CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 70


__ADS_3

Bukan Kenzo yang mendarat kan satu tamparan di pipi Rose melainkan Rosalina, Ya wanita itu kembali ke kediaman menantu nya setelah merasa putri nya yang terlalu lama berada di sana, lagipula ia juga penasaran apa yang terjadi pada Veronika.


Namun kedatangan nya ke sana justru membuat nya malu akibat ulah Putri bungsu nya, bisa bisa nya gadis itu memiliki perasaan pada kakak ipar nya dan yang lebih buruk ia mengatakan terang terangan dan mencoba tidak sopan pada Kenzo.


“Kamu gila ha? Dia kakak ipar mu Rose!” ucap Rosalina mencengkeram kedua bahu Rose dengan erat, sungguh iya benar benar malu pada Kenzo atas ulah Rose.


Rose menatap sang mama seraya memegang pipi nya yang terasa perih, bukan main tamparan yang mama nya berikan pada nya, selama ini Rosalina bahkan tidak pernah membentak nya tapi hari ini wanita itu menampar Putri yang kini tinggal satu satu nya.


“Kenzo, maaf kan Rose mungkin dia sedang mabuk.” ucap Rosalina pada Kenzo dan menarik tangan Rose agar segera pergi dari sana namun mendadak Rose menepis kasar tangan Rosalina dari nya.


“Rose tidak mabuk! Rose sadar dengan apa yang Rose katakan sebelumnya, Rose benar benar mencintai kak Kenzo bahkan lebih dari kak Jasmine!”


“Rose!!” teriak Rosalina, kini kesabaran nya sudah mulai habis dengan kelakuan anak gadis nya itu, jujur Rosalina juga setuju jika Rose menggantikan posisi Jasmine jika saja ia tahu sejak awal bagaimana perasaan Rose pada Kenzo.


Dan ia juga bersedia membantu Putri nya itu sekarang agar mendapatkan Kenzo, namun apa yang di lakukan Rose justru membuat nya sulit untuk mendapatkan Kenzo.


Rose berlari memeluk Kenzo dengan erat, ia bahkan bergantung di tubuh Kenzo seperti anak kecil yang bersikeras ingin ikut dengan ayah nya, jelas saja Kenzo risih dan mencoba melepaskan pelukan Rose dari nya.


Namun sepertinya pelukan gadis itu sangat erat hingga membuat Kenzo sedikit kesulitan bernapas namun ia masih mencoba untuk melepaskan nya bagaimana cara nya.


“Rose lepaskan aku!” ucap Kenzo namun Rose masih saja memeluk nya tanpa rasa malu, seperti nya urat malu gadis itu sudah putus, ia bahkan rela terlihat tidak memiliki harga diri hanya karena cinta.


Rosalina yang sudah sangat kesal kini menarik paksa Rose dari tubuh Kenzo dan menyeretnya keluar dari kamar Kenzo dan tentu gadis itu memberontak namun ia berhenti kala mendengar ucapan Rosalina pada nya.


“Diam Rose! Jika kau ingin mendapatkan Kenzo maka kau ikuti perintah mama!” ucap Rosalina saat berada di lift membuat Rose kini diam dan menatap sang mama.

__ADS_1


“Mama mau membantu Rose mendapatkan kak Kenzo?” tanya Rose kemudian, Rosalina mengangguk menatap Putri nya yang begitu cantik.


“Tentu saja, jika mama tahu bahwa kau menyukai Kenzo sebelum nya maka mama tidak akan membiarkan Kenzo menikahi Veronika dan mengharuskan mama untuk bersikap baik pada anak Baskara dan Vania itu.


Ya, yang sebenarnya adalah Rosalina tidak menyukai keluarga adik ipar nya itu meskipun mereka tak pernah berbuat jahat pada nya, semua berawal dari cinta segitiga antara Argo Baskara Mauren, Vania Gianira Zamora, dan Rosalina.


Di saat perjodohan antara Justin dan Rosalina semua tampak baik baik saja, Rosalina juga menerima Justin dan begitu juga sebalik nya, hingga akhir nya Vania adik dari Justin yang datang membawa seorang pria tampan dan dewasa yang di perkenalkan sebagai kekasih nya.


Rosalina jelas saja tertarik pada Baskara, selain tampan dan dewasa pria itu juga kaya raya, Rosalina mencoba untuk menggoda Baskara dengan kecantikan nya namun tak pernah di lirik oleh Baskara yang sudah sangat mencintai Vania.


Hingga membuat Rosalina merasa iri pada Vania yang mendapat kan pria seperti Baskara, sampai saat ini ia masih dendam dengan Baskara yang masih terlihat dingin pada nya, namun Baskara tak pernah mengatakan apapun pada semua orang lantaran tak ingin terjadi pertengkaran.


“Rose takut mama akan marah karena Rose menyukai kak Kenzo.” ucap Rose, ya itulah alasan nya tak memberitahu apapun pada sang mama, mengingat sikap Rosalina yang juga terlihat menyayangi Veronika sama seperti ia dan Jasmine.


“Bodoh, mama justru setuju karena jika bukan Jasmine setidak nya kau yang menikmati harta Kenzo.” umpat Rosalina merutuki kebodohan Putri bungsu nya itu.


Rosalina diam seraya memikirkan cara agar bisa membalikan keadaan, kali ini ia harus bisa membuat Veronika semakin jauh dari Kenzo dan Rose yang semakin dekat dengan pria itu.


“Kau harus meminta maaf atas sikap mu pada Kenzo, buat pria itu kembali menganggap mu sebagai adik.” ucap Rosalina kemudian, sedangkan Rose terlihat merengut lantaran tak terima jika Kenzo harus kembali menganggap nya sebagai adik.


“Tapi ma..”


“Turuti saja Rose!” sentak Rosalina lalu di balas anggukan oleh Rose, gadis itu hampir saja kembali ke atas jika saja Rosalina tak menghentikan nya.


“Kau mau kemana?” tanya Rosalina

__ADS_1


“Bukan kah mama meminta Rose untuk meminta maaf pada Kak Kenzo?” tanya Rose polos membuat Rosalina menyentil kening Rose.


“Bodoh! Tidak sekarang, besok saja Rose!” ucap Rosalina lalu segera membawa Rose keluar dari kediaman Kenzo.


.


.


.


Sedang kan di tempat lain kini Veronika berada di rumah kedua orang tua nya, wanita itu menundukkan kepala kala mendapat pertanyaan dari kedua orang tua nya yang bingung lantaran Putri nya pulang ke rumah mereka tanpa Kenzo.


“Sayang sebenarnya ada apa?” tanya Vania kini mengusap pundak Veronika yang sejak tadi hanya menunduk lantaran takut melihat tatapan sang papa pada nya.


“Kenapa pulang? dan di mana suami mu?” tanya Baskara dingin pada Veronika, ia jelas tahu ada yang tidak beres di sini melihat Veronika yang terlihat ketakutan saat berhadapan dengan nya.


Vania menatap sang suami, memberi isyarat agar pria itu tidak memberikan pernyataan yang membebankan Veronika saat ini.


“Vero, di usir dari sana.” ucap Veronika akhir nya, setelah sekian lama diam, dan jangan tanya bagaimana reaksi kedua orang tua nya, kedua mata mereka membulat seakan tak percaya mendengar ucapan Veronika.


“Siapa? Kenzo?” tanya Vania akhir nya dan di jawab anggukan oleh Veronika, sedangkan Baskara kini mengepalkan kedua tangan nya tak terima jika Putri satu satu nya di usir dengan tidak layak.


Ia bahkan tak membawa satu barang pun dari sana seperti seorang pengemis, ayah mana yang tidak marah melihat keadaan Putri nya seperti itu.


“Lihat ma? Sudah papa katakan pria itu memang badjingan!!” ucap Baskara dengan emosi yang meluap luap, Vania hanya bisa diam mendengar suara bentakan Baskara yang jarang sekali ia dengarkan selama puluhan tahun menikah dengan pria itu.

__ADS_1


“Hm, pria itu memang badjingan.”


__ADS_2