
"Gak melakukan kekerasan, sayang sama keluarga, peduli dengan keluarga, meluangkan waktu untuk keluarga, setia, bertanggung jawab, gak menilai dari umur." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Apa maksudmu gak menilai dari umur?" Tanya Jesselyn sambil menatap tajam Tomioka Shoto.
"Contohnya, kalau ada mainan itu gak suruh kakaknya ngalah. Bisa dibilang, siapa cepat, dia dapat." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap Jesselyn.
"Oh...." Ucap Jesselyn dengan wajah datar.
"Apakah jawabanku tidak memuaskan?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat takut sambil menatap Jesselyn.
Jesselyn pun mulai membuka mulutnya untuk berbicara. Hal itu membuat Tomioka Shoto tersenyum bahagia.
"Tok tok tok" Bunyi ketikan pintu kamar.
"Shoto, lagi ngapain?" Tanya Ayah Shoto yang penasaran setelah mengetuk pintu kamar.
Tomioka Shoto pun langsung menghela nafas dengan penuh kekecewaan dan murung. Tomioka Shoto pun berdiri dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap sinis ayahnya.
"Kamu akan melakukan hal itu?" Tanya Ayah Shoto yang penasaran karena melihat Jesselyn yang sedang duduk dan menatapnya.
"Ya." Jawab Tomioka Shoto dengan wajah datar karena merasa sangat jengkel dengan ayahnya.
"Kamu gak takut? Ada orang tuanya loh." Tanya Ayah Shoto yang khawatir sambil menatap Tomioka Shoto yang agak murung.
"Mamanya terima kok." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Ayahnya dengan tatapan bosan dan jengkel.
"Kamu kasih apa ke mamanya hingga dia merelakan keperawanan anaknya?" Tanya Ayah Shoto yang kaget sambil melotot dan menatap Jesselyn.
"Ayah bicara apa sih? Aku gak paham?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap ayahnya dengan tatapan jengkel.
"Apakah ibunya menyukai orang luar negeri?" Tanya Ayah Shoto yang semakin penasaran menatap wajah Tomioka Shoto.
"Mahar." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Ayahnya dengan tatapan jengkel dan bosan.
"Loh." Ucap Ayah Shoto yang kaget dan bingung.
"Sudah dulu ya, aku masih belum mendengar jawaban atas lamaran ku." Ucap Tomioka Shoto yang langsung menutup pintu dan kembali duduk di hadapan Jesselyn.
Ayah Shoto yang penasaran dengan jawaban Jesselyn pun memutuskan untuk menguping.
"Apa jawabanmu atas lamaran ku?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dengan serius.
"Aku... mau jadi istrimu." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu dan menatap Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun langsung salting dengan cara melompat ke kasur dan berteriak hingga wajahnya sangat merah seperti tomat.
__ADS_1
"Akhh!!!" Teriak Tomioka Shoto yang menutup wajahnya dengan bantal.
"Shoto." Ucap Jesselyn yang mencoba menenangkan Tomioka Shoto sambil berjalan dan duduk di samping Tomioka Shoto.
"Wajahmu merah banget loh, kek tomat." Ucap Jesselyn sambil melihat Tomioka Shoto dnegan tatapan aneh dan khawatir.
"Anakku, akan segera menikah..." Ucap Ayah Shoto yang masih tak percaya.
Ayah Shoto yang girang pun langsung berteriak dan berlari ke lantai bawah.
"Akhh!!!! Shoto akan segera menikah!!!" Teriak Ayah Shoto sambil berlari ke lantai bawah.
"Ternyata, itu turunan dari ayahmu ya..." Ucap Jesselyn sambil tersenyum paksa.
"Bapakku...." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang merasa sangat malu.
Tomioka Shoto pun turun dari kasur diikuti Jesselyn.
"Keluar yuk!" Ajak Jesselyn sambil memegang tangan Tomioka Shoto.
"Tunggu bentar, aku malu dengan wajahku yang sangat merah ini." Ucap Tomioka Shoto sambil menahan diri agar tidak tersenyum.
"Hahahahahah, mukamu ngakak kali. Hahahah." Ucap Jesselyn sambil tertawa melihat wajah Tomioka Shoto yang sangat aneh.
"Hahahaha." Tawa Tomioka Shoto karena sudah tidak bisa menahan diri.
"Kenapa?" Tanya Jesselyn yang bingung.
Tomioka Shoto pun memegang kedua tangan Jesselyn.
"Njir, mau ngapain dia?" Tanya Jesselyn dalam hati karena sangat panik.
"Tarik tangan!!" Teriak Jesselyn dalam hati yang langsung menarik tangannya.
Tomioka Shoto tidak melepaskan tangan Jesselyn meskipun ditarik secara terus-menerus. Tomioka Shoto pun mengambil sesuatu dari kantung celananya tanpa melepaskan kedua tangan Jesselyn.
"Cincinnya belum dipasang loh." Ucap Tomioka Shoto yang bingung sambil menatap Jesselyn yang menarik tangannya sendiri.
"Ahh?!" Ucap Jesselyn yang merasa malu sambil tersenyum.
"Kamu mikirnya udah aneh-aneh ya." Ucap Tomioka Shoto sambil smirk dan menatap Jesselyn.
"Hahahaha." Tawa Jesselyn yang merasa sangat malu dan sedikit memalingkan wajahnya.
"Harusnya aku sanggah aja ucapannya itu." Ucap Jesselyn dalam hati karena merasa sangat menyesal.
Tomioka Shoto pun memasangkan cincin yang berukuran lebih kecil ke jari manis di tangan kanan Jesselyn. Setelah memasangkannya, dia pun menyerahkan kotak yang masih berisi 1 cincin yang lebih besar ke Jesselyn.
__ADS_1
"Ngapain ini? Buat dipasang ke tangannya kali ya." Ucap Jesselyn dalam hati karena merasa sangat bingung dan agak canggung.
Jesselyn pun memasangkan cincin tersebut ke jari manis di tangan kanan Tomioka Shoto. Setelahnya, Tomioka Shoto pun langsung memeluk Jesselyn dengan erat. Jesselyn juga membalas pelukan Tomioka Shoto.
"Aku sangat mencintaimu Jesselyn." Ucap Tomioka Shoto yang masih memeluk Jesselyn.
"Aku juga sangat mencintaimu." Balas Jesselyn yang masih memeluk Tomioka Shoto.
Saat asik berpelukan, pintu pun dibuka secara tiba-tiba. Hal itu membuat Tomioka Shoto dan Jesselyn sangat terkejut.
"Shoto, kamu akan segera menikah dengan Jesselyn?" Tanya Ibu Shoto yang langsung membuka pintu.
Keluarga Shoto dan Jesselyn pun melihat Jesselyn dan Tomioka Shoto yang sedang berpelukan.
"Eh?!!" Ucap Jesselyn yang langsung melepas pelukan karena kaget.
Tomioka Shoto juga melepas pelukan. Ibu Shoto pun melihat ada cincin emas di jari manis Jesselyn dan Tomioka Shoto.
"Akh!!!!" Teriak Ibu Shoto yang sangat girang melihat anaknya akan segera menikah.
"Mereka beneran akan menikah?" Tanya nenek Shoto yang ingin memastikan.
"Iya." Jawab Ayah Shoto sambil tersenyum menatap anaknya yang akan segera menikah.
"Jesselyn hoki banget, sekali pacaran ketemu yang serius." Ucap Devi yang iri sambil melihat Jesselyn dan Tomioka Shoto.
"Ya, gimana ya?? Haha." Tanya Jesselyn sambil tertawa.
"Jangan lupa undang kami loh ya!" Perintah Tantenya Jesselyn sambil tersenyum menatap Jesselyn.
"Iya tante." Jawab Jesselyn sambil tersenyum malu dan menatap tantenya.
"Bagi tips untuk dapat cowok yang serius dong!" Perintah Devi yang penasaran sambil menatap Jesselyn.
"Cari om-om yang belum pernah nikah tapi pengen cepet nikah. Dan juga, yang tau tugasnya sebagai suami." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.
"Gitu doang?" Tanya Devi yang tak percaya.
"Ya, tapi jarang ada yang kek gitu." Jawab Jesselyn sambil tersenyum aneh.
"Alah, susah juga ternyata." Ucap Devi yang putus asa dan merasa sedih.
"Oi, ayo cepat berangkat!" Ajak Paman ke 1 sambil berjalan turun ke bawah diikuti yang lainnya.
Tomioka Shoto pun merangkul Jesselyn sambil berjalan untuk turun.
Bersambung..
__ADS_1
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB.