
Kenzo kini dilema, ingin menghentikan kegiatan panas nya rasa nya sangat berat, ia bahkan belum berhasil membobol pertahanan milik istri nya itu, namun jika tidak di hentikan maka ketukan dari luar itu akan terus saja mengganggu waktu nya bersama Veronika.
Kenzo akhir nya meminta waktu sebentar pada Veronika, pria itu kemudian meraih handuk dan melilit kan nya di pinggang, sedang kan Veronika ia minta untuk tetap berada di atas ranjang sembari menunggu nya kembali, Veronika menurut saja dan menunggu Kenzo di ranjang.
Kenzo pun segera berjalan menuju pintu dengan amarah yang sudah memuncak ingin segera di keluarkan pada orang yang mengetuk pintu, ia yakin sekali jika Daniel atau Genta yang mengetuk pintu lantaran mereka tahu jika Kenzo akan menghabiskan malam bersama Veronika.
Ceklek!
“Jangan ganggu sialan!!” umpat Kenzo seraya membuka pintu, namun ia terkejut lantaran bukan Daniel atau Genta yang berada di balik pintu melainkan Seila, pengasuh baru Gavin, wanita itu berdiri di depan pintu seraya menggendong Gavin yang terdengar menangis.
Raut wajah Kenzo kini berubah kala melihat Seila yang berada di hadapan nya, ia benar benar merasa bersalah lantaran mengira Daniel yang sedang mengganggu nya, sedang Seila kini terlihat menyesal lantaran memilih untuk mengetuk pintu kamar majikan nya itu kala melihat wajah marah Kenzo.
“Maaf tuan sudah mengganggu, tapi Gavin terus saja menangis padahal sudah di beri susu tapi tetap saja tangis nya tidak berhenti.” ucap Seila menunduk, Sementara Kenzo kini benar benar tidak bisa melakukan apapun, ingin marah tapi yang ada di hadapan nya ini seorang perempuan.
Kenzo menatap Gavin, memang benar anak itu menangis tapi jika di lihat suara tangis nya seperti nya bayi itu tengah merasakan sakit lantaran suara tangis nya yang sangat melengking, berbeda sekali dengan suara tangis Gavin seperti biasa nya.
Kenzo pun meraih Gavin dari gendongan Seila ia mencoba untuk memenangkan bayi itu, bagaimana pun ia juga masih merasakan sayang untuk bayi kecil itu, tak lama tangis Gavin mereda, tak sesulit itu untuk menghentikan tangisan bayi itu tapi kenapa Seila justru tidak bisa melakukan hal itu?
“Sudah, jika dia menangis lagi kau bisa memanggil Ratmi, dia dekat dengan Ratmi.” ucap Kenzo pada Seila, gadis itu mengangguk lalu melangkah menuju kamar Gavin setelah Kenzo menutup pintu kamar nya, terlihat sekali jika Kenzo sangat terganggu dengan Seila.
Sesampainya di kamar Gavin, Seila segera merebahkan Gavin di kasur nya, gadis itu duduk diam seraya merenung mengingat penampakan yang baru saja ia lihat, tubuh kekar Kenzo benar benar menggoda, otot perut nya belum lagi keringat yang menetes di bagian otot perut nya membuat Seila benar benar gagal fokus.
“Sadar Seila, dia majikan mu.” gumam Seila seraya menepuk kedua pipi nya, pikiran nya kini melayang entah kemana memikirkan tubuh majikan nya itu, gadis itu menatap Gavin yang sudah terlelap ada rasa kesal kenapa bayi itu mudah sekali diam saat di gendong oleh Kenzo? Jika ia menangis lebih lama mungkin Seila bisa menatap tubuh Kenzo lebih lama lagi.
__ADS_1
.
.
.
Sedangkan di kamar sebelah Kenzo kini sudah kembali ke ranjang menghampiri sang istri yang sudah menunggu nya dengan raut wajah polos nya, Veronika segera memalingkan wajahnya kala melihat tubuh atletis Kenzo, padahal ia sudah sering melihat otot perut milik Dirga namun kenapa ia justru merasa malu melihat perut kotak kotak milik suami nya sendiri?
Kenzo pun menyingkirkan handuk yang melilit di pinggang nya kala melihat Veronika memalingkan wajahnya, semakin malu istri nya itu semakin semangat Kenzo untuk menjahili istri nya, bahkan kini ia sudah berada di dalam selimut yang sama dengan istri nya.
“Ayo.” bisik Kenzo membuat bulu kuduk Veronika meremang, suara berat Kenzo memang tidak pernah gagal membuat Veronika merasa tergoda, namun saat ini Veronika tidak mengerti dengan ucapan Kenzo, ayo? Kemana? Bukan kah mereka akan melakukan malam pertama?
“Apa malam pertama kita batal?” tanya Veronika polos, dan lagi lagi Kenzo di buat tertawa dengan pertanyaan istri nya itu, batal apa nya jika hasrat Kenzo kini sudah berada di puncak nya, bagaimana mungkin Kenzo akan membatalkan hal yang sudah setengah di lakukan.
Tanpa kata Kenzo segera mengu kung tubuh Veronika membuat wanita itu terkejut, mata nya membulat menatap Kenzo yang sudah tersenyum di atas tubuh nya, apa pertanyaan nya salah? Lantaran saat ini tubuh nya kembali gemetar melihat senyuman tipis Kenzo.
Namun selembut apapun ia mencoba maka rasa pertama yang Veronika rasakan tetap saja terasa perih, wanita itu bahkan menjerit namun masih berusaha untuk menahan suara nya lantaran takut jika orang lain akan mendengar suara nya, ia tak tahu saja jika kamar nya ini kedap suara yang sengaja Kenzo buat agar bisa mendengar suara Veronika dengan leluasa.
“Keluarkan saja, tidak akan ada yang mendengar suara mu kecuali diri ku.” ucap Kenzo seraya memacu diri nya di atas tubuh Veronika, mendengar itu Veronika pun melepaskan suara nya yang tertahan, demi apapun rasanya benar benar sakit, ia bahkan meneteskan air mata nya lantaran merasakan perih.
Namun wanita itu tak mengeluh sedikitpun, ia menikmati pa cuan yang Kenzo berikan pada nya, seiring dengan rasa perih ia juga merasakan nik mat yang Kenzo berikan, rasanya benar benar aneh ia bahkan tidak tahu harus menangis atau mende sah saat ini, hingga akhir nya kedua pasangan yang tengah melakukan kegiatan panas itu merasakan sesuatu yang ingin keluar dari bagian inti tubuh mereka.
Akhir nya malam panas kedua pasangan suami istri itu selesai, Kenzo ambruk di samping tubuh Veronika yang juga sama lelah nya, nafas kedua suami istri itu benar benar tidak teratur, Kenzo pun menarik tubuh Veronika dan membawa nya ke dalam pelukan nya seraya mengecup puncak kepala Veronika.
__ADS_1
“Sakit?” tanya Kenzo dan di jawab anggukan kepala oleh Veronika, ia tak memiliki tenaga untuk mengeluarkan suara nya, tenaga nya benar benar habis, tubuh nya benar benar lelah, mata nya benar benar tidak bisa di ajak kompromi, tapi perut nya juga meronta ronta minta di isi lantaran ia memang belum makan apapun.
“Maaf.” ucap Kenzo kembali mengecup kening Veronika, memang perbuatan nya tak sesuai dengan ucapan nya namun ia benar benar sudah berusaha untuk selembut mungkin namun Veronika masih virgin dan rasa perih itu tidak mungkin bisa di hindari.
“Aku lapar.” ucap Veronika.
Kenzo pun meraih ponsel nya menatap jam di sana, sudah jam sembilan malam pantas saja istri nya merasa kelaparan lantaran mereka memang belum makan apapun, jujur saja ia sebenarnya sangat malas untuk jauh jauh dari Veronika namun ia juga tidak tega melihat istri nya yang kelaparan.
Kenzo pun menghubungi nomor asisten rumah nya untuk segera menyiapkan makan malam untuk orang orang yang ada di rumah nya, dan meminta untuk mengantarkan makanan untuk nya dan juga Veronika lantaran mereka akan makan di dalam kamar.
Tak lama kemudian akhir nya Ratmi dan Asih pun mengetuk pintu kamar Kenzo dan Veronika dengan membawa makanan, tak tanggung tanggung mereka benar benar membawa banyak makanan ke kamar Kenzo dan Veronika hingga membuat Veronika mengerutkan kening nya bingung.
“Banyak sekali?” tanya Veronika pada Kenzo kala Ratmi dan Asih sudah keluar dari kamar mereka, Kenzo hanya diam tersenyum tipis seraya menyuapi Veronika makan.
“Karena tenaga mu harus kembali pulih untuk ronde kedua.”
Deg!
.
.
.
__ADS_1
lanjutan malam pertama nya semoga gak gagal lagi ya bang Kenzo, sok atuh di lanjutin sampe tepar 🤣
Jangan lupa dukungan nya ya VENZO LOVERS🥰🤣