
Dan 30 menit kemudian barulah Erwin tiba dikamar Johan yang terlihat tengah menbaca beberapa laporan bersama asistenya Dodi.
Johan/"apa sebegitu tersesat kau menemukan kamar super Vip 111??" ejeknya yang melihat wajah Erwin sedikit lelah.
Erwin masuk dengan santai dan menjatuhkan diri disofa yang telah berada Dodi yang tengah serius mengetik laporan.
Erwin/"tadi gue bolak balik naik lift, bahkan turun ditiap lantainya untuk mencari pelaku itu!!" ujarnya kesal seraya melepas jaket kulitnya.
Johan/"pelaku?? siapa??"
Erwin/"itu pemilik sepatu wanita itu" jelasnya lagi.
Johan mengeyitkan dahi karena bingung.
Erwin/"ah sudah lah!!"
Johan tersenyum licik melihat Erwin yang terlihat memejamkan mata sesaat.
Johan/"niat jenguk?? atau cuma nebeng tidur??" ucapnya mengejek yang tau bahwa Erwin telah keluar dari rumah besarnya.
Erwin/"sialan!!" gerutunya dengan masih menutup matanya dan berlahan tertidur.
Dodi hanya tertawa tertahan melihat sahabat bosnya ini bisa tertidur begitu saja dirumah sakit.
Dan keduanya kembali berkutat dengan dokumen yang akan naik sidang, dan membiarkan Erwin tertidur pulas disofa.
__ADS_1
🍃🍃🍃
Esok paginya Erwin terbangun dengan kaget karena Dodi membangunkannya yang tertidur disofa.
Terlihat Johan telah menganti pakaiannya seperti biasa seraya Dodi bersiap-siap membantu bosnya untuk keluar dari rumah sakit.
Erwin/"lo yakin gak papa bekas jahitannya??"
Johan mengangguk pasti, seraya memakian coat coklatnya. Erwin paham bahwa sahabatnya ini benar-benar benci dengan rumah sakit.
Erwin/"kalo begitu aku harus kembali, sebentar lagi ada rapat"
Johan/"oke, dan thansk!!" ujarnya melihat Erwin yang tengah berjalan keluar dari kamar super Vip itu.
🍃🍃🍃
Dengan nafas panjangnya ia menyalakan mesin mobil mewahnya dan berlahan melajukan mobil itu untuk membelah jalan ibu kota yang mulai padat.
Hingga ia sampai dihotelnya untuk menganti bersih-bersih dan menganti pakaian kantornya. Namun ketika ia akan turun untuk sarapan ia kembali melihat seorang wanita dengan dress mewah melintas dihadapan, dan sontak membuat ia reflek untuk meraih lengan wanita untuk berhenti.
Dan betapa terkejutnya Erwin ketika melihat wajah wanita yang ia lihat tak mirip sama sekali dengan sosok yang ia cari.
Erwin/"ah, maaf..maaf.. mbak, saya salah orang, maaf mbak!!" ucapnya canggung dan tidak enak pada wanita dress merah yang terlihat tidak senang dengan perlakuan Erwin yang tidak sopan.
Dan wanita dress merah itu pu pergi dengan wajah kesal. Meniggalkan Erwin yang tengah bingung dengan dirinya sendiri, yang terus mengingat wanita misterius itu.
__ADS_1
Erwin/"ini benar-benar keterlaluan!!" ucapnya geram. Lalu ia berjalan untuk menuju parkiran mobilnya dan melajukan mobil mewah itu kearah kantornya yang tak jauh dari sana.
🍃🍃🍃
Sesampai di kantor, Erwin memanggil Sekertaris Chandra untuk menghadapnya diruangan.
Sekertaris Chandra pun masuk dengan segera dengan telah membawa tab dan beberapa laporan penting yang harus segera bosnya ketahui.
Erwin/"cari!! cari ditoko kue yang menjual cup cake flower!!"
Sekertaris Chandra/"???"
Erwin/"cari wanita yang membuat cup cake flower segera!!" perintahnya pada Chandra yang terlihat bingung dengan perintah atasannya yang aneh.
Sekertaris Chandra/"ada sekitar 300 toko kue didaerah jakarta ini!!" jelasnya menerka.
Erwin/"cari!! aku ingin memakan cup cake itu lagi, Dan?? khususnya aku ingin menuntut si pembuat cup cake itu!!" ucapnya geram.
Sekertaris Chandra bingung namun berusaha untuk paham akan perintah bosnya yang terdengar aneh dan mustahil dikerjakan, karena ada beratus toko kue dan atasan ini tak memberikan ciri-ciri khusus akan toko kue yang dimaksud. Bak umpama mencari jarum diatas tumpukan jerami kering.
Namun Sekertaris Chandra akan berusaha semampunya untuk mendapatkan apa yang diperintahkan bosnya ini.
🍃🍃🍃🍃
Disisi lain, sore itu Marwah tengah duduk di salah satu cafe dibandara. Ia memutuskan untuk pulang kebandung. Ia benar-benar ingin menenangkan hati dan pikiran.
__ADS_1
Tak ada tempat kembali yang terbaik selain kembali dalam hangatnya keluarga.
Sesaat ia merindukan pelukan hangat mama Wulan yang menenangkan jiwanya. Mama Wulan adalah panutanya, tak ada yang sebaik mama Wulan dalam memahami dirinya dan kembarannya kak Safa.