CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Alat Tomioka Shoto


__ADS_3

"Hahaha, gapapa kok." Balas Jesselyn sambil tersenyum.


"Omong-omong, kapan kita nikahnya?" Tanya Jesselyn yang penasaran melalui pesan.


"Setelah kamu wisuda." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Oh, ok." Balas Jesselyn yang merasa puas.


Tomioka Shoto pun sampai di depan rumahnya.


"Jangan lupa untuk kasih tau mereka ya!" Perintah Tomioka Shoto sambil melihat ke arah sekretarisnya.


"Baik tuan." Jawab sekretaris sambil tersenyum dan melihat ke arah Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah, dia segera memperbaiki alatnya. Jesselyn yang bosan karena topik pembicaraan sudah berakhir pun melihat video di akun sosmednya.


"Ini kok gak ada video tentang kemenangan ayang aku ya?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil melihat layar hpnya.


"Aneh emang." Ucap Jesselyn yang merasa aneh dan bingung.


Jesselyn pun ke akun salah satu sosmed nya dan melihat komentar orang mengenai video yang ia buat.


"Gak boleh gitu, itu tetap ayah kamu. Kamu harus tetap menyayangi dia, tanpa dia kamu gak bakal lahir." Komentar seorang netizen di video terbaru yang Jesselyn post.


"Wow masih ada orang bodoh yang gak tau mana yang benar dan salah ya." Ucap Jesselyn yang melihat satu akun yang memberikan komentar jahat.


"Rata-rata sih, udah percaya. Syukurlah." Ucap Jesselyn sambil tersenyum lega.


"Tapi, gak ada orang yang minta maaf karena udah kasih hate coment ke aku." Ucap Jesselyn yang merasa sedih sambil melihat komentar orang.


"Aduh, maaf ya udah bikin kamu makin terpuruk. Kamu sudah mendapatkan apa yang dapatkan. Semangat ya!" Komentar netizen lainnya.


"Yang minta maaf rata-rata gak pernah komen jahat di video aku." Ucap Jesselyn sambil melihat komentar tersebut sambil tersenyum.


Jesselyn pun terus melihat komentar netizen di videonya. Saat asik melihat, Jesselyn mendapatkan notifikasi dari Helloapp. Karena penasaran, dia pun melihat isi notifikasi tersebut.


"Jes, itu buat kamu ya." Pesan seseorang sambil mengirimkan bukti transfer.


"Banyak banget uangnya." Ucap Jesselyn yang kaget sambil melihat tangkapan layar yang dikirim seseorang.


Jesselyn pun langsung mengecek tabungannya di bank.


"Beneran dong, bertambah 10 juta." Ucap Jesselyn yang kaget dan tidak bisa berkata-kata lagi.


"Siapa ini yang kirim?" Tanya Jesselyn yang bingung dan langsung melihat pengirim pesan tadi.

__ADS_1


"Jason lagi?" Tanya Jesselyn yang agak bingung dan aneh.


"Ngapain kamu kirim uang?" Tanya Jesselyn yang merasa agak aneh dan bingung melalui pesan.


"Hehe, gapapa." Jawab Jason melalui pesan.


"Gaje kali kau." Balas Jesselyn yang merasa aneh.


"Nanti malam mau sleep call gak?" Tanya Jason dengan penuh harapan melalui pesan.


"G." Jawab Jesselyn melalui pesan.


Jesselyn pun langsung menghubungi Tomioka Shoto.


"Ayang, ada yang kasih aku uang." Pesan Jesselyn yang merasa terganggu melalui pesan.


Tomioka Shoto belum membalasnya. Jesselyn pun menunggu beberapa menit, tapi Tomioka Shoto tetap belum membalas pesan Jesselyn.


"Mau dong 🥺." Pesan Jason yang mencoba memaksa Jesselyn.


"G mau dan g akan pernah." Balas Jesselyn melalui pesan dan langsung memblokir kontak Jason.


"Njir, gue diblokir." Ucap Jason yang kaget sambil melihat pesan yang dia bicarakan bersama Jesselyn.


Jason pun mengirim uang dengan pesan "Buka blokirnya dong!" Karena tak kunjung dibuka blokirnya. Jason pun mengontak Jesselyn melalui media sosial yang lain.


Jesselyn yang tak sengaja menekan notifikasi dari aplikasi tersebut hanya membaca pesan Jason.


"Di read doang dong." Ucap Jason yang agak kesal sambil melihat isi pesannya di akun medsos itu.


"Kok di read doang?" Tanya Jason yang merasa sedih dan berharap Jesselyn membalasnya.


Jesselyn hanya menghiraukannya.


"Kamu lupa sama janji kita yang dulu kah?" Tanya Jason yang berharap kehidupan mereka sama seperti yang dijanjikan.


"Apa gue ke rumah Jesselyn aja ya?" Tanya Jason kepada dirinya sendiri sambil merenung.


"Jangan deh, yang pasti gue bakal diusir." Jawab Jason yang berusaha memikirkan rencana.


Di sisi lain, Jesselyn yang agak sedih melihat pesannya belum dibalas Tomioka Shoto.


"Jadi kek asing banget." Ucap Jesselyn yang merasa aneh sambil melihat layar hpnya.


"Inilah yang aku takutkan. Banyak hubungan LDR yang gak jadi. Tapi, moga ini jadi sih." Ucap Jesselyn dengan penuh harapan sambil melihat foto dia dan Tomioka Shoto saat sedang liburan.

__ADS_1


"Shoto-kun." Panggil Jesselyn sambil melihat ke langit-langit kamar.


Di sisi lain, Tomioka Shoto yang sedang memperbaiki alatnya.


"Apakah Jesselyn merasa bosan dengan hubungan ini?" Tanya Tomioka Shoto dalam hati sambil memegang alatnya.


"Jangan berpikir tentang Jesselyn sekarang!" Perintah Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri sambil mencoba memperbaiki alatnya.


"Tapi, calon istrimu Jesselyn loh." Ucap Tomioka Shoto dalam hati dengan mata berkaca-kaca sambil memegang alatnya.


"Jika kau tidak menyelesaikan alat ini, Jesselyn tidak akan bisa merayakan pesta pernikahan dengan meriah seperti harapannya loh." Ucap Tomioka Shoto dalam hati dan dilanda oleh kebingungan sambil memegang alatnya.


"Aku harus segera memperbaiki alat ini." Ucap Tomioka Shoto yang langsung memperbaiki alatnya.


"Tapi, Jesselyn sedang merasa bosan dengan hubungan yang dijalani." Ucap Tomioka Shoto dalam hati yang seketika membuat Tomioka Shoto menitikkan air matanya sambil memperbaiki alatnya.


"Jangan pikirkan apapun, perbaiki alatnya!" Perintah Tomioka Shoto yang berusaha untuk fokus memperbaiki alatnya.


"Tapi, kamu mungkin akan kehilangan Jesselyn loh." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil gemetaran memegang alatnya.


"Singkirkan semua pikiran mengenai Jesselyn!" Perintah Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri dan mencoba fokus dengan alatnya.


Tomioka Shoto pun membuat alatnya hingga subuh dan tidak berhubungan dengan keluarganya maupun Jesselyn.


"Kenapa Shoto tidak mengangkat teleponku ya?" Tanya Ibu Shoto yang bingung dan khawatir sambil melihat isi pesannya dengan Tomioka Shoto.


"Jesselyn, apakah Shoto mengangkat telepon mu?" Tanya Ibu Shoto yang penasaran melalui pesan.


"Tidak tante." Jawab Jesselyn yang ikut merasa bingung dan khawatir melalui pesan.


"Oh, baiklah." Balas Ibu Shoto yang merasa sangat khawatir dengan Tomioka Shoto.


"Gimana sih? Masa dia gak telepon orang tuanya?" Tanya Jesselyn yang berusaha berpikir positif mengenai Tomioka Shoto.


"Aku udah telepon dia berkali-kali tapi tetap gak diangkat." Ucap Jesselyn yang merasa kesal melihat ke dinding disampingnya.


Di sisi lain, Tomioka Shoto terlihat senang sambil melihat alatnya.


"こんにちは、松濤です。" Ucap Tomioka Shoto sambil mendekatkan mulutnya ke alat tersebut.


"Halo, saya Shoto." Ucap alat tersebut yang mengartikan kalimat Tomioka Shoto.


"Yes! Berhasil!" Teriak Tomioka Shoto yang merasa sangat senang.


"Yes! Berhasil!" Teriak Gagak yang mengikuti ucapan Tomioka Shoto.

__ADS_1


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB


__ADS_2