Come A Closer Love

Come A Closer Love
34


__ADS_3

Siang itu, Erwin akhir pamit untuk pulang sebentar untuk berganti bajunya. Sehingga tinggal lah Suci dan nyonya Aritama yang terlihat obrolan ringan.


" Jadi kamu, sudah selesai kuliah lanjut bantu kerja sama papa kamu yaa??" tanya nyonya Aritama santai seraya menunggu Suci mengupaskan Apel untuk dirinya.


" Hhmm, papa maunya begitu tante, tapi Suci gak mau," jawabnya santai dan meletakkan beberapa potong apel yang telah terkupas di piring.


" Loh kenapa??"


" Kurang tertantang tante, apa lagi karyawan jadi tau kan kalo Suci anak papa, Suci jadi susah masuk kedalam kantor papa" jelasnya.


" Ooh, terus kamu mau ngelamar kerja kemana??" tanya nyonya Aritama lagi seraya mengambil potongan apel dan memakannya.

__ADS_1


" Yaa kemana lagi kalau bukan ke perusahaan mas Erwin" ujarnya tersenyum pada nyonya Aritama, dan menyelesaikan pengupas apel seraya membuang kulit tersebut ketong sampah.


Nyonya Aritama tak berkomentar, dan tidak merasa heran juga. Karena dua tahun lalu sebelum Suci melanjutkan kuliah S2 di Jogja, ia sempat bekerja 1 tahun setengah di perusahaan Erwin.


Suci memang bukan keponakan langsung dari Suami nya nyonya Aritama, ia anak dari adik angkat suaminya yang telah lama menjalin hubungan sedari generasi pertama mereka. Namun karena seiring waktu hubungan adik angkat itu pun menjadi ikatan saudara ketika para sepupu mereka menikah. Dan berkat kebaikan keluarga Suci yang menolong keluarga Erwin ketika perusahaan Aritama bangkrut. Menjadikan Erwin sekeluarga cukup berhutang budi pada keluarga Suci.


🍃🍃🍃


Ia tengah bersiap-siap untuk pergi menghadiri meeting penting dengan rekanan yang akan bergabung di perusahaan nya. Dan ia pun keluar dari kamarnya dengan melewati dapur karena hendak mengambil air mineral didalam kulkas, namun tanpa sengaja ia melihat kotak bekal milik Marwah yang ia letakkan diatas meja makan yang ia bawa pulang dari rumah sakit.


" Pasti udah basi makanannya" celetuknya yang mengingat bahwa makanan itu tak ia sentuh sama sekali. Lalu ia meraih kotak tersebut dan mencoba membukanya dengan maksud untuk mencuci kotak bekal tersebut. Dan ia membuka kotak bekal itu yang memiliki 3 tingkat tempat makanan. Dua diantaranya telah mengeluarkan aroma basi yang membuatnya cepat-cepat membuang isian kotak tersebut ke tong sampah.

__ADS_1


Lalu ketika membuka kotak ketiga, ia sedikit terkejut ketika mendapatkan biskuit coklat dan biskuit putih berbentuk bunga didalamnya.


" Biskuit??" gumam Erwin ketika mengambil 1 biskuit coklat, dan menerka-nerka pasti rasanya sama seperti biskuit good time yang biasa ia rasa.


Namun, ketika biskuit itu masuk kemulutnya ia sedikit terkaget dengan rasa coklat milted yang berada di tengah biskut, dan ia jadi semangat untuk menghabiskan biskuit tersebut. Lalu tiba-tiba ia teringat, dulu ia pernah merasakan biskuit seenak ini. Setelah sekian lama ia bisa merasakan biskuit spesial ini, dan bayangan seorang gadis kecil berambut panjang pun terlintas dibenak Erwin.


" Coba laah, ini biskuit ajaib yang bisa menghilangkan sedih kamu !!" tutur gadis kecil dengan wajah ceria pada seorang pemuda tanggung yang terlihat murung.


Dan seketika Erwin tersenyum mengingatnya. Lalu ia menutup kotak bekal biskuit itu dan menyimpannya. Berlahan Erwin kembali meraih gelas dan meminum air mineral. Dan kemudian menuju kamarnya kembali seraya meraih jam tangan, handphone dan jas.


Lalu ia menghubungi seseorang dengan seraya berjalan menuju keluar pintu apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2