CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Isi video


__ADS_3

Jesselyn yang penasaran pun melihat isi video. Terlihat ada seorang laki-laki yang sedang jongkok dan tersenyum. Dia terlihat baru saja memasangkan sesuatu di bahu kanan Tomioka Shoto. Tomioka Shoto terlihat sedang duduk di ranjangnya.


"Sekarang kamu udah bisa denger dan melihat ulang pesan guru di sekolah." Ucap seorang laki-laki sambil jongkok dan tersenyum.


"Terima kasih banyak pak pengasuh." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap kamera tersebut.


"Sebagai pengasuh mu, tugasku hanya membantu mencarikan solusi." Jelas pengasuh Tomioka Shoto sambil tersenyum.


Tomioka Shoto pun tersenyum bahagia.


"Kameranya jangan lupa dimatikan saat berada di kamar mandi dan di ruang ganti ya!" Perintah pengasuh sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Iya, tekan bagian ini kan?" Tanya Tomioka Shoto sambil menunjuk sebuah tombol.


"Betul sekali, tuan muda memang sangat pintar." Ucap pengasuh sambil tersenyum bangga.


Tomioka Shoto pun ikut tersenyum.


"Menurutmu berapa teman yang bisa kudapat?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap pengasuhnya.


"Semua orang yang kamu temui akan menjadi temanmu." Jawab pengasuh sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Beneran?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia dan menatap pengasuhnya.


"Tentu saja. Masa di SD sangat berbeda dengan masa di SMP. Tuan muda pasti akan sangat mudah untuk mendapatkan teman." Jawab pengasuh sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun terlihat sangat girang.


"Ayo pergi!" Ajak pengasuh sambil berdiri dan memegang tas Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun berdiri dan jalan keluar rumah menuju sekolah. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di depan sekolah.


"Wow, sekolahnya terlihat sangat bergengsi dan bagus." Ucap Tomioka Shoto yang kagum sambil melihat sekeliling sekolah.


Pengasuh pun segera memarkirkan mobilnya. Mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke sekolah. Tomioka Shoto pun menganti sepatunya.

__ADS_1


"Wah, dalam sekolah bergengsi sangat bagus ya." Ucap Tomioka Shoto yang kagum sambil melihat isi sekolah.


"Hahaha." Tawa pengasuh melihat tingkah Tomioka Shoto yang begitu menggemaskan baginya.


Mereka pun berjalan dan sampai di kelas. Pengasuh menemani Tomioka Shoto memilih tempat duduknya. Tomioka Shoto pun duduk di paling depan.


"Tuan muda, semoga berhasil ya." Ucap pengasuh sambil tersenyum dan jongkok.


Tomioka Shoto pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Saya izin pulang ke rumah terlebih dahulu." Ucap pengasuh sambil tersenyum dan berdiri.


"Iya, hati-hati di jalan ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil melambaikan tangannya.


"Baik Tuan." Jawab pengasuh sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun melihat sekeliling kelas.


"Itu ada Suzuki Shinobu." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Suzuki Shinobu dan tersenyum.


"Untuk kamu." Ucap Tomioka Shoto sambil memberikan sebuah permen.


"Wow, terima kasih banyak." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto


"Ya, sama-sama." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum bahagia.


Suzuki Shinobu pun melihat sekeliling kelas. Tomioka Shoto yang bingung pun ikut melihat sekeliling. Kelas Tomioka Shoto tampak sibuk karena banyak sekali orang tua yang ikut masuk menemani anaknya. Suzuki Shinobu pun langsung membuang permen yang diberi Tomioka Shoto dengan cara melempar permen tersebut ke tanah dan langsung menginjaknya dengan sekuat tenaga.


"Hah? Kenapa?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Suzuki Shinobu.


Suzuki Shinobu hanya mengalihkan perhatiannya. Wajah Tomioka Shoto terlihat merah seperti menahan tangis. Guru pun datang, mereka pun memulai aktivitas seperti awal masuk sekolah. Dimulai dari berkeliling, memperkenalkan diri sendiri, dan lain-lain. Saat Tomioka Shoto di toilet, dia pun mematikan kameranya. Pada saat istirahat makan siang, Tomioka Shoto yang sudah selesai makan pun menghampiri teman-tema yang lainnya untuk berbicara. Sampai saat tidak ada topik yang bisa dibahas. Tomioka Shoto pun membuat lelucon dengan membuat wajahnya terlihat aneh dan lucu. Temannya pun tertawa sampai terbahak-bahak. Hal itu membuat Tomioka Shoto sangat senang, wajahnya terlihat seperti pertama kalinya dia membuat temannya tertawa karenanya. Dia terlihat sangat puas melihat temannya tertawa walaupun sebatas teman sekolah. Tanpa disadari, Suzuki Shinobu sedang melihat ke arah Tomioka Shoto dan kawan-kawan yang sedang tertawa. Suzuki Shinobu pun menunjukkan senyum yang aneh. Beberapa jam pun berlalu, kini waktunya untuk pulang ke rumah. Tomioka Shoto pun terlihat sedang sendirian di kelas karena sedang menyusun barang-barangnya di dalam tas.


"Hari ini aku agak berhasil dalam berteman ya." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menyusun barang-barangnya.


Tomioka Shoto pun menoleh ke belakang karena mendengar suara langkah kaki. Saat Tomioka Shoto berbalik, terlihat lah Suzuki Shinobu yang berada sangat dekat dengannya.

__ADS_1


"Kamu Tomioka kan?" Tanya Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Iya " Jawab Tomioka Shoto yang agak gugup sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


"Maaf ya, aku telah menginjak permen yang kamu berikan. Tadi, aku melihat orang yang kusukai sedang melihatku, jadi aku takut usahaku selama ini gagal." Jelas Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Ya, gapapa." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum, dan menatap Suzuki Shinobu.


"Sebagai permintaan maaf, ayo kita pergi keluar sekolah bersama!" Ajak Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan membawa tasnya. Suzuki Shinobu pun berjalan di depan Tomioka Shoto.


"Sepertinya kali ini aku berhasil memiliki teman dekat ." Bisik Tomioka Shoto sambil mendekatkan kameranya ke mulutnya.


Suzuki Shinobu hanya berjalan dan menggelengkan kepalanya. Mereka pun sampai di loker tempat pengantian sepatu. Tomioka Shoto pun mengambil sepatunya dan segera memakainya. Saat Tomioka Shoto sedang jongkok untuk mengikat tali sepatu.


Splash!!!


"Argh!!!!!" Teriak Tomioka Shoto yang kesakitan dan reflek memegang punggungnya yang terasa sangat panas.


Terlihat uap panas dari air yang mengenai tubuh Tomioka Shoto.


"Kenapa kau bisa berpikir kalau aku akan baik terhadapmu?" Tanya Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap sinis Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun berusaha berdiri. Namun, ada kaki yang menahan bahu Tomioka Shoto.


"行かないで、ここにいて!Translate "Jangan pergi, tetaplah di sini!" Perintah perempuan tersebut yang mendorong kakinya di bahu Tomioka Shoto.


"Tolong!" Teriak Tomioka Shoto yang merasa kesakitan dan terlihat seperti orang yang sedang berbaring.


"Sayang sekali, tidak ada yang akan menolong mu." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum licik dan melihat Tomioka Shoto yang sedang tengkurap.


Tomioka Shoto pun berusaha menyingkirkan kaki perempuan yang menginjaknya. Setelah terlepas, perempuan tersebut malah menginjak kepala Tomioka Shoto dengan kuat hingga kepala Tomioka Shoto menyentuh tanah.


Bersambung...

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB.


__ADS_2