
Penderitaan Kenzo berlangsung selama tiga bulan usia kandungan Veronika, selama itu Kenzo terus saja di jauhi oleh Veronika dengan banyak alasan, tidak suka melihat wajah Kenzo adalah alasan yang paling menyakitkan bagi Kenzo, pria itu bahkan sempat memikirkan untuk operasi plastik agar tidak di benci oleh Istri nya itu.
Hingga kini usia kandungan Veronika menginjak bulan ke lima, Kenzo benar benar bersyukur Veronika sudah kembali seperti biasa nya dan Kenzo pun tidak perlu mengubah wajah nya agar tidak di benci Veronika, permintaan wanita itu juga sudah mulai berubah sekarang, Veronika jarang sekali meminta hal yang aneh kecuali waktu yang tidak tepat.
Wanita itu selalu saja mengidam di tengah malam membuat Kenzo yang baru saja bergadang menyelesaikan pekerjaan nya harus kembali terbangun dan mencari makanan yang Veronika ingin kan, namun ia tak pernah mengeluh ketika melihat perut Veronika yang mulai membuncit itu, entah mengapa rasa lelah nya hilang ketika melihat perut Veronika.
Pagi ini Kenzo terburu buru menyiapkan barang bawaan yang akan ia bawa ke luar kota, ya hari ini ia harus dinas ke luar kota karena ada proyek yang harus ia pantau bersama asisten nya, Veronika jika tidak masalah jika Kenzo harus pergi karena pekerjaan tapi masalah nya sekretaris Kenzo juga ikut bersama Kenzo.
“Apa Naila harus ikut?” tanya Veronika saat membantu Kenzo menyiapkan barang barang nya, Kenzo pun menghela nafas pasalnya ini adalah pertanyaan yang ke delapan yang Veronika tanyakan sejak tadi, padahal Kenzo sudah menjelaskan jika Naila harus ikut dan mereka juga tidak pergi berdua saja karena ada asisten Kenzo yang juga ikut.
Tapi sepertinya Veronika benar benar tidak rela jika Naila juga ikut, entah mengapa ia takut saja jika terjadi sesuatu pada suami dan sekretaris nya itu mengingat banyak novel yang ia baca tentang perselingkuhan suami dan sekretaris di kantor, namun ia tak berani mengatakan hal itu pada Kenzo lantaran tak ingin membuat pria itu merasa jika diri nya menuduh Kenzo.
“Sayang, aku membutuhkan Naila karena di adalah sekretaris ku, dan kami juga tidak pergi berdua sayang.” jelas Kenzo kini semakin lembut takut jika ucapan nya akan menyakiti perasaan Veronika yang tengah mengandung itu, bisa saja nanti wanita itu memikirkan hal yang tidak tidak jika Kenzo berbicara kasar pada nya.
Veronika akhir nya mengangguk dengan cemberut lalu segera memeluk Kenzo dengan erat, entah mengapa rasa nya sangat berat melepas kepergian Kenzo lantaran kali ini Kenzo pergi bersama sekretaris seksi nya itu, Kenzo pun membalas pelukan Veronika ia tahu apa isi pikiran istri nya itu tapi ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang penting ini.
__ADS_1
“Aku pergi dulu, dan jangan menangis dsn memikirkan hal yang tidak tidak, oke?” ucap Kenzo mengusap wajah Veronika lembut lalu mengecup puncak kepala wanita itu, turun ke hidung lalu ke bibir.
Mendapat kecupan bibir dari sang suami membuat Veronika sedikit menggoda suami nya itu dengan menarik tengkuk Kenzo dan ******* bibir Kenzo dengan sangat brutal hingga membuat Kenzo juga ikut terhanyut ke dalam sentuhan lembut bibir Veronika.
Godaan istri nya itu memang tidak bisa di tahan oleh Kenzo namun mendadak ia ingat jika saat ini ia akan melakukan perjalanan ke luar kota membuat Kenzo segera menghentikan adegan manis yang hampir berujung dengan naik nya gairah Kenzo.
“Jangan begini, aku bisa batal pergi hari ini.” ucap Kenzo setelah melepaskan ****** bibir mereka dengan nafas terengah-engah, Veronika juga sama dengan Kenzo namun wajah wanita itu kembali cemberut kala tak berhasil menghentikan kepergian Kenzo.
Akhir nya Kenzo pun berangkat dengan di antar Veronika hingga ke pintu utama, meskipun sudah berulang kali meyakinkan istri nya itu tapi hati nya justru ikut sedih melihat wajah istri nya juga sedih melepas kepergian nya, bukan tak percaya dengan diri nya sendiri tapi ia kini tengah memikirkan isi hati istri nya.
Jika tentang keamanan Veronika ia tak lagi cemas lantaran Kenzo sudah meningkat keamanan rumah nya dengan menambah beberapa penjaga tambahan dan juga beberapa asisten baru, takut saja jika terjadi sesuatu yang tidak terduga selama ia pergi, ia bahkan juga meminta orang tua nya untuk menjenguk Veronika untuk menemani istri nya itu.
“Halo sayang? Masih marah? Jangan memikirkan hal yang tidak tidak, aku akan segera pulang begitu pekerjaan ku selesai, dan kau jangan melakukan pekerjaan yang berat, jangan menggendong Gavin karena perut mu sudah membuncit dan juga berat Gavin yang semakin bertambah.” Ucap Kenzo panjang lebar.
Sedangkan yang mengangkat telepon kini tengah mengerutkan kening mendengar ucapan Kenzo yang terdengar seperti tertuju untuk Veronika namun yang di hubungi justru Daniel, jelas saja pria itu kini merasa bingung dengan semua ucapan Kenzo.
__ADS_1
“Kau gila Ken? Lihat dulu siapa yang kau hubungi.” sentak Daniel seraya tertawa keras, teman nya ini semakin gila saja hingga tidak bisa membedakan nama nya dan nama Veronika padahal nama mereka jelas jauh berbeda.
Kenzo yang mendengar suara Daniel pun sontak menatap layar ponsel nyaa, benar saja yang ia hubungi bukan Veronika melainkan Daniel, pria itu sontak saja mengumpat kebodohan nya yang tidak sadar justru menekan nomor ponsel Daniel.
“Diam lah Daniel, aku hanya... hanya sedang latihan berbicara pada Veronika.” jawab Kenzo asal tentu saja alasan nya karena tidak ingin merasa malu di depan Daniel yang bahkan sudah jungkir balik karena menertawakan kebodohan nya.
Dan tentu saja pria itu tak percaya pada apaa yang Kenzo katakan karena untuk apa ia latihan berbicara pada istri nya sendiri? Dan yang ia ucapkan juga bukan ungkapan cinta melainkan peringatan untuk istri nya.
“Ken.. Ken.. cari alasan itu yang jelas sedikit.” ucap Daniel di sela sela tawa nya, pria itu masih saja tertawa keras dan mengejek Kenzo membuat pria itu semakin kesal dan memutuskan untuk mengakhiri panggilan tersebut dengan kasar.
“Dasar Daniel sialan!! Kau juga Kenzo kenapa bisa salah menekan nomor ponsel?” ucapnya pada diri sendiri bahkan membuat sang sopir merasa kebingungan melihat Kenzo yang berbicara sendirian, ingin bertanya tapi sepertinya boss nya itu tengah marah membuat sang sopir memilih diam saja.
Tak lama mobil yang Kenzo tumpangi kini berada di depan gedung perusahaan nya, di sana terlihat Nila dan Bayu yang sudah menunggu kehadiran Kenzo, melihat mobil atasan mereka sudah di depan mata membuat Naila dan Edrik segera masuk ke dalam mobil.
Edrik duduk di depan bersama sang sopir sedangkan Naila duduk di jok belakang bersama Kenzo, namun melihat pakaian Naila yang sedikit terbuka membuat Kenzo memilih untuk duduk bersama Edrik saja sedang kan Naila duduk bersama sang sopir.
__ADS_1
Naila jelas saja sedikit kesal lantaran ia sudah berdandan dengan sangat sempurna kala tahu jika ia akan duduk bersama atasan nya, namun semua nya kacau ketika Kenzo menyuruh nya pindah di depan.
“Sial! kenapa aku di suruh pindah padahal aku sudah menunggu saat ini sejak kemarin!!” ucap Naila membatin.