
Seminggu berlalu kini Sagara sudah lebih baik dari sebelum nya ia bakan sudah bisa berjalan meskipun masih harus di bantu oleh perawat, Ya Kenzo memutuskan untuk memakai jasa perawat saja agar Veronika tidak perlu membantu Sagara.
Selama seminggu Kenzo selalu saja mengajak Veronika keluar, entah itu ke rumah orang tua mereka atau hanya sekedar makan saja, meskipun begitu Veronika tetap menurut pada Kenzo.
Jujur saat ini ia merasa bahagia lantaran merasa di ratukan oleh pria yang selama ini ia cintai, keinginan nya yang ingin membuang perasaan nya kini hilang begitu saja lantaran sikap Kenzo yang sudah berubah pada nya.
Meskipun Kenzo tak pernah mengatakan mencintai nya namun dari perlakuan hangat nya pada Veronika bahkan anak kecil pun tau jika Kenzo mulai mencintai wanita itu.
Seperti pagi ini Kenzo yang sedang sarapan sebelum berangkat ke kantor kini bukan menyuapi diri nya namun menyuapi Veronika yang tengah menggendong Gavin di samping nya.
Awal nya ia ingin di temani oleh Veronika namun mendadak wanita itu ingin sarapan bersama namun terhalang oleh Gavin, ingin memberikan nya pada Ratmi atau asisten lain nya namun Gavin seperti nya tengah tak ingin di gendong siapapun kecuali Veronika.
Melihat sang istri kesulitan untuk makan, Kenzo berinisiatif menyuapi nya tanpa di minta, Ya anggap saja ini bukti dari sikap perhatian Kenzo pada Veronika.
Di tengah tengah kebersamaan keluarga kecil itu, Sagara yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya kini keluar dari kamarnya dan ikut bergabung bersama keluarga teman nya itu.
Tanpa rasa malu Sagara duduk di samping Veronika lalu bermain dengan Gavin, Ya pria itu kini menjadi dekat dengan bayi kecil itu lantaran Kenzo dan Veronika yang sering keluar tanpa membawa baby Gavin.
“Sagara kau tidak makan?” tanya Kenzo yang sedikit cemburu melihat kedekatan Sagara san putra kecil nya itu.
“Tidak, aku masih kenyang.” ucap Sagara lalu kembali bermain dengan Gavin yang berada di gendongan Veronika.
Jujur saja Kenzo sebenarnya cemburu karena posisi duduk Sagara yang terlalu dekat dengan Veronika lantaran wanita itu yang menggendong Gavin, namun ingin memperlihatkan nya Kenzo takut jika hal itu akan membuat Veronika kesal lantaran menganggap nya terlalu berlebihan.
“Ah, kalau begitu bisakah kau mengambil Gavin dari gendongan Veronika sebentar? Dia ingin makan.” pinta Kenzo yang membuat Veronika merasa malu pada Sagara.
Bagaimana tidak? Kenzo berbicara seolah olah ingin menjauhkan Sagara dari Veronika dengan beralaskan Gavin.
__ADS_1
“Bukan kah kau sedang menyuapi nya? Apa kau lelah? Jika begitu biar aku yang menyuapi Veronika.” ucap Sagara santai dengan wajah datar nya tanpa peduli jika kini Kenzo tengah mengigit bibir bawahnya lantaran merasa amat kesal.
Jika tidak ada Veronika di sana maka dapat di pastikan Kenzo sudah menghajar mulut Sagara yang lancip lancip tumpul itu, jarang berbicara tapi sekali berbicara membuat darah Kenzo mendidih.
“Ck, pria sialan ini, aku lebih suka jika dia diam seperti batu.” ucap Kenzo membatin menatap Sagara tajam lantaran tak bisa melakukan apapun saat di depan Veronika.
Terlanjur berjanji seminggu yang lalu pada Veronika untuk bisa menahan amarah nya pada siapapun, pria itu kini menepati janji nya meskipun dalam hati nya mengumpat.
Setelah menyelesaikan sarapan nya Kenzo pun pamit pada Veronika dan tentu di antar Veronika dan Gavin hingga di pintu rumah nya, sudah seminggu mereka menjalankan kehidupan rumah tangga layaknya seperti suami istri pada umum nya.
Yang membedakan hanya mereka masih pisah kamar lantaran tak ada yang memulai berbicara tentang itu di antara mereka, entah memang belum siap atau karena gengsi yang terlalu tinggi.
“Bye bye Daddy.” ucap Veronika berbicara layak nya suara anak kecil seraya menggerakkan tangan mungil Gavin pada Kenzo yang sudah berada di dalam mobil nya.
Dan tentu hal itu tak lepas dari pandangan Sagara yang memang sejak tadi memperhatikan keluarga kecil itu terutama Veronika, entah mengapa ia merasa tertarik dengan apapun yang wanita itu lakukan.
Veronika masuk lalu kembali duduk di meja makan namun tentu sedikit menjauh dari tempat Sagara duduk, sedang kan Sagara yang kini juga merasa aneh lantaran mereka hanya diam saja mencoba untuk mencari topik pembicaraan pada Veronika.
“Bagaimana kau dan Kenzo sekarang?” tanya Sagara membuat Veronika sedikit tersentak kaget dengan suara berat Sagara.
“Sudah lebih baik.” ucap Veronika singkat di sertai dengan senyuman tipis di bibir nya, Sagara hanya mengangguk kecil lalu kembali diam, jujur ia benar benar tak suka berada di keadaan seperti ini.
“Apa kehadiran ku di sini mengganggu kalian?” tanya Sagara lagi, Veronika pun menatap Sagara sejenak lalu menggelengkan kepala nya, kenapa mengganggu? Justru kehadiran nya membuat Veronika dan Kenzo semakin dekat.
“Benarkah?”
Veronika mengangguk lalu kembali fokus pada makan nya, sedikit aneh dengan Sagara yang justru banyak bicara, berbeda dengan yang ia ketahui jika Sagara sangat pendiam dan dingin, dan sering di sebut batu oleh para teman Kenzo.
__ADS_1
“Pendiam apa nya, yang ada cerewet.” ucap Veronika membatin.
.
.
.
Siang hari nya Elena dan William datang ke kediaman Kenzo tanpa sepengetahuan Veronika dan Kenzo tentu nya, jangan tanya apa alasan Elana datang menemui Veronika, tentu saja ingin menanyakan perkembangan tentang selingkuhan Jasmine.
“Mama, papa.” ucap Veronika menyambut kedatangan kedua mertua nya, tepat sekali ia tengah bermain dengan Gavin di ruang tamu lantaran merasa bosan di kamar nya.
William langsung menggendong cucu nya yang tampan lantaran merasa sangat rindu pada cucu pertama nya itu sedangkan Elena lebih tertarik untuk mendekati Veronika.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Elena pada Veronika, basa basi saja sebenarnya, nyata nya wanita yang cukup tua itu ingin segera berbicara dengan Veronika secepatnya.
Veronika mengangguk. “Baik ma.” ucap Veronika lalu mempersilahkan kedua mertua nya untuk duduk, tak lupa ia juga meminta assisten rumah untuk menyiapkan makanan dan minuman.
Tak lama kemudian Sagara keluar dari kamar nya lantaran mendengar suara beberapa orang dari luar kamar nya, semua orang menoleh pada pintu kamar Sagara yang di buka.
“Sagara, kau di sini?”
.
.
.
__ADS_1
sorry telat up, sinyal author seharian ngilang🤧