
Tepat dijam 12 malam, akhirnya Marwah mengantarkan Erwin sampai depan pintu tokonya.
" gimana kalau kamu ikut mas??".
" kemana??," tanya Marwah dengan bingung.
" ya keapartemen mas," jawab Erwin usil.
Seketika ia pun menerima cubitan Marwah dilengannya. Dan Erwin sukses mengerang kesakitan.
" Aauu.., sakit sayang," ucap Erwin tak percaya Marwah benar-benar mencubitnya.
" Biar, biar mas sadar," kata Marwah dengan tertawa kecil.
" ya udah mas pulang terus, udah malam banget ini," ujar Marwah serius.
" Hhmm, mas pulang dulu ya," ujar dengan membelai kepala Marwah dengan sayang.
" jangan lupa kunci semua pintu," perintah Erwin.
" oia, mungkin beberapa hari ini mas gak dikantor, karena harus keluar kota, dan kamu jangan jauh-jauh dari handphone, mengerti??," jelas Erwin tegas.
" ah, baik pak Direktur," jawab Marwah dengan sengaja.
Dan perlahan Erwin pun berjalan menuju mobilnya. Hingga akhirnya Marwah masuk dan mengunci pintu besi tokonya, lalu berjalan menuju dapur rotinya, lalu melihat pada meja dapur bahan-bahan kue yang tak jadi ia kerjakan.
" Hhmm , besok saja laah," ujarnya Marwah yang kemudian naik kerumah atasnya dengan lelah, namun justru hatinya terasa lega.
🍃🍃🍃
Disisi lain, disebuah klub malam berkelas, terlihat seorang pria sedang duduk disofa mewah dengan menikmati minuman cocktailnya. Namun tak lama, seorang pria berbaju serba hitam pun menghampirinya.
" pak Toni," ujar pria berbaju hitam itu dengan sopan.
" apa ada berita terbaru, dari group Aritama??," tanya Toni dengan meletakkan gelas cocktailnya.
Dan dengan perlahan, pria berbaju hitam itu mengambil sesuatu dari balik jaketnya, lalu menyerahkannya diatas meja dekat gelas cocktail Toni.
Toni sedikit bergeming, ia menarik lembaran foto yang terlihat gambar seorang wanita berparas cantik yang tak sadar tercandit.
Toni memandang foto tersebut dengan sedikit kagum. Dan ia pun melihat pada lembaran kedua foto tersebut.
" belakangan, Erwin sering terlihat bersama wanita ini," jelas pria berbaju serba hitam tersebut singkat.
" Dan beberapa hari yang lalu mereka bersama disebuah panti asuhan," timpalnya lagi.
Seketika Toni tersenyum licik.
" Hhmm.., pastikan dan cari lebih detail tentang wanita ini," ucap Toni serius dengan berpikir bahwa ini pasti jadi kelemahan seorang Erwin Aritama.
Dan tak lama pria berbaju hitam itu pun seolah pamit dan pergi meninggalkan Toni setelah menerima perintah selanjutnya.
Lama Toni berpikir dengan memandang foto wanita itu lalu ia meletakkannya seraya bernelangsa jauh lalu ia sedikit tertawa kecil ketika mengingat salah satu wanita yang menjadi bayang-bayang Erwin.
__ADS_1
" Waah, pasti jadi permainan yang seru, jika si Suci tau bahwa pujaan hatinya Erwin memiliki wanita lain, aaah, aku jadi tidak sabar melihat kekacauan ini terjadi," gumamnya dengan menggelengkan kepala seolah kejadian itu akan jadi nyata untuk merusak kehidupan lawannya Erwin.
🍃🍃🍃
Pagi itu Marwah yang sudah berkutat dengan per rotian sedari tadi pagi pun, akhirnya bisa duduk tenang dengan secangkir lemon teh hangat dengan membuka buku penjualan mingguan dr. Dessert yang tak terlalu signifikan. Sesaat ia mengingat ucapan papa Evan, tentang keputusan tetap ingin menjadi pengelola toko roti dari pada pekerja sebagai perancang manajemen hotel.
" memang sulit untuk menjalani dua profesi apa lagi dalam 1 waktu," gumam Marwah sendiri dengan memainkan puplen dijemarinya. Dan ia pun menghela nafas panjangnya seolah merasa bersalah.
Tak lama terlihat handphone nya berdering dan terlihat nama Erwin tertera disana. Marwah pun ikut tersenyum kecil lalu ia mengangkat telfon tersebut.
" Hallo, mas??".
" Hallo sayang, mas baru sampai di Surabaya, kamu sedang apa" ujar Erwin.
" Mas di Surabaya??," tanya Marwah sedikit kaget.
" yaa, karena harus bertemu dengan seorang yang sedikit penting dari pada kamu," ujar Erwin dengan sengaja mengoda Marwah yang seketika jadi geli mendengar gombalan Erwin.
Seketika Marwah terdengar tetawa kecil. Hingga Erwin pun ikut tertawa membayangkan wajah Marwah yang pasti merasa geli dengan gombalannya.
" ikh, apa sih mas, " ujar Marwah dengan menahan tawanya lagi.
" kenapa?? kan mas ngomong benar loh, masa kamu gak percaya kalau kamu jauh lebih penting," ujar Erwin dengan berjalan keluar dari bandara dan berhenti.
" udah akh, Marwah tutup nie kalau berniat lanjutin??," ancam Marwah dengan nada berusaha serius.
" ckckck..," decak Erwin heran.
" kamu bener-bener deh, gak ada romantis-romantisnya, setau mas itu yaa dimana-mana cewek pasti seneng dengar gombalan, laah ini kamu ??," ujar Erwin heran.
" jadi mau protes nie ceritanya??," balas Marwah dengan cepat.
" oh enggak sayang, mau gak romantis dan keras kepala, mas tetep milih kamu," ujar Erwin dengan kembali mengombal Marwah.
Dan lagi-lagi terdengar tawa kecil Marwah diseberang telfon. Erwin tersenyum kembali seolah dapat membayangkan wajah Marwah. Lalu terlihat didepan matanya sebuah mobil sedan putih telah berhenti tak jauh dari hadapannya.
" Marwah??".
" Ya, mas, " jawab Marwah dengan bangun dari sofa mini cafenya dan berjalan menuju toko rotinya yang bersebelahan.
" boleh minta sesuatu???," tanya Erwin dengan nada serius.
" apa??," tanya Marwah penasaran, dengan sesekali menyapa pelanggan yang menyapa dirinya.
" mas mau dengar ucap semalam lagi," pinta Erwin serius.
Marwah terpaku dan ia pun seolah terkaget dengan berhenti tepat di dapur rotinya yang terlihat kosong dari para pegawai toko.
Marwah membisu seribu bahasa, ia seolah berpikir.
" Marwah??," panggil Erwin karena tak memdapat jawaban dari Marwah yang terdiam.
" Hhmm, Marwah mencintai mas," ucap Marwah pelan.
Erwin mendengar dengan tersenyum.
__ADS_1
" terima kasih sayang, mas pergi dulu yaa," ujar Erwin.
Dan tak lama komunikasi itu pun terputus.
Marwah pun seketika tersenyum sendiri setelah mengucapkan hal itu pada Erwin.
" memcintai mas??," ulang Marwah dengan tersenyum.
Namun tiba-tiba..
" mencintai mas??, Siapa?," tanya suara wanita yang mengagetkan Marwah dan ia pun berbalik badan melihat pada asal suara tersebut.
" kak Safa??," ujar Marwah yang kaget dan melihat wajah kakaknya penuh tanda tanya dengan terlihat Mecca tersenyum pada dirinya.
" kamu, udah jadian sama siapa??," tanya kak Safa kembali dengan mendekat pada Marwah yang berada di dekat meja dapur roti.
Marwah dengan susah payah menelan salivanya ketika mendengar pertanyaan kak Safa.
" Kakak, kenapa kemari??," tanya Marwah dengan mencoba mengelak pertanyaan Safa dan mendekat pada kakaknya untuk meraih Mecca.
" Marwah???," panggil kak Safa serius menunggu penjelasan adik kembarannya ini.
Marwah pun sedikit mengidik.
" iyya, bakal Marwah cerita kak, tapi jangan kaget yaa?," ujar Marwah dengan menghindar kontak mata dengan kak Safa yang melihat pada dirinya dengan serius.
" Oke, sekarang, kakak tunggu kamu dirumah atas," ujarnya dengan menyerahkan Mecca pada Marwah. Lalu ia pun berjalan santai menuju rumah atas Marwah dengan menbawa tas bayi.
Marwah pun terbengong dengan melihat pada Mecca yang ia gendong dengan berhadapan pada wajahnya.
" Mecca??, nanti besar jangan kayak mama kejamnya ya?, ikut mommy Marwah aja oke sayang," ujar Marwah. Dan seolah bayi Mecca itu paham dengan memberikan senyum bayinya pada Marwah. Dan Marwah pun mengecup dengan sayang pada wajah Mecca yang menggemaskan. Lalu perlahan naik kerumah atas nya.
💞💞💞
Siapa yang bisa tebak yang mana Safa dan yang mana Marwah??
Hay semua,
Apa kabarnya??
Semua para sahabat sehat kapan dan dimana pun kalian berada yaa. Dan semoga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar bagi yang menjalankannya.
Sahabat saya disini mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatian dan kesetiaan para sahabat dalam menunggu up ceritanya mbak Marwah dan mas Erwin.
Saya harap ceritanya bisa menghibur teman-teman dengan banyaknya typo yang masih sering bertebaran. mohon maaf.. 😅😅😅
Selama bulan puasa ini mungkin saya akan up 2 hari sekali yaa sahabat, tapi apa bila ide lagi cemerlang dikepala pasti akan saya tulis terus sehingga bisa langsung up tiap hari, tapi gak bisa berjanji yaa. Namun tetap diusahakan.
Untuk itu terus dukung cerita ini dengan cinta kalian untuk memberikan like, koment dan jika kalian mau bermurah hari untuk memberikan poin agar bisa dapat rangking 🤩🤩🤩.
Terima kasih sahabat
Salam.sayang dari Ria 🥰🥰🥰
__ADS_1