CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 112


__ADS_3

Kini Veronika sudah kembali ke kediaman mereka, kehidupan nya dan Kenzo tidak banyak berubah karena mereka juga sebelum nya sudah pernah merasakan bagaimana lelah nya menjaga bayi yang baru lahir, tapi kali ini memang sedikit lebih terasa dari pada sebelumnya.


Lantaran Putri mereka yang baru lahir itu sudah memperlihatkan bagaimana kelakuan nya pada kedua orang tua nya, setiap kali kedua orang tua nya mencoba untuk tidur setelah menidurkan nya maka mendadak Queen akan terbangun dan menangis membuat kedua orang tua nya harus kembali terbangun dan menidurkan nya.


Dan hal itu tidak hanya sekali tapi setiap malam terjadi, entah mengapa Kenzo merasa jika anak nya ini sedikit jahil pada kedua orang tua nya, namun ia juga bangga karena menurut Elena saat Kenzo baru lahir juga seperti itu pada nya dan William, jelas saja pria itu bangga karena merasa jika Putri nya itu menuruni sifat nya.


“Dia memang benar benar putri ku, lihat saja tidak akan aku biarkan siapapun mencoba menyakiti Putri dan putra ku.” ucap Kenzo menatap kedua anak nya yang terlelap bersama di atas ranjang, entah bagaimana kehidupan mereka berdua setelah dewasa nanti yang jelas Kenzo akan menanamkan rasa tanggung jawab pada Gavin untuk menjaga adik nya itu hingga dewasa.


“Dan dia putra ku, dia yang akan menjaga adik nya kelak.” ucap Veronika mengusap pipi gembul Gavin, ia yakin jika putra nya itu kelak akan menjadi anak yang pintar dan sukses melihat di umur nya yang masih setahun saja sudah memperlihatkan kepintaran nya dan bisa menjaga adik nya dengan sangat baik.


Setelah memastikan kedua anak mereka tertidur pulas barulah kedua pasangan itu ikut menyusul anak anak mereka ke alam mimpi, hingga matahari pagi menyapa kediaman Veronika dan Kenzo, sinar matahari yang terik menembus gorden putih kamar pasangan suami istri itu membuat kedua pasangan itu terbangun.


Veronika yang lebih dulu bangun karena harus menyiapkan sarapan dan menyiapkan suami nya sebelum berangkat ke kantor dan juga membawa kedua anak nya untuk berjemur di bawah sinar matahari, sudah seminggu lama nya Veronika menjalani aktivitas ganda ini dan ia tak pernah mengeluh sedikitpun meskipun merasa lelah.


Sering kali Kenzo menawarkan Veronika untuk memakai jasa pengasuh namun wanita itu memilih untuk mengasuh kedua anak nya sendirian dan di bantu oleh asisten rumah mereka, kejadian Gavin terakhir kali membuat Veronika tidak bisa mempercayai orang yang baru masuk ke dalam keluarga mereka.


“Sayang, aku berangkat dulu, jaga diri mu dan anak anak, dan ya tidak usah mengantar kan makanan karena..”


“Kenapa? Apa kau akan makan di luar?” timpal Veronika yang sudah ketus takut jika suami nya makan siang di luar dengan wanita lain, entah mengapa sampai sekarang rasa cemburu nya belum juga hilang namun bukan nya risih, Kenzo justru merasa bahagia karena merasa jika Veronika benar benar mencintai nya.


“Tidak sayang, karena aku akan pulang untuk makan siang bersama mu.” ucap Kenzo seraya mengusap pipi Veronika, tak lama ia pun mengecup singkat bibir istri nya itu membuat Veronika merasa malu bahkan wajah nya kini memerah padahal hal seperti itu sudah biasa ia dapatkan dari Kenzo.


Kenzo kemudian berangkat setelah berpamitan dengan istri dan anak anak nya, kehidupan rumah tangga seperti ini lah yang ia inginkan, suami yang hanya sibuk dengan pekerjaan dan tidak memiliki waktu untuk dunia luar yang bisa membawa pengaruh buruk pada nya dan juga istri yang hanya fokus pada suami dan anak anak nya.

__ADS_1


“Terima kasih Tuhan, akhirnya aku menemukan kebahagiaan ku bersama wanita yang tepat.” ucap Kenzo saat berada di dalam mobil nya seraya menatap foto keluarga kecil nya yang berada di layar ponsel nya.


.


.


.


Tak terasa kini waktu berjalan dengan sangat cepat, kini usia Gavin sudah 7 tahun sedangkan usia Queen kini sudah 6 tahun, kedua anak itu sekolah di sekolah elit yang sama hanya berbeda tingkatan saja, Gavin tumbuh menjadi anak yang sangat pintar bahkan ia akan segera di naikkan ke kelas lebih tinggi dari anak anak seusianya.


Sedangkan Queen juga tumbuh menjadi anak yang pintar hanya saja ia sedikit nakal bahkan sering bertengkar dengan teman teman pria di kelas nya dan Gavin lah yang selalu membela nya karena ia tahu Queen tidak akan berbuat nakal jika tidak ada penyebab nya.


Kedua anak itu sangat terkenal di sekolah karena selain kepintaran mereka juga karena pengaruh dari kedua orang tua mereka di sekolah itu belum lagi wajah tampan dan cantik mereka yang membuat mereka sangat mudah untuk di kenali di sekolah untuk kalangan orang elit itu.


Mendengar hal itu jelas saja tidak ada murid yang berani melawan Gavin, meskipun umur mereka masih 7 tahun tapi mereka sudah di beritahu mana yang boleh di jadikan kawan dan lawan di sekolah itu dan menjadikan Gavin dan Queen lawan adalah hal yang salah.


Queen yang terkenal tidak takut dengan apapun itu seketika menurut pada perintah sang kakak, ia yakin jika diri nya bisa menang melawan para siswa nakal yang selalu mengganggu siswi di kelas nya itu tapi kakak nya tanpa menyentuh sudah bisa membuat mereka ketakutan.


“Ayo lawan kakak ku jika kau memang berani.” ucap Queen bangga memamerkan kakak nya yang sangat berpengaruh dan terkenal di sekolah nya itu, dan benar saja jika para siswa itu masih berani melawan Queen tapi tidak pada Gavin, nama anak itu sudah tersebar di sekolahan itu hingga mereka dewasa.


Gavin yang berumur 17 tahun itu tumbuh menjadi pria tampan yang berprestasi di bidang apapun, seorang ketua osis, pemegang juara umum di sekolah dan di setiap olimpiade, pemain basket bertubuh kekar, siapa yang tidak tertarik pada nya? Bahkan banyak sekali siswa yang terang terangan menunjukkan rasa suka pada laki laki itu namun tak pernah mendapat kan respon apapun dari Gavin.


Gavin juga memilih untuk tidak memiliki teman wanita di sekolah nya kecuali adik nya sendiri, ia lebih suka bergaul dengan Queen yang terkadang merasa risih karena kakak nya itu selalu memperlakukan secara berlebihan bahkan melebihi seorang pacar.

__ADS_1


Queen yang tumbuh menjadi anak yang sangat cantik itu pun tentu juga banyak menarik perhatian para siswa pria di sana, namun setiap ada yang mendekati nya maka Gavin akan menghalangi nya dengan segala cara bahkan ia juga sering mengancam siswa di sana agar tidak coba coba untuk mendekati adik nya.


“Kak! Aku ingin merasakan punya pacar kak!” protes Queen yang sudah kehabisan kesabaran melihat sikap Gavin yang overprotektif pada nya, memang mama dan Daddy mereka meminta Gavin untuk menjaga Queen tapi sepertinya ini sudah sangat berlebihan.


Menongkrong dengan para teman nya saja Queen harus merasa tidak bebas karena Gavin selalu ikut dengan nya, memang para teman Queen tidak keberatan dan justru sangat suka dengan keberadaan Gavin tapi tidak bagi Queen.


“Kau bisa menganggap ku sebagai pacar mu maka kau akan tahu rasa nya memiliki pacar.” ucap Gavin dengan santai nya seraya mengacak rambut Queen membuat gadis itu semakin kesal dengan kakak nya itu.


“Kak! lihat saja akan aku adukan pada mama dan Daddy!!”


...TAMAT...


TERIMA KASIH BUAT PARA PEMBACA CERITA INI, AUTHOR TIDAK MUNGKIN BISA MENYELESAIKAN CERITA INI JIKA TIDAK MENDAPAT DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA🥺🤗


INSHAALLAH CERITA TEMAN TEMAN KENZO LAIN NYA AKAN MENYUSUL TAPI AUTHOR MAU MENYELESAIKAN DUA NOVEL AUTHOR YANG TERTUNDA DULU.


-QUEEN IN MY LIFE


-MY COLD DOCTOR


UNTUK SEKARANG AUTHOR FOKUS KE QUEEN IN MY LIFE DULU DAN JANGAN LUPA MAMPIR PARA PEMBACA AUTHOR, TERIMA KASIH🥰🙏


SEE YOU GUYS👋

__ADS_1


__ADS_2