CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Kecemburuan sekretaris Tomioka Shoto


__ADS_3

"Biip biip"


Suara pesan masuk di hp Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun melihat hpnya.


"Ayang lagi apa?" Tanya Jesselyn yang penasaran melalui pesan.


"Aku lagi seneng." Jawab Tomioka Shoto yabg merasa sangat senang melalui pesan.


"Senang kenapa?" Tanya Jesselyn yang penasaran melalui pesan.


"Alat yang aku buat berhasil loh." Jawab Tomioka Shoto yang merasa sangat senang melalui pesan.


"Oh, aku mau lihat." Balas Jesselyn yang sangat penasaran.


Jesselyn pun langsung melakukan panggilan video dengan Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun menolaknya.


"Aku foto aja ya." Pesan Tomioka Shoto yang agak khawatir sambil bersiap mengirim foto.


"Emang kenapa?" Tanya Jesselyn yang curiga dengan tingkah laku Tomioka Shoto melali pesan.


"Gapapa." Jawab Tomioka Shoto yang agak gugup dan malu melalui pesan.


"Kok kamu jadi gini sih?" Tanya Jesselyn yang emosi dan kesal dengan tingkah laku Tomioka Shoto melalui pesan.


"Kamu udah gak cinta sama aku lagi kah?" Tanya Jesselyn yang sangat emosi dan kesal dengan Tomioka Shoto melalui pesan.


Tomioka Shoto pun terdiam sambil menatap layar hpnya.


"Kalau udah gak mau sama aku, bilang sekarang!" Perintah Jesselyn yang marah dan kecewa dengan Tomioka Shoto melalui pesan.


Jesselyn pun mengirim foto yang berisi jari manis di cincin manisnya telah dilepas. Tomioka Shoto yang melihat pun langsung merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya.


"Aku masih mau sama kamu." Jawab Tomioka Shoto yang merasa sedih dan bersalah melalui pesan.


"Ya, kamu lanjut aja kegiatanmu!" Perintah Jesselyn yang ingin menenangkan diri melalui pesan.


"Maaf." Pesan Tomioka Shoto yang merasa sangat bersalah melalui pesan.


"Apakah aku terlalu fokus dengan pekerjaanku?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri sambil menitikkan air matanya.


Tomioka Shoto pun melihat alat yang baru selesai dia buat.


"Hampa..." Ucap Tomioka Shoto yang frustasi dan merasa sangat hampa sambil tersenyum pahit.


Tomioka Shoto pun tersenyum sambil menangis.


"Melelahkan." Ucap Tomioka Shoto yang frustasi sambil berbaring.


Tomioka Shoto pun melihat pesan dia dan Jesselyn. Dia terus mengscroll ke atas.


"Jesselyn sangat setia ya, dia bahkan tetap mengadu kepadaku kalau ada laki-laki yang mendekatinya." Ucap Tomioka Shoto sambil menitikkan air matanya dan melihat pesan Jesselyn.


"Pagi!" Teriak Gagak sambil melihat ke arah Tomioka Shoto.

__ADS_1


"Pagi juga!" Teriak Tomioka Shoto sambil melihat ke arah Gagak sebentar.


"Oh iya." Ucap Tomioka Shoto yang langsung berlari dan bersiap-siap.


Setelah bersiap-siap, dia melihat kaca.


"Wow, kantung mataku hitam banget." Ucap Tomioka Shoto yang kaget sambil melihat matanya di kaca.


Tomioka Shoto pun mengirim foto bahwa dia sudah bersiap-siap tapi hanya bagian dari bahu sampai kaki.


"Kepala kamu mana?" Tanya Jesselyn yang sudah tenang melalui pesan.


"Nanti kamu kaget." Jawab Tomioka Shoto yang takut Jesselyn ilfil melalui pesan.


"Ga akan." Balas Jesselyn yang penasaran melalui pesan.


Tomioka Shoto pun mengirim foto dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Ayang, mata kamu kenapa jadi kek panda? 😭." Tanya Jesselyn yang tak percaya dengan apa yang dia lihat melalui pesan.


"Iya, aku kemarin gak tidur karena ngerjain alat itu." Jawab Tomioka Shoto sambil berjalan keluar dari kamarnya.


Tomioka Shoto pun melakukan panggilan video. Jesselyn pun mengangkatnya. Tomioka Shoto mendekat matanya ke kamera.


"Akh!!!" Teriak Jesselyn yang kaget melihat mata Tomioka Shoto yang amat hitam.


"Bagus kan?" Tanya Tomioka Shoto yang mencoba membuat Jesselyn tersenyum.


"Bagus." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan menunjukkan jempolnya.


Jesselyn pun menunjukkan cincin yang terpasang di jari manisnya.


"Alat kamu itu buat apa?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil melihat ke arah Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto hanya diam dan menunjukkan ekspresi sedih.


"Kenapa?" Tanya Jesselyn bingung sambil menatap Tomioka Shoto.


"Sayangnya mana?" Tanya Tomioka Shoto sambil menunjukkan ekspresi sedih.


"Hahahaha." Tawa Jesselyn melihat tingkah Tomioka Shoto yang menggemaskan.


Jesselyn pun merasakan ada hal yang aneh dengan dirinya.


"Bentar ya, yang." Ucap Jesselyn yang langsung beranjak dari kasur.


"Ok, yang." Ucap Tomioka Shoto sambil masuk ke dalam mobil.


Jesselyn pun mengambil sesuatu dan pergi ke toilet.


"Ke kantor!" Perintah Tomioka Shoto kepada sekretarisnya sambil memegang hp dan alatnya.


"Baik." Jawab sekertaris sambil tersenyum dan langsung melajukan mobilnya.

__ADS_1


"Aduh, Shoto-kun sedang menelpon siapa?" Tanya Sekretaris dalam hati karena cemburu dan penasaran sambil mengendarai mobil.


Tomioka Shoto terus menunggu Jesselyn kembali ke depan kamera. Beberapa menit kemudian, Jesselyn pun kembali.


"Hello, aku kembali." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Ada tamu ya?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil menatap Jesselyn.


"Enggak, aku mens." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu dan menatap Tomioka Shoto.


"Oh." Ucap Tomioka Shoto yang merasa puas sambil menganggukkan kepalanya.


"Kamu udah makan?" Tanya Jesselyn yang penasaran dan khawatir sambil menatap Tomioka Shoto.


"Belum, aku sarapan di kantor aja." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Kamu udah sarapan?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran sambil menatap Jesselyn.


"Udah." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Loh.." Ucap Jesselyn yang kaget sambil menatap serius layar hpnya.


"Kenapa, yang?" Tanya Tomioka Shoto yang kaget dan khawatir sambil menatap Jesselyn.


"Hp ku kemarin gak ke cas, yang." Jawab Jesselyn yang panik dan kaget.


"Ok dulu ya, yang. Aku mau cas hp dulu." Ucap Jesselyn yang langsung mengecas hpnya.


"Loh, kan bisa cas sambil telponan, yang." Ucap Tomioka Shoto yang masih ingin berteleponan.


"Gak bisa, hp aku ramnya cuman 2 dan kalah di spek game." Jelas Jesselyn dengan wajah kesal sambil menatap Tomioka Shoto.


"Oh, ok, bye." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Bye." Ucap Jesselyn yang akan mematikan sambungan telepon.


"Muach."


Tomioka Shoto memberikan kiss fly kepada Jesselyn. Jesselyn pun tersenyum dan membalas Tomioka Shoto dengan kiss fly.


"Kenapa mereka saling memberikan kiss fly??" Tanya Sekretaris yang cemburu dalam hati sambil mengemudi.


"Biasanya Shoto-kun tidak melakukan itu dengan keluarganya." Ucap Sekretaris dalam hati yang merasa kesal dan marah sambil mengemudi.


"Aku tidak terima, aku cemburu." Ucap Sekretaris yang hatinya terbakar api penuh kecemburuan sambil menyetir mobil.


"Bye, ayang. I love you." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum malu.


"Bye, yang. I love you too." Ucap Jesselyn sambil tersenyum malu.


Jesselyn pun memutuskan sambungan telepon. Tomioka Shoto pun menyimpan hpnya di kantung celananya dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Bersambung....


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB


__ADS_2