
Setelah kepergian Marwah, Erwin pun menuju mobilnya dan masuk seraya menghidupkan mesin mobilnya. Lalu ia terhenti, dan tersenyum kecil.
" ternyata dia benar-benar bekerja" ucapnya yang hampir berpikir bahwa Marwah menghilang lagi.
Dan berlahan ia melaju kan mobilnya menyusuri jalan ibu kota untuk kembali ke kantor Aritama. Dan ketika sampai di kantor Aritama group, Erwin kembali masuk kedalam ruangan kerjanya dengan melepaskan jas dan duduk dengan meraih handphone nya dan ia menelfon seseorang dan berbicara dengan serius dan melihat ke depan pembatas kaca yang terlihat meja kerja Marwah kosong.
Dan komunikasi itu pun terputus dan ia pun dikejutkan dengan masuknya sekertaris Chandra yang masuk dengan tab ditangannya.
" Ada jadwal baru pak untuk lusa, " jelas Sekertaris Chandra.
Erwin pun menghela nafas panjangnya.
" Huuuffft, oke " ucapnya seolah bersiap.
Dan sekertaris Chandra pun menyebutkan jadwal baru pertemuan meeting yang akan Erwin lakukan lusa.
Setelah paham, Erwin pun mengangguk.
" Baiklah, terima kasih infonya " ujar Erwin singkat.
Biasanya sekertaris Chandra akanlangsung keluar, namun kali ini ia masih berdiri di hadapan Atasannya.
" Ada apa??" tanya Erwin yang seolah tau bahwa sekretarisnya ini ingin memberitau sesuatu.
__ADS_1
" Pak, maaf sebelumnya, apa tidak apa-apa Suci bekerja dibawah Marwah??" tanya sekertaris Chandra serius.
" Kenapa??"
" Tidak, saya hanya khawatir Suci tidak bisa.." ucapan Sekertaris Chandra ragu.
" Kita liat nanti, apa benar Suci sudah berubah, dari tipikal Marwah yang keras kepala mungkin dia bisa mengatur Suci, " sela Erwin dengan melonggarkan dasi.
" Bagaimana bapak tau, Marwah keras kepala??" .
Erwin tak menjawab, namun ia hanya kembali melihat ke arah jam tangannya yang telah menunjukkan pukul 4 sore.
🍃🍃🍃
" Itu pesanan untuk hari minggu mbak, mereka akan ambil siang cake Premiumnya " jelas Lily dengan melihat buku pesanan.
Marwah mengangguk paham, dan dengan masih memakai baju kantorannya Marwah melihat ke cafe mini miliknya sekedar mengecek ketersediaan barang dan berbicara singkat dengan pegawai mini cafe dr. Dessert.
" Mbak Marwah, handphone nya hilang yaa??? kemarin saya telfon, tapi suara cowok, langsung saya matiin, terus saya coba telfon lagi dan sama masih suara cowok juga," tanya pegawai pria itu pada Marwah.
Marwah terkejut, dan kemudian mengingat sudah hampir 1 minggu handphone bersama pak Erwin, kenapa tadi pak Erwin tidak mengembalikannya ya??.
" Ah, itu handphone saya lagi rusak dan diperbaiki, ".
__ADS_1
" rusak?? tapi kok bisa ngejawab telfon?? apanya yang rusak mbak??".
Jleb.
" Ah, itu.., itu saya juga gak tau apa yang rusak..," jawab Marwah ragu.
" memang kamu ada apa telfon saya??" tanya Marwah mengalihkan pembicaraan.
" saya mau minta izin, sebenarnya gak bisa masuk hari ini dan untuk beberapa hari, karena istri saya lagi sakit jadi si dedek tidak ada yang jaga" .
" Ya ampun, jadi sekarang anak kamu sama siapa kalau kamu kerja??" ujar Marwah bersimpati.
" Saya tinggal ditetangga sebentar, " jelasnya ragu.
" Ya Tuhan, ya udah kamu pulang cepat ini hari, saya kasih ijin beberapa hari sampai istri kamu sembuh " ujar Marwah.
Dan pria kurus itu pun ijin pamit pada Marwah untuk segera pulang.
Marwah merasa bersalah, ia pun jadi memberikan uang tambah untuk si pegawai untuk memberi makanan untuk anak pria itu.
Setelah itu Marwah masuk kembali ke dalam toko kuenya dan menuju sadapur untuk melihat papan info dilorong dapur. Lalu Marwah tersadar kamis depan ternyata ulang tahun Panti Asuhan Kasih.
" Hhmm, apa bisa minta ijin libur yaa??" gumam Marwah. Ini merupakan kegiatan tahunan Marwah untuk Panti Asuhan yang dulu di danai oleh papanya, namun semenjak papa pindah ke bandung, Marwah lah yang menggantikan papa untuk menyokong panti asuhan tersebut.
__ADS_1
" Semoga diberi ijin oleh Direktur " ucap Marwah yang kemudian naik kerumah atasnya.