
Kini Seila benar benar sudah tak lagi berdaya, Veronika mendadak menjadi wonder woman saat ini, tenaga nya benar benar tak terduga, baru saja terkejut melihat Seila memukul Gavin kini ia semakin kesal kala tahu pengasuh bayi nya itu menaruh rasa pada suami nya jelas saja Veronika tidak akan membiarkan bibit pelakor hadir di dalam rumah tangga nya.
Detik itu juga Veronika mengusir Seila dengan tidak terhormat ia bahkan tidak berniat untuk membawa gadis itu ke rumah sakit mengobati luka luka nya, memang kenapa jika ia tak mengobati nya? Seila juga tidak akan melaporkan apapun ke polisi lantaran Veronika memiliki bukti diri nya melakukan kekerasan pada Gavin.
Ya, Veronika juga tidak melaporkan Seila ke pihak yang berwajib lantaran apa yang sudah ia berikan untuk Seila menurutnya sudah cukup, sebagaimana Seila memperlakukan Gavin begitu pula Veronika memperlakukan Seila, tak peduli jika wanita itu akan mati di jalanan yang jelas Veronika tak ingin lagi melihat wajah wanita itu.
Veronika pun segera mengambil Gavin dari gendongan Kenzo seraya memeluk bayi itu, Veronika menangis seraya mengecup Gavin berkali kali, ada rasa menyesal lantaran percaya pada orang baru untuk mengasuh putra nya itu, lebih baik ia yang mengasuh nya sendiri atau minta bantuan Ratmi seperti sebelum nya.
“Maafkan mama sayang.” ucap Veronika masih memeluk Gavin, bayi itu diam seperti nya ia merasa nyaman berada di dalam pelukan Veronika yang memberikan nya kasih sayang yang penuh.
Kenzo pun menyusul memeluk Veronika dan Gavin, sama seperti Veronika, Kenzo juga merasa bersalah lantaran mempercayai Gavin pada orang asing, ia benar benar tak menyangka jika Seila mampu melakukan hal sekeji itu pada seorang bayi.
“Maafkan Daddy sayang, Daddy yang salah.” ucap Kenzo.
Veronika menatap Kenzo seraya menggelengkan kepala, mereka sama sama tidak tahu dan tidak menginginkan hal ini terjadi, mungkin hal ini adalah pelajaran yang harus mereka pelajari agar tidak mudah percaya pada siapapun.
Mereka kemudian membawa Gavin ke kamar, hari ini terasa sangat melelahkan terutama Veronika yang harus membuang banyak tenaga nya untuk memberi pelajaran pada Seila atas apa yang ia lakukan pada Gavin.
Saat masuk ke dalam kamar mereka mendengar suara yang tak asing dari kamar Gavin, Kenzo segera membuka pintu penghubung kamar nya ke kamar Gavin, tak lama Ratmi pun keluar dari kamar Gavin.
“Mbak, kenapa mbak Ratmi berada di dalam sana?” tanya Veronika terkejut melihat Ratmi yang keluar dari kamar Gavin.
“Saya di kunci sama Seila nyonya.” ucap Ratmi membuat Veronika kembali kesal, benar benar iblis gadis sialan itu, tak hanya Gavin ternyata ia juga bersikap tidak sopan pada Ratmi.
“Mbak Ratmi tidak apa apa kan?” tanya Kenzo, Ratmi mengangguk lalu menatap Kenzo yang berada di dalam dekapan Veronika, ingin rasanya ia memeluk Kenzo saat itu juga namun Kenzo berada di dalam dekapan orang yang tepat membuat nya sedikit lega.
__ADS_1
Bagaimana Ratmi ikut serta dalam mengasuh Gavin, jelas saja ia sangat menyayangi Gavin sudah seperti anak nya sendiri, ia juga khawatir dengan keadaan bayi itu namun ia merasa tak berhak untuk mendekati Gavin jika bukan perintah dari Veronika.
“Den Gavin baik baik saja kan nyonya?” tanya Ratmi memberanikan diri untuk bertanya lantaran ia benar benar khawatir dengan bayi itu, Veronika menatap Gavin lalu mengangguk, beruntung ia pulang di saat yang tepat jika tidak entah apa yang akan terjadi pada bayi nya itu.
“Maaf mbak tidak bisa melindungi Gavin.” ucap Ratmi menunduk lantaran merasa gagal menjalankan perintah dari Veronika, ia ggaal mengambil Gavin dari Seila lantaran wanita itu terlalu cepat dalam bertindak.
Veronika menggeleng, bagi nya Ratmi sudah banyak membantu dan semua memang kesalahan Seila yang memang memiliki hati yang busuk, dan beruntung saja mereka tahu sifat Seila tidak lama sejak wanita itu menjadi pengasuh Gavin, jika tidak mungkin kondisi Gavin akan lebih parah dari saat ini.
“Terima kasih mbak, mbak sudah banyak membantu, lagi pula Seila sudah mendapatkan hukuman yang pantas untuk nya.” ucap Veronika tegas kala mengingat Seila, api di hati nya kembali membara kala mengingat wajah menjijikkan wanita itu.
Ratmi mengangguk lalu tak lama kemudian ia pamit keluar dari kamar majikan nya itu, ia tahu jika kedua majikan nya mungkin ingin menghabiskan waktu bersama anak mereka dan Ratmi tak ingin mengganggu hal itu.
Veronika meletakkan Gavin di ranjang lalu ikut merebahkan diri di samping bayi itu, tangan nya menepuk nepuk bayi itu dengan lembut hingga membuat Gavin terlelap dengan sangat cepat, seperti nya bayi itu juga merasakan lelah.
Veronika kembali menatap memar yang ada di tubuh Gavin ia kemudian mengambil kotak obat dan mengoleskan salep di tubuh Gavin yang mendapat kan memar, setelah mengobati Gavin Veronika pun tertidur di samping bayi itu, mata nya masih basah menandakan masih ada nya rasa sedih di hati nya.
“Anak Daddy benar benar kuat, tetap lah menjadi kuat agar bisa melindungi mama mu jika Daddy sudah tiada.” ucap Kenzo seraya mengecup pipi gembul Gavin lalu ia berjalan menuju kamar Gavin dan memindahkan tempat tidur mini milik bayi itu ke kamar nya.
Ia pun memindahkan Gavin di tempat tidur nya lalu merebahkan diri di samping sang istri, menatap wajah cantik istri nya, meskipun terlihat lemah lembut namun istri nya ini benar benar bisa berubah menjadi singa ganas jika sudah menyangkut soal anak.
“Aku bangga padamu sayang.” ucap Kenzo mengecup puncak kepala Veronika yang terlelap pulas itu, lalu ikut tertidur di samping istri nya hingga langit sore kini menyapa, Veronika terbangun lebih awal lalu menatap Kenzo yang berada di hadapan nya.
Tak lama ia tersadar jika Gavin tak berada di samping nya, Veronika kemudian hendak bangkit dari tidur nya namun di urung kala melihat bayi nya itu tertidur di tempat tidur nya, Veronika kembali menatap Kenzo dengan lekat.
“Tampan, pantas banyak yang tertarik.” gumam Veronika, kini jari nya mulai berkeliaran bebas di wajah Kenzo menyusuri wajah tampan suami nya itu, entah ia harus bangga atau justru khawatir dengan ketampanan suami nya ini.
__ADS_1
Hingga jari Veronika yang mendadak berhenti kala Kenzo membuka kedua mata nya menatap Veronika, wanita itu segera menarik jari nya lantaran merasa malu kelakuan nya di tangkap basah oleh Kenzo, wanita itu memalingkan wajahnya menatap langit langit kamar membuat Kenzo tersenyum melihat tingkah istri nya itu.
“Dasar pencuri.” ucap Kenzo dengan suara serak khas orang bangun tidur, Veronika menatap Kenzo cemberut lantaran Kenzo menyebut nya pencuri, padahal ia tak mengambil apapun dari pria itu bagaimana bisa Kenzo menyebut nya pencuri.
“Tapi aku tidak....”
“Kau mencuri hati ku.” timpal Kenzo.
Jleb
Veronika memanas mendengar ucapan Kenzo, padahal ia sudah menjadi istri pria itu namun ia masih saja merasa malu ketika pria itu bersikap romantis pada diri nya.
“Dan pria ini menginginkan pencuri ini.” ucap Kenzo seraya mendekat kan wajah nya pada Veronika, tatapan nya tertuju pada bibir Veronika, Veronika yang sudah jelas hafal dengan kelakuan suami nya pun menutup kedua mata nya dan merasakan bibir nya dan bibir Kenzo yang beradu.
Namun belum lama mereka menyatukan kedua benda lembut itu suara tangisan Gavin sudah membuat suami istri itu gagal menikmati waktu berdua.
“Ah come on baby.”
.
.
.
Author ada acara jadi up tengah malam begini🤣 jangan lupa dukungan nya guys terima kasih🥰
__ADS_1