CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Awal mula jatuhnya Suzuki Shinobu


__ADS_3

"Nomor gak dikenal?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil menatap layar hpnya.


Jesselyn pun mengangkatnya.


"Halo, siapa ini?" Tanya Jesselyn yang bingung.


"Kau gak perlu tau siapa diriku!" Tegas pembicara dalam telepon.


Jesselyn pun langsung menutup teleponnya.


"Gak jelas." Ucap Jesselyn yang kesal sambil mematikan hpnya.


Nomor telepon tadi pun menelepon kembali. Jesselyn pun langsung memblokirnya. Jesselyn pun lanjut bermeditasi. Setelah 1 jam, Jesselyn pun memutuskan untuk berhenti meditasi dan segera melihat hpnya. Jesselyn pun berbaring di kasurnya dan mulai melihat berita terkini.


"Berita buruk tentang aku masih banyak yang bertebaran." Ucap Jesselyn sambil menggeser dan menatap layar hpnya.


"Aku harap ini cepat berlalu." Ucap Jesselyn yang pasrah sambil menghela nafas.


Di sisi lain, Suzuki Shinobu tengah membereskan barang-barangnya.


"Aku sangat tidak sabar untuk bertemu Shoto si pujaan hatiku di Jepang." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan membereskan barang-barangnya.


Beberapa menit kemudian, dia pun selesai membereskan barang-barangnya dan melihat hpnya.


"Maaf, aku telah diblokir oleh Jesselyn." Pesan seseorang yang merasa bersalah kepada Suzuki Shinobu.


"Tidak bisakah kamu membeli nomor baru?" Tanya Suzuki Shinobu yang membalas pesan orang tersebut.


"Tidak, untuk makan saja uangku pas." Jawab seseorang melalui pesan.


"Menyedihkan." Ucap Suzuki Shinobu yang kecewa dan langsung mengirimkan uang kepadanya.


"Terima kasih banyak." Pesan seseorang yang merasa bersyukur.


Suzuki Shinobu pun memutar matanya yang mengisyaratkan dia merasa sangat jengkel.


"Apakah semua sudah siap?" Tanya Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap sekretarisnya.


"Sudah." Jawab sekretarisnya yang langsung membawa kopernya dan koper besar milik Suzuki Shinobu.


Mereka pun pergi ke bandara untuk pulang ke Jepang. Di sepanjang perjalanan, Suzuki Shinobu terus membayangkan jika dirinya dan Tomioka Shoto menikah.


"Shinobu, Shoto datang loh." Ucap Ayah Shinobu sambil tersenyum dan menatapnya.

__ADS_1


Suzuki Shinobu pun langsung berdiri dari duduknya dan berlari ke arah Tomioka Shoto. Di sana, Tomioka Shoto dan keluarganya sudah duduk di sofa.


"Selamat pagi keluarga Tomioka." Ucap Suzuki Shinobu sambil membungkukkan badannya.


"Selamat pagi juga." Ucap Keluarga Tomioka sambil membungkukkan badannya.


Tomioka Shoto terus tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


"Shoto terus menatapku. Rasanya jantungku akan segera meledak." Ucap Suzuki Shinobu yang merasa sangat senang.


"Kalian datang ke sini untuk membicarakan apa?" Tanya Ibu Shinobu yang bingung sambil tersenyum dan menatap Ibu Shoto.


"Kami datang ke sini untuk melamar Shinobu, putri anda." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


"Apakah kamu mau menikah denganku?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu dengan penuh harapan.


"Mau." Jawab Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


Mereka pun tertawa bahagia.


"Nyonya muda, tolong bangun!" Perintah sekretarisnya sambil memegang pundak Suzuki Shinobu.


"Apakah kau tidak bisa menunggu sebentar?!" Tanya Suzuki Shinobu yang kesal sambil berteriak karena emosi.


Suzuki Shinobu pun keluar dari mobil dengan perasaan kesal dan masuk ke bandara dan diikuti oleh sekretarisnya yang membawa koper-koper mereka di belakang. Mereka pun check in dan menunggu pesawat mereka datang.


"Apakah mimpi tadi adalah tanda aku akan segera menikah dengan Tomioka Shoto?" Tanya Suzuki Shinobu dalam hati sambil tersenyum malu.


"Sudah pasti jawabannya iya." Jawab Suzuki Shinobu dalam hati sambil tersenyum bahagia.


Beberapa jam kemudian, pesawat mereka pun sampai dan mereka langsung menaiki pesawat tersebut.


"Semoga di kehidupan nyata, aku bisa menikahi Tomioka Shoto." Ucap Suzuki Shinobu dengan penuh harapan dan langsung tidur.


7 jam kemudian, mereka sudah sampai di Bandar Udara Internasional Jepang. Suzuki Shinobu pun turun dan difoto oleh banyak fans dan wartawan. Mereka pun langsung masuk dan mengendarai mobil hingga sampai ke kediaman keluarga Suzuki. Suzuki Shinobu pun turun dari mobil.


"Nyonya muda pulang." Ucap penjaga gerbang dalam hati karena merasa sangat kaget.


"Cepat buka!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menatap sinis penjaga gerbang.


"Baik, maaf." Ucap penjaga gerbang yang langsung membuka pintu gerbang kediaman keluarga Suzuki.


Suzuki Shinobu pun kembali masuk ke dalam mobil. Sekertaris pun masuk ke dalam rumah Suzuki Shinobu. Suzuki Shinobu pun turun dari mobil diikuti sekretarisnya. Ibu Shinobu menghampiri anaknya yang masih berada di luar rumah.

__ADS_1


"Shinobu, kenapa kamu tidak memberitahu kami dulu?" Tanya Ibu Shinobu yang kaget melihat anaknya pulang.


"Aku ingin memberikan kejutan." Jawab Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap ibunya.


"Baiklah, silakan masuk!" Ajak Ibu Shinobu sambil tersenyum.


Mobil polisi pun sampai di depan gerbang rumah keluarga Shinobu. Satu polisi pun turun dari mobil polisi terlebih dahulu. Penjaga gerbang yang baru menutup gerbang pun membukanya kembali.


"Ada apa ya?" Tanya Suzuki Shinobu yang bingung sambil melihat ke arah penjaga gerbang yang tengah berbicara dengan polisi.


"Ayo pergi keluar!" Ajak Ibu Shinobu sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


Mereka bertiga pun berjalan ke pintu gerbang.


"Kami dari kepolisian, ditugaskan untuk menangkap Suzuki Shinobu." Jelas salah satu polisi sambil menunjukkan surat yang berisi keterangan penangkapan Suzuki Shinobu.


"Tapi, anakku tidak bersalah. Rekaman yang diberikan oleh Tomioka Shoto itu pasti palsu." Jelas Ibu Shinobu yang merasa aneh dan mencoba membela Shinobu.


"Bagaimana ini?" Tanya Suzuki Shinobu dalam hati karena merasa sangat takut.


"Kami sedang menjalankan tugas kami! Tolong hargai kami!" Tegas polisi tersebut sambil memegang tangan Suzuki Shinobu.


"Jangan pegang aku!" Tegas Suzuki Shinobu sambil memberontak dan menatap sinis polisi tersebut.


Tangan Suzuki Shinobu pun diborgol dan dibawa masuk secara paksa oleh polisi tersebut.


"Anakku tidak bersalah!" Tegas Ibu Shinobu sambil berteriak melihat mobil polisi yang pergi.


"Tolong bantu aku untuk mengejar mobil polisi itu!" Perintah Ibu Shinobu sambil menangis dan memegang tangan sekretaris Suzuki Shinobu.


"Baik." Jawab sekretaris sambil berlari untuk masuk ke dalam mobil dan diikuti ibu Shinobu.


Sekretaris pun mengendarai mobilnya mengikuti mobil polisi yang menangkap Suzuki Shinobu. Mereka pun sampai di kantor polisi. Suzuki Shinobu pun diarahkan untuk duduk didepan kepala polisi di kantor tersebut.


"Siapa yang berani melaporkanku?" Tanya Suzuki Shinobu yang tak terima sambil menatap sinis polisi di depannya.


"Komunitas pelindung korban yang dibully." Jawab polisi tersebut sambil melihat beberapa berkas-berkas berisi bukti.


"Rekaman itu hanya editan! Banyak orang yang sudah membuktikannya sendiri! Kau harus mengeceknya lagi!" Tegas Suzuki Shinobu sambil menatap sinis polisi didepannya.


"Jangan asal bicara!" Tegas polisi sambil melihat beberapa berkas.


Bersambung...

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB


__ADS_2