CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Kelemahan Tomioka Shoto


__ADS_3

"Gilak!! Mahal kali! Gak bisa 100 ribu aja?" Tanya Ibunya Jesselyn yang kaget.


"Enggak bisa bu." Jawab penyewa tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Turunin harganya lah!" Perintah Ibunya Jesselyn sambil menatap penyewanya dengan serius.


"Enggak bisa bu, harganya emang udah pas segitu bu." Jawab penyewa sambil memegang kudanya.


"Gini aja! 110 ribu aja!" Perintah Ibunya Jesselyn sambil menatap penyewa.


Penyewa tersebut pun berpikir sejenak.


"Ya udah, boleh bu." Jawab penyewa sambil menganggukkan kepalanya dan menyiapkan kudanya.


Ibunya Jesselyn pun mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Nih!" Perintah Tomioka Shoto sambil memberikan uang 110 ribu.


"Loh, gak usah!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Gapapa tante." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap Ibunya Jesselyn.


"Udah, kasih ke calon suamimu!" Perintah ibunya Jesselyn sambil memberikan uang 110 ribu ke Jesselyn.


"Nih!" Perintah Jesselyn sambil memberikan uang 110 ribu ke Tomioka Shoto.


"Ga usah." Jawab Tomioka Shoto sambil menahan tangan Jesselyn.


"Kasih ya Jes!!" Perintah ibunya Jesselyn sambil naik ke punggung kuda.


Manda pun diarahkan untuk naik ke punggung kuda yang sama dengan ibunya Jesselyn.


"Loh, kok mami naik sama dia?" Tanya Jesselyn yang bingung sambil melihat Manda yang naik.


"Iya, dia kan kurus kerempeng. Kalau sama kau, keberatan. Kasian kudanya." Jawab penyewa tersebut sambil memegang kudanya.


"Mau bilang body shaming tali ada benernya juga." Ucap Jesselyn dalam hati yang merasa sangat sedih.


Jesselyn pun hanya bisa diam mendengar jawaban dari penyewa kudanya.


"Udah, gapapa. Kamu simpan aja!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum dan naik ke punggung kuda.


"Ya udah." Jawab Jesselyn yang langsung menyimpan uang ditangannya ke dalam kantung celananya.


Jesselyn pun naik ke punggung kuda. Perjalanan pun dimulai, mereka mengelilingi beberapa tempat yang bagus.


"Mi, nanti ke sana yuk!!" Ajak Jesselyn sambil menunjuk toko yang berisi hewan.


"Ya, moga sempat." Jawab ibunya Jesselyn sambil melihat toko tersebut.


"Kamu mau beli hewan kah?" Tanya Tomioka Shoto sambil melihat ke toko tersebut.


"Enggak, cuman bosan." Jawab Jesselyn sambil tersenyum licik menatap Tomioka Shoto.


"Senyumannya sangat menyeramkan." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum paksa.


Mereka pun lanjut mengelilingi tempat lain. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai ke tempat awal dan turun dari punggung kuda.

__ADS_1


"Makasih ya." Ucap penyewa tersebut sambil tersenyum.


"Ya." Jawab ibunya Jesselyn sambil turun dari punggung kuda.


"Jes, mana duit mami?" Tanya ibunya Jesselyn sambil menjulurkan tangannya.


"Duit apa mi?" Tanya Jesselyn yang bingung.


"Duit yang ditolak calon suamimu lah." Jawab ibunya Jesselyn yang masih menjulurkan tangannya.


"Loh.." Ucap Jesselyn yang kaget.


Jesselyn pun mengembalikan uang ibunya. Ibunya Jesselyn dan Manda pun naik ke atas untuk duduk bersama keluarga.


"Mi!! Aku pergi sama Shoto bentar ya!!" Teriak Jesselyn sambil menatap ibunya.


"Iya, jangan nyasar!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.


"Yuk!!" Ajak Jesselyn sambil memegang tangan Tomioka Shoto.


"Mau kemana?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Cari jajan." Jawab Jesselyn sambil memegang tangan Tomioka Shoto dan melihat ke arah sekitar.


Jesselyn yang melihat ada toko yang menjual cemilan pun menghampirinya.


"Waduh, jajan hotang atau piscok ya??" Tanya Jesselyn dalam hati karena merasa sangat bingung.


"Beli dua-duanya aja!" Perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Bu, Hotang sosis 5, piscok 5!" Perintah Jesselyn sambil tersenyum menatap penjual.


"Ok, bentar ya!" Perintah penjual yang mulai menyiapkan bahan-bahan.


"Oh ya, Shoto, aku mau tanya." Ucap Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto.


"Tanya apa?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran dan bingung.


"Kamu suka hewan?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum lebar.


"Pasti dia mau beli hewan trus nitip ke rumah aku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Suka." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Nanti kan aku mau beli hewan lucu, aku nitip ke rumah kamu boleh gak?" Tanya Jesselyn dengan wajah memelas.


"Tuh kan, bener dugaan ku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum paksa dan menatap Jesselyn.


"Aku akan menolaknya! Tidak boleh ada hewan di rumahku!" Ucap Tomioka Shoto dalam hati dengan penuh ketegasan.


"Boleh ya." Ucap Jesselyn dengan suara imut dan wajah yang sangat memelas.


Jantung Tomioka Shoto pun berdebar dengan kencang.


"Waduh, gawat banget ini." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena sangat tertekan.


"Eh..." Ucap Tomioka Shoto yang terbata-bata.

__ADS_1


"Boleh ya, boleh ya." Ucap Jesselyn dengan suara yang semakin imut dan wajah yang semakin memelas.


"Jantungku akan segera meledak." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena sangat gugup.


"Ti..." Ucap Tomioka Shoto yang terbata-bata.


"Jawab boleh dong.." Ucap Jesselyn dengan suara yang sangat imut dan wajah yang terlihat kecewa namun masih imut.


Tomioka Shoto pun menganggukkan kepalanya sambil gemetaran.


"Ya, boleh." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum lebar.


"Yes, jadi makin sayang deh sama kamu." Ucap Jesselyn sambil memeluk Tomioka Shoto dan tersenyum.


Tomioka Shoto pun membalas pelukan Jesselyn. Beberapa menit kemudian, Jesselyn pun melepas pelukan mereka.


"Makasih ya, udah mau bantuin aku." Ucap Jesselyn dengan suara dan wajah yang imut.


"Ya, sama-sama." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.


"Aku kalah melawan keimutan Jesselyn." Ucap Tomioka Shoto dalam hati.


"Aku tidak bisa tegas seperti dulu lagi." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat sedih.


Tomioka Shoto pun mimisan.


"Loh, kamu kok mimisan? Terlalu panas kah suhunya buat kamu?" Tanya Jesselyn yang khawatir sambil menatap Tomioka Shoto.


"Hah? Enggak kok. Matahari gini gak bakal bikin aku mimisan." Jawab Tomioka Shoto sambil mengelap darah yang mengalir dari hidungnya.


Jesselyn pun menarik tangan Tomioka Shoto untuk duduk. Jesselyn pun mengelap darah yang keluar dari hidung Tomioka Shoto.


"Aku kalah telak." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat sedih.


Jesselyn pun mengelap darah yang keluar dari hidung Tomioka Shoto hingga tak ada lagi darah yang keluar.


"Makasih ya Jes." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


"Ya, sama-sama." Ucap Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Ini ya pesanannya, totalnya 60 ribu." Ucap penjual sambil menaruh plastik yabg berisi makanan di meja.


Tomioka Shoto pun memberikan uang 60 ribu.


"Kamu mau makan di sini atau di sana?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Makan di sana aja." Jawab Jesselyn sambil berdiri membawa makanan.


"Mau aku bantu ambil?" Tanya Tomioka Shoto sambil memegang makanan yang dipegang Jesselyn.


"Enggak usah, makasih." Ucap Jesselyn sambil tersenyum.


Mereka pun kembali ke tempat keluarga mereka.


Bersambung..


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB

__ADS_1


__ADS_2