
"Enak." Ucap Tomioka Shoto yang telah memakan kerang tersebut.
Ibu Shoto yang penasaran pun mengambil kerang diikuti nenek dan ayah Shoto.
"Beneran enak banget." Ucap Ayah Shoto yang kagum.
"Kamu mau?" Tanya Tomioka Shoto sambil menatap Jesselyn dan menyodorkan kerang nya.
"Mau, makasih." Jawab Jesselyn sambil tersenyum dan mengambil 1 kerang dan segera memakannya.
"Enak." Ucap Jesselyn yang telah memakan kerang sambil menggaruk tangan dan kakinya.
"Tante om mau?" Tanya Tomioka Shoto sambil mengangkat piring berisi kerang dan melihat mereka.
"Mau." Jawab Vero yang langsung berdiri untuk mengambil kerang.
"Not bad lah." Ucap Vero yang telah memakan kerang nya.
"Yang lain?" Tanya Tomioka Shoto sambil tersenyum dan masih mengangkat kerang nya.
Melihat tak ada yang menjawab, Tomioka Shoto pun menurunkan piringnya dan kembali makan kerang tersebut bersama keluarganya. Beberapa menit kemudian, kerang pun telah habis termakan. Beberapa menit kemudian.
"Ini pesanannya." Ucap pelayan yang datang membawa nampan sambil membagikan makanan.
Setelah membagikan makanan, pelayan tersebut pun mengambil 4 mangkuk untuk diisi dengan sup kentang panas dan diberikan kepada orang yang baru diantar makanannya. Setelah memberikannya, dia pun pergi.
"Makasih." Ucap Jesselyn dengan suara kecil sambil menatap makanannya.
"Dikasih sup bah, pengertian juga yang punya ini." Ucap ibunya Jesselyn sambil mengoperkan sup kentang.
"Tau gini aku pesan nasi aja, biar aku makan nasi sama sup ini. Hahahaha." Ucap Tantenya Jesselyn sambil tertawa melihat sup kentang.
"Hahahahah." Tawa orang yang mengerti bahasanya.
"Makanlah!" Perintah ibunya Jesselyn yang langsung mulai makan.
Mereka pun berdoa sebelum makan.
"Selamat makan semuanya, selamat makan (dalam Bahasa Jepang)." Ucap Jesselyn yang sudah tak sabar diikuti Tomioka Shoto.
Tomioka Shoto pun menatap makanannya dengan tatapan ragu karena melihat irisan cabe di saus Sate Padang nya
"Enak banget." Ucap Ibu Shoto sambil tersenyum dan menatap makanannya.
"Mama mau coba makananku?" Tanya Ibunya Shoto sambil menatap Nenek Shoto.
Nenek Shoto pun menyodorkan sendok nya. Ibunya Shoto pun memberikan beberapa lauk di mangkuknya.
"Meskipun punyamu enak, tapi punyaku lebih enak daripada punyamu." Ucap Nenek Shoto sambil menatap ibu Shoto.
__ADS_1
"Hahahaha." Tawa Ibunya Shoto melihat tingkah ibunya.
"Aku gak ditawarin?" Tanya Ayah Shoto yang merasa sedih sambil menatap istrinya.
"Kamu mau?" Tanya ibunya Shoto sambil tersenyum menatap suaminya.
"Mau." Jawab ayah Shoto dengan wajah sedih sambil menatap istrinya.
Ibunya Shoto pun memberikan beberapa lauk ke sendok suaminya.
"Terima kasih." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum lebar dan langsung memakan makanan di sendok nya.
"Enak." Ucap Ayah Shoto sambil tersenyum dan menatap istrinya.
"Kamu mau makananku?" Tanya Ayah Shoto sambil menatap istrinya.
"Tidak, terima kasih." Ucap ibunya Shoto sambil tersenyum.
"Shoto, kamu mau coba makanan mama?" Tanya ibunya Shoto sambil tersenyum menatap Shoto.
Tomioka Shoto pun menggelengkan kepalanya sambil menatap makanannya.
"Ada masalah?" Tanya ibunya Shoto yang khawatir sambil menatap Tomioka Shoto.
Tidak ada." Jawab Tomioka Shoto sambil tersenyum menatap ibunya.
Ibunya Shoto pun lega dan kembali makan. Jesselyn yang sudah selesai makan pun menatap Tomioka Shoto karena bosan.
Tomioka Shoto yang merasa diremehkan pun langsung memakan sate padangnya.
"Pedes banget." Ucap Tomioka Shoto dalam hati karena merasa sangat kepedasan.
"Terlalu pedes kah?" Tanya Jesselyn yang merasa bingung melihat ekspresi Tomioka Shoto.
"Enggak, biasa aja." Jawab Tomioka Shoto yang langsung memakan makanannya.
"Eleh, aku gak percaya." Ucap Jesselyn yang tak percaya sambil memalingkan wajah.
Tomioka Shoto hanya diam sambil menatap makanya yang masih banyak. Beberapa menit kemudian, tersisa Tomioka Shoto yang belum habis makanannya.
"Kamu kekenyangan makan kerang kah?" Tanya Jesselyn yang penasaran sambil menatap Tomioka Shoto.
"Enggak, biasa aja." Ucap Tomioka Shoto yang wajahnya mulai memerah.
"Eleh, bacot kali kau." Ucap Jesselyn sambil tersenyum meremehkan.
Tomioka Shoto pun kembali makan. Beberapa menit kemudian, Tomioka Shoto pun akhirnya berhasil menyelesaikan makanannya.
"Akhirnya ya." Ucap Jesselyn yang sedang menjahili Tomioka Shoto sambil menatap Tomioka Shoto.
__ADS_1
Tomioka Shoto pun menitikkan air matanya karena kepedasan.
"Bilang gak pedes, nangis juga kau." Ucap Jesselyn yang berusaha menjahili Tomioka Shoto.
"Shut!!" Ucap Tomioka Shoto yang mencoba mengurangi kepedasannya.
"Kasian kali pacarmu Jes, udah kepedasan, kau jahilin pulak." Ucap paman ke 2 sambil tersenyum dan menatap Jesselyn.
Jesselyn pun tertawa dan Tomioka Shoto hanya diam.
"Mampus, moga kau besok mules." Ucap Jason dalam hati yang merasa sangat dendam.
"Bill dek!" Perintah Tantenya Jesselyn sambil menatap pelayan.
Pelayan tersebut pun langsung ke kasir untuk mengambil bill dan segera kembali ke meja tersebut.
"Totalnya 300 ribu Bu." Ucap pelayan tersebut sambil memberikan bill.
Tantenya Jesselyn pun memberikan uang 300 ribu.
"Makasih ya bu." Ucap pelayan tersebut yang langsung meninggalkan tempat.
Mereka pun pergi ke mobil untuk pulang ke villa. Di tengah perjalanan, tampak orang-orang yang sedang berkerumunan. Mobil paman ke 1 pun berhenti di tempat tersebut. Paman ke 1 pun keluar dari mobil dan berjalan ke mobil Tomioka Shoto. Tomioka Shoto pun membuka kaca.
"Bentar ya, aku mau beli durian dulu." Ucap paman ke 1 yang langsung pergi untuk membeli durian.
"Paman Jesselyn bilang dia ingin membeli durian." Ucap Tomioka Shoto yang mengartikan kalimat paman ke 1.
"Wow, aku sangat penasaran dengan rasanya." Ucap Nenek Shoto yang tak sabar.
Beberapa menit kemudian, Paman ke 1 Jesselyn pun membawa 5 durian besar ke dalam bagasi mobil. Setelah memasukkannya, dia pun mengendarai mobil ke villa yang diikuti Tomioka Shoto. Saat sampai di rumah, paman ke 1 Jesselyn pun segera mengangkat durian untuk masuk ke dalam villa. Durian pun dibelah saat semua orang sudah berada di rumah.
"Makanlah!" Perintah paman ke 1 yang langsung memakan durian.
Jesselyn beserta keluarganya pun makan dengan lahap. Keluarga Tomioka yang penasaran pun ragu untuk makan. Tomioka Shoto pun menjadi yang pertama kali makan diantara keluarganya. Tomioka Shoto pun memakan sedikit dan wajahnya menunjukkan ekspresi tak suka. Hal itu membuat keluarganya takut untuk mencoba.
"Enak gini kok." Ucap Jesselyn yang langsung memakan durian.
Tomioka Shoto pun merinding.
"Duriannya enak." Ucap Jesselyn yang berusaha membujuk.
"Haha, jangan paksa mereka lah Jes." Ucap ibunya Jesselyn sambil tertawa dan menatap keluarga Tomioka.
"Mereka mau cobak tapi ragu mi." Ucap Jesselyn sambil menatap ibunya.
Ibunya Shoto pun mengambil durian dan segera memakannya.
Bersambung...
__ADS_1
Update setiap hari, pukul 20.00 WIB