
Setelah drama kejutan Kenzo yang gagal akhir nya pria itu mendapat ganjaran atas apa yang ia lakukan, niat nya memang hanya untuk memberikan kejutan pada sang istri namun cara nya yang salah, entah pria itu lupa jika istri nya itu sangat mudah khawatir atau memang ia tidak menyangka jika istri nya akan bersikap seperti itu yang jelas pria itu berjanji tidak melakukan hal yang sama lagi lantaran bisa menyakiti istri dan calon bayi mereka.
Selain itu dia juga tidak ingin menerima hukuman lagi dari Veronika, sudah tiga hari dia tidak di izinkan masuk kamar selain bersiap siap berangkat ke kantor, dan itu benar benar menyiksa Kenzo lantaran tidak bisa tidur karena belum mengecup Gavin dan juga perut buncit Veronika, belum lagi saat hasrat nya menggebu gebu menginginkan istri nya.
Akhir nya hari ini hukuman Kenzo berakhir lantaran Veronika memberikan hukuman pada nya hanya tiga hari, dan hari ini adalah jadwal cek kandungan Veronika, dan Kenzo bahkan rela meninggalkan pekerjaan nya di kantor demi menemani sang istri cek kandungan padahal Veronika sudah melarang nya karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Kenzo.
“Tidak masalah sayang, nanti aku akan minta Edrik untuk menunda semua kegiatan ku hari ini di kantor.” ucap Kenzo membuat kening Veronika berkedut, pasal nya biasa nya Kenzo akan menyebut nama Naila jika berhubungan dengan pekerjaan namun hari ini ia menyebutkan nama Bayu?
“Kenapa tidak Naila saja?” tanya Veronika berusaha untuk bersikap biasa saja saat menyebut nama Naila namun di hati sebenarnya sedikit mengutuk wanita itu yang berniat menggoda suami nya padahal ia sudah tahu jika atasan nya itu sudah berkeluarga dan juga memiliki anak.
Kenzo diam seraya tersenyum, tak lama ia mengecup kening Veronika dengan lembut, ia tahu apa isi hati istri nya namun demi menghindari perdebatan Veronika berusaha untuk terlihat santai saat membahas Naila.
“Sudah ku pecat.”
Veronika seketika membulatkan mata menatap Kenzo, apa dia baru saja mengatakan sudah memecat Naila? Tapi bagaimana bisa? Bukan kah Naila adalah sekretaris kepercayaan nya selama ini? Dan kapan dia memecatnya? Banyak yang terlintas di otak Veronika namun wanita itu hanya bisa menanyakan di dalam hati saja.
“Kenapa?” tanya Veronika.
“Karena aku tidak ingin membebani pikiran istri ku tercinta.” ucap Kenzo kini mulai mengecup bibir Veronika sekilas, wanita itu hanya diam seraya menatap suami nya itu, ada rasa bahagia karena Kenzo benar benar memikirkan perasaan nya, dan Veronika pun bisa melihat besarnya cinta Kenzo untuk nya dari mata dan tindakan pria yang berstatus sebagai suami nya itu.
__ADS_1
Veronika pun memeluk Kenzo seraya mengucapkan terima kasih meskipun sedikit dengan rasa bersalah, pasal nya tidak mudah mencari sekretaris yang baru di saat padat nya pekerjaan Kenzo, namun pria itu lebih memilih istri dari pada pekerjaan nya.
Sedangkan Kenzo membalas pelukan Veronika seraya termenung, jujur bukan hanya Veronika alasan Kenzo memecat Naila, tapi karena sikap kurang ajar Naila yang membuat Kenzo mantap untuk memecat wanita itu, bagaimana tidak? Naila hampir saja mencium Kenzo saat mereka sedang berdua di dalam lift menuju kamar hotel mereka masing masing.
Awal nya setelah mereka menyelesaikan tinjuan pada proyek Kenzo, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel namun di saat yang sama Edrik memilih untuk ke toilet terlebih dahulu dan membuat Kenzo dan Naila harus pergi berdua saja, awal nya Naila bersikap biasa saja namun mendadak wanita itu membuka satu kancing kemeja nya untuk mulai menggoda Kenzo.
Lalu tak lama ia mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Kenzo membuat pria itu mau tak mau harus bersikap kasar pada wanita kurang ajar seperti Naila, Kenzo diam karena tak ingin terpancing oleh godaan Naila namun Naila mengira jika Kenzo sedang memberi nya ruang untuk melakukan hal yang lebih.
Kenzo pun segera menampar wajah Naila dan memaki wanita itu atas apa yang Naila lakukan, tak lupa ia juga mengancam wanita itu untuk segera pergi dari hadapan nya jika tidak ingin nyawa nya masih bertahan, mendengar itu jelas saja Naila takut dan segera pergi dari hadapan Kenzo.
Ia benar benar tak menyangka jika Kenzo bisa sekadar itu, merasa jika berada di waktu yang tepat karena sedang berduaan dengan Kenzo membuat nya nekat untuk menggoda pria itu namun seperti yang Edrik katakan, hal itu justru akan merugikan Naila karena Kenzo benar benar tidak tertarik pada siapapun selain istri nya.
“Aku tidak akan mengatakan apapun pada mu karena hal itu bisa saja menambah beban pikiran mu meskipun aku sudah memecat wanita itu dan memastikan hidup nya tidak akan bahagia.” ucap Kenzo membatin.
“Sudah, ayo kita berangkat aku sudah tidak sabar melihat perkembangan bayi kita.” ucap Kenzo yang sadar jika mereka akan segera berangkat ke rumah sakit, Veronika pun menguraikan pelukannya seraya mengangguk, baru saja hendak berangkat tiba tiba mereka mendengar suara Gavin yang mengoceh pada mereka.
Kedua pasangan itu menoleh pada Gavin, mereka benar benar lupa jika ada Gavin dia sana dengan segera Kenzo menggendong bayi itu karena dia juga akan ikut melihat adik nya, dan mungkin Gavin juga sedang mengomeli orang tua nya yang tega tega nya melupakan diri nya yang bahkan sudah terlihat tampan karena tidak sabar ingin melihat adik nya.
“Seperti nya dia marah karena kita hampir melupakan nya.” ucap Veronika seraya terkekeh, begitu pun dengan Kenzo ia juga merasa hal yang sama dengan Veronika dan menatap Gavin yang masih saja mengoceh tidak jelas pada mereka.
__ADS_1
Mereka pun akhir nya berangkat menuju rumah sakit, kali ini mereka tidak menggunakan sopir karena hari ini mereka mempunyai janji pada teman teman Kenzo, hari ini mereka akan bertemu di restoran baru milik Genta, ini adalah cabang ke 8 restoran milik Genta dan mereka di minta untuk menjadi pelanggan pertama di restoran baru Genta.
Sesampai nya di rumah sakit Veronika langsung melihat perkembangan bayi nya di layar setelah berkonsultasi dengan dokter apa saja yang ia rasakan selama beberapa bulan ini, tak ada yang aneh semua nya baik dan perkembangan bayi nya juga sangat baik.
“Kalian masih belum ingin tahu jenis kelamin bayi kalian?” tanya Dokter Dewi pada kedua pasangan suami istri itu, Kenzo dan Veronika pun menggeleng, mereka memilih untuk tidak tahu jenis kelamin bayi mereka karena ingin menjadi kejutan saat ia lahir nanti nya, tak masalah laki laki atau perempuan karena apapun jenis kelamin nya tetap saja itu anugrah dari Tuhan untuk merka.
Dokter Dewi hanya tersenyum, jarang sekali ada orang tua yang tidak penasaran dengan jenis kelamin bayi mereka dan memilih untuk tahu di hari persalinan saja, namun dokter Dewi juga bahagia karena artinya mereka tidak mempermasalahkan jenis kelamin bayi mereka karena masih banyak orang kaya di negeri ini yang lebih menginginkan anak laki laki.
Setelah selesai mengecek kandungan mereka pun kini melajukan kendaraan mereka menuju restoran Genta seperti yang sudah mereka janjikan hari ini, seperti nya mereka sudah terlambat lantaran Daniel sudah menelpon Kenzo sejak tadi menanyakan posisi mereka.
“Sabar lah Daniel kami masih di jalan, kau lupa jika istri ku sedang mengandung?” ucap Kenzo berusaha untuk tidak mengeluarkan kata kata kasar pada Daniel karena menurut informasi dari mama nya jika istri sedang hamil di larang mengatakan hal yang kasar apalagi di depan istri nya.
Mengetahui hal itu Daniel justru tertantang untuk membuat Kenzo kesal karena ia tahu pria itu tidak akan bisa berkata kasar pada nya terlebih di depan Veronika, sengaja sekali ia menelpon Kenzo padahal mereka juga baru tiba di restoran Genta namun ia bersikap seolah olah sudah satu hari menunggu Kenzo di sana.
“Kami sudah sampai, awas saja kau.” ucap Kenzo ketika mobil yang ia kendarai kini berada di area parkir restoran Genta, ia tak sabar ingin memberi pelajaran pada Daniel karena sudah membuat nya kesal.
Mendengar ucapan Kenzo membuat Daniel ingin pulang saja, menyesal rasa nya membuat pria itu kesal jika tahu ia akan mendapatkan hukuman, namun semua itu sirna ketika mereka sudah berada di hadapan makanan, bukan Daniel yang kesal atau takut melainkan Kenzo.
Bagaimana tidak? Ketika makanan sampai Veronika mendadak ingin makan namun di suapi oleh Daniel, entah mengapa melihat Daniel makan membuat Veronika ingin di suapi oleh Daniel, dan jelas saja Kenzo tidak terima karena di sini dia lah suami Veronika.
__ADS_1
“Sayang, aku suami mu kenapa minta di suapi oleh pria....”
“Brengsek ini.” timpal Kenzo membatin, karena tidak mungkin ia mengeluarkan kata itu di hadapan Veronika.