CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 85


__ADS_3

3 hari berlalu namun Kenzo juga belum menunjukkan tanda tanda akan sadar dari koma nya, hal itu semakin membuat Veronika tidak tenang, wanita itu tak pernah meninggalkan Kenzo meski sedetik pun, ia selalu duduk di samping Kenzo.


Seperti saat ini ia memilih untuk merebahkan diri di samping Kenzo, berharap pria itu akan segera sadar dari koma nya, setiap saat pula Veronika selalu membisikkan kata cinta di telinga Kenzo berharap pria itu akan mendengar semua ucapan nya.


“Aku mencintai mu kak, cepat lah sadar karena aku benar benar merindukan mu.” bisik Veronika di telinga Kenzo, ia kemudian menutup kedua mata nya lantaran merasa sangat mengantuk di siang itu.


Elena dan William yang baru saja akan masuk pun mengurung niat mereka melihat Veronika yang terlelap di samping Kenzo, mereka tak ingin jika nanti mengganggu momen yang jarang mereka lihat itu.


Elena dan William pun memilih keluar lantaran datang di saat yang tidak tepat, sedangkan kini di ruangan Kenzo, Veronika sudah tertidur pulas di samping Kenzo.


Tanpa ia sadari kini salah satu jari Kenzo mulai bergerak menandakan jika kemungkinan pria itu akan segera tersadar dari koma nya, benar saja tak lama Kenzo mulai membuka kedua mata nya secara perlahan seraya mengerutkan kening.


Pasal nya kini ia merasa sedikit sempit, pria itu menoleh ke samping menatap wanita yang ada di hadapannya saat ini, sebuah senyuman terbit di bibir Kenzo kala menyadari jika yang ada di samping nya kini adalah Veronika, wanita yang ia cintai.


“Vero.” ucap Kenzo masih dengan suara lemah nya, masih mengira jika yang ia lihat hanya hayalan ia pun mencoba untuk menyentuh wajah Veronika meskipun jari nya masih sangat lemah untuk di angkat.


Veronika terbangun lantaran merasa terganggu dengan yang Kenzo lakukan, ia pun membuka mata nya perlahan, seketika ia membulatkan mata kala melihat Kenzo yang sudah membuka mata nya bahkan ia kini tersenyum pada nya.


“Mimpi ku indah sekali.” gumam Veronika.


Veronika mengerjapkan mata nya beberapa kali lantaran merasa jika ia kini hanya sedang bermimpi namun Kenzo justru kembali menyentuh wajah nya membuat Veronika kembali terkejut.


“Aku tidak bermimpi?” gumam Veronika masih dengan mata yang membulat sempurna dan kening yang berkerut, melihat itu Kenzo pun tak bisa menahan tawa nya melihat wajah menggemaskan Veronika.


Kenzo menggeleng menatap Veronika, wajah wanita itu masih saja terlihat sangat menggemaskan dan hal itu terasa menggelitik tubuh Kenzo saat ini, sedangkan yang di tertawakan tengah memasang raut wajah cemberut lantaran Kenzo terus saja tertawa.


“Coba cubit aku.” ucap Veronika.

__ADS_1


Kenzo diam seraya mengerutkan kening, heran saja kenapa wanita itu meminta untuk di cubit, pria itu pun kemudian sadar jika Veronika masih tak percaya dengan apa yang ia lihat, Kenzo pun memilih untuk menggigit pipi wanita itu dari pada mencubit nya.


“Akhhh!!” pekik Veronika kala merasakan sakit di pipi nya, yang di minta cubit tapi yang di dapatkan justru sebuah gigitan, namun Veronika kini yakin jika saat ini bukan mimpi melainkan kenyataan.


Jangan tanya bagaimana reaksi Veronika saat itu, wanita itu bahkan memeluk erat tubuh Kenzo yang masih lemah, ia lupa jika suami nya itu baru saja mengalami kecelakaan lantaran merasa sangat bahagia.


“Sakit sayang.” ucap Kenzo membuat Veronika segera melepaskan pelukan nya, wanita itu merasa bersalah lantaran membuat Kenzo kesakitan, terlihat dari raut wajah nya yang ketakutan.


Melihat itu Kenzo sadar jika Veronika takut, pria itu pun mengulas senyum seraya mengecup pipi Veronika, entah mengapa wanita yang awal nya terlihat dewasa itu kini menggemaskan seperti anak kecil.


“Tidak sesakit itu, aku hanya masih sedikit lemah.” ucap Kenzo, mendengar itu Veronika pun menatap Kenzo seraya tersenyum, bernafas lega lantaran Kenzo yang baik baik saja saat ini.


Veronika kini menepuk kening kala mengingat seharus nya ia memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Kenzo, namun ia justru mengajak pria itu berbicara.


“Aku akak memanggil dokter dulu.” ucap Veronika hendak turun dari ranjang, namun Kenzo dengan cepat menahan tubuh wanita itu lalu menarik nya ke dalam pelukan nya.


“Nanti saja, biarkan aku memeluk mu terlebih dahulu.” ucap Kenzo lembut, pria itu bahkan mengecup puncak kepala Veronika beberapa kali, serindu itu ia pada wanita itu hingga lebih memilih untuk berdua dengan nya dari pada memeriksa keadaan nya saat ini.


“Kenapa menangis?” tanya Kenzo kala merasakan tubuh wanita itu yang bergetar, Kenzo mengangkat wajah Veronika dan benar saja wanita itu kini menangis, dengan cepat Kenzo menyeka air mata berharga wanita nya itu.


Veronika tak menjawab, ia kembali memeluk Kenzo dan menangis di dalam pelukan pria itu membuat Kenzo bingung dengan nya saat ini, namun ia tetap diam dan mengusap pelan rambut Veronika, mungkin wanita itu masih terkejut saat ini.


“Sudah menangis nya?” tanya Kenzo pada Veronika, wanita itu mengangguk seraya menyeka air mata nya, Kenzo tersenyum seraya menepuk bibir dengan jari nya.


Veronika mengerutkan kening menatap Kenzo, ia bingung lantaran Kenzo yang menepuk bibir nya, wanita itu mengira jika bibir Kenzo mungkin saja terasa sakit akibat kecelakaan beberapa hari yang lalu.


“Sakit?” tanya Veronika.

__ADS_1


Kenzo menghela nafas, ia kemudian menggeleng dan menarik tengkuk Veronika serta membungkam bibir yang sejak tadi sudah berani menggoda nya dengan manyun kedepan.


“Emphhh!!”


Veronika berusaha untuk memberontak namun ia tak berani untuk memukul Kenzo takut jika nanti pria itu merasa kesakitan, namun lama kelamaan ****** itu justru terasa lembut dan menuntut membuat Veronika terbuai dengan keadaan saat itu.


Veronika pun diam, tak lagi memberontak dan menikmati ****** itu, ia bahkan membalas nya dengan lihai, entah ajaran dari mana namun yang jelas Veronika terlihat sangat ahli saat ini.


Tak lama terdengar suara pintu di buka membuat Veronika segera menjauhkan diri dari Kenzo hingga ia lupa jika mereka kini berada di atas ranjang rawat, wanita itu tanpa ragu menjauh dan jatuh ke lantai.


“Akhhh!!!” pekik Veronika kala merasakan sakit di bagian ****** nya, Kenzo jelas saja khawatir namun ia juga tak bisa menahan tawa melihat Veronika saat ini.


“Ya tuhan kali ini sisi istriku yang mana lagi yang engkau perlihatkan pada diri ku.” ucap Kenzo membatin.


Ceklek!


Pintu di buka terlihat Elena dan William yang memasuki ruangan itu, jangan tanya bagaimana reaksi kedua pasangan itu, mereka benar benar terkejut melihat Kenzo yang sudah terbangun dari koma nya hingga tak menyadari jika Veronika kini masih berada di lantai.


“Kenzo, kau sudah bangun sayang? Pah panggil dokter sekarang!!” ucap Elena pada sang suami, pria itu segera mengangguk berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter yang menangani Kenzo.


Sedangkan Kenzo kini tersenyum seraya menyambut pelukan dari sang mama, terlihat jika mama nya sangat khawatir pada diri nya saat ini.


“Ma, bantu istri ku dulu.”


.


.

__ADS_1


.


Halo guys, jangan lupa dukungan nya buat Author ya, terima kasih guys🥰


__ADS_2