CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Ke peternakan kuda


__ADS_3

"Njir, udah berani banget si perebut cewek orang ngerangkul crush gue." Ucap Jason yang cemburu sambil menatap sinis Tomioka Shoto.


"Miaw." Translate "Instingku tidak pernah salah." Ucap Abu yang merasa sangat bahagia sambil melihat Tomioka Shoto yang sedang merangkul Jesselyn.


Mereka pun langsung masuk ke dalam dan mengendarai mobil ke tempat wisata lain.


"Shoto, tebak kita bakal ke mana?" Tanya Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Tomioka Shoto.


"Emm.. Wahana lagi kah?" Tanya Tomioka Shoto yang mencoba menerka.


"Bukan." Jawab Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto dengan serius.


"Ini tempat favorit aku banget loh." Ucap Jesselyn sambil menatap sinis Tomioka Shoto.


"Yang berhubungan sama hewan kah?" Tanya Tomioka Shoto yang mencoba menerka sambil menatap Jesselyn.


"Wow, kamu hebat bisa jawab pertanyaan aku." Ucap Jesselyn yang merasa sangat kagum sambil menatap Tomioka Shoto.


"Hahaha, aku hanya menebak." Ucap Tomioka Shoto sambil tertawa dan menatap Jesselyn.


"Kita hari ini bakal ke tempat peternakan kuda, kamu pasti belum pernah pergi dan naik kuda." Ucap Jesselyn dengan percaya diri sambil menatap Tomioka Shoto.


"Hahahaha." Tawa Tawa Tomioka Shoto yang terdengar sedikit aneh.


Tomioka Shoto lalu mendekatkan dirinya ke telinga Jesselyn.


"Haha, aku punya peternakan kuda di Jepang loh." Bisik Tomioka Shoto sambil tertawa.


"Hah?!" Ucap Jesselyn yang merasa kaget dan langsung menatap Tomioka Shoto dengan serius.


Jesselyn pun pura-pura pingsan karena sangat bahagia.


"Jes." Ucap Tomioka Shoto sambil menggoyangkan tubuh Jesselyn.


"Berarti kamu sering naik kuda dong?" Tanya Jesselyn yang bersemangat.


"Enggak, aku jarang naik kuda. Aku lebih sering kerja bareng papa aku." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


Jesselyn pun pura-pura pingsan lagi.


"Kalau kamu mau naik kuda, aku bisa temenin kamu kok. Cuman kamu harus bilang H-2." Ucap Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn.


"Kalau aku mau tiap hari?" Tanya Jesselyn yang kembali bersemangat.


"Ya, mungkin ada hari yang aku gak bisa temenin kamu. Hehe." Jawab Tomioka Shoto sambil tertawa kecil.


Jesselyn pun pura-pura pingsan lagi.


"Ngomongin apa kalian? Kok Jesselyn jadi kek gitu?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.


"Kegemaran Jesselyn tante." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap ibunya Jesselyn.


"Oh..." Ucap ibunya Jesselyn yang merasa lega.

__ADS_1


"Boleh tolong diterjemahkan?" Tanya nenek Shoto yang ikut penasaran.


"Kami hanya membicarakan tentang kegemaran Jesselyn." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap neneknya.


"Apa kegemaran Jesselyn?" Tanya nenek Shoto yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.


""Menunggangi kuda." Jawab Tomioka Shoto sambil menatap neneknya.


"Hahaha, sepertinya Jesselyn akan menunggangi kuda di peternakan kita setiap hari." Ucap nenek Shoto sambil tertawa diikuti oleh ayah dan ibu Shoto.


"Ya, dia sudah memiliki rencana itu." Ucap Tomioka Shoto sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.


Keluarga Tomioka pun tertawa. Hal itu membuat Jesselyn sangat malu.


Mereka pun sampai di tempat dan segera memarkirkan mobil mereka. Setelahnya, mereka pun turun dari mobil.


"Shoto, kamu pernah minum susu kuda?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Enggak, aku gak berani minum. Haha." Jawab Tomioka Shoto sambil tertawa.


"Ohh." Ucap Jesselyn yang merasa puas.


"Yuk masuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil berjalan.


Jesselyn dan Tomioka Shoto yang tertinggal dibelakang pun berjalan mengikuti ibunya Jesselyn. Mereka duduk di atas karpet.


"Dingin." Ucap Jesselyn sambil menggosok tangannya agar hangat.


"Kau pake baju lengan pendek sama celana ponggol gak dingin?" Tanya Jesselyn yang penasaran.


"Jalan-jalan loh, foto-foto!" Perintah ibunya Jesselyn sambil menatap Tomioka Shoto dan Jesselyn.


Jesselyn dan Tomioka Shoto pun berdiri.


"Mama, mana kamera digital ku?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap ibunya.


Ibunya Shoto pun memberikan kamera digital dari dalam tas dan hp milik Tomioka Shoto menyala dan terlihat banyak sekali notifikasi yang berkaitan dengannya.


"富岡松濤だまし?" Translate "Tomioka Shoto selingkuh?"


"鈴木忍は浮気マニアの富岡松濤の犠牲者です。" Translate "Suzuki Shinobu adalah korban dari maniac selingkuh Tomioka Shoto."


富岡松濤は鈴木忍に騙された。" Translate "Tomioka Shoto menyelingkuhi Suzuki Shinobu.


"Wow, Hpnya banyak juga ya notif nya." Ucap Ibunya Jesselyn yang tak sengaja melihat notifikasi hp Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto yang buru-buru pun tak melihat notifikasi tersebut.


"Yuk Jes!" Ajak Tomioka Shoto yang sudah tak sabar.


Jesselyn pun tersenyum dan langsung berjalan mengikuti Tomioka Shoto untuk berfoto.


"Ci, aku ikut lah." Ucap Manda sambil berdiri dan berjalan mengikuti Jesselyn.

__ADS_1


"Devi, Vero, Jason gak mau ikut?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.


"Enggak ah, gak ada signal, gak bisa cari filter." Jawab Devi sambil tersenyum.


"Aku juga enggak, males aku." Jawab Vero sambil bersender ke pohon.


"Jason?" Tanya ibunya Jesselyn yang penasaran.


"Enggak ah, ngapain aku tengok orang gaje pacaran." Ucap Jason yang kesal dengan wajah murung.


Mereka yang mengerti pun tertawa. Di sisi Jesselyn, mereka pun berfoto-foto sambil tertawa. Beberapa menit kemudian.


"Eh, ada reporter." Ucap Jesselyn sambil menunjuk reporter tersebut.


"Aku mau masuk tv ah." Ucap Jesselyn yang langsung berlari ke belakang reporter tersebut.


Jesselyn pun berjalan seperti pengunjung pada umumnya. Tomioka Shoto dan Manda yang melihat Jesselyn pun menghampirinya.


"Jes, ngapain?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung.


"Ada reporter, aku mau masuk tv." Jawab Jesselyn sambil berbisik.


"Haha." Tawa Tomioka Shoto mendengar jawaban Jesselyn.


"Selamat siang, ini dari.........." Ucap reporter tersebut yang sedang live.


"Baik, terima kasih atas laporannya. Tapi, itu dibelakang kamu Tomioka Shoto dan Jesselyn kah?" Tanya presenter yang melihat.


Reporter tersebut pun membalikkan badannya untuk melihat orang yang dimaksud. Cameraman juga melakukan zoom ke wajah Tomioka Shoto dan Jesselyn. Tomioka Shoto dan Jesselyn yang tak tau apa-apa pun melambaikan tangannya.


"Iya, benar sekali." Jawab reporter tersebut sambil melihat kamera dan menganggukkan kepalanya.


"Baik, terima kasih." Ucap presenter sambil menganggukkan kepalanya.


Siaran langsung pun berakhir.


"Yes, aku masuk tv." Ucap Jesselyn yang merasa sangat bahagia.


"Hahaha." Tawa Tomioka Shoto melihat tingkah Jesselyn.


Mereka pun lanjut foto-foto. Beberapa menit kemudian...


"Jes, naik kuda sekarang yuk!" Ajak ibunya Jesselyn sambil menatap dan berjalan ke arah Jesselyn.


"Yuk!" Jawab Jesselyn yang sangat bersemangat dan berjalan ke arah ibunya.


Mereka pun berjalan ke tempat untuk menyewa kuda.


"Berapa untuk 4 orang kek kita?" Tanya ibunya yang penasaran.


"Berarti harus 3 kuda, totalnya 120 ribu." Jawab penyewa tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


Update setiap hari, pukul 20.00


__ADS_2