
Mereka semua pun tertidur dengan lelap hingga terdengar suara sesuatu yang sedang berlari di genteng. Semua orang pun terbangun dan mengabaikannya. Hingga...
"Brakk"
"Hah? Suara apa itu?" Tanya Ibunya Shoto yang bingung dan penasaran.
Ibunya Shoto pun duduk dan melihat sekeliling.
"Akh!!! Ada kucing liar yang masuk ke dalam kamar!" Teriak ibunya Shoto yang mengagetkan keluarganya.
"Itu hanya kucing liar, bukan masalah besar." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum.
"Shoto, tolong usir kucing itu!" Perintah Ayah Shoto sambil tersenyum.
"Ayah sangat sok berani." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat jengkel.
"Baiklah." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap kucing tersebut.
Tomioka Shoto pun mulai berdiri dan berjalan untuk mengangkat kucing itu.
"Miaw!!" Teriak kucing itu yang memberontak.
Tomioka Shoto tetap memaksakan diri untuk mengangkat kucing itu dengan tangan kosong.
"Miaw!!" Teriak kucing itu sambil mencoba memukul tangan Tomioka Shoto.
"Aku tidak bisa." Ucap Tomioka Shoto sambil berjalan menjauh dari kucing itu.
"Coba panggil Jesselyn!" Perintah Nenek Shoto sambil menatap Tomioka Shoto.
"Baik, sebentar." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berjalan ke kamar Jesselyn.
Tomioka Shoto pun langsung mengetuk pintu kamar Jesselyn.
"Tok tok tok"
Pintu kamar Jesselyn pun terbuka. Tapi, Tomioka Shoto tidak melihat orang dihadapannya.
"Loh, siapa yang membuka pintu?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat bingung.
"Hantu kah?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang mulai merinding.
"Miaw." Ucap Abu untuk menarik perhatian Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun menatap ke bawah dan melihat bahwa Abu sedang duduk di depannya.
"Halo Abu." Sapa Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap Abu.
"Boo!!!!" Teriak Jesselyn yang ingin mengagetkan Tomioka Shoto.
"Hah?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat Jesselyn.
__ADS_1
"Ah, gak kaget lu. Gak seru." Ucap Jesselyn yang merasa kesal.
"Jes, boleh minta tolong buat keluarin kucing liar gak?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dengan penuh harapan.
"Kucingnya galak kah?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Ya, galak banget. Gak mau disentuh punya." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dengan penuh harapan.
"Kalau galak aku gak bisa tangani. Coba suruh Abu yang tangani." Ucap Jesselyn sambil menatap Abu.
Tomioka Shoto pun menatap Abu.
"Syaratnya kau harus gendong dia dulu, baru nanti dia mau bantu kau." Ucap Jesselyn sambil menggendong Abu.
"Abu, kamu mau kan bantu Shoto buat keluarin kucing liar?" Tanya Jesselyn sambil menggelitik Abu.
"Miaw." Jawab Abu sambil menatap Tomioka Shoto.
"Nah, dia mau bantu kau." Ucap Jesselyn sambil menyerahkan Abu.
"Eh, dia cakar gak?" Tanya Tomioka Shoto yang ragu.
"Enggak, dia gak gigit. Dia waktu pas ulang tahunmu cuman mau di oyen kucing Manda untuk pergi. Gak sengaja cakar lu itu." Jelas Jesselyn sambil menyerahkan Abu.
Tomioka Shoto pun menatap Abu dengan tatapan kurang yakin.
"Shoto!! Cepat!!!" Teriak ibu Shoto yang terdengar sangat ketakutan.
Tomioka Shoto pun langsung menggendong Abu ke kamarnya.
"Miawww." Jawab Abu sambil berteriak.
"Kucing macam apa ini?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri yang merasa sangat bingung.
Tomioka Shoto pun sampai ke kamarnya dan kaget karena melihat bahwa kamarnya sangat berantakan.
"Sangat berantakan sekali." Ucap Tomioka Shoto yang sangat kaget.
Tomioka Shoto pun langsung melepas Abu. Abu pun langsung berlari ke hadapan kucing liar yang sedang mengamuk.
"Miaww?" Translate "Ngapain kau ke sini?" Tanya Abu yang penasaran sambil mengambil sikap kuda-kuda.
"Miaww." Translate "Ini adalah tempatku, tidak ada yang boleh tinggal di tempat ini selain diriku." Jawab kucing liar tersebut sambil bersiap menyerang.
"Miaww?" Translate "Kamu laki-laki atau perempuan?" Tanya Abu yang penasaran sambil menatap tajam kucing tersebut.
"Miawww?" Translate "Untuk apa kamu mengetahui hal itu?" Tanya kucing liar tersebut sambil menatap tajam Abu.
"Miaww." Translate "Kalau dilihat-lihat sepertinya dia perempuan." Ucap Abu dalam hati yang masih mempertahankan sikap kuda-kudanya.
"Miaww." Translate "Tapi, ada juga kucing yang memiliki wajah cantik tapi laki-laki." Ucap Abu dalam hati yang masih menatap kucing liar tersebut dengan tajam.
__ADS_1
Abu pun mulai menyusun rencana. Rencana pun diawali dengan Abu yang berjalan untuk melihat belakang kucing tersebut.
"Miawww." Translate "Jangan-jangan, dia mau lihat jenis kelaminku lagi." Pikir kucing liar tersebut sambil menatap tajam Abu.
"Shoto, apakah Jesselyn tidak bisa menangani kucing liar tersebut?" Tanya ibu Shoto yang semakin ketakutan.
Kucing liar pun melihat ke arah Ibunya Shoto. Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh Abu untuk melihat jenis kelamin kucing tersebut.
"Tidak bisa, dia bilang dia juga takut dengan kucing liar." Jawab Tomioka Shoto sambil melihat Abu dengan fokus.
"Miaw." Translate "Ternyata dia adalah perempuan asli." Ucap Abu dalam hati.
Abu pun langsung menggigit leher belakang kucing liar tersebut.
"Miaw!!" Translate "Lepaskan aku!!" Teriak kucing liar tersebut sambil berusaha memberontak.
"Miaw.." Translate "Gawat.." Ucap kucing liar tersebut dalam hati.
"Miaww!!!" Translate "Lepaskan aku!!!" Teriak kucing liar tersebut lagi.
"Miaw." Translate "Mana mungkin aku melepaskannya disaat saat seperti ini." Ucap Abu dalam hati sambil menggigit leher belakang kucing liar tersebut.
Beberapa menit pun telah berlalu, Abu masih saja kekeh untuk menggigit leher belakang kucing liar tersebut. Hal tersebut membuat kucing liar birahi.
"Miaww." Translate "Nodai aku mas." Ucap kucing liar tersebut yang sudah tidak memberontak.
"Miaw." Translate "Dia masih sangat muda, mana mungkin aku melakukan hal itu kepadanya." Pikir Abu yang melepaskan gigitannya.
"Miaw?" Translate "Kok dilepas mas?" Tanya kucing liar yang sudah memasang posisi.
"Jangan kawin kau Abu!!" Perintah Tomioka Shoto yang melihat Abu.
"Miaww!" Translate "Kita lakukan di luar saja!" Ajak Abu sambil meninggalkan kamar Tomioka Shoto.
"Miaw." Translate "Ok." Jawab kucing liar tersebut sambil berlari mengikuti Abu.
Keluarga Tomioka pun menatap Abu dengan tatapan tak percaya.
"Abu sangat keren, tidak seperti ayah." Ucap ibunya Shoto sambil melihat kucing liar tersebut pergi meninggalkan ruangan.
"Hah?!" Ucap Ayah Shoto yang tersinggung sambil menatap Ibu Shoto.
Keluarga Tomioka Shoto pun bernafas lega. Tomioka Shoto memutuskan untuk mengikuti Abu. Tomioka Shoto pun membuka pintu masuk. Abu dan kucing liar tersebut pun keluar.
"Miaw!!" Translate "Ayo lakukan sekarang!!" Ajak kucing liar tersebut yang langsung memasang posisi.
"Miaw.." Tersebut "Maaf, aku sudah di steril." Jawab Abu yang langsung meninggalkan kucing liar tersebut.
Tomioka Shoto pun menutup pintu masuk.
"Playboy." Ucap Tomioka Shoto yang kaget sambil melihat Abu yang berjalan kembali ke kamar.
__ADS_1
Bersambung...
Update setiap hari, pukul 20.00