CINTA TAK TERDUGA

CINTA TAK TERDUGA
Rencana Suzuki Shinobu


__ADS_3

Suzuki Shinobu pun sampai di rumah Jesselyn.


"Panggil dia keluar!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menatap sekretarisnya.


Sekertaris pun keluar keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumah Jesselyn. Suzuki Shinobu pun melihat rumah Jesselyn.


"Rumahnya sangat kecil, untuk kamarku saja tidak cukup luasnya." Ucap Suzuki Shinobu sambil merasa jijik.


Beberapa menit kemudian, sekretarisnya pun mendekati mobil dan berdiri di samping kaca mobil Suzuki Shinobu. Suzuki Shinobu pun membuka kaca mobilnya.


"Dia tidak ada di rumah nyonya." Ucap sekretaris sambil menatap Suzuki Shinobu.


"CK! Kau tau tempat kerjanya?" Tanya Suzuki Shinobu yang kesal sambil menatap sekretarisnya.


"Tau." Jawab sekretarisnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Pergi ke sana sekarang!" Perintah Suzuki Shinobu sambil sambil menutup kaca mobilnya.


Sekretarisnya pun masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya ke restoran tempat Jesselyn bekerja. Sekretarisnya pun keluar dari mobil dan berlari untuk melihat kertas yang tertempel di pintu masuk restoran. Sekretaris pun kembali untuk mengabarkan isi kertas di pintu masuk. Suzuki Shinobu pun membuka kaca mobilnya.


"Nyonya, restoran ini baru buka besok." Ucap sekretaris sambil menatap Suzuki Shinobu.


Suzuki Shinobu pun menghela nafas kasar karena merasa sangat kesal.


"Ke tempat kerja ibu atau ayahnya saja!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menutup kaca mobilnya.


Sekretarisnya pun masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil ke rumah Ayahnya Jesselyn. Di sisi lain, Jesselyn baru keluar dari rumahnya.


"Loh, Jess, tadi ada orang yang datang rumahmu loh." Ucap tetangga Jesselyn yang kebetulan lewat.


"Loh. Makasih ya infonya." Ucap Jesselyn sambil tersenyum.


"Iya." Ucap tetangga yang langsung berjalan ke rumahnya.


Jesselyn pun masuk ke rumah kembali.


"Keknya orang yang emang tujuannya pengen ke sini deh." Ucap Jesselyn sambil mengunci pintu rumahnya.


"Tapi, supir ojek aja susah cari rumah ku sampe keliling-keliling." Ucap Jesselyn yang semakin heran.


"Wih, takut kali aku. Mending aku masak sendiri aja." Ucap Jesselyn yang langsung berlari ke dapur untuk memasak.


Di sisi lain, Suzuki Shinobu dan sekretarisnya pun sampai ke rumah Ayah Jesselyn.


"Ini kan rumah, bukan tempat kerja." Ucap Suzuki Shinobu sambil melihat rumah Ayah Jesselyn.

__ADS_1


"Iya, Ayah Jesselyn adalah pengangguran." Jelas sekretaris sambil memarkirkan mobilnya.


Suzuki Shinobu hanya tersenyum licik.


"Semakin sedikit penghasilannya, semakin mudah ku pengaruhi." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum licik.


Mereka pun keluar dari mobil. Sekretaris pun mengetuk pintu rumah Ayah Jesselyn. Ayah Jesselyn pun membukanya.


"Ada apa?" Tanya Ayah Jesselyn yang bingung sambil menatap sekretaris.


"We want to talk about something." Ucap sekretaris sambil menatap Ayah Jesselyn.


"Ok, come in!" Ajak Ayah Jesselyn sambil membuka pintu untuk lebih lebar lagi.


Suzuki Shinobu dan sekretarisnya pun masuk dan melihat banyak sekali sampah yang berserakan. Ayah Jesselyn pun membawa mereka ke meja makan.


"Sit down!" Perintah Ayah Jesselyn sambil duduk.


"What are you talking about?" Tanya Ayah Jesselyn sambil menatap sekretarisnya.


Suzuki Shinobu pun mengeluarkan sebuah headset dari tasnya dan memberikannya kepada Ayah Jesselyn. Ayah Jesselyn pun bingung sambil melihat sekeliling headset nya. Suzuki Shinobu pun memakai headset tersebut. Ayah Jesselyn pun mengikuti Suzuki Shinobu.


"Headset ini dapat menerjemahkan bahasa. Dan hanya satu perusahaan yang membuatnya, yaitu perusahaan ku sendiri." Jelas Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Ayah Jesselyn.


"Dengarkan aku sekarang!" Perintah Suzuki Shinobu sambil menatap Ayah Jesselyn dengan sinis.


Ayah Jesselyn pun berhenti memegang headset nya.


"Aku ingin mengajukan kerjasama." Ucap Suzuki Shinobu sambil menatap Ayah Jesselyn.


"Kerja sama apa?" Tanya Ayah Jesselyn yang bingung sambil menatap Suzuki Shinobu.


"Sebagai Ayah Jesselyn kau pasti tau banyak sekali yang kelemahan dimiliki Jesselyn." Ucap Suzuki Shinobu sambil menatap Ayah Jesselyn.


"Jesselyn anakku?" Tanya Ayah Jesselyn yang mencoba memastikan sambil menatap Suzuki Shinobu.


"Ya, anda tepat sekali." Jawab Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Ayah Jesselyn.


"Trus?" Tanya Ayah Jesselyn yang bingung sambil menatap Suzuki Shinobu.


"Aku ingin kau membuat posting mengenai kelemahan Jesselyn. Setiap kau membuat postingan mengenai kelemahan Jesselyn dan tembus 1.000 komentar kebencian. Aku akan kuberi 1 juta rupiah." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum licik menatap Ayah Jesselyn.


"Kau mau?" Tanya Suzuki Shinobu sambil menatap Ayah Jesselyn dan mengangkat salah satu alisnya.


"Gak mau." Ucap Ayah Jesselyn yang langsung berdiri karena merasa aneh.

__ADS_1


"30 juta rupiah untuk 1.000 komentar jahat. Jika lebih dari 1.000 aku akan memberikan bonus berupa uang sebesar 50 juta rupiah." Ucap Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Ayah Jesselyn.


"Tertarik?" Tanya Suzuki Shinobu sambil menatap Ayah Jesselyn


"Deal." Jawab Ayah Jesselyn yang kembali duduk.


"Matilah kau Jesselyn Chandra." Ucap Suzuki Shinobu dalam hati sambil tersenyum licik dan menatap Ayah Jesselyn.


"Nyonya memang sangat pintar dalam hal ini, sangat membuatku bangga memiliki atasan seperti ini." Ucap sekretaris dalam hati sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


"Mau tanda tangan?" Tanya Ayah Jesselyn yang sudah tak sabar sambil menatap Suzuki Shinobu.


"Tidak usah." Jawab Suzuki Shinobu sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Kau harus bekerja hari ini juga!" Perintah Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Ayah Jesselyn.


"Baik." Jawab Ayah Jesselyn sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


"Kau jangan lupa untuk mengirim link dari postingan mu, meskipun belum mencapai target!" Perintah Suzuki Shinobu sambil tersenyum dan menatap Ayah Jesselyn.


"Aku kirim ke mana?" Tanya Ayah Jesselyn yang bingung sambil menatap Suzuki Shinobu.


Suzuki Shinobu pun menatap sekretarisnya. Sekretaris yang mengerti pun memberikan nomornya.


"Ok." Jawab Ayah Jesselyn sambil tersenyum dan memegang hpnya yang sudah berisi nomor telepon sekretaris.


"Ayo pergi!" Ajak Suzuki Shinobu sambil berdiri dan menatap sekretarisnya.


Sekretarisnya pun berdiri.


"Headset kamu." Ucap Ayah Jesselyn yang memberikan headset Suzuki Shinobu sambil menatapnya


"Untuk kamu saja." Ucap Suzuki Shinobu yang melihat sekilas lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


"Makasih ya." Ucap Ayah Jesselyn yang paham sambil tersenyum dan menatap Suzuki Shinobu.


Suzuki Shinobu hanya diam dan berjalan. Ayah Jesselyn pun membukakan pintu untuk keluar. Suzuki Shinobu dan sekretarisnya pun keluar dari rumah Ayah Jesselyn dan masuk ke mobil.


"Menjijikkan, orang yang tidak tau malu, berani banget dia menyuruhku untuk menyentuh barang yang telah dia pakai." Ucap Suzuki Shinobu sambil membuka rok yang dia pakai saat bertemu Ayah Jesselyn.


"Kalau anda melepas rok, anda memakai apa?" Tanya sekretarisnya yang sedang menyetir.


Bersambung...


Update setiap hari, pukul 20.00 WIB

__ADS_1


__ADS_2