
Akhirnya Kenzo mengizinkan Sagara untuk di rawat di kediaman nya, meskipun sedikit berat namun pria itu juga tidak tega jika teman nya harus sendirian, tentu saja dengan syarat agar ia tidak mencari perhatian atau kesempatan untuk berdekatan dengan Veronika.
Dan hal itu di setujui oleh Sagara, Kenzo pun menempatkan Sagara di kamar tamu lantai bawah agar asisten rumah itu bisa dengan cepat menghampiri Sagara jika ia membutuhkan sesuatu.
“Ingat jangan mencari perhatian dari istriku!” tegas Kenzo lagi pada ketiga teman nya itu, hingga membuat ketiga pria itu memutar bola mata malas lantaran merasa jika Kenzo terlalu posesif.
Daniel yang paling kesal dengan sikap Kenzo, posesif nya pada Veronika melebihi posesif nya pada mendiang Jasmine, dulu Kenzo tak mempermasalahkan Jasmine untuk mengobrol dengan ketiga teman nya itu namun Veronika jangan kan mengobrol, bertatapan saja tidak di perbolehkan oleh Kenzo.
“Ck, kau pikir tidak ada wanita cantik lagi selain istri mu?” cebik Daniel yang memang sejak tadi sudah memendam kesal pada Kenzo.
“Tapi aku rasa tidak ada.” sambung Genta yang justru mendapat tatapan tajam bukan hanya dari Kenzo namun juga dari Daniel yang saat ini ingin sekali mengunci mulut teman nya itu dengan rapat.
Sagara hanya diam seraya memejamkan mata, berusaha untuk tidak mendengarkan pembicaraan ketiga pria itu namun apalah daya yang di tutup hanya mata dan bukan telinga, dan jelas ia bisa mendengar dengan jelas apa saja yang ketiga pria itu ributkan.
“Kalian tidak pulang?” pertanyaan mendadak dari Kenzo, tentu membuat Daniel dan Genta seketika menatap Kenzo dengan wajah yang tidak bisa di kondisikan lagi.
Kenapa pria itu menjadi sangat menyebalkan setelah menikah untuk yang kedua kali nya? Apa sebenarnya yang ingin ia lakukan sehingga meminta teman teman nya pulang lebih awal?
“Ken, kenapa kau semakin kejam? Apa persahabatan kita hanya sebatas lutut?” Ah Genta mulai lagi, pria itu kerap kali berdrama jika merasa terabaikan.
Bukan hanya Kenzo, Daniel juga rasanya sudah muak mendengar drama yang akan Genta lakukan saat ini.
“Kau gila? Mana mungkin hanya sebatas lutut, yang ada hanya sebatas mata kaki.” Savage Daniel kemudian berlalu meninggalkan para teman teman nya itu, ia merasa pusing dan butuh belaian dari seorang wanita seperti nya.
“Dan, kau mau kemana?” tanya Genta seraya mengikuti langkah Daniel yang mulai menghilang di balik pintu.
“Cari jajan!” ucap Daniel membuat Kenzo hanya menggelengkan kepala menatap kepergian nya, memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.
.
.
__ADS_1
.
Sedangkan di apartemen nya, Dirga kini baru saja pulang namun sudah di buat kesal dengan penampakan di mana apartemen nya kini sangat berantakan seperti kapal pecah, pakaian di mana mana, cemilan yang berserakan di lantai, bahkan kini barang barang di apartemen nya juga ikut berserakan, entah apa yang sebenarnya gadis itu lakukan sebelum nya.
Dirga yang memang sudah di buat panas dengan Kenzo dan Veronika tentu saja terpancing emosi dengan gadis kecil yang kini tinggal bersama nya, padahal ia hanya meminta gadis itu untuk tidak mengotori apartment nya saja namun hal itu tidak bisa dilakukan oleh nya.
“Kayla!” sentak Dirga mencari keberadaan Kayla yang tak ia temukan, rasanya ia ingin sekali menghukum gadis itu dengan berat agar tak mengulangi perbuatan nya lagi.
Tak ada sahutan, padahal ini sudah kesekian kali nya Dirga memanggil nama Kayla dengan lantang, pria itu pun kini berjalan menuju kamar Kayla karena tidak mungkin gadis itu berada di kamar nya lantaran Dirga melarang keras untuk gadis itu memasuki kamar nya.
Ceklek!
Pintu kamar Kayla terbuka namun tak ada siapapun di sana, Dirga bahkan mengecek ke kamar mandi namun keberadaan gadis itu juga tak di temukan, bukan nya merasa panik atau khawatir Dirga justru merasa kesal, sekarang gadis itu bahkan berani keluar tanpa izin nya.
Padahal diri nya mati matian menyembunyikan keberadaan gadis itu agar tak di temukan oleh keluarga paman nya yang menjual nya di tempat tidak baik.
“Sial! Kemana sebenarnya gadis itu!” umpat Dirga, tak ingin semakin pusing Dirga pun memilih untuk memasuki kamar nya, namun saat akan membuka pintu kamar nya justru terkunci.
Jelas Dirga bingung lantaran ia tak pernah mengunci kamar nya saat akan bepergian, Dirga kembali memutar gagang pintu kamar nya namun masih tidak terbuka, Dirga pun mencoba mengetuk barang kali Kayla sedang berada di dalam.
Kini pikiran nya justru tertuju pada Kayla, entah mengapa mendadak ia merasa ada yang tak beres mengingat barang barang yang berserakan di apartemen nya berantakan dari biasa nya, seperti baru saja terjadi perampokan.
Setelah menemukan kunci kamar nya, Dirga segera membuka kamar nya dengan cepat.
“Kayla!” Ucap Dirga panik kala melihat Kayla yang sudah tergeletak di lantai, kening gadis itu bahkan mengeluarkan cairan kental berwarna merah yang membuat Dirga semakin panik saat ini.
Dirga pun segera mengangkat tubuh Kayla dan membawa nya ke ranjang, tak peduli larangan yang sebelumnya ia terapkan pada gadis itu lantaran kini nyawa nya lebih penting.
“Ya tuhan, apa yang terjadi pada nya?” ucap Dirga segera merogoh ponsel dari saku nya dan menelpon salah satu dokter kepercayaan nya di negeri ini.
Setelah menelpon dokter, Dirga kini menatap Kayla yang terlihat acak acakan, pakaian nya yang terlihat robek di bagian pundak dan sudut bibir nya yang juga terluka, pipi nya yang memerah.
__ADS_1
“Apa sebenarnya yang terjadi?” gumam Dirga, padahal tadi pagi gadis itu masih bersikap biasa saja bahkan saat di telpon, gadis itu masih bersikap menyebalkan, lalu sekarang apa yang terjadi pada nya?
Memang sejak saat mereka berada di rumah sakit lantaran berdiskusi tentang Sagara yang akan sendirian di rumah sakit, pikiran Dirga sudah tertuju pada apartment nya.
Entah mengapa ia merasa ingin sekali segera pulang dan memutuskan untuk tidak ikut mengantar Sagara ke rumah Kenzo dan Veronika, meskipun alasan utama nya karena tak ingin bertemu dengan kedua pasangan itu, Dirga juga memikirkan rumah nya.
Tak lama terdengar suara tangisan Kayla yang membuyarkan lamunan Dirga, sontak pria itu mendekat pada Kayla dan mencoba menenangkan gadis itu yang mendadak menangis seraya memohon ampun.
“Ampun, tolong lepaskan aku.” ucap Kayla.
Dirga yang bingung hanya bisa memeluk gadis itu dengan erat, bahkan tubuh gadis itu kini gemetar menandakan ia sedang ketakutan saat ini namun Dirga tak tahu apa yang menjadi penyebab ketakutan gadis itu.
“Kay bangun!”
Hampir sepuluh menit Dirga memeluk gadis itu, namun tubuh nya masih gemetar, tak lama kemudian bel apartemen nya berbunyi membuat Dirga segera berjalan menuju pintu.
Ceklek!
“Halo....Kita...”
Ucapan orang itu terhenti kala melihat Dirga yang kini menatap nya bingung, siapa orang ini? dan kenapa menyapa nya seolah olah sudah saling kenal? pikir Dirga.
“Siapa?” tanya Dirga kini memasang wajah datar nya.
Pria itu diam menatap Dirga lalu menunduk. “Maaf, seperti nya saya salah kamar.” ucap nya kemudian berlalu meninggalkan Dirga yang juga tak mempedulikan nya.
“Aneh!”
.
.
__ADS_1
.
Annyeonghaseyo yeoleobun😂 Author back nih, jangan lupa dukungan nya ya, terima kasih author ucapkan🥰