CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 81


__ADS_3

Seminggu berlalu kini hari di mana Veronika akan berangkat ke Inggris segera tiba, hari ini adalah hari terakhir nya berada di negara kelahiran nya, Wanita itu kini berada di balkon kamar nya, memandangi pemandangan taman di bawah sana seraya menggendong Gavin untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi.


Meskipun raga nya di sana namun pikiran nya melayang entah kemana, ia memikirkan hari di mana ia kembali ke kediaman Kenzo terakhir kali, di mana Kenzo yang menangis meminta nya untuk tidak kembali ke Inggris.


Meskipun sebentar namun Veronika merasa bahagia saat terbangun mendapati wajah tampan Kenzo di hadapan nya, ia juga merasa puas memandangi wajah tampan Kenzo saat itu yang akan ia ingat saat tinggal di Inggris nanti nya.


Namun Veronika juga sedih lantaran seminggu ini Kenzo tak pernah menghubungi nya padahal di hari itu ia bersikap seolah olah akan melakukan apapun agar bisa tetap bersama nya, namun nyata nya tak ada yang ia lakukan sebagai bentuk usaha dari perjuangan cinta nya.


“Apa aku salah mengharapkan nya?” gumam Veronika.


Tanpa ia sadari sedari tadi sang mama sudah memperhatikan nya, ia yang terlalu fokus dengan lamunan nya tak menyadari jika sang mama sudah masuk ke dalam kamar nya beberapa menit yang lalu.


“Mengharapkan apa?”


Veronika menoleh kala mendengar suara sang mama, ia terkejut melihat keberadaan sang mama di kamar nya, Veronika kemudian tersenyum seraya menggelengkan kepala, mana mungkin ia akan mengatakan hal yang sebenarnya di saat keputusan nya sudah membuat kedua orang tua nya bahagia.


“Tidak ada ma.” ucap Veronika seraya mengulas senyum tipis.


Namun jiwa seorang ibu tentu saja tidak bisa di bohongi, Vania jelas tahu apa yang tengah putri nya itu pikirkan, jujur saja sebagai seorang ibu dan seorang wanita ia tahu betapa berat nya menjadi Veronika yang harus merelakan cinta nya demi orang yang ia cintai.


Vania kemudian mendekati Veronika seraya mengambil alih Gavin dari gendongan Veronika dan membawa nya masuk, Veronika mengikuti langkah sang mama lalu duduk di sofa kamar nya.


“Kau memikirkan nya?” tanya Vania pada Veronika.


Veronika diam mendengar pertanyaan sang mama, lalu ia kemudian menggeleng kepala cepat.


“Vero tidak memikirkan nya ma.” ucap Veronika namun suara nya terdengar berat.


Vania mengulas senyum seraya menatap Veronika, ia bahkan tidak menyebut nama siapapun namun bagaimana bisa Veronika menjawab seperti itu.


“Siapa? Mama bahkan belum menyebut nama seseorang.”

__ADS_1


Deg!


Veronika mematung, benar juga ucapan mama nya, dan di sini jelas sekali ia berbohong, Veronika menunduk seraya mengumpat kebodohan nya di hadapan sang mama.


Vania kemudian mengangkat wajah Veronika seraya mengusap pelan kepala Putri nya itu, terlihat ada cinta yang begitu besar yang Veronika miliki untuk Kenzo namun cinta nya kepada orang tua juga lebih besar dari ego nya.


“Jujur lah, kau masih mengharapkan untuk bersama dengan nya bukan?” tanya Vania, Veronika yang sudah ketahuan pun tidak bisa mengelak lagi, ia kemudian mengangguk di sertai dengan tetesan air mata nya.


Vania pun meletakkan Gavin di atas ranjang, lalu memeluk Veronika yang tengah membutuhkan diri nya saat ini, ia membiarkan Veronika menangis sebanyak yang ia mau karena hal itu bisa membuat nya merasa lega.


“Kau tahu? Mama bangga dengan mu, kau bisa membuktikan ucapan mu, lihat lah Kenzo sekarang mengejar cinta mu meskipun sedikit terlambat.” ucap Vania.


Ia teringat kala Veronika yang baru pindah di kediaman Kenzo, sifat Kenzo yang terlihat sangat jelas tidak menyukai keberadaan Veronika membuat nya sedikit khawatir dengan Putri nya itu.


Namun Veronika meyakinkan diri nya jika ia bisa meluluhkan hati Kenzo membuat nya percaya dengan hal itu, dan benar saja Kenzo kini mengejar cinta nya, terlihat dari buket bunga yang bertuliskan permintaan maaf yang Kenzo kirim tersusun di kamar Veronika.


Veronika menatap sang mama, entah mengapa ia ingin mengatakan jika Kenzo adalah cinta pertama nya yang belum pernah ia katakan pada siapapun selain Jasmine.


“Kau ingin mengatakan sesuatu?” tanya Vania dan di jawab anggukan kepala oleh Veronika.


Veronika menarik nafas pelan sebelum mengatakan hal yang ia sembunyikan selama ini. “Sebenar nya Kak Kenzo adalah cinta pertama Veronika.” ucap Veronika.


Dan tentu hal itu membuat Vania terkejut, ia benar benar tak menyangka dengan apa yang Veronika ungkapkan, Kecintaan nya dengan pekerjaan membuat Vania dan Baskara tak begitu memperhatikan Veronika saat masih remaja.


Hingga saat Putri nya itu memutuskan untuk pindah ke luar negeri barulah mereka sadar jika Putri mereka hanya mendapatkan kemewahan material namun tidak dengan kasih sayang dari mereka hingga membuat Vania memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.


“Apa dia alasan mu pindah ke Inggris?” tanya Vania dan lagi lagi di jawab anggukan oleh Veronika lantaran memang begitu lah adanya.


Vania kini menangis, ia benar benar tak tahu jika alasan Putri nya pergi lantaran patah hati, selama ini ia hanya mengira jika Veronika pergi karena ingin mandiri dan mencari suasana baru.


Namun siapa sangka di balik kehidupan seorang anak yang kaya material menyimpan rahasia pedih di hidup nya, tak mendapat kan kasih sayang dari orang tua nya, kehilangan cinta pertama nya dan di khianati sepupu nya sendiri.

__ADS_1


Tentu Vania merasa bersalah pada Veronika saat ini lantaran merasa gagal menjadi seorang ibu, namun Veronika tidak pernah menyalahkan Vania di dalam hidup nya, ia percaya jika ini adalah ujian yang harus ia lewati dalam hidup nya.


“Kau ingin apa? Kau ingin hidup bersama cinta pertama mu? Katakan lah, mama akan bicara dengan papa mu.” ucap Vani bangkit dari duduk nya.


Namun Veronika segera menghentikan sang mama seraya menggelengkan kepala, meskipun Kenzo adalah cinta pertama nya di masa remaja namun sang papa adalah cinta pertama nya di dunia ini, jelas ia tak ingin membuat sang papa kecewa.


“Veronika tidak mau apapun, kalian beramaa Vero saja sudah cukup bagi Vero.” ucap Veronika mengulas senyum pada sang mama.


Vania pun kembali memeluk Veronika, Putri nya begitu mulia hingga rela mengorbankan rasa cinta nya pada pria yang ia cintai hanya demi kebahagiaan sang papa.


Vania kemudian melerai pelukan nya dan menatap Veronika, kali ini ia merasa sangat bersalah pada Putri nya itu lantaran menyembunyikan hal yang mungkin sangat berarti bagi Veronika.


“Sayang, sebenarnya mama dan papa menyembunyikan sesuatu dari mu.”


Veronika mengerutkan kening nya seraya menatap sang mama, apa yang mereka sembunyikan dari nya?


“Apa?”


Vania kemudian menunduk merasa malu menyembunyikan hal ini lantaran ingin yang terbaik untuk putri nya.


“Seminggu ini Kenzo selalu datang ke rumah ingin menemui mu, namun papa dan mama selalu mengusir nya dan meminta semua orang untuk menyembunyikan hal ini dari mu.”


Deg!


.


.


.


Halooo Author back, maaf libur sehari because author sibuk di real life 😭

__ADS_1


jangan bosan untuk memberikan dukungan buat Author ya, terima kasih semua nya, love you all❤️❤️


__ADS_2