CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Calon sekretaris baru


__ADS_3

"Dia tersenyum bahagia." Ucap sekretaris dalam hati yang berusaha menahan cemburu sambil menyetir.


"Kalau dipikir-pikir, aku sebaiknya harus segera menentukan tanggal pernikahan." Ucap Tomioka Shoto sambil melihat ke luar jendela.


"Kenapa dia? Apakah sedang memikirkan sesuatu yang rumit?" Tanya sekretaris yang penasaran dalam hati sambil melihat Tomioka Shoto sesekali.


"Ada apa tuan? Apakah tuan sedang memikirkan hal yang sangat rumit?" Tanya sekretaris yang berinisiatif sambil menyetir.


"Ya, aku kesulitan untuk menentukan tanggal pernikahanku." Jawab Tomioka Shoto sambil berusaha berpikir.


"Dia benar-benar akan menikah!!" Teriak sekretaris dalam hati karena cemburu sambil menyetir.


"Apakah kamu ada saran?" Tanya Tomioka Shoto yang bingung sambil melihat ke arah sekretarisnya.


"Ada, tapi itu terjadi 1 tahun lagi. Tepatnya tanggal 23 Februari 2023." Jawab sekretaris sambil tersenyum dan menyetir.


"Tidak bisa, itu tanggal ulang tahunnya calon istriku." Ucap Tomioka Shoto sambil menahan tawa dan melihat ke luar jendela.


"Ah, maaf." Ucap sekretaris yang menahan malu sambil menyetir.


"Memalukan." Ucap sekretaris dalam hati karena merasa sangat malu sambil menyetir.


"Ada saran lain?" Tanya Tomioka Shoto sambil melihat ke arah sekretarisnya.


"Ada, tapi 2 tahun lagi." Jawab sekretaris sambil tersenyum dan fokus menyetir.


"Tahun ini gak ada?" Tanya Tomioka Shoto yang agak kesal sambil melihat ke arah sekretarisnya.


Sekretaris pun memberhentikan mobilnya dan berbalik untuk menatap Tomioka Shoto.


"Ganteng sekali." Ucap sekretaris yang terpesona melihat ketampanan Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto pun langsung paham karena melihat sekretarisnya yang bertingkah aneh.


"Gawat ini." Ucap Tomioka Shoto yang langsung keluar dari mobil karena sangking kagetnya.


"Oh? Kenapa?" Tanya sekretaris yang bingung sambil melihat Tomioka Shoto yang buru-buru masuk kantor.


"Gawat ini, aku harus segera mengganti sekretaris ku." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil berlari untuk masuk ke kantor.


"Selamat pagi tuan." Sapa para karyawan sambil membungkuk badannya.


"Selamat pagi." Sapa balik Tomioka Shoto sambil membungkukkan badannya dan langsung berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Kira-kira, Jesselyn mau gak ya jadi sekretaris ku?" Tanya Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri sambil berjalan cepat.


"Tuan!" Panggil sekretaris sambil berteriak dan berlari menghampiri Tomioka Shoto.


"Tidak bisa, aku tidak bisa lagi bertemu dan bekerja sama dengannya." Ucap Tomioka Shoto dalam hati sambil berjalan cepat ke ruangannya.

__ADS_1


Saat ruangannya sudah didepan mata, Tomioka Shoto langsung berlari dan mengunci ruangannya.


"Ada apa dengan tuan?" Tanya sekretaris yang bingung sambil melihat Tomioka Shoto dari luar.


"Bukankah biasa laki-laki menyukai hal itu?" Tanya sekretaris dalam hati sambil mengintip Tomioka Shoto dari luar ruangan.


"Tuan mau makan apa? Biar aku bawakan." Tanya sekertaris sambil berteriak dan langsung mengintip Tomioka Shoto.


Tomioka Shoto terlihat fokus dengan pekerjaannya.


"Abaikan!" Perintah Tomioka Shoto kepada dirinya sendiri sambil mengerjakan tugasnya.


Beberapa menit kemudian, sekretaris pun pergi meninggalkan ruangan Tomioka Shoto.


"Jes, kamu mau gak jadi sekretaris aku?" Tanya Tomioka Shoto yang masih takut melalui pesan.


"Ha? Aku mana paham soal komputer." Jawab Jesselyn yang merasa bingung dan aneh dengan sikap Tomioka Shoto melakui pesan.


"Ku ajarin." Balas Tomioka Shoto yang berusaha memaksa Jesselyn melalui pesan.


"#malesbelajar." Balas Jesselyn yang tidak tertarik dnegan tawaran Tomioka Shoto melalui pesan.


"Emang kenapa sama sekretaris kamu?" Tanya Jesselyn yang bingung dan penasaran melalui pesan.


"Aku hampir diperk*sa sekretaris ku sendiri." Jawab Tomioka Shoto yang takut melalui pesan.


"Njir, mau ku hantam itu sekretarisnya." Balas Jesselyn yang tak terima dengan perlakuan sekretaris Tomioka Shoto.


"Aku siap menjadi sekretaris mu." Jawab Jesselyn yang agak emosi dengan sekretaris Tomioka Shoto melalui pesan.


"Tapi kalau aku ada salah jangan ngamuk ya!" Perintah Jesselyn yang takut melalui pesan.


"Tenang, aku bukan orang yang suka emosi." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum melakui pesan.


"Kapan aku kerjanya?" Tanya Jesselyn yang tak sabar melalui pesan.


"Besok." Jawab Tomioka Shoto dengan santainya melalui pesan.


"Mana sempat woi!" Tegas Jesselyn yang merasa gugup melalui pesan.


"Sempat, aku yang bakal jemput. Pas malam, aku langsung ajarin kamu." Jawab Tomioka Shoto yang agak memaksa melalui pesan.


"Acara wisuda aku gimana?" Tanya Jesselyn yang bingung melalui pesan.


"H-2 kau boleh balik ke Indonesia." Jawab Tomioka Shoto dengan santai melalui pesan.


"Ya udah, aku tanya mama ku dulu." Balas Jesselyn yang merasa lebih baik melalui pesan.


"Ok." Balas Tomioka Shoto melalui pesan.

__ADS_1


Tomioka Shoto pun mulai mengerjakan pekerjaannya lagi sedangkan Jesselyn pun langsung mengecek jadwal keberangkatan pesawat dari Medan ke Jepang di hari itu juga.


"Wih, ada tapi malam kali." Ucap Jesselyn yang sangat bersemangat sambil melihat pesawat yang akan ditumpanginya.


Jesselyn pun memberikan pesan kepada ibunya.


"Mami, aku boleh kerja di Jepang? Jadi sekretarisnya calon suamiku mi." Tanya Jesselyn yang agak takut melalui pesan.


"Boleh, boleh aja sih." Jawab Ibunya Jesselyn yang biasa aja melalui pesan.


"Oh, ok mi. Malam ini wa berangkat ya mi." Balas Jesselyn yang merasa aman melalui pesan.


"Ha??!!!!!" Balas Jesselyn yang kaget melalui pesan.


"Gak bisa besok?" Tanya Ibunya Jesselyn yang khawatir melalui pesan.


"Besok aku sampe sana mau istirahat mi. Lusa aku udah masuk kerja mi." Jawab Jesselyn yang ikut khawatir melalui pesan.


"Waduh." Balas Ibunya Jesselyn yang agak bingung dan khawatir.


"Jadi, boleh mi?" Tanya Jesselyn yang mencoba memastikan.


"Boleh, tapi mami ikut." Jawab Ibunya Jesselyn yang khawatir dengan Jesselyn melalui pesan.


"Loh, emang Manda bisa jaga toko sendiri mi?" Tanya Jesselyn yang bingung dan agak khawatir melalui pesan.


"Bisa, kan cuman beberapa hari. Gak mungkin kamu gak ikut acara wisuda." Jawab Ibunya Jesselyn yang agak khawatir melalui pesan.


"Oh, ok makasih mi." Balas Jesselyn yang merasa sangat senang dan bersyukur melalui pesan.


"Ya." Balas Ibunya Jesselyn sambil tersenyum melalui pesan.


"Kita tinggal dimana?" Tanya Ibunya Jesselyn yang agak bingung melali pesan.


"Paling nginap di rumah Shoto mi." Jawab Jesselyn yang mencoba menerka melalui pesan.


"Oh, ok." Balas Ibuunya Jesselyn yang merasa lega melalui pesan.


"Ok mi." Balas Jesselyn sambil tersenyum bahagia melalui pesan.


Jesselyn pun memberikan pesan kepada Tomioka Shoto.


"Ayang, aku dibolehin ke Jepang. Tapi, mama aku ikut." Pesan Jesselyn sambil tersenyum bahagia.


"Trus, aku tinggal di rumah kamu kan?" Tanya Jesselyn yang mencoba memastikan melalui pesan.


Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto pun membalas pesan Jesselyn.


"Oh, iya dong." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum lega melalui pesan.

__ADS_1


-Tamat-


__ADS_2