CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 101


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di mansion milik mereka orang pertama yang Veronika hampiri adalah Gavin ia bahkan hampir lupa jika sedang hamil dan berlari mendekati Gavin jika saja Kenzo tidak menghentikan nya, Dia yang berlari tapi Kenzo yang merasa khawatir.


“Sayang kau sedang hamil.” ucap Kenzo mengingat kan istri nya namun bukan nya berterima kasih Veronika justru bersikap ketus pada Kenzo, seperti nya ia masih tidak suka melihat wajah suami nya itu.


Ia memang tidak menghiraukan ucapan Kenzo namun ia mendengar dan menuruti ucapan Kenzo dan memperhatikan jalan nya, ia benar benar lupa jika sedang mengandung lantaran terlalu bahagia melihat Gavin yang terlihat senang melihat kepulangan nya.


“Gavin sayang mama.” ucap Veronika mengambil Gavin dari gendongan Ratmi, ia begitu bersemangat hingga membuat Ratmi sedikit terkejut dengan gerakan Veronika yang begitu cepat mengambil alih Gavin dari nya, entah kenapa majikan nya itu terlihat sangat bahagia saat ini.


Kenzo hanya bisa menggelengkan kepala menatap istri nya, aneh sekali pengaruh hamil bisa membuat seseorang menjadi pemarah, cengeng dan bahkan terlihat seperti seorang anak kecil sama seperti Veronika saat ini, jika Kenzo masih sama seperti yang dulu mungkin mereka akan sering bertengkar karena tak ada yang bisa memahami.


Tapi aneh nya kenapa Veronika belum juga meminta sesuatu pada nya? Berbeda sekali dengan Jasmine dulu yang selalu meminta sesuatu jika sudah melihat wajah Kenzo, apa setiap wanita hamil selalu berbeda sikap? Pikir Kenzo.


Kenzo akhir nya memilih untuk tidak memikirkan hal itu, mungkin memang hanya perubahan sikap saja yang Veronika alami selama hamil dan Kenzo hanya perlu banyak menambah stok sabar nya menghadapi perubahan sikap Veronika nanti nya.


“Gavin sayang mama ingin memberitahu sesuatu pada mu.” ucap Veronika pada Gavin.


Ratmi yang juga berada di sana ikut mendengarkan pembicaraan majikan nya dengan anak kecil itu, entah mengapa setiap kali melihat Veronika dan Gavin ia merasa sangat bahagia lantaran merasa jika Veronika benar benar tulus menyayangi bayi kecil itu.


“Gavin akan segera punya adik, nanti Gavin harus menjaga adik Gavin ya sayang.” ucap Veronika mengusap wajah mulus Gavin, bayi kecil itu mendadak tersenyum lebar entah karena memang merasa bahagia karena bermain atau senang mendengar dan mengerti apa yang Veronika katakan pada nya.


Namun yang jelas Ratmi yang mendengar ucapan Veronika jelas saja terkejut dan merasa bahagia saat tahu majikan nya tengah mengandung, itu ia tunjukkan dengan memberi selamat pada majikan nya, Veronika pun mengucapkan terima kasih pada Ratmi berharap Ratmi akan tetap bersama dengan keluarga bahkan sampai mereka tua.


“Mbak tetap di sini ya apapun keadaan nya, cuma kalian yang vero percayai untuk keluarga kecil kami.” ucap Veronika menggenggam tangan Ratmi, Ratmi pun mengangguk ia juga sudah sangat nyaman dengan keluarga majikan nya itu dari awal pernikahan Kenzo dengan Jasmine sampai sekarang bersama Veronika.


“Iya nyonya saya bakalan mengabdikan diri di rumah ini bahkan sampai anak anak nyonya dewasa nanti.” ucap Ratmi membuat Veronika meneteskan air mata mendengar pengakuan Ratmi, rasa nya ia benar benar sangat berterima kasih pada Ratmi yang mau bertahan dengan keluarga nya.


Kedua wanita itu berpelukan hingga melupakan Gavin yang kini berada di tengah tengah mereka, bayi itu mengoceh seakan akan sedang marah lantaran ia di lupakan membuat Veronika dan Ratmi terkekeh menertawakan Gavin si mood booster semua orang.

__ADS_1


“Mereka memang jahat suka melupakan kita.” ucap Kenzo menggendong Gavin, bayi itu tertawa lalu memainkan wajah Kenzo dengan jari jemari nya yang mungil.


Tak lama kemudian seluruh keluarga Veronika dan Kenzo datang secara bersamaan, sebelum nya Kenzo memang sudah mengabari mereka jika Veronika tengah mengandung dan hal itu jelas saja membuat para nenek dan kakek itu ingin segera menemui menantu anak mereka.


“Kalian datang secepat ini?” tanya Kenzo yang merasa bingung lantaran keluarga nya dan Veronika datang secepat itu padahal baru saja Kenzo memberitahu mereka tapi mereka sudah berada di rumah nya saat ini.


Tak ada yang menghiraukan pertanyaan Kenzo, para wanita itu langsung menghampiri Veronika yang tengah duduk di sofa memeluk wanita yang memberikan kebahagiaan pada mereka, setelah habis penderitaan kini terbitlah kebahagiaan.


“Terima kasih sayang, telah memberikan kami kebahagiaan.” ucap Elena mengecup pipi Veronika, Veronika hanya bisa tersenyum kaku bukan tidak suka hanya saja aroma parfum mereka benar benar membuat Veronika ingin mual.


Melihat raut wajah sang istri berubah jelas saja membuat Kenzo segera sadar jika Veronika mungkin tidak nyaman dengan aroma parfum mama dan mertua nya, Kenzo dengan cepat menghampiri mereka dan menjelaskan jika Veronika sedang sangat sensitif dengan aroma sesuatu.


Sebagai orang yang sudah berpengalaman jelas saja mereka mengerti apa maksud Kenzo, mereka juga lupa lantaran terlalu bersemangat mendengar berita kehamilan Veronika, mereka pun sedikit memberi jarak pada Veronika membuat wanita itu sedikit merasa tidak enak.


“Maaf ma, Vero benar benar merasa tidak enak.” ucap Veronika pada kedua wanita yang berperan penting dalam hidup nya, kedua wanita itu menggelengkan kepala sama sekali mereka tidak tersinggung lantaran mereka juga pernah merasakan hal yang sama yang Veronika rasakan saat ini.


“Tidak sayang, kami juga pernah merasakan hal yang sama seperti mu, bahkan mama lebih parah lagi saat hamil Kenzo.” ucap Elena menatap William, mendadak ia teringat saat mengandung Kenzo.


“Memang kenapa ma?” tanya Veronika penasaran.


“Dulu mama sangat membenci papa mu, bahkan mama sampai mengusir nya karena benar benar membenci nya, apapun yang dia lakukan tidak pernah benar di mata mama.” ucap Elena seraya tertawa mengingat kenangan indah nya dulu.


Veronika ikut tertawa, papa mertua nya pasti benar benar tersiksa saat itu.


“Beruntung Vero tidak sampai mengusir Kenzo, apa Vero usir saja ya?” ucap Veronika membuat semua orang tertawa kecuali Kenzo, pria itu saat ini menjadi takut jika hal itu terjadi, entah apa yang akan ia lakukan jika Vero benar benar mengusir nya.


“Ya Tuhan bantu aku, jangan sampai itu terjadi.” ucap Kenzo membatin.

__ADS_1


Malam pun tiba kini kediaman Kenzo kembali sepi setelah keluarga nya memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, Gavin juga sudah tertidur begitu pun dengan Veronika, seperti nya istri nya itu sangat lelah hingga memilih tidur lebih awal.


sedangkan Kenzo masih saja berkutat dengan laptop nya, pekerjaan nya benar benar harus di selesaikan malam ini juga membuat nya harus begadang padahal jam sudah hampir tengah malam.


Cukup lama ia berkutat dengan laptop kesayangan nya hingga akhir nya ia bisa meregangkan otot tubuh nya yang terasa kaku akibat terlalu lama duduk di sofa.


“Akhir nya pekerjaan ku selesai.” ucap Kenzo seraya menutup laptop nya, tak lupa ia menyeruput secangkir kopi yang sudah habis setengah menemani diri nya malam ini.


Pria itu kemudian berjalan menuju ranjang ingin segera menyusul istri nya ke alam mimpi, mata nya benar benar sudah tidak bisa di ajak kompromi saat ini lantaran seharian ini juga banyak melakukan gerak.


Tak lupa ia mengecup manis Gavin lalu kemudian Veronika sebelum ia memejamkan mata nya, ia juga mengecup perut datar Veronika, mulai sekarang ia akan membiasakan diri mengecup perut datar istri nya itu sekarang.


Tak lama ia memejamkan mata, Kenzo terpaksa harus membuka kembali mata nya kala merasakan ada yang menggoyang tubuh nya seraya memanggil nama nya.


“Kak! bangun kak!” ucap Veronika membuat Kenzo mau tak mau harus segera bangun padahal ia baru saja memejamkan mata nya.


“Kenapa? kau sakit?” tanya Kenzo takut saja jika Veronika membangunkan nya lantaran merasakan sakit di tubuh nya.


Veronika menggelengkan, bukan sakit melainkan lapar, ia tengah merasa lapar saat ini dan ingin memakan sesuatu.


“Aku lapar, mau makan nasi Padang tapi yang jual harus orang bandung.”


Glek!


.


.

__ADS_1


.


Yuhuuu Author back lagi, jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys, terima kasih🥰


__ADS_2