Come A Closer Love

Come A Closer Love
28


__ADS_3

Sepeninggalan Marwah, Erwin duduk terpaku dengan kertas perjanjian Marwah yang akan kembali bekerja minggu depan.


" Marwah Sanders, " ucap Erwin lirih. Lalu ia menghela nafas panjangnya, seolah merasa bersalah karena menjebak gadis cantik itu untuk bekerja padanya lagi.


Lalu bayangan kejadian semalam pun seolah terbayang kembali dibenak Erwin, ketika tubuh gadis itu ia peluk dengan spontan.


" Huuuffft, apa yang aku pikirkan, " gumamnya seolah menghilangkan bayangan itu dari pikirannya. Lalu bangun dari sofa itu, dan berjalan menuju dapur. Namun tak sengaja ia menoleh pada kotak bekal yang dibawakan oleh Marwah tadi.


Ia pun mendekat dan sedikit penasaran akan kotak bekal itu, lalu meraihnya dan membuka berlahan kotak bekal yang terdapat 4 susun kotak berwarna.


Dan ia sedikit terpaku melihat isi kotak bekal itu yang terdapat beberapa sandwich, dikotak berikutnya terdapat omelet gulung ala jepang, lalu di kotak berikutnya terdapat nasi goreng dan di kotak terakhir terdapat beberapa biskuit oat.


Tanpa Erwin sadari ia tersenyum melihat isi kotak bekal itu yang terlihat menggoda perutnya yang lapar.


" Hhmm, bukan kah menolak rejeki itu suatu yang keterlaluan, " ujarnya seraya meraih 1 roti sandwich lalu mencobanya berlahan kedalam mulut. Dan ia terkaget dengan rasa sandwich itu yang terasa pas di mulutnya.

__ADS_1


Lalu Erwin terlihat untuk serius mencicipi menu bekal itu dengan menarik kursi meja makan dan duduk dengan nyaman.


" Bagaimana bisa seenak ini ??, " gumamnya lagi, dan berselang itu ia meraih telur omelet gulung dengan warna kuning yang menggoda. Dan lagi-lagi decak kagum Erwin terlihat disana, bahwa rasa makan ini benar-benar pas dan enak.


Namun ketika akan mengambil omelet kedua, tangan Erwin pun terhenti. Lalu ia terlihat sedikit mengurungkan niat untuk mengambil omelet gulung itu lagi.


" Ck , apa aku keterlaluan dengan memaksanya??," gumamnya sendiri yang merasa bersalah ketika mengingat wajah tak ikhlas Marwah ketika menyetujui untuk bekerja kembali padanya di tim perhotelan.


Dan tak berselang lama, suara handphone Marwah pun berbunyi yang mengagetkan Erwin. Lalu bangun dari kursi meja makan mencoba mengambil handphone Marwah yang berbunyi dan terletak di sofa.


Terlihat nomor asing, yang tak ada nama. Lalu dengan santai ia menganggat telfon tersebut.


" Marwah, maafkan mas, " ucap pria dari seberang telfon dengan nada menyesal.


Erwin terdiam, dan tak lama telfon itu pun terputus. Dan Erwin hanya melihat nomor asing di handphone Marwah dengan wajah penasaran.

__ADS_1


" Sepertinya, ada yang telah menyesal, " gumamnya seraya berjalan masuk kembali kedalam kamarnya.


🍃🍃🍃


Disisi lain, Marwah duduk dengan mendiskusikan hal serius bersama Lily dan Dwi. Marwah membahas bahwa untuk beberapa bulan kedepan cake Premium ditiadakan, dan hanya tersedia di hari minggu saja dengan jumlah terbatas.


" Walau ini bersifat sementara, pasti ada banyak pelanggan yang akan kecewa, " ujar Marwah.


" Gak papa Mbak, tetap semangat, jalanin aja dulu, " timpal Dwi memberi semangat.


Lily pun melakukan hal yang sama dengan menepuk pundak Marwah memberi dukungan.


" Maaf yaa jadi ngerepotin kalian lagi, " Marwah terlihat sungkan.


Dwi dan Lily hanya tersenyum simpul dan kembali melihat catatan mereka.

__ADS_1


Dan tak lama kegiatan toko dr. Dessert pun kembali seperti biasa. Marwah kini berada di rumah atasnya. Ia tengah mengeluarkan beberapa buku dari rak buku yang terlihat jarang ia sentuh. Lalu ia melihat dengan wajah nanar ke sebuah buku tebal.


" Hhmm, baiklah, sepertinya memang harus mengulang sedikit beberapa teori dari kampus dulu, " ujarnya mengenang buku diktak yang dulu ia pakai pada saat menimba ilmu di universitas ternama di Prancis.


__ADS_2