
Sore harinya Marwah duduk termenung melihat beberapa laporan kini berada dimeja mini cafenya.
Lily/"mbaaaaaak!!" panggilnya mengagetkan lamunan Marwah.
Marwah/"ah,, lily ngangetin aja!! ada apa??" ucapnya seraya mengusap-ngusap dadanya karena terkejut.
Lily/"hehehe, maaf mbak. hhmm, Ini mbak, ada beberapa pelanggan yang complent!!" ucapnya ragu.
Marwah/"complent kenapa??" terkejut.
Lily/"ada yang kecewa dengan rasa cake spartak dan flower cake, katanya rasanya tidak seenak biasanya." jelasnya santai seraya melihat kearah meja Marwah yang terlihat beberapa kertas disana.
Marwah menghela nafasnya.
Marwah/"ah, gitu yaa!! pasti karena selama ini mbak buatnya gak konsen penuh" ucapnya lesu.
Lily/"hhhmm, mbak lagi ada masalah yaa??" tebak lily melihat raut wajah Marwah yang sedikit lelah.
Marwah/"ah.. hhhmm yaa, bisa dibilang begitu" elaknya dengan merapikan lembaran kertas dihadapannya.
Lily/"semoga masalah mbak cepat selesai yaa!!"
Marwah/"ah, yaa makasih ly" ucapnya sedikit terhibur.
Lily/"oia mbak, dengar-dengar Wedding Expo akan digelar dua minggu "
Marwah/"Wedding Expo?? bukannya itu bulan depan yaa??"
Lily/"iyya bulan depan itu 2 minggu lagi loh mbak!!"
Marwah sedikit syok, betapa ia tak memperkirakan kegiatannya akan beradu waktu dengan pekerjaan barunya. Lalu Marwah tertunduk lemas, mungkin kali ini ia tak bisa ikut acara itu.
Marwah/"kayaknya mbak harus putar otak untuk menyusun waktu, kalo kayak gini trus bisa-bisa tutup ini toko!!" celetukanya.
Lily/"hah?? kok bisa sampai tutup toko mbak??"
Marwah/"huuuft, hidup mbak lagi benar-benar kacau!! dikejar-kejar sama kontrak kerja yang benar-benar merugikan mbak!!"
Lily/"kontrak kerja??"
Marwah/"iyyaa, kontrak kerja untuk ngeberein perhotelan baru yang baru itu"
Lily terkejut.
Lily/"seriua mbak?? waaah lily mau donk kerja disana!!"
Tiba-tiba mata Marwah melebar.
Marwah/"maksud kamu apa?? mau kerja disana?? trus ninggalin toko dr. Dessert gitu??"
Lily terperangah kaget, ia jadi kiku sendiri karena merasa telah salah berbicara didepan pemilik dr. Dessert.
__ADS_1
Lily/"eh, hehehehe gak mbak cuma bercanda!!" ucapnya seraya tertawa garing.
Marwah/"sudah laah, kamu kembali kerja yaa,, dan tolong cek gudang bahan. Mungkin mbak akan menyetok beberapa bahan yang sudah kosong"
Lily/"ah, okeh mbak!!" ucapnya seraya berlalu meniggalkan Marwah yang tengah berberes mejanya.
🍃🍃🍃
Esok paginya, setelah membereskan beberapa roti baru yang akan dijual, Marwah bersiap diri untuk masuk kantor barunya. Namun ia kembali terlambat, ia sampai dikantor dijam setengah 9 pagi. Dan Marwah pun ragu untuk naik kelantai atas, lalu ia berdiri sesaat di lobby kantor Aritama.
Namun tiba-tiba handphonenya berbunyi dan terlihat nomor asing disana. Marwah mengangkat dengan berlahan.
Marwah/"hallo!! si.."
"apa kau berniat menghilang lagi??" menyela kalimat telfon Marwah
Marwah terkejut mendengar suara pria yang dari sebrang telfonnya.
Marwah/"ah, tidak-tidak.. saya sudah di perusahaan Aritama sekarang" ucapnya.
"bagus, cepat naik karena rapat akan dimulai!!" perintahnya lalu komunikasi itu terputus begitu saja, meninggalkan wajah tak percaya Marwah yang masih bingung. Lalu ia pun berlari kecil untuk menuju lift dan menekan tombol lantai atas.
Sesampai di lantai atas, Marwah sedikit heran karena ruangan itu sepi. Berlahan ia berjalan dab menebak-nebak dimana ruangan rapat yang dimaksud. Lalu seorang OB lewat.
Marwah/"mas..mas, mau tanya ruang rapat dimana yaa??"
Pria OB/"ah itu disebelah sana mbak, dekat ruang pak Erwin.
Marwah/"ah, ya makasih yaa" ucapnya seraya terburu-buru untuk berjalan kearah yang dimaksud.
Kreeeek.. bunyi pintu itu yang membuat seisi ruangan rapat reflek menoleh pada pintu itu dan Marwah terpaku karena menjadi pusat perhatian.
Erwin/"nah,, ini Marwah yang akan bekerja sementara dikantor kita di tim perhotelan!!" ujarnya Erwin jelas dan seolah mengejek dengan ketidak sopanan Marwah yang telat dan masuk mengangguk ditengah rapat.
Marwah seolah membatu. Lalu seketaris Chandra memberi kode untuk segera masuk pada Marwah yang seketika mencoba tersenyum ramah, namun ia merasa bodoh. Dan berlahan Marwah masuk dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Sari, Jova dan Putri pun telah duduk disana dengan baiknya.
Ewrin/"kita tak punya waktu lama lagi, saya harap tim perhotelan dapat bekerja dengan giat, karena hotel ini sudah harus buka dalam beberapa bulan kedepan" ucapnya tegas.
Marwah sedikit mengidik takut dengan ucapan bos Aritama.
Erwin/"baik, hanya itu saja.. sekarang kita masuk ke inti rapat. Sekertaris Chandra!!"
Dan reflek Sekertaris Chandra bangun dari kursinya, dan mulailah ia menberikan beberapa laporan dari beberapa bidang.
Suasana rapat itu terlalu berat bagi Marwah yang baru pertama kali ikut dalam dunia perkantoran.
Setelah hampir 2 jam, baru lah rapat itu selesai. Jova menghampiri Marwah dengan wajah senang.
Jova/"mbak Marwah hebat banget!! kita akhirnya bisa ngantor diperusahaan Ariama"
Marwah hanya tersenyum simpul. Lalu terlihat bos Aritama dan Sekertaris Chandra melewati mereka yang tengah berdiskusi. Terlihat beberapa dari mereka melihat pak Erwin dengan wajah kagum.
__ADS_1
Sari/"ganteng banget yaa pak Erwin itu!!"
Jova melihat dan mengangguk menyetujui perkataan Sari.
Putri/"sekertaris Chandra juga gak kalah cakep!! bahagia banget bisa kerja disini, liat yang cakep-cakep tiap hari jadi semangat kerja" tuturnya seraya masih melihat ke arah kedua pria tampan yang berlahan menghilangkan dari pandangan mereka.
Marwah hanya mengenggeleng kepalanya melihat ketiga teman barunya ini.
Sari/"eh, tapiii.. dengar-dengar. .." ucapnya yang tiba-tiba mengecilkan suaranya dan sedikit mendekat kearah Marwah dan Jova yang duduk berdekatan.
Jova dan Marwah jadi ikutan mendekat.
Sari/"dengar-dengar bos Aritama ini seorang Gay!!" ucpanya cepat..
Sontak membuat Marwah reflek menarik diri dan ia seolah syok berat.
Marwah/"Gay??" ucapnya terkejut
Sari/"sssstttt.. ikh mbak ini!!" ucapnya panik.
Jova/"masa sih??? ganteng-ganteng gitu?? gak mungkin!!"
Sari/"ikh gak percaya, gue ada temen disini, dibagian akunting, dan itu udah jadi rahasia umum perusahaan" celetuknya yakin.
Marwah masih terlihat syok. Bagaimana bisa bos Aritama ini seorang Gay, dan dia sudah mencium seorang gay.
Seketika Marwah mengidik geli, mengingat hal itu. Lalu ia bangun seketika yang mengagetkan Jova, Sari dan Putri.
Marwah/"ayo balik!!"
Jova/"balik kemana?? ini kan kantor kita!!"
Marwah pun menghela nafas.
Marwah/"yaa balik kemeja kerja kita!!
Sari/"oooh iyya, tar mbak jangan terkejut yaa lihat meja kerja mbak"
Marwah/"kenapa??" ujarnya bingung.
🍃🍃🍃
Dan wajah Marwah benar-benar terkejut ketika berada dimeja kerjanya yang tepat berada didepan ruangan Erwin, yang kini ruangan itu terbuka oleh sekat dan berganti kaca bening sehingga semua kegiatan terlihat dengan jelas.
Sekertaris Chandra/"meja kerja kita dibuat berdampingan, semoga kamu betah!!"
Marwah/"ya ampun mas Chandra, kenapa gini banget sih??"
Sekretaris Chandra/"pak Erwin yang perintah, mas hanya pelaksanaan aja!!"
Dan dengan berat marah duduk di meja kerjanya itu.
__ADS_1
Sekertaris Chandra/"semoga kamu betah bekerja disini yaa!!"
Marwah hanya bisa tersenyum pahit. Dan sekilas ia bisa melihat bos Aritama itu tengah menerima telfob dari ruangan.