
Sesampainya di sana, mereka melihat Jason, Vero, paman ke 1 dan 2 yang sedang tertidur.
"Loh, kok banyak kali yang tidur." Ucap Jesselyn yang kaget.
"Biarin aja." Ucap ibunya Jesselyn yang langsung minum.
Jesselyn pun meletakkan makanannya dan duduk diikuti Tomioka Shoto.
"Makanlah!" Perintah Jesselyn sambil membuka bungkusan makanan.
"Lu makan sendiri aja, mami gak suka makanan keras." Ucap ibunya Jesselyn sambil memalingkan wajahnya.
Jesselyn hanya menanggapinya dengan senyum paksa. Jesselyn pun mulai memakan makanannya. Mereka pun makan bersama hingga makanannya habis. Di saat mereka makan, Jason bermimpi.
"Jes, makan pecel lele yuk!" Ajak Jason sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Yuk!!" Jawab Jesselyn yang sangat bersemangat sambil menatap restoran tersebut.
Mereka pun berlari kecil untuk menghampiri restoran tersebut. Sesampainya mereka di sana, mereka pun makan. Setelah selesai makan, Jesselyn yang bosan pun keluar dari restoran.
"Jes, jangan pergi jauh-jauh!" Perintah Jason sambil menatap Jesselyn.
"Brukk!!"
Jesselyn pun tertabrak mobil.
"Jess!!!" Teriak Jason dalam mimpi dan di dunia nyata karena sangat khawatir.
Mereka yang mendengar pun sangat terkejut terutama keluarga Jesselyn dan Tomioka. Tomioka Shoto yang baru saja ingin mencoba piscok langsung menatap sinis Jason. Tomioka Shoto pun langsung berdiri dan mencolek kepala Jason hingga membuat Jason terbangun.
"Wih, ngeri kali mimpiku." Ucap Jason yang terbangun sambil menggaruk kepalanya.
"Ngapain kau sebut nama dia?" Tanya Tomioka Shoto yang emosi sambil menatap sinis Jason.
"Ya selow lah, gak usah cemburu. Kau kan udah lamar dia, mana mungkin bisa sama gue lagi." Ucap Jason sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Ha??" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap sinis Jason.
"Sudahlah, mimpi dia emang abstrak. Tak payah marah-marah." Ucap Jesselyn yang mencoba menenangkan Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun menatap sinis Jason sambil duduk dan makan piscok sambil merangkul Jesselyn. Jesselyn pun hanya bisa pasrah.
"Njir, sok romantis kali." Ucap Jason yang cemburu dalam hati.
Mereka pun makan hingga jajanan habis. Beberapa menit kemudian....
"Pulang yuk!" Ajak Paman ke 1 sambil berdiri.
"Yuk lah!" Jawab paman ke w yang berdiri diikuti yang lain.
"Mami.." Ucap Jesselyn sambil menatap ibunya dengan penuh harapan.
__ADS_1
"Anakku mau ke tempat jual hewan itu bentar." Ucap ibunya Jesselyn sambil menatap paman ke 1.
"Oh, ya udah." Ucap Paman ke 1 sambil berjalan ke arah parkiran diikuti yang lain.
Mereka pun pergi menggunakan mobil ke petshop. Hanya Tomioka Shoto dan Jesselyn yang turun dari mobil.
"Jangan beli hewan ya!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.
"Iya mi." Jawab Jesselyn sambil berjalan ke petshop.
Jesselyn dan Tomioka Shoto pun berpegangan tangan dan masuk ke dalam petshop. Mereka pun mulai melihat-lihat hewan.
"Kelincinya imut banget, kucingnya juga, burungnya juga imut banget." Ucap Jesselyn yang tak bisa menahan diri melihat hewan-hewan yang begitu lucu.
"1 aja ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Dikit kali, 5 lah." Jawab Jesselyn yang ingin bernegosiasi sambil menatap Tomioka Shoto.
"Banyak kali, enggak lah, 1 aja cukup." Ucap Tomioka Shoto yang kaget sambil melotot.
"Gini, aku kurang 2, kamu tambah 2 gimana? Adil kan?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Pelit kali." Ucap Jesselyn yang merasa kesal.
"Ya udah, gak usah nitip peliharaan." Ucap Tomioka Shoto sambil memalingkan wajahnya.
"Plis lah!" Perintah Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto dengan penuh harapan.
"Enggak mau." Ucap Tomioka Shoto sambil memalingkan wajahnya.
"Plis lah!" Perintah Jesselyn yang masih memaksa dan memegang tangan Tomioka Shoto.
"Tapi, bagiamana kalau dia meninggalkanku hanya karena ini?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati yang masih memalingkan wajahnya.
"Tak ada wanita sebaik dia lagi yang bisa kutemui." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang mulai menatap Jesselyn.
"Sebaiknya aku menerima negosiasinya saja." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
Tomioka Shoto pun membuka mulutnya.
"Ya udah lah, daripada kita marahan cuman karena hewan." Ucap Jesselyn yang sudah pasrah sambil melepas tangan Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto hanya kaget sambil melihat Jesselyn yang mulai berkeliling untuk mencari hewan yang akan dia titipkan.
"Mbak, di sini ada jual burung yang bisa bicara gak?" Tanya Jesselyn sambil menatap penjual.
"Ada, ada burung gagak harganya 400 ribu." Jawab penjual sambil membawa kandang burung berisi gagak yang masih kecil.
Tomioka Shoto pun kaget.
__ADS_1
"Jes, loh, kok burung? Padahal hewan lain banyak yang lucu juga loh." Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn.
"Iya, tetiba pengen pelihara burung." Jawab Jesselyn sambil menatap gagak.
"Jes, loh, kok burung? Padahal hewan lain banyak yang lucu loh." Tanya burung gagak yang mengikuti Tomioka Shoto.
"Wah, pintar ya." Ucap Tomioka Shoto yang kagum sambil melihat burung gagak tersebut.
"Dia cewek atau cowok om?" Tanya Jesselyn sambil menatap gagak.
"Cowok." Jawab penjual sambil tersenyum dan menatap gagaknya.
"Cowok." Ucap Gagak yang mengikuti ucapan penjual.
"Galak gak om?" Tanya Jesselyn sambil menatap burung gagak.
"Enggak." Ucap Penjual sambil mengeluarkan burung gagak dari kandang.
Jesselyn pun mengelus burung gagak tersebut diikuti Tomioka Shoto.
"Umurnya berapa om?" Tanya Jesselyn sambil mengelus burung gagak.
"2 bulan." Jawab penjual sambil memegang burung gagak.
"Makanan burung gagak apa ya om?" Tanya Jesselyn sambil mengelus burung gagak.
"Telur rebus, bisa makan makanan anjing atau kucing, pisang, pepaya, kacang tanah, daging ayam juga bisa." Jawab penjual sambil menatap burung gagak nya.
"Wow, ya udah, ini satu deh!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum menatap burung gagak nya.
"Ok." Jawab penjual sambil meletakkan burung gagak nya kembali ke dalam kandang burung.
Jesselyn pun mengeluarkan uang 400 ribu dari dompet.
"Aku aja lah yang bayar, aku juga butuh hiburan." Ucap Tomioka Shoto yang langsung memberikan uang 400 ribu ke penjual.
"Tapi kan itu hewan aku." Ucap Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.
"Kan nanti kita bakal tinggal serumah." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Makasih ya." Ucap penjual yang menerima uang dari Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto dan Jesselyn pun keluar dari pet shop sambil membawa kandang burung.
"Kamu mau kasih dia nama apa?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Gagak aja lah." Jawab Jesselyn yang frustasi memikirkan namanya.
"Haha." Tawa Tomioka Shoto sambil membawa gagak.
Mereka pun naik ke mobil sambil membawa kandang gagak.
__ADS_1
Bersambung..
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB