
Saat di dalam mobil.
"Jes, kamu gak tidur?" Tanya Tomioka Shoto yang sedang mengantuk sambil menatap Jesselyn.
"Aku kurang bisa tidur di mobil. Hehe." Jawab Jesselyn sambil tertawa malu sambil menatap Tomioka Shoto.
"Oh, kamu tutup mata aja nanti pasti ketiduran sendiri." Ucap Tomioka Shoto yang matanya mulai menutup.
"Ok, makasih sarannya." Ucap Jesselyn sambil tersenyum aneh dan menatap Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto sudah tidak menjawab karena dia sudah tertidur. Jesselyn pun melihat sekelilingnya dan terlihat bahwa semua orang di mobil itu sudah tertidur kecuali Ayah Shoto yang sedang menyetir.
"Tinggal aku sama Abu yang masih bangun." Ucap Jesselyn dengan suara kecil sambil menatap Abu.
"Miaw." Ucap Abu yang ingin menghibur Jesselyn.
"Kamu mengajakku bermain?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Miaw." Jawab Abu sambil duduk menghadap Jesselyn.
"Kamu mau main apa?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Miaw." Jawab Abu sambil berdiri untuk menangkap ujung rambut Jesselyn.
"Haha, boleh juga ide mu." Ucap Jesselyn sambil tertawa.
Jesselyn pun mulai memegang ujung rambutnya dan mengangkatnya agar Abu menangkapnya.
"Hahahah." Tawa Jesselyn melihat Abu yang selalu bisa menangkap ujung rambutnya.
"Abu, menurutmu apakah dia merupakan orang yang baik?" Tanya Jesselyn dengan suara kecil sambil menunjuk Tomioka Shoto.
"Miaw." Jawab Abu sambil melihat ke arah Tomioka Shoto.
"Kalau menurutmu dia baik. Kenapa kamu mencakar nya kemarin malam?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Miawwww." Jawab Abu dengan wajah yang sangat menyakinkan.
"Oh, ternyata kamu hanya ingin Oyen menjauh tapi tidak sengaja mencakar nya?" Tanya Jesselyn yang mencoba memastikan.
"Miaww." Jawab Abu sambil memegang perut Jesselyn.
"Kenapa? Ada yang salah dengan perutku?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Miawww miawwww." Jawab Abu sambil menarik tangannya.
"Ya, aku tau aku akan segera masuk angin. Tapi mau gimana lagi? Aku gak ngantuk sama sekali." Ucap Jesselyn sambil tersenyum.
"Miaw." Ucap Abu yang yang berdiri dan menutup mata Jesselyn dengan tangannya.
"Hmm." Ucap Jesselyn yang langsung menutup matanya dan berusaha untuk tidur.
__ADS_1
Abu yang melihat Jesselyn tidur pun ikut tidur. Tapi, Jesselyn pun kembali membuka matanya dan menyalakan musik untuk membantunya tidur. Jesselyn pun tertidur sambil mendengarkan musik. Beberapa jam kemudian.
"Jes, nanti kalau kamu udah gede dan menikah. Kamu jangan lupa untuk membalas Budi kepada ayahmu ya." Ucap ayahnya Jesselyn sambil tersenyum dan menggendong Jesselyn.
Jesselyn hanya tertawa. Jesselyn pun terbangun dari mimpi buruknya.
"Menjijikkan, bagaimana bisa aku tertawa saat mendengar kalimat bodoh yang dia ucapkan?" Tanya Jesselyn kepada dirinya sendiri dalam yang merasa jengkel.
"Orang tak tau diri seperti dia tak pantas ku anggap sebagai ayah." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sangat marah.
"Hanya karena mereka berdua, aku pernah menjadi sangat membenci semua orang!" Ucap Jesselyn yang merasa sangat marah dalam hati.
"Orang tak berguna itu hanya bisa membuat orang semakin membencinya." Ucap Jesselyn dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
"Andai saja mereka mati." Ucap Jesselyn yang merasa sangat marah dalam hati.
"Aku ingin menyumpahi mereka dengan kutukan setiap kelahiran yang selalu sial." Ucap Jesselyn yang sangat marah dalam hati yang masih mengepalkan tangannya.
"Mereka berdua, tidak pantas hidup tenang. Jika aku mati sebelum mereka mati. Aku hanya menghantui dan menghasut hingga mereka mati!" Ucap Jesselyn dalam hati yang masih mengepalkan tangannya.
"Jes, tidur lah! Nanti kamu sakit." Perintah ibunya Jesselyn yang terbangun.
"Iya mi." Jawab Jesselyn yang kembali tidur.
"Cepat matilah orang pembawa sial." Ucap Jesselyn dalam hati sambil mencoba untuk tidur kembali.
Jesselyn pun tertidur. Beberapa jam kemudian.
"Iya." Jawab Jesselyn sambil membuka matanya dan langsung merilekskan tubuhnya.
"Kamu bilang kamu kurang bisa tidur, tapi kok tidur?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Kurang bukan berarti tidak." Jawab Jesselyn sambil turun dari mobil membawa Abu.
"Kenapa dia tiba-tiba menjadi galak?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri dalam hati yang merasa heran.
"Apakah ada hal buruk yang terjadi saat aku tidur?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri yang merasa sangat heran.
"Jangan bersikap seperti itu kepada orang yang tak bersalah Jesselyn. Tenangkan dirimu." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa bersalah.
"Mami beli tiket dulu ya, kalian tunggu di sini!" Perintah ibunya Jesselyn sambil tersenyum.
Jesselyn dan yang lainnya pun menunggu di depan mobil. beberapa menit kemudian, ibunya Jesselyn pun kembali membawa tiket. Kemudian, tiket tersebut dibagikan ke masing-masing orang.
"Yuk masuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil tersenyum.
Orang-orang pun jalan terlebih dahulu meninggalkan Jesselyn dan Tomioka Shoto di belakang. Jesselyn dan Tomioka Shoto berjalan bersebelahan.
"Shoto, aku minta maaf atas sikapku tadi." Ucap Jesselyn yang merasa bersalah sambil berjalan.
"Tidak apa-apa." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan.
__ADS_1
"Omong-omong, kamu pernah datang ke sini sebelumnya?" Tanya Tomioka Shoto yang ingin mencairkan suasana.
"Tidak, ini pertama kalinya." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.
"Kamu pernah ke pemandian air panas?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Aku juga belum pernah. Hahaha." Jawab Tomioka Shoto sambil tertawa.
Mereka pun sampai ke loket tiket. Mereka pun segera menunjukkan tiket mereka.
"Baik, silahkan masuk." Ucap penjaga loket tersebut sambil tersenyum.
Jesselyn dan Tomioka Shoto pun kembali berjalan mengikuti keluarga mereka.
"Ini bau apa ya?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Mungkin bau air pegunungan." Jawab Tomioka Shoto yang mencoba menerka.
"Pondok ini harganya 50 ribu untuk 5 jam." Ucap penjaga pondok sambil membawa buku.
Paman ke 2 pun memberikan uang 50 ribu.
"Baik, terima kasih. Berarti nanti sampai jam 08.30 ya." Ucap penjaga pondok tersebut.
"Sampai jam 9 bisa?" Tanya tantenya Jesselyn yang berusaha bernegosiasi.
"Boleh." Ucap penjaga pondok sambil tersenyum kemudian pergi.
Mereka pun masuk dan mulai meletakkan barang-barangnya.
"Udah boleh ganti baju." Ucap Tantenya Jesselyn kepada anaknya sambil duduk.
Manda dan Vero pun mengeluarkan baju mereka dari tas.
"Kamu juga ikut loh!" Ajak ibunya Jesselyn sambil membuka tas yang berisi baju mereka.
Ibunya Jesselyn pun memberikan baju Jesselyn.
"Bukannya di pemandian air panas kita telanjang ya?" Tanya ibu Shoto yang kaget sambil menatap Tomioka.
"Bukannya di pemandian air panas kita tidak memakai baju ya?" Tanya Tomioka Shoto yang mengartikan pertanyaan ibunya.
"Di sini enggak." Jawab Tantenya Jesselyn sambil tersenyum.
Tomioka Shoto pun menggelengkan kepalanya.
"Untung saja ibu membawa boxer dan baju cadangan mu." Ucap ibu Shoto sambil mengeluarkan dan memberikan boxer dan baju dari tas.
"Kamu?" Tanya Ayah Shoto sambil menatap ibu Shoto.
Bersambung....
__ADS_1
Update setiap hari, hanya di Noveltoon, pukul 20.00.