CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Saling menginterogasi


__ADS_3

Tomioka Shoto pun ngesot untuk mendekati Jesselyn.


"Kamu mau apa?" Tanya Jesselyn yang bingung dan takut sambil menatap Tomioka Shoto.


"Jes, aku merasa kalau aku udah cukup mengenalmu dan umurku juga sudah diusia yang seharusnya menikah." Jelas Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap Jesselyn.


"Gue bakal dilamar dong." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sangat senang.


"Trus?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun gemetaran sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


"Kok gemetaran? Mau apa kamu?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Jes, Ayo kita menikah!" Ajak Tomioka Shoto sambil membuka kotak yang berisi sepasang cincin emas.


"Beneran dilamar gue woi!!" Teriak Jesselyn dalam hati yang merasa sangat senang.


"Terima!!" Teriak ibunya Jesselyn dari luar kamar.


"Hah?" Tanya Jesselyn yang bingung dan kaget.


Jesselyn pun langsung berdiri dan berjalan untuk membuka pintu kamar.


"Loh, mami ngapain disini?" Tanya Jesselyn yang bingung.


"Hehe, mami curiga. Mana tau pacarmu mau buat macem-macem sama kamu. Jadi mami ikutin kalian dari belakang." Jelas ibunya Jesselyn sambil tersenyum menatap Jesselyn.


"Haha, gitu ya?" Tanya Jesselyn sambil tertawa malu.


Ibunya Jesselyn pun melihat bahwa wajah Tomioka Shoto tampak sangat terganggu.


"Mami pergi dulu ya. Jangan lupa terima lamarannya ya! Mami setuju." Perintah ibunya Jesselyn sambil berjalan pergi.


"Mamiku..." Ucap Jesselyn yang sangat terharu.


"Jes, kamu mau terima lamaran saya gak?" Tanya Tomioka Shoto yang sedang menatap Jesselyn.


"Ah! Bentar." Ucap Jesselyn yang langsung menutup pintu dan duduk di hadapan Tomioka Shoto.


"Sebelum aku menjawab, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan.


"Pertanyaan apa?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.


Jesselyn pun langsung menunjukkan wajah serius.


"オーラは大きく異なり、ジェセリンからこのオーラを感じるのは初めてです。" Translate "Auranya sangat berbeda, baru pertama kali aku merasakan aura ini dari Jesselyn." Ucap Tomioka Shoto yang ikut serius.


"Kamu udah punya rumah pribadi?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Punya di Jepang, tapi masih satu komplek dengan rumah orang tuaku." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.

__ADS_1


"Apa pekerjaanmu?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Pengusaha barang elektronik." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Apakah kamu keberatan jika aku bekerja setelah menikah?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku tidak keberatan, asal kamu tidak stress." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Berapa penghasilan perbulan mu?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"700 juta sampai 1 miliaran." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Gede banget, kamu punya brand sendiri kah?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Ya, nama brandnya Tominic, logo brandnya TE, singkatan dari Tomioka Electronic." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Keren banget." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sangat kagum.


"Kenapa kamu bohong tentang pekerjaanmu?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Aku takut kalau aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu, tapi kamu hanya memanfaatkan kekayaanku. Aku juga ingin merasakan yang namanya dicintai dengan tulus." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Oh, begitu." Ucap Jesselyn yang merasa puas.


"Apakah kamu keberatan jika pesta pernikahan diadakan dua kali?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku tidak masalah asal kamu bilangnya sebelum menikah." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Oh, apakah aku boleh membuat pesta pernikahan di kota ini? Aku yang akan menentukan tempatnya." Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Berapa mahar yang akan kau berikan?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"23.021.998 Yen." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Tanggal ultahku." Ucap Jesselyn dalam hati.


"Kenapa ada gak dibulatkan aja?" Tanya Jesselyn yang bingung.


"Supaya berbeda dari yang lain." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum lebar.


"Tapi, kenapa kamu bisa tau tanggal ultahku?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Karena didalam rumahmu kan ada pajangan yang bertuliskan nama, tempat dan tanggal lahir." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Saran ku, lebih baik pajangan itu dilepas saja." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Ya, terima kasih atas sarannya." Ucap Jesselyn yang merasa puas.


Jesselyn pun tersenyum.


"終わった?" Translate "Sudah selesai kah?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat bingung.

__ADS_1


"Trus, kalau aku ikut kamu ke Jepang, mama aku tinggal dimana?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku punya gedung apartemen yang belum terisi penuh dan hanya perlu waktu 20 menit untuk ke sana. Kalau ibumu mau, aku akan memberikan 1 ruangan untuk ibumu. Kalau ibumu tidak mau, aku berpikir untuk tinggal serumah dengan nenekku." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Kalau ibuku mau tinggal satu rumah denganku?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku akan membujuk ibumu agar berubah pikiran. Karena mau bagaimana pun juga, kita telah memutuskan untuk hidup mandiri tanpa orang tua." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun tersenyum seringai.


"Kamu mau punya anak berapa?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"2 sudah cukup." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Kalau salah satu dari kita gak mendukung untuk mempunyai anak secara biologis gimana?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Adopsi." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Gender?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Aku tidak memperdulikan gender, yang penting ada." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Gilak, jawabannya melebihi ekspektasi gue banget dong." Ucap Jesselyn dalam hati sambil menatap Tomioka Shoto.


"Kalau sudah punya anak, kapan aku akan mendapatkan me time?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Sabtu, setiap Minggu aku berencana untuk berjalan-jalan bersamamu dan anak-anak kita nanti." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Hahaha." Tawa Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn.


"Apa tugas suami yang telah menjadi ayah?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Memberikan nafkah, memberikan kasih sayang kepada keluarga, bertanggung jawab, tidak melakukan kekerasan, tegas, istri tetap nomor satu kemudian anak lalu orang tua, membantu istri, meluangkan waktu untuk keluarga setidaknya seminggu sekali dan yang yang terpenting, setiap terhadap keluarga." Jawab Tomioka Shoto dengan wajah serius.


Jesselyn pun tersenyum.


"Tak terasa kita sudah berada diakhir pertanyaan." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Apakah kamu sudah belajar parenting?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Sudah, aku sudah belajar banyak hal." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Kalau begitu, seberapa taukah kamu tentang dunia parenting?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum licik.


Tomioka Shoto pun kaget.


"Jesselynがこれまでに計画していたことが判明しました。 " Translate "Ternyata Jesselyn sudah merencanakan hingga sejauh ini." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat kaget dan kagum.


"Jawab!" Perintah Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto dengan tatapan yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00


__ADS_2