
maaf yang teman baru sempat upload lagi✌️, karena author lagi dihajar sama kerjaan kantor di dunia nyata yang tiada akhirnya😧, jadi begitu sampai rumah langsung tepar saudara-saudara hehehehe
************
Pagi ini Denny terlihat sangat kalud, tak biasanya dia seperti ini. sehabis sholat subuh dia malah termenung di kursi belajarnya entah apa yang dipikirkannya, dia sangat binggung apa yang harus dilakukan. Di satu sisi dia adalah Ibu kandungnya, ibu yang telah melahirkannya, di sisi lain ada Keynia, gadis yang sudah sekian lama dia kejar dan setelah dia dapatkan, dan khayalan tentang penikahannya dengan Key sudah di depan mata. Semua rencana yang telah mereka rancang dan mereka bayangkan hancur dalam semalam, karena ketidak setujuan ibunya terhadap rencana pernikahannya dengan hanya karena perhitungan jawa hitungan mereka tidak cocok, dan akan menimbulkan petaka kalau dilanjutkan.
Hal ini sangat tidak masuk akal terjadi di era modern, tapi kenyataanya hal ini terjadi Denny, peristiwa ini pernah terjadi juga pada Kak Nita yang waktu itu sedang menjalin hubungan dengan seorang pria dan akhirnya harus kandas karena tentangan ibu mereka karena menurut perhitungan Jawa tidak cocok. Dan setelah beberapa tahun kenapa ini terulang pada Denny, Denny sangat kalud, dia takut kalau nasibnya akan sama dengan Kak Nita, dia tidak sanggup bayangkan jika hal ini terjadi pada Denny dan Key.
Denny tidak bisa membayangkan jika harus berpisah dengan Key, dia sangat mencintai Key, mendapatkan Key adalah impian selama bertahun-tahun dia pendam.
*******
Sore di Rumah Kak Nita
Denny : "Assalamualaikum Kak....Didit...."
(sapa Denny dengan lesu ketika memasuki pekarangan rumah Kak Nita)
Kak Nita & Didit : " Waalaikumsalam Den. ....... Waalaikumsalam, Om"
(Sapa Kak Nita dan Didit balik)
Kak Nita : " Lesu gitu Den, banyak pasien kau?"
Denny : " Iya Kak.....lagian Denny juga baru pulang dinas luar kota kemarin kak.....Kak Denny menginap sini ya Kak malam ini?"
(Denny berkata masih dengan kelesuannya)
__ADS_1
Kak Nita : " iya Boleh sana kamu bersih diri dulu kalau belum makan langsung ke meja makan saja ... disana masih ada lauk dan nasi tersedia."
Kak Nita merasa bahwa adiknya itu baru memiliki masalah, tapi dia akan membiarkannya dulu setelah nanti adiknya beristirahat baru dia akan menanyakannya.
Walau mereka adik kakak yang beda jenis gender, tapi mereka dari kecil sangat dekat dan dia tahu betul bagaimana air muka adiknya saat adiknya itu punya masalah
**********
Malam di rumah Kak Nita
Setelah selesai makan malam dan menemani Didit belajar dan akhirnya tidur. Malam ini Kak Nita hanya di rumah dengan Denny, Didit dan Mbak Num pembantu Kak Nita yang baru, karena Mas Toni, suami Kak Nita baru dinas malam.
Diruang keluarga Kak Nita
Kak Nita : " ini Den minum dulu hot chocolate tanpa gula bikinan kakak mumpung masih hangat." kemudian kak Nita mendudukkan dirinya di samping Denny.
Denny : " Makasih ya Kak."
seorang kakak yang dekat dengan adiknya pasti akan merasa jika ada yang tidak beres dengan adiknya.
Denny : " hmmmm ...Kak Denny sedang kalud ....Denny benar-benar binggung harus bagaimana?"
Kak Nita: " apa yang kau maksud? coba ceritakan yang jelas pada kakak!"
Denny : " Kak semalam setelah makan malam ibu bertanya keserius Denny pada Key, dan kapan Denny akan melamar Key, karena Ibu sudah tidak sabar ingin punya mantu seperti Key."
Kak Nita : " Bagus dunk, kakak support kamu, kakak juga sudah cocok dengan Key, Key anak yang baik dan sopan satu lagi dia anak yang bijak dan dewasa...jadi kakak pun sangat setuju jika dia denganmu. ........Lalu apa masalahmu? kenapa kamu malah kalud?"
__ADS_1
Denny : " Kakak ingat sebelum kakak menikah dengan Mas Toni ...Kakak pernah hampir menikah dengan Bang Amri...tapi kakak gagal karenaaaa........"
Kak Nita : " karena ibu tidak setuju karena menurut perhitungan Jawa kakak dan bang Amri tidak cocok." (jawab Kak Nita dengan sedikit kesal,karena walau sekarang sudah menikah dengan mas Toni yang sangat mencintainya tapi jika teringat peristiwa itu Kak Nita kadang masih kesal dengan ibunya)
Denny : " Nah itu terjadi lagi pada Denny Kak, awal-awal ibu menggebu-gebu ingin segera Denny meminang Key, tapi ketika sampai perhitungan, ibu mengulangi apa yang terjadi dengan kak Nita dulu. .....Denny binggung Kak harus bagaimana, Denny berat kalau harus pisah dengan Key, apalagi Denny sudah dekat dengan keluarga Key Kak, ibu dan ayah Key sudah memberi kepercayanya pada Denny."
Kak Nita: " Ah ibu nie....sudah sering ikut majlis tapi masih saja percaya begituan. Tidak Den....jangan ulangin kesalahan Kakak, kamu harus pertahankan Key....dia patut kau pertahankan, nanti kakak yang akan bicara pada Ibu....kamu bantu doa, minta tolonglah pada Sang Maha Pemberi Kemudahan."
setelah mendengar saran dan dukungan dari Kak Nita, Denny bersemangat kembali.
Denny : " makasih ya Kak atas semuanya rasanya lega bisa cerita sama kakak. Kak Denny boleh kan disini sampai Denny tenang, nanti mohon izinkan kepada mas Toni ya Kak?"
Kak Nita: " heleh...kau kaya sama siapa saja, aku ini kakakmu, walau kakak sudah menikah kakak tetaplah kakakmu selamanya
Denny : " Makasih ya Kak."
Kak Nita : " iya Den, sana tidur gih boleh di kamar tidur tamu, atau di kamar Didit, kalau papanya dinas malam gini dia pasti minta tidur sama kakak, jadi kamarnya kosong."
Denny : " Iya Kak, Denny tidur di kamar Didit aja ya Kak."
Kak Nita : " ok Den.... insyaAllah besok Kak ke rumah ibu.... Kak bantu kamu"
Denny: " makasih ya Kak sekali lagi untuk semuanya."
kemudian Denny dan Kak Nita menuju kamar masing-masing
bersambung......
__ADS_1
****
Happy reading teman-teman, mohon dukungannya jika suka dengan novel saya. cukup Vote, comment, atau like, atau bisa semuanya ya ,😍🤗🤗