
Mereka pun terus bermain hingga waktunya makan.
"Jes, makan siang yuk!" Ajak ibunya Jesselyn yang tak sengaja berjumpa di tengah jalan.
"Ok mi." Jawab Jesselyn sambil berjalan ke arah ibunya.
Mereka pun ke tempat istirahat.
"Kamu mau makan ayam goreng atau burger?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.
"Aku mau makan mie di sana." Jawab Jesselyn sambil menunjuk arah yang dimaksud.
"Mie apa itu?" Tanya ibunya Jesselyn yang bingung dan penasaran.
"Mie ayam." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.
"Oh ya udah. Ada bawa duit kan?" Tanya ibunya Jesselyn sambil tersenyum.
"Ada mi. Mami mau?" Tanya Jesselyn yang penasaran.
"Enggak, mami mau makan ayam goreng aja." Jawab ibunya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
"Ok mi." Ucap Jesselyn sambil tersenyum.
"Pergi lah sama Tomioka!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.
"Ok mi." Jawab Jesselyn yang langsung berjalan cepat.
"Kita mau kemana?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil ikut berjalan.
"Ke restoran itu, katanya itu punya youtuber loh." Jawab Jesselyn sambil berjalan dan menunjuk ke arah restoran.
"Oh, restoran itu jual makanan apa?" Tanya Tomioka Shoto yang penasaran.
"Mie ayam." Jawab Jesselyn sambil berjalan.
"Oh." Ucap Tomioka Shoto yang puas.
"Kamu mau ikut aku makan mie ayam kan?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil berjalan.
"Mau." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum dan berjalan.
"Capek banget." Ucap Jesselyn yang baru selesai menaiki tangga.
"Mau ku gendong?" Tanya Tomioka Shoto yang berusaha membantu.
"Gak usah, makasih." Jawab Jesselyn sambil berjalan pelan.
Mereka pun sampai ke restoran.
"Kak, mie ayam biasanya 2 ya!" Perintah Jesselyn sambil bernafas terengah-engah.
"Makan di sini atau bawa pulang ya kak?" Tanya pelayan tersebut sambil tersenyum.
"Mau makan sini atau makan sama keluarga?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Makan sama keluarga aja." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.
"Makan di sini ya kak." Jawab Jesselyn sambil menatap pelayan tersebut.
"Bentar ya kak." Jawab pelayan tersebut sambil membuat data pesanan.
"Totalnya 30 ribu ya kak." Ucap pelayan tersebut sambil memberikan struk.
__ADS_1
Jesselyn pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang 30 ribu. Tapi, Tomioka Shoto memberikan uang 30 ribu kepada pelayan tersebut terlebih dahulu.
"Baik, uangnya pas ya kak." Ucap pelayan tersebut setelah mengambil uang dari Tomioka Shoto.
Pelayan tersebut pun mulai membuat pesanan. Jesselyn pun segera memberikan uang 15 ribu kepada Tomioka Shoto.
"Nih!" Perintah Jesselyn yang memberikan uang 15 ribu.
"Gak usah, kamu simpan aja!" perintah Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Ya udah, makasih ya." Jawab Jesselyn yang langsung memasukkan uangnya ke dalam dompet.
"Ya, sama-sama." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Ini ya kak pesanannya." Ucap pelayan tersebut sambil memberikan dua box berisi mie ayam.
"Makasih ya kak." Ucap Jesselyn sambil membawa box tersebut.
Mereka pun menuruni tangga.
"Ih, hujan." Ucap Jesselyn yang berhenti berjalan karena merasa kaget.
"Cepat lari!" Perintah Tomioka Shoto yang langsung memegang tangan Jesselyn agar Jesselyn ikut berlari.
Tomioka Shoto pun berinisiatif menutupi kepala dirinya dan Jesselyn dengan jaketnya agar Jesselyn dan dirinya tidak terlalu basah.
"So sweet banget." Ucap Jesselyn dalam hati sambil berlari kecil dan tersenyum malu.
Mereka pun akhirnya sampai ke restoran tempat keluarga mereka makan.
"Wih, rame kali." Ucap Jesselyn yang kaget melihat kerumunan.
"Iya." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.
"Itu dia." Ucap Jesselyn sambil menunjuk ibunya yang sedang makan.
Mereka pun berlari kecil ke arah keluarga mereka.
"Mami." Ucap Jesselyn yang ingin mengagetkan ibunya.
"Iya." Ucap ibunya Jesselyn yang sama sekali tidak terkejut.
"Mama, ayah dan nenekku lagi tidur ternyata." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil tersenyum.
"Keluarga paman ke 1 dan ke 2 mana mi?" Tanya Jesselyn yang bingung.
"Udah di mobil." Jawab ibunya Jesselyn sambil memberikan daging ayam ke Abu.
"Mau ayam goreng?" Tanya ibunya Jesselyn sambil menatap Jesselyn.
"Enggak mi." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan menunjukkan mie ayam yang di belinya.
"Mami mau coba?" Tanya Jesselyn sambil duduk.
"Enggak." Jawab ibunya Jesselyn yang langsung mengunyah.
"Berapa itu?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.
"30 ribu 2 mi." Jawab Jesselyn sambil tersenyum.
Ibunya Jesselyn pun menganggukkan kepalanya dan mulai makan.
"Ini." Ucap Jesselyn sambil memberikan makanan milik Tomioka Shoto.
__ADS_1
"Makasih." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum.
Jesselyn pun tersenyum dan langsung berdoa diikuti Tomioka Shoto.
"Selamat makan, selamat makan semuanya (dalam bahasa Jepang)." Ucap Jesselyn yang langsung membuka bungkusan makanannya.
"Selamat makan, selamat makan (dalam Bahasa Jepang)." Ucap Tomioka Shoto yang langsung membuka bungkusan makanannya.
Tomioka Shoto dan Jesselyn pun mulai makan.
"Enak ya." Ucap Jesselyn yang merasa kagum.
"Iya." Ucap Tomioka Shoto yang langsung kembali mengunyah.
Mereka pun makan hingga habis dan menunggu hingga hujan berhenti. Setelah hujan berhenti.
"Yuk main lagi!" Ajak Jesselyn yang sudah tak sabar.
"Jangan, udah mau pulang!" Perintah ibunya Jesselyn sambil melihat jam.
"Oh, ok." Jawab Jesselyn yang langsung kembali duduk.
"Ih, Vero ku lama kali ke sini nya. Coba cari dulu kak sama Jesselyn!" Perintah ibunya Manda yang khawatir.
"Dimana dia mi?" Tanya Manda yang bingung.
"Terakhir lihat di dinosaurus itu." Jawab ibunya Manda sambil menunjuk arah yang dimaksud.
"Oh, ok mi." Ucap Manda yang langsung berdiri.
Jesselyn ikut berdiri dan mulai berjalan ke luar dari restoran. Tomioka Shoto pun melihat Jesselyn dengan penuh harapan.
"Kamu mau ikut cari?" Tanya ibunya Manda yang melihat Tomioka Shoto.
Jesselyn dan Manda pun berhenti melangkah untuk melihat Tomioka Shoto.
"Iya Tante." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya Manda.
"Ikut pergi loh." Ucap ibunya Manda sambil tersenyum.
Tomioka Shoto pun berdiri dan perjalanan mencari Vero pun dimulai. Mereka pun berlari ke tempat dinosaurus dan tidak melihat Vero. Mereka pun mengelilingi seisi tempat untuk mencari Vero.
"Capek banget." Ucap Manda sambil duduk di pinggi tangga.
"Iya." Ucap Jesselyn yang ikut duduk.
"Apa jangan-jangan di gunung itu?" Tanya Jesselyn yang ingin mencoba menerka sambil menunjuk gunung buatan.
"Ya udah, yok!" Ajak Manda yang kembali berdiri diikuti Jesselyn.
Mereka pun berjalan ke arah gunung buatan. Mereka pun melihat bahwa Vero sedang duduk di kursi wahana yang akan segera mulai.
"Vero, turun!" Perintah Manda yang melihat Vero.
Vero pun mengisyaratkan untuk menunggu. Permainan pun dimulai. Jesselyn, Manda, dan Shoto pun menunggu sambil duduk di lantai. Setelah bermain, Vero pun berjalan ke arah kakaknya.
"Satu kali ya kak." Ucap Vero yang ingin bernegosiasi.
"Enggak ada!" Tegas Manda sambil berjalan ke restoran.
Vero pun pasrah dan mengikuti Manda. Jesselyn dan Tomioka Shoto pun berjalan ke restoran. Ayah, Ibu, dan Nenek Shoto pun sudah bangun dan menunggunya. Mereka pun pergi ke villa untuk menginap.
Bersambung...
__ADS_1
Update setiap hari, pukul 20.00.