Come A Closer Love

Come A Closer Love
103


__ADS_3

Malam H-1....


Dikediaman keluarga Sandres yang tengah berbahagia karena besok adalah hari pernikahan putri mereka yang kedua.


Ketika mama Wulan dan papa Evan akan tidur lebih cepat dikamar utamanya, tiba-tiba dikagetkan dengan suara ketukan pintu kamar mereka.


Tok..tok..


" mah???" seru suara Marwah memanggil.


Papa Evan yang sudah ditempat tidur sedikit kaget dan melihat pada istrinya, yang segera berjalan menuju pintu kamar mereka untuk membukakan pintu.


Klak...


" Marwah??, ada apa?," tanya mama Wulan kaget melihat putrinya yang tersenyum lebar. Namun tanpa menjawan pertanyaan mama Wulan ia malah masuk dengan santai kedalam kamar orang tuannya.


" Marwah tidur disini ya pah???" pinta Marwah dengan memelas.


Papa Evan terkaget.


" Tidur disini??," seru papa Evan.


" hmm," jawab Marwah dengan segera naik kearas tempat tidur orang tuanya tanpa menunggu jawaban.


" Marwah??," seru mama Wulan terheran.


" malam ini aja, hanya malam ini, hmm," pinta Marwah melihat pada mama Wulan.


Mama Wulan terpaku, ia seolah kembali pada waktu dimasa Marwah kecil yang sering merengek minta tidur dikamar mereka.


" ya sudah, " sela mama Wulan dengan berjalan dan naik keatas tempat tidur mereka yang tiba-tiba jadi sempit dengan Marwah tidur di tengah-tengah mereka.


" yeeeh," sorak Marwah gembira seraya merebahkan tubuhnya di sisi papa Evan yang masih ragu.


" ayo pah tidur," seru mama Wulan dengan merapikan bantal nya dan menarik selimut agar bisa menyelimuti Marwah.


" hmmm" sahut papa Evan yang memilih bersandar pada kepala tempat tidur dan duduk dengan memegang buku ditangannya.


Marwah tersenyum simpul melihat pada papanya yang tak berubah, bahwa pria paruh baya ini punya hobi baca sebelum tidur.


Hening..


Hening..


" mah??" seru Marwah.


" ya??," sahut mama Wulan dengan membelai kepala Marwah.


" kenapa mama jatuh cinta sama papa?," tanya Marwah.


Mama Wulan terkaget begitu pun papa Evan yang jadi bergeming melihat pada putrinya yang pura-pura tidur.


" kenapa kamu tanya hal itu?, " sela mama Wulan tersenyum kecil.


" hanya mau tau aja," sahut Marwah kembali dengan berbalik dan memeluk mama Wulan.


Mama Wulan bergeming dan melihat pada suaminya yang ternyata menatap pada dirinya. Dan pria itu pun tersenyum simpul mengingat kisah cinta mereka dulu.


" hhmm, kalau di tanya kenapa, mungkin akan banyak alasannya, tapi yang pasti mama jatuh cinta sama kalian berdua dan karena itu cinta mama hadir untuk papa," jawab mama Wulan dengan mengusap kepala putri tirinya ini.


Marwah tersenyum didalam pejaman matanya dan ia seolah kembali merasakan rasa sayang yang selalu diberikan oleh tante Wulan yang kemudian berubah menjadi sosok ibu sambung untuk dirinya dan Safa.


" mah??,"


" hhmm, kenapa sayang?," gumam mama Wulan.


" terima kasih..," ucap Marwah terhenti dengan suara haru.


" karena hadir sebagai mama sambung untuk Marwah dan kak Safa, terima kasih untuk cinta mama yang tulus untuk merawat kami, sungguh Marwah beruntung bisa tumbuh dan besar dengan didikan mama, Marwah sayang banget sama mama," ucapnya tulus dengan derai air mata terisak kecil.


Mama Wulan terteguh, ia tak menyangka akan ungkapan Marwah yang mengoyangkan hatinya. Walau Safa dan Marwah bukan darah dagingnya, tapi ia mencintai dengan tulus anak tirinya. Hingga tanpa ia sadari, air matanya turun.


" Marwah," sela mama Wulan bergeming.


" maaf karena Marwah dan kak Safa masih belum bisa balas semua kebaikan mama, tolong maafkan kami ya mah" sambungnya lagi.


Papa Evan bergeming mendengar ungkapan tulus anaknya tersebut hingga dengan instingnya ia membelai kepala putrinya yang esok akan ia beri tanggung jawabnya pada pria pilihan putrinya.


" makasih ya pah, karena papa sudah membuat kami menjadi anak yang tumbuh dengan penuh cinta dari papa dan mama, maafkan setiap tangis Marwah dan kak Safa yang selalu menyusahkan papa, "


" papa adalah cinta pertama Marwah sampai kapan pun, papa adalah pria terhebat yang Marwah punya, terima kasih pah," ucap Marwah haru.


Papa Evan tersentuh, sebagia seorang papa yang akan melepaskan putrinya ia merasa sedih. Namun ini adalah hidup, semua roda berputar pada waktunya, dan kini ia harus melepaskan putri kecilnya yang cengeng pada pria yang akan menjadi suami putrinya ini.


Perlahan papa Evan mengusap kepala putrinya dengan hati sedih.


" papa dan mama akan selalu ada untuk kamu, kamu adalah putri kecil bagi papa," ucap papa Evan.


Mama Wulan tersenyum menatap wajah suaminya. Bahwa kini mereka harus merelakan putri kecil mereka.


Dan pada akhirnya Marwah pun tertidur dengan tenang dengan usapan kasih sayang kedua orang tuannya.


๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’— Wedding Day๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Dirumah kediaman Aritama, dikamar pribadinya terlihat Erwin berdiri termenung dengan telah rapi mengenakan pakaian terbaiknya. Ia memegang sebuah kotak bekal dan mengeluarkan sebuah jam tangan berwarna purple.


Dan sayup-sayup lagu Crush-beautiful pun terdengar mengiringi lamunan Erwin yang kembali mengenang perjalanan cintanya bertemu dengan Marwah.


It`s a beautiful life


Ini hidup yang indah


๋‚œย ๋„ˆ์˜ย ๊ณ์—ย ์žˆ์„๊ฒŒ


nan neoui gyeot-e iss-eulge


Aku akan berada di sisimu


It`s a beautiful life


Ini hidup yang indah


๋„ˆ์˜ย ๋’ค์—ย ์„œย ์žˆ์„๊ฒŒ


neoui dwie seo iss-eulge


Aku akan berdiri di belakangmu


beautiful love


Indahnya cinta


ํ•˜๋Š˜์•„๋ž˜ย ๋„ˆ์™€ย ์žˆ๋‹ค๋ฉด


haneur-arae neowa itdamyeon


Jika aku bersamamu di bawah langit ini


์ˆจ์‰ฌ๋Š”๊ฒƒ๋งŒ์œผ๋กœ๋„ย ์ข‹์•„


sumswineungeomman-eurodo joh-a


Hanya bernapas sendiri, itu membuatku bahagia


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


beautiful day


Hari yang indah


๋„ˆ์˜ย ๊ธฐ์–ต์—์„œย ๋‚ด๊ฐ€ย ์‚ดํ…๋ฐ


neoui gieog-eseo naega saltende


Aku hidup dalam ingatanmu


beautiful life


Indahnya hidup


beautiful day


Hari yang indah


๋‚ดย ๊ณ์—์„œย ๋จธ๋ฌผ๋Ÿฌ์ค˜


nae gyeot-eseo meomulleojwo


Tetaplah di sampingku


beautiful my love


Indah cintaku


beautiful your heart


Indahnya hatimu


It's a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


์–ธ์ œ๋‚˜ย ๋„ย ์ง€์ผœ์ค„๊ฒŒ


eonjena neol jikyeojulge


Aku akan selalu melindungimu


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


๋‚ด๊ฒŒย ๊ธฐ๋Œˆ์ˆ˜๊ฐ€ย ์žˆ๊ฒŒ


naege gidaelsuga itge


Jadi kau bisa bersandar padaku


beautiful love


Indahnya cinta


๋„ˆ์˜ย ๋ˆˆ๋ฌผย ๋„ˆ์˜ย ๋ฏธ์†Œ๋„


neoui nunmul neoui misodo


Air matamu bahkan senyummu


๊ณ์—์„œย ํ•จ๊ป˜ย ํ• ย ์ˆ˜ย ์žˆ๋„๋ก


gyeot-eseo hamkke hal su itdorog


Kita bisa bersama-sama


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


beautiful day


Hari yang indah


๋ฏธ์น˜๋„๋กย ๋„ย ์‚ฌ๋ž‘ํ–ˆ์—ˆ๋˜ย ๋‚ 


michidorog neol saranghaess-eotdeon nal


Aku mencintaimu sampai gila


beautiful life beautiful day


Hidup yang indah, hari yang indah


๋„ˆ๋ฅผย ์žƒ๊ณ ย ์‹ถ์ง€ย ์•Š์•„


neoreul ilhgo sipji anh-a


Aku tak ingin kehilanganmu


beautiful my love


Indah cintaku


beautiful your heart


Indahnya hatimu


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


์„ธ์ƒ์—ย ๋„ˆ์™€ย ๋‹ฎ์€ย ์ถ”์–ต์ด


sesang-e neowa dalm-eun chueog-i


Kenangan yang menyerupai dirimu


๋˜ย ๋ฉ๊ทธ๋Ÿฌ๋‹ˆย ๋‚ด๊ฒŒย ๋‚จ๊ฒจ์ ธ์žˆ์–ด

__ADS_1


tto deong-geureoni naege namgyeojyeoiss-eo


Masih tinggal dalam diriku


๋„ˆ์™€์˜ย ๊ธฐ์–ตย ๋„ˆ์™€์˜ย ์ถ”์–ต


neowaui gieog neowaui chueog


Ingatan bersamamu, Kenangan bersamamu


It`s a sorrowful life


Itu adalah hidup yang menyedihkan


sorrowful day


Hari yang Menyedihkan


์Šฌํ””์„ย ์ด๊ธฐ์ง€ย ๋ชปํ•˜๋Š”ย ๋‚ด๊ฒŒ


seulpeum-eul igiji mothaneun naege


Aku yang tak bisa menang melawan kesedihan


sorrowful life sorrowful day


Hidup yang menyedihkan, hari yang menyedihkan


๋‚ดย ๊ณ์—์„œย ๋– ๋‚˜์ง€๋งˆ


nae gyeot-eseo tteonajima


Jangan pergi dari sisiku


์ถ”์–ต์†์—ย ๋‚ด๊ฐ€ย ์‚ด์ง€ย ์•Š๋„๋ก


chueogsog-e naega salji anhdorog


Sehingga aku bisa hidup dalam kenanganmu


It`s a beautiful life


Ini adalah hidup yang indah


Sesaat ia seolah kembali dengan waktu itu, ketika semua kisah cerita dimulai.


Terbayang olehnya seorang anak perempuan kecil berambut panjang tengan berbicara antusias dengan memberikan cookies coklat pada seorang anak laki-laki tanggung.


Senyumnya tersungging, ketika mengingat gadis kecil itu memberikan jari kelingkingnya dihadapan anak laki-laki tanggung.


" kak Mummy janji???,"


" janji," sahut anak laki-laki itu dengan senyum terkembang diwajah gadis kecil itu dan janji kelingking itu pun terjalin.


Dan waktu berlalu, Erwin terkenang ketika pertemuan pertama kalinya dengan Marwah mencium bibirnya, hingga jantungnya berdebar merasakan ciuman kilat namun membekas dihatinya.


Hingga tak terduga, Erwin terkaget ketika melihat wajah yang tak bisa ia lupa justru berada diruangan kantornya. Pertemuan tak terduga justru bersambung dengan kontrak kerja yang menjadi bumerang untuk Marwah yang ternyata baru patah hati.


Erwin sedikit tersenyum kecil mengingat pertengkaran mereka saat itu, bahkan Erwin bisa mengingat jelas wajah marah Marwah ketika ia memecat wanita cantik itu dengan wajah kesalnya.


Dan ingatannya tak akan lupa, ketika tangisan pertama Marwah sehingga membuat instingnya ingin memeluk dan menenangkan Marwah yang saat itu terguncang karena kaget melihat lengan Erwin berdarah akibat berkelahi dengan dua preman yang ingin memperkosan Marwah saat itu.


" kau benar-benar cengeng," rutu Erwin kecil dengan mengenang saat itu.


Dan kisah pun berlanjut menjadi hal yang menyenangkan, dan dengan tak terduga ia malah jatuh cinta pada Marwah dengan sifat dan pendirian Marwah yang membuatnya kagum. Terbayang jelas wajah senyum bahkan ekspresi Marwah yang terkaget juga kesal pada dirinya.


Semua terkenang indah dan tak akan pernah Erwin bisa melupakan wajah Marwah yang tersenyum dibalik sinar matahari hari pagi yang membuatnya semakin jatuh cinta, hingga ciuman pagi itu menjadi moment untuk mendapat kan gadis itu.


Hingga moment yang indah pun kembali terbayang oleh Erwin yang mengingat ungkapan cintanyan pada Marwah.


"*jadilah milik ku?,"


"Aku pun tidak sempurna, karena itu aku ingin bersama mu untuk menutupi segala kekurangan itu, " ujar Erwin yang menatap serius pada Marwah*.


Erwin tersenyum simpul. Namun tiba-tiba lamunannya pun buyar ketika terdengar ketukan daun pintu kamarnya.


" mas Erwin, 5 menit lagi kita turun, dan semua telah siap," seorang petugas WO mengingatkan Erwin yang telah siap.


" baik," sahut Erwin yang terkesiap.


Tak lama berselang derap langkah kaki mendekat dan masuk kedalam kamar itu dengan diikuti gelak tawa.


" waaah, kau benar-benar berbeda boss," ucap mantan sekertarisnya Chandra dengan mendekat mencoba memegang pundak Erwin, namun Erwin menghindar dengan refleknya menangkis tangan Chanda.


Plak..,pukulan kecil di punggung tangan Chandra cukup mengangetkan pria tersebut.


" aaahh.., Erwin sakiiiit," rengek Chandra cemberut.


Johan pun tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang bak anak kecil.


" ini sudah rapi, jangan kau sentuh lagi," ucap Erwin tegas.


" hohoho, justru karena itu aku jadi bernafsu ingin menyentuhnya," ucap Chandra dengan lirikan mata mengoda.


" jangan !!," hadrik Erwin.


" ikh Erwin pelit," rengek Chandra dengan menowel-nowel tubuh Erwin yang berdiri tegak dan berwajah serius.


Johan mengidik ngeli.


Namun bukan Chandra namanya jika tak membuat bossnya ini naik pitam. Dengan tak terduga Chandra memeluk tubuh Erwin dengan manja.


" Lepas Cha !!!," ucap Erwin yang mulai dongkol


" Enggak, kapan lagi bisa begini," sahut Chandra tak menggubris, ia malah bersadar manja di dada Erwin.


" Erwin jahat !!, aku ditinggal sendiri," ucapnya ngambek.


Erwin menghela nafas panjangnya dengan berusaha menjauhkan kepala Chandra dari dadanya.


" Cha !!," panggil Erwin kesal.


" kau tega!!," balas Chandra.


Hingga tiba-tiba pengurus WO masuk dengan wajah kaget.


" mas...," ucapnya terhenti dan kedua bola matanya terbuka lebar melihat kemesraan Chandra memeluk sang pengantin pria.


Erwin yang terkaget pun sontak mendorong Chandra dengan kasar.


" ini bukan seperti yang kamu lihat," ujar Erwin panik pada pengurus WOnya.


Dengan menelan salivanya, pengurus WO itu pun tersenyum getir dengan memperagakan tangannya seolah menutup mulut dan memberikan jempol pada Erwin.


Hingga wajah terperangah Erwin pun terlihat.


" jika telah siap, mas sudah bisa turun sekarang, acara akan dimulai," ucap pengurus WO seraya berlalu pergi meninggalkan keheningan diruangan itu.


Dan seketika Erwin menjatuhkan pukulan tepat di perut Chandra.


Buk..


" aah," desis kesakitan Chandra karena pukulan Erwin yang kesal.


Namun bukannya menyesal, ia malah tertawa dengan menahan sakit diperutnya. Di ikuti Johan yang tak kalah tertawa terbahak-bahak.


Dan dengan merapikan kembali pakaiannya Erwin menghela nafas panjangnya. Lalu dengan mantap berjalan untuk menuju tempat acara yang berada di rumah kediaman keluarga Sandres.


Ia turun dengan membawakan buket bunga yang akan ia berikan pada calon istrinya yang sebentar lagi menjadi miliknya. Di ikuti oleh Chandra, Johan dan Dodi yang tak sengaja berpas-pasan dengan rombongan Erwin.


Hingga mobil rombongan pengantin pria pun tiba dirumah acara yang tampak meriah dengan dekor menawan.


Seketika rasa nervous pun menghinggapi jiwa Erwin awalnya terlihat tenang. Dengan menelan salivanya Erwin mencoba menghirup udara sekitar untuk menenangkan jiwanya.


Dan langkahnya masuk berjalan yang kian sampai pada sebuah kursi dan meja sakral itu. Ia duduk dengan seluruh mata tertuju pada dirinya.


" Sudah siap????" tanya seseorang yang menjadi pengesah sakralnya pernikahan itu.


Deg.., jantung Erwin berdetak kencang.


Dengan menghirup udara kesekian kalinya Erwin mengangguk mantap.


Dan sebuah mic pun berada didepannya dan ia pun melihat pada sejajar matanya seorang pria paruh baya yang menatapnya tajam. Ia pun menelan kembali salivanya yang terasa pahit.


Ketika sebuah tangan terulur, Erwin meraih jabatan itu dengan sigap.


" Erwin Aritama" suara dr. Evan yang seketika mengema dalam ruangan itu.


" Orang pertama yang memeluknya adalah aku, orang pertama yang menciumnya adalah aku, orang pertama yang merawatnya adalah aku, namun kuharap kamu akan jadi orang yang menemaninya seumur hidup. Jika ada hari di mana kamu tak mencintainya lagi, tolong jangan katakan padanya. Katakan padaku, aku akan membawanya pulang," ucap dr. Evan dengan suara bergetar.


Dan seketika ruangan itu menjadi haru dengan pesan dr. Evan pada calon menatunya.


Disisi lain Marwah sang pengantin wanita yang menunggu di kamar pengantin dengan menonton siaran langsung gelar moment sakral itu, ia pun diserang rasa haru yang mendalam, kak Safa juga Mami Eva serta Zerin pun ikut menitikkan airmata mendengar pesan dr. Evan.


Mama Wulan dan nyonya Aritama juga ikut menangis bersama dengan saling bergandengan tangan.


Erwin tak bisa berkata-kata mendengar ungkapan seorang ayah pada pria yang akan menemani putrinya.


Ia hanya bisa mengangguk dengan wajah simpatinya.


Dan akhirnya ucapan sakral itu pun terjadi, dengan disambut bahagia segenap hadirin yang menjadi saksi moment bahagia itu.


Erwin pun seketika bisa bernafas lega. Dengan ucap syukurnya yang tak terhingga. Ia pun memegang dadanya yang sedari tadi terasa berat dengan beban kalimat sakral tersebut, kini hatinya lega bak lepas ikatan yang menyesakkan.


Doa pun seketika mengiringi moment sakral tersebut dan semua hadirin ikut mendoakan kebahagian pengantin baru.


Setelah moment tersebut, seorang pengurus WO pun mendekat, dengan memberi tau step berikutnya pada Erwin. Bahwa ia akan menjempun seorang wanita yang kini menjadi istrinya di kamar spesial dilantai atas.


" jemput lah dia," ucap dr. Evan seraya mendekat dan memeluk tubuh Erwin, menantu barunya dengan khas pria.


" baik pah, terima kasih" sahut Erwin dengan tersenyum bahagia. Erwin pun meraih kembali buket bunga yang ia bawa tadi dan dengan gagahnya ia berjalan keluar ruangan itu untuk menjemput istrinya.


Dengan di ikutin beberapa groomsmen ( pengiring pengantin pria) yang tak lain adalah Johan, Chandra dan Dodi. Erwin berjalan dengan sedikit cepat untuk menuju lantai atas.


Beberapa fotografer pun tak luput untuk mengabadikan moment tersebut dengan mengikuti tiap gerak gerik Erwin yang kini bisa tersenyum lepas. Canda tawa dan olok-olokan kian terdengar menghidupkan suasana bahagia itu.


Namun setiba di lantai tersebut dan ketika beberapa langkah lagi mendekat pada pintu kamar yang di tuju. Rombongan Erwin pun dihadang oleh dua orang pria gagah.


" tolong untuk berhenti tuan-tuan," ujar Brian dengan logat kepolisiannya.


Erwin bergeming dan melihat pada kakak iparnya Danil juga ikut berdiri menghadang rombongannya.


" maaf atas ketidak nyamanannya sesaat," ucap Brian dengan mendekat pada pengantin pria yang tak lain kakak ipar barunya.


" sebelum pengantin pria menjemput kakak tercinta saya, tidak ada salahnya untuk lebih dulu saya adiknya menguji mas Erwin," ucap Brian tersenyum usil.


" menguji??," seru Erwin bingung.


" ya, " sahut Brian dengan cepat.


" Brian mau uji kekuatan mas Erwin dengan push up 50 kali, satu tangan," tantang Brian.


" WAAAAAAHHH!!," seru sorak beberapa teman Erwin bersemangat mendengar tantangan Brian yang berat.


Erwin bergeming dengan sedikit tak percaya.


" ayo mas, saya dulu 30 kali," ujar mas Danil dengan bangga.


Erwin terhenyak, mendengar ucapan seniornya mas Daniel.


" ayo boss, buktiin bos," sulut Chandra memancing suasana riuh dan bersemangat dari para rekan-rekan Erwin.


Didalam kamar pengantin wanita, suasana sedikit girang, ketika mereka menonton siaran yang memperlihatkan kondisi diluar kamar.


" gue mau liat, suami lo kuat gak??," sela kak Safa mengoda Marwah yang tersipu malu.


Marwah hanya menonton dengan wajah bersemu melihat pada layar TV.


Dengan mencoba membuang nafas, akhirnya Erwin pun menerima tantangan dari adik iparnya itu. Ia pun memberikan buket bunga pada Chandra dan dengan segera membuka jas yang ia kenakan, lalu memberikannya pada Johan dengan asal.


Brian bersemangat.


" semangat mas!!," seru Daniel memberi dukungan.


Setelah membuka kedua kancing lengan kemejannya, ia pun diberi ruang oleh rekan-rekannya untuk jatuh turun memegang lantai dan bersiap push up.


" oke siap!!, kita hitung sama-sama, MULAI !!," seru Brian dengan di sambut hitungan bersama yang menyaksikan aksi push up Erwin.


" 1, 2, 3........" seru mereka bersemangat.


Erwin berusaha mengeluarkan kekuatannya yang sudah hampir lama tak berlatih. Dengan konsentari dan pengaturan nafas Erwin mencoba bertahan dengan hampir memasuki 40 kali push up.


Teman-teman juga kameraman pun tak kalah ikut bersorak menyemangati Erwin yang sedikit lagi hampir menyelesaikan tantangannya.


" 48, 49, 50...., horeeee menang!!!.," sorak riuh kemenangan Erwin yang mampu push up hingga 50 kali.


" waaah hebat," decak kagum Daniel.


Brian pun memberi tepuk tangannya seraya mendekat pada kakak iparnya yang telah bangun dengan mengatur nafas.


" good job bro," ucap Brian dengan berjabat tangan ala pria bersama Erwin.


Erwin tersenyum lepas dengan sedikit menyeka keringatnya. Dan beberapa bala bantuan tisu pun berdatangan untuk mengeringkan sedikit keringat Erwin.


" Ayo mas, kak Marwah udah tunggui dari tadi didalam," seru Brian.


" ya," sahut Erwin dengan memakai kembali jasnya dan mengambil buket bunga.


Dengan berjalan beberapa langkah, maka kini langkahnya berhenti tepat di pintu yang berdekorasi indah dengan bunga tersemat di gagang pintu.


Seketika suasanan hening.


Jantung Erwin berdegup kencang, begitu pun rombongan groomsmen yang ikut deg-dengan melihat Erwin akan mengetuk pintu itu.

__ADS_1


Tok..tok..,


Dengan sedikit menahan nafasnya perlahan Erwin membuka pintu kamar pengantin itu, yang seketika tercium wangi semerbak lavender yang menangkan.


Erwin masuk dengan disambut oleh seorang wanita paruh baya yang terlihat tomboy namun wajahnya sedikit mirip dengan dr. Evan.


" hallo menantu, perkenalkan saya adalah mami Eva adik dari papa mertuamu," ujar mami Eva dengan mengulurkan tangannya pada sang pengantin pria.


" ah, iyya tante, senang berkenalan dengan anda," balas Erwin sopan namun matanya sedikit bingung melihat ruangan itu kosong dan hanya terlihat tempat tidur yang indah dengan dekorasi khas kamar pengantin dan sebuah tv besar yang berada disana.


Mami Eva melihat lirikan mata Erwin yang melihat dengan bingung, lalu ia tersenyum simpul.


" apa kamu mencari istrimu??,"


" i..iya," jawab Erwin ragu.


" hmm baiklah," sahut mami Eva tersenyum lebar.


" Marwah ???, Marwah??, suami mu ingin menjemput dirimu, keluarlah," seru mami Eva.


Dan tak lama, keluar lah dua orang wanita yang bersamaan dengan memakain pakaian yang sama bahkan berjalan nyaris sama. Namun wajahnya ditutup kain sifon putih yang menyamarkan wajah mereka.


Erwin melihat dengan bingung.


" tantangan berikutnya, coba tebak siapa diantara keduanya yang merupakan istrimu, Marwah??," ujar mami Eva.


Erwin terhenyak, dan seketika ia memcoba mengikuti alur permainan yang membuatnya sedikit melonggarkan dasinya seolah ini ujianan yang berat.


Dan karena rasa penasaran Chandra dan Johan yang tak sabar menunggu sang pengantin yang tak keluar-keluar, pada akhrinya kompak masuk dengan ikut terbengong melihat dua wanita berpakaian putih dan tertutup kain putih sehingga menyamarkan wajah mereka.


" apa yang terjadi?? mengapa pengantin wanitanya ada dua???," tanya Johan pada Erwin.


" berhenti lah bertanya, aku juga pusing," celetuk Erwin yang disambut tawa cekikikan Chandra dan Brian adik Marwah.


" perjuanganmu belum berakhir bro," tepuk Daniel dengan memberi semangat pada juniornya.


Erwin terhenyak, dan matanya mencoba melihat gerak gerik tubuh dua wanita itu, seolah mencoba mengingat gerak gerik bahasa tubuh Marwah.


Dengan berpikir sedikit lama, ia pun tak ragu lagi.


" kiri, nona sebelah kiri itu pasti bukan Marwah," tebaknya dengan yakin.


Mami Eva pun mendekat dan menarik wanita sebelah kiri itu untuk sedikit mendekat pada Erwin.


" mengapa kamu yakin bahwa ini bukan Marwah?,"


" ya, karena Marwah tak suka memakai kuteks dan itu, kulitnya sedikit lebih putih dengan nona ini," ucapnya yakin.


" woooo," seru para pengikut Erwin yang bersorak atas jawaban yakin Erwin.


Nona itu pun tersenyum kecil, dan perlahan membuka penutup kepalanya.


" waaah, cantiiiik," puji pengikut Erwin yang berdecak kagum melihat sosok wanita lain dan tersenyum pada Erwin.


Namun yang paling terpanah adalah Chandra, kedua matanya bahkan tak berkedip melihat pada sosok cantik yang terkesan wanita mandiri nan tangguh ini.


Bahkan jantungnya ikut berdetak seiring senyuman manis terkembang diwajah cantik Zerin.


" tebakan yang bagus, saya adalah Zerin Mountes sepupu Marwah, selamat bergabung sekeluarga kami Erwin, " ujar Zerin seraya memberikan tangan dihadapan pada Erwin.


Dan Erwin membalas jabatan tangan itu dengan lega, bahwa permainan ini berakhir. Dan seketika ia hendak mendekat pada sosok yang masih berdiri terdiam, namun langkahnya lagi-lagi terhenti oleh suara mami Eva.


" tunggu dulu Erwin!!," sela mami Eva menahan.


" kamu masih harus memastikannya lagi," ujar mami Eva mengingatkan.


" hah??," decak heran Erwin yang mulai jenggah.


" tapi tante,"


" pastikan, karena jika tidak kamu akan tanggung akibatnya,"


Erwin terhenyak. Lalu ia kembali menghela nafas panjangnya.


" oke," jawabnya berdamai dengan tante Eva.


Ia melihat dengan teliti, bahwa ia tak salah lagi bahwa wanita dihadapannya ini adalah istrinya, Marwah.


" Erwin yakin ini Marwah," jawab Erwin yakin.


Sorak tawa pun mengiringi jawaban Erwin.


" baiklah, kalau kamu yakin, silahkan tanggung akibatnya," ujar mami Eva yang membingungkan Erwin.


Dan dengan tanpa ragu Erwin mencoba membuka kain penutup wajah wanita itu, namun belum sampai kain itu naik membuka, tangannya langsung ditahan oleh jemari wanita itu. Lalu perlahan tangan wanita itu membuka sendiri penutup kepalannya dengan terlihat senyum diwajahnya.


" jika kamu melanjutkannya lagi, maka suami ku yang akan marah," jawab kak Safa yang sukses membuat Erwin terkaget mendengar suaranya yang berbeda dari Marwah.


" Marwah keluarlah," seru kak Safa.


Dan perlahan keluarlah sosok anggun dengan gaun mewah berjalan pelan keluar dari balik persembunyiannya yang mencengangkan Erwin juga para rombongan Erwin yang berdecak kagum.


Marwah berjalan pelan menuju pada Erwin yang terkesima melihat kecantikan istrinya yang paripurna. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Erwin terpaku ketika wanita yang kini berstatus istrinya berdiri tepat dihadapannya.


Dengan gerak cepat seorang pegurus WO pun memberikan buket bunga yang harus Erwin berikan pada Marwah.


Dengan menelan salivannya, Erwin memandang wajah bersemu Marwah.


Lalu tanpa disangka Erwin berlutut di hadapan Marwah sehingga semua berdecak kaget.


" terima lah bunga ini sayang," ucapnya dengan menyerahkan buket bunga itu pada Marwah.


Dengan senyum terkembang, Marwah menerima buket bunga itu.


" boleh aku memeluk mu, istri ku??," ucap Erwin dengan disambut sorak para pria-pria jomblo disana.


" uwaaaah," seru mereka kompak baper.


Marwah yang tersipu malu pun hanya mengangguk pelan.


Dan perlahan Erwin bangun lalu dengan sedikit mendekat ia pun meraih tubuh wanita yang sangat ia cintainya ini.


" i love you, sayang," ucap Erwin yang membuat seisi ruangan itu ikut baper melihat keromantisan kedua pengantin baru itu.


" love you too," balas Marwah yang berbisik dengan wajah bersemu.


๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Acara pun berlanjut dengan susunan acara yang membuat semua terkesan selaras dengan keromantisan keduanya yang kini terrawa bahagia di atas pelaminan sederhana.


konsep warm and cozy pun di usung agar keintiman dan kebersamaan keluarga dan kerabat dekat lebih terasa.





Moment-moment indah itu pun terekam sempurna dengan tawa canda yang kian mengharmobiskan suasana.


Alunan musik romantis pun ikut mengalun di indah. Lagu-lagu romantis pun seolah ikut menwakili perasaan kedua pasangan pengantin yang ikut berbaur denga para tamu undangan.


Lagu Payung Teduh-Akad


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian kesana-kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkanku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau temani diriku


Lagu Rossa feat Afgan- kamu yang ku tunggu pun ikut masuk dalam list musik pengiring


Tanpamu


Aku tak bisa berjalan


Mencari cinta sejati


Tak kutemukan


Darimu


Aku bisa merasakan


Kesungguhan hati


Cinta yang sejati


Karnamu


Dikirim Tuhan


Untuk melengkapiku


Tuk jaga hatiku


Karnamu


Hasrat terindah


Untuk cintaku


Takkan cemas


Ku percaya kamu


Karena kau jaga


Tulus cintamu


Ternyata


Kamu yang kutunggu


Terlihat Erwin dan Marwah pun ikut bernyanyo dengan saling berpelukan.


" ku percaya kamu, karena kau jaga tulus cinta mu, ternyata kamu yang kutunggu," nyanyain keduanya dengan senyum terkembang. Dan perlahan sorot mata Erwin mendalam menatap pada bola mata Marwah.


Dengan instingnya Erwin tersenyum dan perlahan menjatuhkan ciuman di bibir Marwah yang terlihat ranum dengan lipstik mengoda hasratnya.


Kedua mata Marwah pun ikut terpejam menerima ciuman hangat tersebut.


Dan tak disangka keduanya pun menerima tepuk tangan dan bahakan sorak juga jeritan histeris para jomblowers yang menyaksikan keromantisan keduanya.


Disisi lain, papa Evan dan mama Wulan tersenyum bahagia melihat putri mereka akhrinya menemukan kebahagiannya. Perlahan papa Evan menoleh pada wajah istrinya yang terlihat masih memiliki sisa wajah cantiknya dimasa lalu.


" Wulan," seru papa Evan menatap wajah istrinya yang seketika menoleh pada suaminya.


" ya mas,"


" i love you," ucap papa Evan yang mengejutkan mama Wulan.


Wajah mama Wulan pun tersenyum simpul. Lalu perlahan papa Evan menjatuhkan ciuman sayang di pipi istrinya.


" terima kasih, Wulansari," ucapnya sedikit berbisik.


" love you dr. Evan Sandres," balas Wulan dengan mengandeng lengan suaminya dan perlahan menjatuhkan kepalanya pada pundak pria yang dulu memberikan segala cintanya untuk wanita yang hampir kehilangan segalanya.




๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—**Come a closer love TAMAT๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Hay semua**...


apa kabarnya para sahabat setia come a closer love??? semoga kalian sehat selalu yaa, kapan dan dimanapun kalian semua... aamiin.


Akhirnya TAMAT..


Uwaaaah.., jangan di bom bardir dengan protest yaa ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… daku takyuuut...


Part yang cukup indah dan deg degan nulisnya, karena apa?? karena akhrinya mas Erwin menikah juga dengan mbak Marwah.. Ooh kisah yang indah nan baper...hihihihi ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Kumawoyo yorobun.


Terima kasih untuk segala-galanya, terima kasih atas cinta, like koment bahkan air mata kalian yang tumpah untul novel ini.


Kalian sungguh luar biasa ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Sekali lagi terima kasih dari lubuk hati ria yang paling dalam. Kalian adalah penyemangat ria dalam menulis cerita ini..


Maafkan ria jika ada kata bahkan typon yang sering bertebaran ditiap partnya. Maaf yaa maaf banget ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ lain waktu jika sempat akan coba ria perbaiki.


Akhir kata tetap terus dukung ria yaa, berikan like koment juga bintang bahkan cinta kalian agar novel ini bisa eksis.


Terima kasih, love you teman-teman semua.


# peluk sayang untuk amma, mama seruni, nur, mbak dahlia, alista, win-win, etha, mbak sukrah, bumi arka, kak ratnamaulida dan teman-teman group GC yang gak bisa ria sebut satu-satu. Karena kalian yang paling bisa membuat halu berjamaah ๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


See you...

__ADS_1



__ADS_2