Come A Closer Love

Come A Closer Love
7


__ADS_3

Dan malam harinya, Marwah terlihat bahagia dihadapan pantulan cermin di kamarnya. Ia terlihat cantik dengan rambut tergerai indah dan memakai dress merah yang memiliki potongan sedikit rendah sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan pundaknya yang putih. Namun ia menutupnya dengan coat jaket yang panjangnya menutupi dress selututnya.


Malam ini adalah malam spesial, bagaimana tidak, malam ini bertepatan dengan hari anniversary hubungannya bersama Dimas. Dan ia berharap malam ini Dimas akan melamarnya.


Marwah juga telah menyiapkan sebuah kejutan kecil dengan membuat cup cake yang baru-baru ini menjadi cake terlaris di tokonya "korean buttercrem"



Dan ia berharap semoga mas Dimas menyukai cake buatannya. Marwah turun dengan percaya diri dan mengunakan sepatu kesayangannya pemberian mas Dimas pada saat ia lulus kuliah dulu.



Ia turun dari rumah atasnya yang mendapat sambutan kaget dari wajah karyawan yang tinggal beberapa orang karena sedang mempersiapkan kue untuk dijual besok.


Lula/"waaah, mbak Marwah cantik banget!!"


Maya/"mau kemana mbak?? cantik banget"


Marwah/"hhhmm kasih tau gak yaaa???" ujarnya yang ingin mengerjai kedua karyawan yang luar biasa penasaran. Namun Marwah malah meninggalkan keduanya dengan wajah penasaran.


Malam itu Marwah tak membawa mobil sedan civic sportnya, karena mas Dimas akan mengantarkan dirinya setelah acara makan malam romantis ini.


Dengan perasaan yang campur aduk, taksi yang membawa Marwah pun sampai pada sebuah hotel mewah. Lalu ia turun dengan agak sedikit gugup, dan berjalan masuk kedalam hotel menuju sky garden yang menjadi mini restoran di hotel itu yang dibuka untuk kalangan tertentu.


Dan restoran sky garden itu terlihat romantis dengan suasana malam. Terlihat disana mas Dimas telah duduk dengan tangannya berselancar di handphonenya. Marwah datang mendekat dengan senyum mengembang.


Marwah/"mass!!" sapanya lembut yang mengagetkan mas Dimas yang terlihat terkesima oleh Marwah yang terlihat cantik.


"maaf yaa lama"


Mas Dimas hanya tersenyum kaku pada Marwah. Dan membantunya dalam memegang kotak cup cake yang dibawa oleh Marwah. Dan marwah membuka coat jaketnya seketika lalu duduk berlahan.


Marwah melihat sekitar yang terlihat meja sekeliling yang agak sedikit lenggang. Tak begitu banyak pengunjung untuk malam itu di sky restoran hotel ini.


Mas Dimas/"apa kamu lapar?? mas sudah pesan kan makan, tapi mungkin sebentar lagi akan mereka hidangan" ujarnya kaku.


Marwah/"ah, ya gak papa kok mas"


"hari ini gimana dirumah sakit??" ujarnya seolah mencoba mencairkan suasana yang terlihat canggung .


Mas Dimas/"hhhmm, seperti biasa, selalu ada pasien yang datang dengan berbagai keluhan" ujarnya seraya meneguk air mineral, dan itu entah gelas keberapa yang diminun oleh Dimas?? Karena Marwah menyadari bahwa mas Dimas seperti gelisah menghadapinya.


Marwah/"mas kenapa?? apa mas sakit??"


Mas Dimas/"ah tidak, mas baik-baik saja" ujarnya seraya memegang gelas yang telah kosong.


Marwah/"mas seperti terlihat tidak nyaman!!"


Mas Dimas seketika menelan salivanya. Ia terpaku dengan kepekaan Marwah yang menyadari tingkah lakunya yang gelisah.


Marwah/"apa adahal yang ingin mas bicarakan??" ujarnya yang berharap bawah kegelisahan mas Dimas karena ingin melamarnya malam ini.


Mas Dimas terdiam sesaat dan raut wajahnya berubah kaku menatap Marwah yang terlihat sumbringah menunggu dirinya membuka suara.


Mas Dimas/"maaf!!"


Marwah/"???" marwah terpaku.


Mas Dimas/"sebaiknya kita putus saja"


Wajah Marwah seketika berubah terkejut, terlihat ia tak begitu siap dengan ucapan pria yang ia cintai selama ini.


Marwah/"mas?? maksudnya apa kita... putus??" ujarnya tak percaya dengan kedua matanya yang mulai berkaca-kaca.


Mas Dimas/"maafkan mas, mas gak bisa melanjutkan hubungan ini lagi"


Cukup lama untuk Marwah paham bahwa hubungannya yang sekian lama harus kandas begitu saja.

__ADS_1


Marwah/"tapi kenapa mas?? apa karena mas tidak ingin menikah??" namun seketika Marwah terdiam dan ia teringat akan perkataan Sisil bahwa Dimas ada rahasia yang ia tak tau.


"mas punya wanita lain??" ujarnya bergetar dengan mencoba mengontrol gemuruh hatinya yang tengah terluka.


Seketika wajah kaget mas Dimas terpancar disana. Ia benar-benar tak percaya bahwa marwah tau ia punya hubungan dengan wanita lain.


Marwah/"mas?? mas selingkuh??" ucapnya tajam pada mas Dimas yang terdiam.


Mas Dimas/"maaf, harusnya mas jujur lebih awal sama kamu, jadi kamu gak terlalu berharap"


Marwah benar-benar terperagah, bagaimana bisa perkataan itu dengan mudahnya keluar dari mulut mas Dimas. Dan berarti selama ini mas Dimas bermain dengan wanita lain dengan rapinya tanpa pernah Marwah curigai. Betapa Marwah merasa dirinya benar-benar bodoh dibutakan oleh cintanya untuk Dimas.


Sayup-sayup terdengar lagu dari Kispatih- Rasaku Rasa Mu


Bila Rasaku Ini Rasamu


Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya


Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga


Coba Bayangkan Kembali


Betapa Hancurnya Hati Ini Kasih


Semua Telah Terjadi.


🍃🍃🍃🍃


Malam yang dingin untuk Marwah. Kini ia duduk sendiri setelah mas Dimas pergi meninggalkan kata-kata putus pada dirinya.


Marwah hanya bisa menghela nafas panjangnya, ia benar-benar tak percaya bahwa hubungannya kandas begitu saja.


Dan seorang pelayan datang mendekat pada meja Marwah. Lalu dengan sopan menyapa.


Pelayan/"permisi mbak"


Marwah/"ya"


Pelayan/"maaf mbak, apa mbak menunggu seseorang lagi?? karena sekarang sudah jam 11 malam, dan kita akan tutup restorannya." ucapnya berlahan.


Marwah/"ah, ya mbak, maaf" ujarnya paham seraya bangun dari kursinya dan meraih coat jaketnya lalu ia kenakan seketika dan berjalan berlahan.


Pelayan/"eh mbak,,mbak,,mbak??" panggilnya terburu-buru pada Marwah yang masih tak jauh.


"ini kuenya tertinggal" ucapnya seraya memberikan kotak yang berisi cup cake yang bahkan belum sempat ia berikan pada mas Dimas.


Marwah hanya terpaku pada kotak itu.


Marwah/"ah, terima kasih mbak" ujarnya parau. Lalu ia berjalan berlahan menuju loft hotel untuk turun.


🍃🍃🍃


Dibawah hotel, lebih tepatnya disamping hotel terlihat Erwin berdiri dengan bersandar pada motornya. Ia menunggu Johan temannya yang akan ia ajak bermotor bersama malam ini. Dengan tangan yang tak henti-hentinya mengetik pada layar datar handphonenya yang terlihat lincah mw membalas email-email masuk dari berbagai sub bidang diperusahaannya.


Dan sesekali ia melihat kearah jam tangannya. Terlihat ia sedikit kesal pada Johan yang kemungkinan akan telat lagi dari janjinya. Ia mencoba untuk menelfon Johan, tapi nomor yang dituju masih saja sibuk.


Erwin/"ck, pengacara sialan!!" gerutunya kesal. Lalu ia memutuskan menonton youtube dan membuka pencarian siaran ulang motoGP yang menjadi tonton dan hobi Erwin jika ia senggang.


Dan terlihat seorang wanita cantik datang berlahan mendekat pada dirinya. Lalu wanita itu tersenyum ramah pada Erwin yang seolah menyapa.


Wanita/"sepertinya anda pengemar motoGP?? ucap wanita cantik ini.


"siapa jagoan anda??"


Erwin menatap dengan tidak senang.


Wanita/"ah, kalo saya?? saya pengemar Valentino Rossi" ujarnya.

__ADS_1


"tapi sayang dia sudah pensiun" ujarnya mencoba akrab.


Erwin hanya menatap dalam diam pada wanita yang telah mengusik dirinya.


Wanita/"hhhmm, sebanarnya saya tidak ingin membahas motoGP dengan anda, saya hanya ingin menawarkan sekotak cup cake ini pada anda" ujarnya seraya membuka kotak yang berisi cup cake itu di hadapan Evan yang terlihat menyimpan handphonenya kedalam jaket kulit.


"sebenarnya ini akan saya berikan pada seseorang, tapiii... ternyata orang itu malah tak sempat menerimanya" ujarnya yang seketika berubah sedih.


"jadi wanita ini sedang patah hati??hhmm,, atau jangan-jangan dia adalah wanita pesuruh mamah??" gumam Erwin dalam hati, dan reflek tangannya menerima kotak cup cake itu dari tangan Wanita cantik ini.


Wanita/"seharusnya cup cake ini ingin langsung saya buang, tapii.. saya sedih, karena membuat tiap bunga pada cup cake ini tidak lah mudah dan disana ada perasaan saya yang berharap banyak pada orang itu" jelasnya sedikit curhat.


Berlahan tangan Wanita itu mengambil satu cup cake dan menyodorkannya pada dihadapan Erwin.


Wanita/"maukah anda mencobanya?? saya akan sangat berterima kasih karena menghargai hasil kerja saya" ujarnya tersenyum hangat pada Erwin. Dan berlahan tangan wanita itu menyuapi cup cake kedalam mulut Erwin yang seolah terhipnotis dengan senyum lembut wanita ini.


Erwin mencoba mengikuti keinginan wanita ini dengan mengigit berlahan pada cup cake yang disuapkan oleh wanita ini padanya. Dan seketika ia seperti mendapat rasa yang benar-benar lezat yang menjalar didalam mulutnya. Dan rasa manis itu pas ia rasa untuk seleranya.


Wanita/"bagaimana?? apa kah ini cukup enak??" ujarnya menatap wajah Erwin dengan senyum.


Erwin membalas dengan tersenyum dan mengangguk pelan. Wanita itu terlihat senang, dan raut wajahnya terlihat sedikit bahagia.


Namun seketika matanya menatap wajah Erwin dengan dalam. Dan berlahan tangannya mengarah pada bibir Erwin yang terlihat buttercremnya menempel pada bibir Erwin. Tapi alih-alih ingin menghampus buttercrem itu, berlahan wajah wanita cantik ini malah mendekat pada wajah Erwin yang membuat Erwin terkejut dan terpaku. Dan berbisik tepat dibibir Erwin.


Wanita/"maaf" ucapnya berbisik dan dengan lembut menjatuhkan cium di bibir Erwin yang tak berkutik.


Sebagai pria normal Erwin seolah menikamati ciuman manis itu, tapi disisi lain ia masih sedikit terkaget dengan wanita yang berani ini. Ciuman itu benar-benar manis dan tanpa ia sadar tangan kirinya yang kosong pun seolah ingin merangkul pinggang wanita itu.


Namun seketika ciuman hangat itu terrerai begitu saja dengan mata wanita cantik ini sedikit berlinang air mata. Erwin seolah terkesima dengan wajah cantik itu yang kini menangis. Dan berlahan wanita itu melepaskan tangannya dari wajah Erwin.


Wanita/"maaf" ujarnya pelan. Lalu ia pergi meninggalkan Erwin begitu saja yang masih terpaku dengan apa yang telah terjadi.


Dan berselang beberapa langkah wanita itu berhenti , ia melepaskan sepatunya begitu saja dan berlari kecil dengan bertelanjang kaki lalu hilang masuk kedalam gedung hotel.


Erwin menyeringai seraya bernafas lepas.


Erwin/"apa dia ingin menghidupkan cerita cinderella?? dan aku harus mengejarnya?? ini gila" gumamnya sendiri. Dan ia benar-benar terkaget bagaimana bisa wanita itu mencuri ciuman dari dirinya dan ditukar dengan sekotak cup cake??. Pilihan mama benar-benar payah!!" rutunya dalam hati.


Kali ini pesuruh nyonya Aritama benar-benar hebat dalam mengoda, tapi sayang wanita itu bukalah tipe yang ia suka.


"baiklah!! akan Erwin balas perbuatan mama!!" ujarnya sedikit geram dan masih terus berpikir dari mana mama mendapatkan wanita seberani itu untuk dijodohkan dengan dirinya.


Dan tak berselang lama, suara deruman motor ninja menghampirinya dengan santai. Dan pria bermotor itu membuka helmnya begitu saja lalu melihat pada Erwin yang diam terpaku dengan tangannya memegang kotak cup cake.


Johan/"lo ulang tahun??"


Erwin/"ulang tahun dari hongkong?? aku baru saja mendapatkan jackpot" ujarnya tersenyum usil pada Johan yang bingung dengan jawaban temannya.


Johan/"jackpot???"


Erwin/"terkadang ada manfaatnya juga kau datang terlambat!!" ujarnya tertawa sendiri.


"sorry!! aku batalkan touringnya, dan aku ingin pulang!!"


Johan/"kau gila?? aku sudah mengcansel seluruh jadwal ku sampai besok sore, dan kau batalkannya begitu saja??" ujarnya marah.


Erwin/"kau marah?? tak bisa kah kau lihat, bahwa aku juga tengah kesal??" ujarnya pada Johan yang masih diatas motor ninjanya.


Johan mendengus kesal melihat sahabatnya yang membatalkan kegiatan touringnya begitu saja, lalu Erwin berjalan melewati Johan dan terhenti menunduk untuk memungut sesuatu. Lalu ia kembali ke hadapan Johan yang masih menunggu.


Johan/"apa yang kau lakukan?? itu sepatu perempuan? ?" ujarnya yang melihat tangan Erwin menenteng sepatu perempuan.


Erwin/"setidaknya aku harus menuntut pemilik sepatu ini yang telah mencuri sesuatu dari diriku!! dan khususnya untuk nyonya Aritama yang telah membuat wanita ini melakukan perintahnya!!"


Johan/"???" melihat dengan bingung.


"dan jangan menyuruh aku untuk jadi pengacaramu!! bagaimana bisa kau menuntut pada ibumu sendiri?? apa kau mau jadi anak durhaka" ketusnya pada Erwin yang terlihat tersenyum pada sepatu perempuan ditangannya.

__ADS_1


__ADS_2