CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Makan bersama


__ADS_3

"Kalian mau makan apa?" Tanya Tantenya Jesselyn sambil menatap Jesselyn dan Tomioka Shoto.


"Aku enggak makan lagi, aku mau tidur." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap tantenya Jesselyn.


"Kamu? Kalian?" Tanya Tantenya Jesselyn yang melihat Jesselyn dan Jason.


"Aku enggak." Jawab Jason sambil berbaring.


"Kamu Jes?" Tanya Tantenya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


"Manda, Vero, Kak Devi gak makan lagi tante?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tantenya Jesselyn.


"Enggak, udah kenyang mereka." Jawab Tantenya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


"Ga usah makan lagi lah ya, Jes!" Perintah Ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun menganggukkan kepalanya.


"Kamu kenyang kan?" Tanya ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun menganggukkan kepalanya.


"Atau mau makan lagi?" Tanya Ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun menganggukkan kepalanya lagi.


"Hahahaha." Tawa Tantenya Jesselyn dan Tomioka Shoto secara bersamaan.


"Mau makan apa kau?" Tanya Tantenya Jesselyn sambil menatap Jesselyn dan tersenyum.


"Di luar gak ada yang jual makanan tante?" Tanya Jesselyn yang menatap tantenya Jesselyn.


"Ada keknya, coba kau pergi sama cowokmu!" Perintah Tantenya Jesselyn sambil menatap Jesselyn dan Tomioka Shoto.


"Jauh tante?" Tanya Jesselyn sambil menatap tantenya.


"Enggak, cuman depan gang." Jawab Tantenya sambil menunjuk arah depan gang.


"Ya udah." Ucap Jesselyn sambil berdiri.


"Hati-hati!" Perintah Ibunya Jesselyn dan Tantenya Jesselyn secara bersamaan.


"Iya." Jawab Jesselyn sambil membuka pintu.


Jesselyn pun keluar dari rumah.


"Ih, aku ditinggal." Ucap Tomioka Shoto yang buru-buru berdiri dan berlari mengikuti Jesselyn.


"Cie, anakmu udah dilamar." Ucap Tantenya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap ibunya Jesselyn.


"Hahaha." Tawa Ibunya Jesselyn sambil menatap Kakaknya.


"Aku mandi dulu ya." Ucap Tantenya Jesselyn sambil pergi ke kamar mandi.


"Siap bos." Ucap Ibunya Jesselyn sambil tersenyum menatap kakaknya.


"Ternyata Jesselyn sangat kuat, kejadian di masa lalu tidak dapat menghambatnya." Ucap Ibunya Jesselyn dalam hati yang merasa sangat senang dan bersyukur.

__ADS_1


"Hello." Sapa Gagak yang berada di atas kepala Ibunya Jesselyn.


"Tolong!!!!" Teriak Ibunya Jesselyn secara histeris.


Di sisi lain..


Tomioka Shoto berhasil mengejar Jesselyn.


"Katanya kamu capek, kok ikut aku?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil berjalan dan menatap Tomioka Shoto.


"Karena aku mencintaimu, aku tidak ingin membiarkanmu sendirian." Jawab Tomioka Shoto sambil berjalan dan tersenyum malu.


"Hahaha, kamu ternyata bisa romantis juga. Aku pikir kamu orangnya gak bisa romantis." Ucap Jesselyn sambil tertawa dan berjalan.


"Haha, aku lagi belajar untuk jadi romantis." Ucap Tomioka Shoto sambil berjalan dan tersenyum bahagia.


"Kenapa aku merasa dia seperti menjauh dariku setelah menceritakan masa lalunya? Apa hanya perasaanku saja?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat bingung sambil menatap Jesselyn.


"Apa mungkin dia malu atau masih takut?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat bingung sambil menatap Jesselyn.


"Mungkin aku harus membantunya agar dia bisa nyaman kembali." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Kamu kenapa lihat aku kek gitu?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil melihat Tomioka Shoto dan berjalan.


"Gapapa." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan.


"Jes, pegangan tangan yuk!" Ajak Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Yuk!" Ajak Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Bu, ada makanan apa aja?" Tanya Jesselyn sambil menatap penjual.


"Mie goreng, nasi goreng, ifu mie goreng, kwetiaw goreng, bihun goreng." Jawab penjual sambil menatap Jesselyn.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Mau ikut kamu." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Ifu mie goreng 2, minumnya teh manis dingin 2, makan sini!" Pesan Jesselyn sambil menatap penjual.


"Ok." Jawab penjual yang mulai menyiapkan bahan-bahan.


"Yuk duduk!" Ajak Jesselyn sambil memegang tangan Tomioka Shoto untuk duduk.


Tomioka Shoto pun duduk di samping Jesselyn. Jesselyn pun bersender ke bahu Tomioka Shoto.


"Kamu sakit?" Tanya Tomioka Shoto sambil memegang jidat Jesselyn.


"Enggak, aku hanya merasa sebentar lagi akan terjadi hal yang membuatku sedih." Jawab Jesselyn dengan nada lemas.


Tomioka Shoto pun tersenyum lemah.


"彼の本能は強い。" Translate "Instingnya kuat." Ucap Tomioka Shoto dalam hati.


"Semoga kau bisa menerima hal yang akan ku sampaikan nanti." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum lemah.


Penjual pun mendekati mereka dan memberikan makanan pesanan mereka.

__ADS_1


"Makasih." Ucap Tomioka Shoto dan Jesselyn secara bersamaan.


Mereka pun berdoa bersama.


"Selamat makan." Ucap Jesselyn sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.


"Iya, selamat makan juga." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


Mereka pun mulai makan.


"Enak banget ya." Ucap Jesselyn sambil tersenyum menatap Tomioka Shoto.


"Iya." Ucap Tomioka Shoto yang ikut kagum sambil menatap Jesselyn.


"Aaaaa." Ucap Jesselyn yang memegang sendok berisi mie.


Tomioka Shoto pun memakan mie yang diberikan Jesselyn. Tomioka Shoto pun menyuapi Jesselyn. Mereka pun menyuapi satu sama lain hingga makanannya habis.


"Kenyang?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Kenyang dong." Jawab Jesselyn yang langsung mengambil minuman.


"Kamu kenyang?" Tanya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Kenyang." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Berapa Bu?" Tanya Jesselyn sambil menatap penjual.


"30 ribu." Jawab penjual sambil melihat makanan di meja Jesselyn.


Tomioka Shoto pun mengeluarkan uang 30 ribu dari dompet dan memberikannya ke Jesselyn. Jesselyn pun memberikan uang 30 ribu ke penjual.


"Makasih." Ucap penjual yang langsung merapikan meja.


Tomioka Shoto pun berdiri dan berjalan ke arah Jesselyn. Mereka pun pulang sambil bergandengan tangan. Di tengah perjalanan pulang.


"Jes, ada hal yang harus ku bicarakan." Ucap Tomioka Shoto yang berhenti sambil memegang tangan Jesselyn.


"Kenapa?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun mengatur posisi Jesselyn agar berhadapan dengannya.


"Aku harus pulang ke Jepang lebih cepat dari yang kukatakan waktu itu." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dan menahan tangis.


"Hah? Kenapa?" Tanya Jesselyn yang menahan tangis.


"Tadi setelah sampai di rumah tante mu. Aku melihat hp ku dan melihat banyak sekali ujaran kebencian tentang keluargamu dan keluargaku. Aku berencana ke Jepang untuk membersihkan nama baik keluarga kita." Jelas Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dan menahan tangis.


"Emang gak bisa dilakukan di sini?" Tanya Jesselyn yang mulai menitikkan air matanya.


"Maaf, tapi semua buktinya ada di Jepang." Jawab Tomioka Shoto sambil mengelap air mata Jesselyn.


"Tapi kan kita mulai kenalnya dari sini. Kenapa harus ke Jepang?" Tanya Jesselyn yang masih menitikkan air matanya.


Bersambung....


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB.

__ADS_1


__ADS_2