Tapi, satu hal yang harus kamu ketahui adalah aku percayakan dia padamu." Ucap Abu sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.


"Terima kasih banyak." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Apakah keluargaku bisa menerima fakta ini?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati.


"Tolong rahasiakan hal ini!" Perintah Abu sambil menatap Tomioka Shoto.


"Ya." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


Abu pun pergi dan duduk di depan pintu untuk menunggu Jesselyn.


"Ternyata dia bisa menerima fakta itu ya." Ucap Jason yang menguping pembicaraan.


"Selamat Jesselyn, kamu akhirnya bisa memiliki laki-laki yang mencintaimu apa adanya." Ucap Jason dalam hati sambil berjalan untuk duduk di samping Tomioka Shoto.


"Halo, selamat siang." Sapa Jason sambil menatap Tomioka Shoto.


"Selamat siang juga." Sapa balik Tomioka Shoto sambil menatap Jason.


"Kok aneh?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat aneh.


"Mungkin dengan mengakrabkan diri, aku bisa menjatuhkan Tomioka Shoto." Ucap Jason dalam hati sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Gimana kesan mu ikut liburan bersama kami?" Tanya Jason sambil menatap Tomioka Shoto.


"Menyenangkan." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


Jesselyn pun pulang.


"Aduh, capek banget. Warung di dekat sini gak ada air, sampe lari aku jauhan dikit, untung aku gak nyasar." Keluh Jesselyn sambil berteriak dan masuk ke rumah.


"Hahahaha." Tawa Jason sambil melihat Jesselyn.


"Tapi, Jesselyn hebat juga bisa tetap ceria setelah mengalami hal seperti itu." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil melihat Jesselyn.


Bersambung...

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00


__ADS_2