CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 69


__ADS_3

FOLLOW NEW ACCOUNT IG AUTHOR YA GUYS, NTAR DI FOLLBACK.


min_09maret


“Ck,mudah sekali dia pergi dengan pria lain.” Cebik Kenzo membatin menatap kepergian mobil yang di tumpangi oleh Veronika dan Sagara, ia tak menyangka jika Veronika akan ikut dengan Sagara dan yang mengejutkan nya Sagara justru benar benar membawa Veronika pergi.


Tok tok tok


Rose masuk setelah mengetuk pintu meskipun belum mendapat izin dari Kenzo yang tak fokus lantaran menatap Veronika yang pergi bersama Gavin di bawah sana, jujur rasanya ingin sekali ia melempar batu ke arah mobil yang mereka tumpangi.


“Kak Kenzo.” ucap Rose yang sudah berada di belakang Kenzo, beruntung mobil Veronika sudah melaju jika tidak mungkin Rose akan tahu kalau Kenzo sedang memantau Veronika dan jiga Sagara.


Kenzo membalikkan badan nya menatap Rose, ada rasa muak melihat gadis itu yang terus saja mendekati nya, belum lagi ia masuk tanpa izin dari nya pikir Kenzo.


“Kakak butuh pelukan?” tanya Rose tiba tiba membuat Kenzo tentu mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Rose, pelukan kata nya? Kenapa? Pikir Kenzo.


Tanpa jawaban dari Kenzo, Rose tiba tiba saja memeluk Kenzo mengalungkan tangan nya di pinggang Kenzo dengan erat dan menyelusup kan wajah nya di dada bidang Kenzo persis seperti seorang kekasih.


“Aku tahu kakak sedang sedih karena tuduhan kak Veronika kepada mendiang kak Jasmine, Rose juga marah dengan kak Vero.” ucap Rose mencoba untuk memprovokasi Kenzo.


Namun sayang nya Kenzo tidak bodoh tentang hal ini, ia tahu jika Rose mencoba untuk memprovokasi nya agar semakin membenci dan menyalahkan Veronika.


“Itulah sebab nya kau menjambak rambut Veronika?” tanya Kenzo kemudian membuat Rose segera menguraikan pelukan nya dan menatap Kenzo yang terlihat datar menatap nya tak seperti raut wajah yang biasa ia perlihatkan pada Rose.


Rose gelagapan ia tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Kenzo, seperti nya ia harus lebih berhati-hati saat ini agar Kenzo tidak curiga jika ia yang selalu mengganggu Veronika.


“A-apa yang kakak bicarakan? Aku tidak mengerti sama sekali.” ucap nya berbalik kini mendekati Gavin yang tertidur di atas ranjang milik Kenzo, ia benar benar takut hingga memikirkan bagaimana cara nya untuk segera pergi dari sana.


Sedang kan Kenzo hanya menarik sebelah sudut bibir nya, dari raut wajah dan tingkah Rose yang panik, Kenzo sudah tahu jika adik ipar nya itu ketakutan dengan pertanyaan nya.


Kenzo memaklumi sikap Rose pada Veronika, mungkin saja ia masih tak terima jika posisi kakak nya di gantikan oleh orang lain meskipun itu kakak sepupu nya, pikir Kenzo.

__ADS_1


“Tapi kau memang benar, aku memang sangat sedih karena mendiang istri ku di fitnah bahkan setelah ia tak lagi ada di dunia ini.” ucap Kenzo ikut duduk di tepi ranjang nya, tepat nya di samping Rose.


Mendadak perasaan Rose berubah, wanita itu kini tak lagi takut melainkan bahagia lantaran Kenzo yang sudah melupakan pertanyaan yang ia lontarkan sebelum nya, kembali wanita itu mengambil kesempatan untuk mendekati Kenzo saat ini.


“Andai saja Jasmine tak meminta ku untuk menikah dengan Veronika, mungkin aku sekarang sudah bahagia hidup dengan Gavin dan kalian.”


Bahagia kata nya? Ia bahkan hampir tak memperdulikan bayi mungil itu di saat kematian Jasmine jika saja teman teman nya tidak menasehati nya mungkin ia tak akan pernah dekat dengan bayi itu.


Rose berbinar mendengar ucapan Kenzo, ia salah paham dengan mengira Kenzo menginginkan nya untuk menjadi istri nya dan bukan Veronika, gadis itu semakin berani untuk mendekati Kenzo, menatap pria itu dengan lekat.


“Aku juga kak.” ucap Rose kini mengusap pelan pipi Kenzo dengan jemari nya dan sontak hal itu membuat Kenzo terkejut, Kenzo pun menoleh pada Rose yang kini hanya berjarak beberapa centimeter saja dari nya, ia bahkan bisa merasakan nafas gadis itu.


Rose memiringkan kepala nya hendak mendarat kan sebuah ciuman di bibir Kenzo jika saja pria itu tak dengan sigap mendorong tubuh Rose agar menjauh dari nya.


“Apa yang kau lakukan?” ucap Kenzo kini berdiri di samping ranjang, ia benar benar terkejut dengan sikap tidak sopan adik ipar nya itu, bisa bisa nya ia ingin mencium Kenzo yang berstatus kakak ipar nya.


Rose yang tak terima dengan penolakan Kenzo pun segera menghampiri Kenzo dan memeluk pria itu dengan paksa hingga ia kembali mendapatkan sebuah dorongan keras dari Kenzo.


“Iya aku gila! Gila karena kak Kenzo!”


Deg!


Apa yang gadis ini katakan? Kenzo benar benar tak mengerti dengan ucapan Rose yang tak masuk akal, memang nya apa yang ia perbuat pada Rose? Pikir Kenzo.


“Apa maksud ucapan mu?” tanya Kenzo.


Bukan nya menjawab Rose justru kembali mencoba untuk mendarat kan ciuman di bibur Kenzo namun lagi lagi pria itu menjauh dari nya, ia bahkan hampir menampar Rose jika tidak mengingat Rose adalah adik dari mendiang istri nya.


“Cukup Rose! Sebenar nya kau kenapa?” sentak Kenzo.


“Kakak yang kenapa? Kenapa kakak menikahi Veronika yang baru saja kakak temui, padahal aku selalu ada bersama kalian?” ucap Rose lantang bahkan membuat baby Gavin terbangun dari tidur nya.

__ADS_1


Kenzo segera menelpon Ratmi untuk segera membawa Gavin ke kamar Veronika agar tidur nya tak lagi terganggu mendengar perdebatan mereka, setelah Ratmi membawa Gavin pergi, Kenzo kembali menanyakan maksud dari ucapan Rose pada nya.


“Kau lupa kalau kakak mu yang meminta ku untuk menikahi Veronika?” ucap Kenzo berusaha sabar, mengingat Rose lebih muda di antara mereka mungkin pikiran nya masih labil.


“Tidak, aku tidak lupa, dan aku juga tidak bisa memaafkan kak Jasmine untuk itu! Aku yang hadir di antara kalian terlebih dahulu, aku yang mencintaimu terlebih dahulu kak, tapi kenapa justru wanita ****** itu yang beruntung?!”


Sesinting itu ia berbicara bahkan tak malu mengatakan bahwa ia memiliki perasaan pada kakak ipar nya sendiri, Kenzo yang masih mencerna ucapan Rose hanya bisa diam mematung.


Tak pernah terpikirkan oleh nya jika Rose kecil nya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri justru memiliki perasaan pada nya, perasaan cinta yang seorang wanita miliki untuk seorang pria.


“Jaga ucapan mu Rose! Jangan menyebut Veronika seperti itu!”


Kenzo marah kala ada yang menyebut Veronika dengan kata buruk itu, namun ia lupa jika ia lah guru Rose yang membuat gadis itu berani mengatakan hal buruk pada Veronika.


“Aku tidak peduli! Yang aku inginkan hanya kakak, aku ingin menjadi istri mu kak, ceraikan Veronika dan nikahi aku!” terdengar seperti mengancam namun tidak membuat Kenzo takut dan menuruti permintaan gadis itu.


Kenzo menggelengkan kepala mana mungkin ia bisa menceraikan Veronika semudah itu di saat hati nya mulai menerima wanita itu sebagai istri nya meskipun saat ini ia sedang merasa kecewa.


“Sadar Rose, kau sudah seperti adik ku!” ucap Kenzo.


Namun Rose tentu tak terima jika hanya di anggap adik oleh Kenzo, gadis itu menggila ia bahkan melempar semua barang yang ada di kamar Kenzo saat itu.


“Aku bilang aku ingin menjadi istri mu bukan adik mu Kenzo Gionino Leonard!!” teriak Rose lalu kembali melempar sebuah vas bunga kecil ke lantai.


Plak!!


.


.


.

__ADS_1


Besok Kamis, jangan lupa dukungan nya Vote dan Rate bestie!!!🤣


__ADS_2