
Veronika mendorong tubuh Kenzo yang berada di atas nya, dengan perasan bercampur kini wanita itu keluar dari kamar Kenzo menuju kamar nya, jujur seharus nya ia merasa bahagia karena kembali merasakan bibir Kenzo namun justru hal itu membuat nya merasa sakit.
Veronika terisak di dalam kamar nya tak peduli dengan ketukan dan gedoran pintu dari luar yang di ketuk oleh Kenzo yang memanggil nama nya agar segera membukakan pintu.
“Veronika buka!”
Terdengar dari suara nya jika pria itu tak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada Veronika, dan seperti nya ia meminta Veronika membukakan pintu agar ia bisa menyakiti Veronika kembali dengan kata kata dan sikap kasar nya.
Veronika mengambil ponsel nya yang terletak di atas ranjang lalu menghubungi ponsel Ratmi, Veronika itu meminta Ratmi untuk menyuruh Kenzo membawa baby Gavin keluar dari kamar Sagara lantaran ia tak akan keluar dari kamar nya hari ini.
Tak lama Ratmi pun menghampiri Kenzo yang berada di depan pintu kamar Veronika, wanita itu menyampaikan pada Kenzo apa yang Veronika perintahkan pada nya sebelum nya.
Kenzo pun mengangguk lalu segera turun ke lantai bawah dan berjalan menuju kamar Sagara, tak langsung masuk Kenzo kini menatap kamar itu dengan perasaan yang tak bisa ia mengerti.
Ceklek!
Kenzo pun masuk dan melihat Sagara yang tengah bermain dengan bayi nya, bayi tiga bulan itu terlihat senang bermain dengan Sagara, terlihat dari raut wajah dan suara nya yang seperti sedang mengajak Sagara untuk mengobrol.
“Ken kau di sini? Apa kau ingin menjemput nya?” tanya Sagara kala menyadari Kenzo yang berada di dalam kamar nya.
Kenzo hanya mengangguk dengan wajah datar nya, haruskah ia menanyakan pada Sagara apa yang terjadi pada nya dan Veronika? Namun entah mengapa hati nya tak siap untuk mendengar jawaban Sagara nanti nya.
“Ken?” ucap Sagara kala melihat Kenzo yang diam mematung di tempat nya, Kenzo yang mendengar suara Sagara sontak tersadar dari lamunan nya.
“Ah iya? Kenapa?” tanya Kenzo seperti hilang kesadaran sebelum nya.
Sagara hanya menatap bingung pada teman nya itu, apa yang sebenarnya Kenzo pikirkan hingga tidak fokus seperti ini.
“Kau baik baik saja?” tanya Sagara.
Kenzo diam seraya mengigit bibir nya, lalu segera menghampiri Sagara, pria itu bahkan menarik nafas nya dalam dalam sebelum melontarkan pertanyaan pada Sagara.
__ADS_1
“Apa aku boleh bertanya pada mu.” tanya Kenzo dan di balas anggukan oleh Sagara, ia tahu jika Kenzo sejak tadi ingin menanyakan sesuatu namun entah apa yang membuat nya ragu.
“Apa Veronika di sini tadi?” tanya Kenzo akhir nya.
Sagara mengangguk masih dengan wajah santai nya mendengar pertanyaan Kenzo, sedangkan Kenzo kini menahan rasa kesal nya, padahal ia belum tau hal yang sebenarnya namun hati nya sudah memanas.
“Apa yang kalian lakukan? Maksud ku kenapa dia kesini?” tanya Kenzo berusaha menahan amarah nya saat ini, apa keputusan nya membiarkan Sagara tinggal dirumah nya salah? Pikir pria itu.
“Dia hanya membantu ku yang terjatuh di lantai, lalu aku ingin bermain dengan Gavin, hanya itu saja.” ucap Sagara jujur, lantaran memang tak ada apa pun yang terjadi antara mereka.
Kenzo yang mendengar jawaban Sagara masih terlihat marah, seperti nya ia tak begitu mempercayai ucapan teman nya itu, bagaimana tidak? Lantaran Veronika keluar dengan baju yang basah dari kamar Sagara.
“Lalu pakaian nya?” tanya Kenzo.
Sagara menepuk kening nya, ya dia lupa untuk itu, sebenarnya Veronika tidak sengaja ketumpahan susu Gavin yang ternyata tidak terkunci dengan benar saat akan memberikan susu pada bayi itu.
Dan Veronika segera keluar dari kamar nya lantaran pakaian nya yang basah, dan ia juga meminta Sagara untuk menjaga Gavin sementara ia mengganti pakaian nya, namun Veronika tak kunjung kembali ke sana.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Sagara yang entah kenapa ia merasa ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Sagara kembali murung lantaran merasa sendirian, jika tahu begini apa beda nya dengan saat ia berada di rumah sakit? Pikir Sagara.
“Ya tuhan, apa aku melakukan kesalahan?” kini pikiran nya tertuju pada Veronika, bagaimana ia menyakiti wanita itu sebelum nya, memaksa nya dengan mencium wanita itu.
Kenzo segera memasuki lift, tujuan utama nya saat ini adalah kamar Veronika, berharap wanita itu baik baik saja di dalam sana, akhir nya ia sadar jika ia menyakiti Veronika.
“Vero, buka pintu nya, aku ingin bicara.” ucap Kenzo seraya mengetuk pintu kamar Veronika namun tak ada jawaban dari istri nya itu, bahkan berulang kali pria itu mengetuk pintu namun tetap tak ada jawaban.
Hingga Kenzo teringat jika ia memasang CCTV di kamar Veronika dan segera memasuki kamar nya untuk mengecek keadaan Veronika, pria itu meletakkan Gavin di atas tempat tidur lalu mengambil laptop nya.
Segera ia membuka laptop nya dan mengecek CCTV yang berada di kamar Veronika, terlihat Veronika tengah duduk dengan menyelusup kan wajah nya di tengah tengah kaki nya.
__ADS_1
Kenzo segera menemui Ratmi dan meminta kunci cadangan kamar Veronika dan segera membuka kamar istri nya itu, Terlihat Veronika masih duduk di tempat nya tanpa sadar jika Kenzo masuk ke dalam kamar nya.
Kenzo segera menghampiri Veronika, baru saja menyentuh lengan Veronika, wanita itu sudah jatuh dalam pelukan Kenzo, jelas Kenzo terkejut lantaran mengira terjadi sesuatu pada Veronika.
“Veronika bangun! Kau baik baik saja? Maaf kan aku, aku benar benar minta maaf.” ucap nya seraya memeluk tubuh wanita itu namun tak ada respon apapun.
Kenzo segera merebahkan tubuh Veronika di atas ranjang lalu segera menghubungi dokter kepercayaan nya untuk segera datang ke kediaman nya.
Sembari menunggu kedatangan dokter, Kenzo masih stay di samping Veronika dengan menggenggam tangan wanita itu dengan lembut, sesekali ia menepikan anak rambut yang menutupi wajah Veronika.
Tanpa terasa air mata nya jatuh menatap keadaan Veronika yang tak sadarkan diri, jelas saja ia kini menyalahkan diri nya atas keadaan Veronika saat ini.
“Ini memang salah ku yang tidak mendengar penjelasan mu, maaf kan aku.” ucap nya mengecup punggung tangan Veronika.
Tak lama wanita itu terbangun lalu menatap Kenzo yang sudah berada di hadapan nya seraya menggenggam tangan nya, sontak wanita itu menarik tangan nya kasar.
“Kau sudah sadar? Apa ada yang sakit? Aku sudah menghubungi dokter, sebentar lagi dokter akan datang.” jelas Kenzo.
Sedangkan Veronika kini mengernyitkan dahi menatap Kenzo, dokter? Untuk apa? Memang nya dia kenapa? Pikir Veronika.
“Tapi aku baik baik saja.” ucap Veronika pelan.
“Baik baik saja katamu? Kau pingsan, bagaimana bisa kau baik baik saja.” ucap Kenzo.
“Pingsan? Aku hanya ketiduran karena terlalu banyak menangis.”
“What?!”
.
.
__ADS_1
.
Author up lagi nih, jangan lupa dukungan nya ya guys💋