
Kini kedua orang tua Veronika memutuskan untuk pulang mengingat mereka membawa Gavin ke rumah sakit dan hal itu tidak baik untuk nya, sedangkan Veronika memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan menemani Kenzo bersama Elena dan William.
Ia juga meminta pada kedua orang tua nya untuk mengirimkan pakaian baru untuk nya mengingat pakaian yang saat ini ia kenakan bergelimang darah Kenzo bahkan noda darah nya sudah mengering saat ini.
Daniel dan Genta juga ikut pamit lantaran masih harus memastikan jika Rosalina dan Rose akan mendapatkan hukuman yang setimpal, William dan Elena pun memercayai semua nya pada kedua pria itu begitu pun dengan Vero, ia bahkan meminta agar Rosalina dan Rose di hukum dengan seberat mungkin lantaran mencoba untuk menghabisi nyawa nya.
Veronika kini duduk di kursi samping ranjang rawat Kenzo seraya menggenggam tangan pria itu, sejak tadi ia wajah menatap wajah tampan Kenzo seraya meneteskan air mata, meskipun di penuhi luka namun ketampanan wajah Kenzo tidak berkurang sedikitpun membuat Veronika sangat mengagumi nya.
“Lihat lah ketampanan nya bahkan tidak berkurang meskipun di penuhi luka.” ucap Veronika membatin, Veronika kemudian mengecup punggung tangan Kenzo seraya mengusap nya lembut, ini pertama kali nya ia bersikap sangat dekat dengan pria itu selama ia menikah.
Elena dan William pun hanya diam seraya memperhatikan Veronika yang mencium punggung tangan Kenzo seraya mengusap pipi pria itu, hingga tak lama kemudian terdengar suara pintu di buka membuat semua orang menoleh ke arah pintu.
“Selamat sore.” ucap Dirga berada di ambang pintu, pria itu masuk lalu tak lama kemudian seorang gadis juga masuk menggunakan seragam SMA siapa lagi jika bukan Kayla.
Gadis itu seperti nya baru saja pulang sekolah dan di jemput oleh Dirga, Veronika tersenyum menatap Dirga dan Kayla, tak ada rasa cemburu melihat kedekatan Dirga dan Kayla yang semakin hari terlihat sangat akrab.
“Nak Dirga masuk lah.” ucap Elena pada Dirga namun mata nya tertuju pada Kayla yang terlihat sangat cantik, ia juga terlihat sangat menggemaskan saat menggunakan seragam sekolah dengan rambut di ikat.
Dirga kemudian masuk dengan menarik tangan Kayla dan menggenggam nya di hadapan Veronika, entah mengapa ia merasa biasa saja melihat Veronika yang juga menggenggam tangan Kenzo saat ini.
Kayla masuk seraya menyalami kedua orang tua Kenzo dan di sambut dengan baik oleh Elena dan William, mereka juga sangat suka pada Kayla yang sangat baik.
“Kau baru pulang sekolah?” tanya Elena pada Kayla dan di jawab anggukan kepala oleh gadis kecil itu.
Ya, belum lama ini Dirga memutuskan untuk menyekolahkan Kayla yang memang masih berumur 17 tahun, mendengar cerita dari Kayla, Dirga merasa sangat kasihan pada gadis itu yang harus putus sekolah seminggu setelah paman nya meminta nya untuk bekerja.
__ADS_1
“Umur mu berapa?” tanya William kini tertarik dengan kehidupan Kayla, jujur saja mereka hanya tau nama Kayla saja dan mereka juga tak tahu apa hubungan Kayla dengan Dirga, lantaran yang mereka tahu Dirga tidak pernah dekat dengan saudara tiri nya.
“17 tante.” ucap Kayla lembut membuat Dirga menaikkan sebelah alis nya, pasal nya sikap Kayla sangat berbeda saat bersama diri nya, jika bersama Dirga dia akan lebih berani bahkan membentak Dirga.
Elena tersenyum tipis lalu menatap William, William yang mengerti pun hanya bisa mengusap pelan punggung Elena, ia tahu jika istri nya itu tengah mengingat putri mereka yang hilang saat masih kecil karena kelalaian Elena.
Dan jika Putri nya masih hidup saat ini umur nya pun sama dengan Kayla, mungkin wajah nya juga Cantik sama seperti Kayla, tanpa Terasa air mata Elena menetes di hadapan Kayla membuat gadis itu merasa bingung.
“Tante, Tante kenapa menangis? Apa Kayla mengatakan sesuatu yang salah?” tanya Kayla takut, pasal nya Elena menangis setelah berbicara kepada nya dan jelas saja gadis itu merasa tidak enak saat ini.
Elena menggelengkan kepala seraya menyeka air mata nya, ia kembali tersenyum agar gadis itu tak lagi menghawatirkan nya.“Tante hanya teringat dengan anak tante.” ucap Elena seraya mengusap pelan pipi Kayla.
Kayla pun melirik Kenzo yang tengah terbaring, sedikit mengerutkan kening lantaran merasa tak mengerti dengan ucapan Elena, kenapa ia teringat dengan anak nya hanya karena melihat diri nya, memang ada apa dengan nya dan juga Kenzo? Pikir Kayla.
“Kalung nya..” ucap Kayla seraya menyentuh kalung yang berada di leher Elena membuat wanita itu kebingungan.
“Kenapa dengan kalung Tante?” tanya Elena pada Kayla, gadis itu menatap Elena lalu kemudian menggeleng seraya tersenyum.
“Kalung nya bagus Tante.” ucap Kayla.
Elena menghela nafas padahal ia berharap jika Kayla mengatakan sesuatu yang mungkin ada kaitannya dengan Putri nya.
“Oh iya, sebenarnya apa hubungan kalian?” tanya pada Dirga, Dirga diam lalu menatap Kayla sejenak, gadis itu terlihat diam juga bingung dengan pertanyaan yang Elena ajukan.
Sama seperti Elena, Veronika juga diam seraya menunggu jawaban dari Dirga atau pun Kayla lantaran ia juga tak tahu hubungan Kayla dan juga Dirga.
__ADS_1
“Kami..” Kayla mulai berbicara lantaran melihat Dirga yang hanya diam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Elena.
sedangkan orang orang itu kini masih menunggu seraya mengerutkan kening, entah mengapa tak ada yang ingin menjawab pertanyaan mereka padahal tak ada yang salah dari pertanyaan mereka.
“Dia sepupu jauh ku.” ucap Dirga kemudian.
mendengar itu semua orang hanya mengangguk, sedangkan Veronika mengerut kan kening, sejauh yang ia tahu Dirga tak memiliki sepupu dan jika itu sepupu tiri nya maka mustahil jika mereka terlihat akrab.
Karena Dirga benar benar tak ingin memiliki hubungan apapun dengan saudara tiri nya itu bahkan jika mungkin ia tak ingin berhubungan dengan sang papa.
Sedangkan Kayla kini mematung menatap Dirga, entah mengapa ia merasa sakit mendengar Dirga yang memperkenalkan nya sebagai saudara, padahal perhatian yang Dirga berikan selama ini terlihat seperti seorang kekasih dan bukan saudara.
Kayla kemudian menatap Veronika, ia kini tahu alasan Dirga memperkenalkan diri nya sebagai saudara dan bukan orang spesial di hidup nya, sekuat tenaga ia menahan air mata nya agar tidak jatuh.
Hingga akhir nya malam pun tiba, Setelah di rasa cukup lama berada di rumah sakit akhir nya Dirga pun pamit pulang bersama Kayla, sedangkan gadis itu hanya diam selama berada di ruangan Kenzo seraya menahan rasa sakit yang kini menusuk hati nya.
“Ya ampun kenapa rasa nya sangat sakit?
.
.
.
Jangan lupa dukungan nya untuk Author ya, Rate dan Vote author tunggu, terima kasih🥰
__ADS_1