CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
BAB 59


__ADS_3

Kenzo mengajak Veronika untuk makan di sebuah restoran, Veronika hanya bisa menghela nafas, padahal lapar hanya alasan saja bagi nya namun pria ini justru menganggap nya serius.


“Kak kita pulang saja ya? Gavin di rumah kak.” ucap Veronika masih berusaha membujuk Kenzo agar pria itu menunda niatnya untuk mengajak Veronika makan.


Bukan karena tak ingin makan berdua dengan Kenzo, namun saat ini yang ia pikirkan adalah kotak yang kini berada di jok belakang mobil itu, dan terlebih Veronika masih merasa kenyang lantaran makan di rumah orang tua nya.


“Dia tidak sendirian, ada asisten rumah bersama nya.”


Enteng sekali dia berbicara seperti tak mengkhawatirkan bayi itu, padahal niat nya untuk mmwbawa Veronika karena mengingat bayi itu namun kini justru berubah setelah wanita itu mengatakan lapar.


“Tetap saja aku tidak tenang.” ucap Veronika masih enggan keluar dari mobil Kenzo.


“Oh iya? Lalu kenapa kau pergi tanpa pamit hah? Kau tidak memikirkan Gavin?” ucap Kenzo membuat Veronika harus kembali memutar otak nya.


“I-itu berbeda kak, tadi kakak masih bersama Gavin, sedangkan sekarang tidak.”


Sedikit bernafas lega, beruntung otak nya kini tidak buntu hingga ia masih bisa memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Kenzo, Kenzo hanya mendelik pada wanita itu, tak ada yang salah dari ucapan nya namun ia juga tak begitu terima.


“Rasanya aku ingin mengigit mulut nya itu!” ucap Kenzo membatin masih menatap pada Veronika yang kini memalingkan wajah nya dari Kenzo, entah mengapa wanita itu terlihat sangat menggemaskan di mata nya.


Tanpa berucap sepatah kata pun, Kenzo melajukan mobil nya dan jangan tanya bagaimana reaksi Veronika, wanita itu jelas saja terkejut lantaran tak di beri aba aba oleh Kenzo, rasanya ingin sekali ia mengumpat pada pria itu saat ini.


Hingga akhir nya mobil yang mereka tumpangi kini sampai di kediaman mereka, Kenzo yang terlihat masih kesal hanya diam seraya keluar dari mobil dan memasuki rumah nya, sedangkan Veronika sedikit kebingungan dengan tingkah pria itu.


“Dia kenapa sebenarnya? Persis seperti wanita yang sedang datang bulan.” gumam Veronika menatap Kenzo yang terlihat sudah memasuki rumah nya.

__ADS_1


Jelas saja wanita itu heran dengan sikap Kenzo yang marah hanya karena Veronika menolak untuk makan di restoran itu, padahal menurut nya itu bukan masalah besar.


Veronika kemudian menyusul Kenzo masuk, baru saja memasuki rumah, ia sudah melihat Kenzo yang membawa baby Gavin masuk ke dalam kamar nya, membuat Veronika sedikit panik lantaran itu berarti ia tidak tidur dengan Gavin malam ini.


”Ya tuhan, apa ini efek samping kemarahan nya?” ucap Veronika memijat pangkal hidung nya, pusing juga dengan sikap Kenzo yang mendadak seperti anak kecil.


Veronika memilih untuk menyimpan kotak itu terlebih dahulu sebelum ia menghampiri kamar Kenzo, Setelah menyimpan kotak itu Veronika pun bergegas menuju kamar Kenzo dan tanpa ragu mengetuk kamar pria itu.


“Kak, buka pintu nya.” ucap Veronika namun tak mendapat jawaban dari dalam, jelas wanita itu kesal lantaran ini sudah kesekian kali nya ia mengetuk pintu kamar pria itu namun tak ada sahutan.


Veronika bimbang saat ini, haruskah ia masuk ke dalam? Namun mengingat bagaimana kejam nya Kenzo lantaran melihat nya masuk ke dalam kamar itu membuat Veronika mengurungkan niat nya.


“Ck, menyebalkan sekali pria ini!” gumam Veronika seraya membelakangi pintu kamar itu, ia kini berkacak pinggang bahkan meninju udara lantaran merasa sangat kesal dengan pria itu.


“Jika ini bukan rumah nya mungkin sudah ku tendang dia!” cerocos nya masih dengan posisi yang sama hingga tanpa ia sadari Kenzo sedari tadi sudah berada di belakang nya.


Pria itu mendengar semua umpatan Veronika pada nya namun bukan nya merasa kesal, pria itu justru merasa gemas dan ingin sekali mengacak rambut wanita itu agar ia semakin kesal.


“Oh ya? Lalu apa setelah itu?”


Deg!


Veronika mematung mendengar suara yang jelas saja ia tahu siapa pemilik nya, kini ia tidak mengumpat Kenzo namun mengumpat kebodohan nya sendiri.


Veronika berbalik menatap wajah Kenzo yang terlihat datar menatap pada nya, jangan tanya bagaimana kencang nya degup jantung Veronika saat ini.

__ADS_1


“Ah, kau disini? Dimana baby Gavin? Kenapa tidak membuka pintu nya tadi?”


Kali ini wanita itu menampilkan wajah manis dan senyum lebar nya pada Kenzo, tak hanya itu Veronika juga sengaja menanyakan hal lain pada Kenzo agar pria itu tak membahas hal sebelum nya.


“Di dalam.” ucap Kenzo masih dengan wajah datar nya.


Veronika hanya mengangguk, mendadak keberanian yang baru saja ia dapat menghilang setelah melihat wajah Kenzo, ia bahkan tak berani mengatakan agar Gavin tidur di kamar nya saja.


“Kenapa?” tanya Kenzo kala Veronika yang masih diam di tempat nya, Veronika menggeleng meskipun masih sore tapi tetap saja ia ingin memastikan jika baby Gavin nanti malam akan tetap tidur bersama nya.


“Kau ingin..”


Ting nong


Mendadak bel rumah berbunyi dan terlihat Ratmi yang sudah bergegas menuju pintu dan membuka pintu itu, Veronika dan Kenzo pun menatap dari lantai atas.


“Bawa masuk pak.”


Terlihat Daniel dan Genta yang baru masuk ke dalam rumah Kenzo, namun ada yang aneh, kedua pria itu terlihat sedang mengintruksikan sesuatu dari luar.


Jelas Kenzo dan Veronika penasaran dan menyimak dari atas, entah apa yang sebenarnya kedua pria itu lakukan di sana.


Namun sedetik kemudian mata Kenzo membulat kala melihat Sagara yang juga ikut bersama kedua pria gila itu.


“Apa apaan ini?!”

__ADS_1


__ADS_2