CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 110


__ADS_3

”Bukan aku yang mau tapi bayi mu.” Ketus Veronika yang masih kekeh ingin di suapi oleh Daniel, sedangkan Daniel tersenyum seraya mengejek Kenzo, seperti nya kehamilan Veronika ini memang membawa keberuntungan untuk nya bisa menjahili Kenzo.


Kenzo yang tak kehabisan akal pun mendekatkan wajah nya pada perut Veronika seraya berbicara pada bayi nya yang ada di dalam perut Veronika untuk tidak minta di suapi oleh Daniel dan hal itu sontak membuat Kenzo menjadi bahan tawa oleh teman teman nya.


“Sayang jangan mau di suap sama om Daniel ya, nanti kamu jadi seperti dia dan Daddy tidak sudi.” ucap Kenzo pada bayi yang bahkan belum keluar dari perut istri nya itu.


“Ya ampun Ken kenapa kau berlebihan seperti ini.” timpal Daniel di sela sela tawa nya, namun Kenzo tidak menghiraukan Daniel dan terus saja membujuk Veronika agar tidak di suapi oleh Daniel.


Gavin juga seperti nya setuju dengan Kenzo, bayi itu juga mengoceh di gendongan Kayla padahal sejak tadi dia asik bermain dengan Kayla.


“Lihat lah bahkan Gavin juga setuju dengan ku.” ucap Kenzo setelah mendengar Gavin mengoceh, dan Daniel yang tak terima di katai oleh Kenzo pun segera mengambil sendok untuk menyuapi Veronika namun tangan nya di halangi oleh Kenzo.


Perdebatan masih saja berlanjut bahkan hal itu menarik perhatian beberapa pelanggan di sana lantaran mereka yang sangat ribut, ada yang tertawa lantaran gemas dan ada juga yang kesal lantaran merasa terganggu, hingga tanpa sengaja Daniel menjatuh kan sendok yang ia pegang karena Kenzo selalu menepis tangan nya.


“Kan! Lihat sendok nya jatuh!” ucap Daniel kesal lalu sedikit bergeser dari duduk nya hendak mengambil sendok yang terjatuh di lantai namun mendadak ia menjerit keras kala tangan nya di injak oleh seseorang tanpa sengaja.


“Ah! Sial!” umpat Daniel pada kaki yang menginjak tangan nya, sedangkan semua orang hanya tertawa melihat Daniel yang secepat itu mendapat karma karena mengerjai Kenzo yang sedang berusaha untuk menjadi ayah yang baik dengan tidak berkata kasar.

__ADS_1


Wanita itu sempat meminta maaf lantaran merasa bersalah karena menginjak tangan Daniel, namun mendadak ia menarik ucapan minta maaf nya setelah melihat wajah Gavin yang benar benar muak untuk di lihat oleh mata nya.


“Kau? Kalau tahu itu kau maka aku akan menginjak nya lebih keras bahkan sampai jari mu patah.” ucap Bianca yang tanpa kasihan menatap jari Daniel yang memerah, sedangkan Daniel yang sangat mengenal suara itu pun mengangkat wajah nya menatap orang yang menginjak tangan nya.


Daniel mengigit bibir nya kala melihat wajah Bianca entah mengapa ia merasa jika wanita itu memang sengaja menginjak tangan nya mengingat mereka memang sudah bermusuhan sejak awal menjadi tetangga.


“Diam kau! Kau sengaja menginjak jari ku kan?!” sentak Daniel berdiri di hadapan Bianca, rasa nya Daniel ingin memberikan sebuah bogem pada wanita itu jika saja mereka tidak berada di tempat umum begini.


Bianca tak menjawab, wanita itu memilih untuk pergi saja dari pada harus berdebat dengan Daniel, karena ia tahu pria gila itu tidak akan mau di salahkan dan justru selalu menyalahkan orang diri nya, namun tangan nya di tahan oleh Daniel lantaran pria itu merasa jika Bianca harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


“Mau kemana kau? Kau tidak lihat jari ku memerah begini? Sepatu apa yang kau pakai hingga membuat jari ku menjadi seperti ini?” tanya Daniel seraya menatap sepatu yang Bianca kenakan, tak ada yang aneh, sepatu nya terlihat seperti sepatu biasa, tapi kenapa rasa nya sesakit ini?


“Gue gak mau punya urusan sama cowok gila kayak lo.” ucap Bianca sebelum akhir nya meninggalkan Daniel dan segera memesan pesanan nya, sedangkan Daniel yang tak terima pun berniat mengikuti wanita itu namun di halang oleh teman teman nya yang bingung dengan Daniel, bisa bisa nya pria itu begitu kasar dengan wanita padahal ia dikenal sebagai seorang cassanova.


Daniel pun menurut dan kembali duduk di kursi nya, tak masalah bagi nya tidak bisa membalas Bianca di sana, karena di apartemen mereka juga akan bertemu dan ia bisa membalas perbuatan Bianca dengan setimpal.


“Tumben banget seorang Daniel bisa kasar sama perempuan cantik.” ucap Kenzo pada Daniel dan segera mendapatkan tatapan tajam dari Veronika lantaran suami nya itu secara tidak langsung menganggap Bianca cantik, dan tentu saja Veronika tidak terima hal itu keluar dari mulut suami nya.

__ADS_1


Kenzo pun segera memukul mulut nya yang lancang memuji wanita lain di hadapan istri nya, padahal niat nya ingin menggoda Daniel tapi lagi dan lagi diri nya yang selalu kena masalah, entah mengapa ia merasa keberuntungan selalu menjauh dari nya.


“Kalian pikir dia perempuan? Dia itu iblis itu sebab nya aku tidak tertarik dengan nya.” ucap Daniel yang masih sangat kesal pada Bianca, entah mengapa ia tak merasa tertarik sedikit pun dengan wanita itu setelah awal pertengkaran mereka.


“Tapi dia cantik, dan biasa nya kau melihat wanita dari kecantikan nya.” timpal Genta, Daniel hanya menaikkan sebalah bibir nya kala mendengar penuturan Genta, cantik apa nya wanita itu, dandanan nya biasa saja tidak seperti wanita yang Daniel temui di luar sana.


Mereka kemudian memilih untuk melanjutkan makan mereka, tak ada drama lagi setelah itu baik Veronika dengan Kenzo atau pun Daniel dengan Bianca, mereka makan dengan tenang dan berakhir dengan kekenyangan.


Setelah cukup lama akhir nya mereka memutuskan untuk pulang mengingat Veronika yang sudah tidak merasa nyaman lantaran terlalu lama duduk, memang di usia kandungan nya sekarang Veronika sering merasa lelah dan sakit pinggang.


“Bye, hati hati di jalan.” ucap Genta pada teman teman nya, semua nya masuk ke dalam mobil masing masing kecuali Daniel, pria itu berhenti kala melihat Bianca yang duduk bersama seorang pria, dapat di pastikan jika pria itu adalah kekasih Bianca jika di lihat cara pria itu memperlakukan Bianca dengan lembut.


“Punya pacar juga dia, apa aku kerjai saja ya?” gumam Daniel yang mendadak terlintas satu pikiran jahat pada Bianca, seperti nya ia ingin membalas dendam pada Bianca saat itu juga.


Daniel kemudian berjalan menghampiri Bianca dengan kekasih nya, pria itu tiba tiba duduk bersama sepasang kekasih itu lalu menatap Bianca dengan senyuman penuh arti, tak lama Daniel merangkul Bianca dengan mesra di hadapan Vito.


“Sayang kau di sini? Apa dia adik mu yang kau ceritakan itu? Baik lah kalian bersenang-senang saja aku akan menunggu mu di apartemen, kau tidak lupa dengan janji mu bukan?” ucap Daniel lalu mengecup pipi Bianca dan akhir nya segera masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Sedangkan Bianca kini membulatkan mata sempurna kala mendengar ucapan Daniel dan juga terkejut dengan tindakan pria itu, Bianca kini menatap Vito yang terlihat memerah lantaran menahan amarah.


“Apa apaan ini?!!!”


__ADS_2