Come A Closer Love

Come A Closer Love
53


__ADS_3

Sore itu, Erwin kembali ke kantor dengan pikiran kacau, dan semua gara-gara Toni. Rivalnya sedari dulu.


Namun, ketika Erwin tiba di lantai kantornya, ia kecewa karena tak menemukan Marwah disana. Erwin mengeluarkan handphone nya seraya melewati meja kerja Marwah yang kosong seraya masuk kedalam ruangannya.


Lalu ia memastikan dengan memeriksa jam tangannya, dan terlihat masih ada waktu 30 menit lagi di jam 3 sore. Dan ketika ia mencoba menelfon Marwah, tiba-tiba terlihat sosok Suci datang masuk kedalam ruangannya. Sesaat Erwin mematikan telponnya tersebut dan duduk dengan mencoba bersandar pada kursi kerjanya.


" Mas Erwin," sapa Suci yang terlihat senang melihat pujaan hatinya hari ini berada di kantor.


Erwin dengan santai meraih laporan di atas meja kerjanya hanya sebagai kepura-puraan karena kedatangan Suci.


" Apa mas, sibuk??" .


" Hhmm, " gumam Erwin enggan menjawab pertanyaan Suci.


" Kok gitu siiih, ngejawab nya?? apa capek banget??, " tanya Suci.


Dan seketika Erwin menghela nafas panjangnya seraya melihat pada Suci.


" Hari ini apa yang Marwah perintahkan sama kamu??" tanya Erwin serius.


Suci sedikit kelabakan dengan pertanyaan Erwin.


" Ah, itu Marwah hanya menyuruh menyiapkan jadwal interview untuk merekrut karyawan hotel," jelas Suci.


" Bagus, " jawab Erwin puas dan seketika Suci merasa bangga dipuji Erwin.


" Lalu apa sudah kamu kerjakan??, " tanya Erwin serius pada Suci.


Suci pun mematung, ia baru membuat draf tapi belum benar-benar membuat jadwal tersebut.


" Iyya, akan segera Suci selesaikan," ucapnya ragu ketika melihat Erwin dalam mood yang tak baik.


" Kalau begitu kerjakan sekarang, " perintah Erwin, agar Suci keluar dari ruangannya.


Dan dengan berat Suci pun keluar dari ruangan Erwin dengan enggan.


" Kenapa sih mas Erwin??," rutu batin Suci yang kesal tak mendapatkan perhatian Erwin.


Tak berselang lama, Sekertaris Chandra pun masuk kedalam ruangan Erwin dengan membawa tasnya.


" Pak, ini file tentang Forten dan Baron, " ujar Sekertaris Chandra dengan memberikan tab nya pada Erwin.


Namun Erwin tak bergeming, ia melihat jam tangan, dan tampa sengaja ia melihat kotak kecil yang terlihat dengan logo dr. Dessert terselip dibawah kertas-kertas laporan. Lalu Erwin meraih kotak tersebut, yang ternyata toples mini yang berisi beberapa keping cookies.


Dan seketika senyum berkembang diwajah Erwin. Ia membuka kotak tersebut dengan mengingat Marwah. Erwin yakin, pasti Marwah yang meninggalkan cookies tersebut.


Terlihat Sekertaris Chandra seperti diabaikan oleh Erwin yang kink fokus pada toples mini tersebut.


Sekertaris Chandra pun semakin merasa aneh pada atasannya ini, ketika melihat Erwin mengeluarkan handphone nya dan memfoto toples tersebut dengan senyum berkembang.


Sekertaris Chandra pun ikut syok melihat perubahan Erwin.


Erwin terlihat mengambil foto terbaik dan mengirim foto toples cookies tersebut pada Marwah.


" Terima kasih Marwah, " Erwin.


Lalu Erwin pun kembali melihat pada toples cookies tersebut dengan mengambil 1 cookies tersebut dan memakannya. Terlihat Erwin tersenyum puas akan rasa cookies tersebut.


" Bagaimana bisa ini selalu enak??" ujar batin Erwin.


Sekertaris Chandra melihat dengan penasaran pada rasa cookies tersebut. Hingga berharap mendapat tawaran dari atasannya yang sepertinya tak peduli dengan sekertaris Chandra.


" Enak ya pak??, tapi siapa yang meletakkan kue ini yaa??" ujar Sekertaris Chandra penasaran.


Erwin tak menjawab, ia pun meraih cookies kedua dan langsung melahabnya habis, baru kemudian mengambil tab Sekertaris Chandra dengan kembali semangat.


Sekertaris Chandra merasa heran dengan perubahan mood kerja Erwin hari ini yang berbeda.


" jangan-jangan cookies itu adalah obat Direktur??" gumam batin Sekertaris Chandra yang menebak.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Disisi lain, Marwah yang kini berada di tokonya tengah memandang layar handphone nya. Dan sekilas terlihat ia tersenyum simpul ketika membaca pesan dari Erwin yang ternyata melihat toples mini ccookies yang sempat ia taruh diatas meja kerja Erwin sebelum ia pulang.


Dan tak lama terdengar suara pintu toko terbuka, terlihat pelanggan baru datang. Hingga Marwah pun reflek menyapa ramah pada wanita paruh baya yang berjalan dengan menggunakan tongkat.


" Sore, ibu.., ada yang bisa saya bantu??," tanya Marwah ramah.


" Ah, iyya saya mau pesan cake ulang tahun untuk cucu saya, " ujar wanita paruh baya itu yang menjawab ramah.


" oh , kalau begitu kita duduk disebelah sana saja yaa, mari ibu ikut saya kebelah sana, " ajak Marwah yang kemudian membantu wanita paruh baya itu berjalan menuju kursi cafe.


Dan setelah Marwah membantu wanita itu untuk duduk dengan nyaman.


" Jadi ibu mau pesan cake ulang tahun yang bagaimana???" tanya Marwah.


Terlihat wanita paruh baya itu seolah menatap Marwah lama. Dan Marwah merasa tak enak karena di tatap lama.


" Ibu??, maaf apa ada yang salah dari saya??" tanya Marwah ragu dengan membenarkan pakaiannya.


" Ah, tidak.., hanya saja..," wanita paruh baya itu pun ragu untuk melanjutkan ucapannya.


Marwah seolah jadi ikut penasaran dengan tatapan si ibu. Namun, sepertinya ibu tersebut memfokuskan diri pada tujuan awalnya.


" Maaf, saya mau pesan cake ulang tahun untuk cucu saya, ".


" oh, baik.., ibu mau pesan gimana??" tanya Marwah yang kemudian bangun dan berselang beberapa langkah ia mengambil album foto dari rak buku sudut. Lalu kemudian ia membuka lembaran foto itu yabg terdapat beberapa foto cake mewa disana.


" Maaf, cucu ibu cewek apa cowok??" tanya Marwah sopan.


" Cewek, dan dia baru akan pulang hari senin ini dari Jepang, " jelas wanita paruh baya itu bersemangat.


" Oh begitu yaa, lalu cake nya untuk acara kapan?" tanya Marwah lagi.


" Untuk siang kamis, " jawab wanita tersebut.


Marwah terlihat kaget.


" Ah, maaf ibu.., hari kamis ini rencana toko akan turun., " jawab Marwah ragu.


" Kenapa tidak jualan??".


" Karena hari itu, kami akan kerja bakti di panti asuhan..,mohon maaf yaa ibu, " ujar Marwah yang jadi sungkan dan merasa bersalah menolak permintaan wanita ini.


" Waah, sayang sekali yaa, padahal saya hanya ingin memberikan cake yang enak untuk cucu saya, " ujarnya kecewa.


Sesaat Marwah terlihat ikut sedih pada wanita paruh baya ini yang kecewa.


" Hhmm, gimana kalau cake ñya saya antar saja pagi hari??" tawar Marwah.


Dan seketika wajah cerita wanita paruh baya itu pun kembali terpancar.


" Kamis pagi?? ya saya mau, itu jauh lebih baik, " sambut wanita itu senang.


Marwah pun jadi ikut lega..l


" Tapi, maaf saya hanya bisa buat cake sederhana, namun saya jamin rasanya tak kalah enak dengan yang biasa saya buat, " jelas Marwah.


" Gak papa, ah, rasanya saya jadi lega, terima kasih ya, " ujar wanita itu senang. Lalu ia melihat keseliling cafe tersebut.


" Dulu, teman saya pemilik toko roti ini, jadi rindu Wulan, " ujar wanita paruh baya itu menelangsa jauh.


Marwah terhenyak ketika mendengar nama mama Wulan disebut..


" Ibu kenal sama mama saya?? mama Wulan??" .


Dan terlihat wanita itu pun terkaget dengan ucapan Marwah yang menyebut nama temannya dengan nama " mama Wulan".


" iyya teman saya namanya Wulandari, adik ini siapa yaa?".


" Ah, saya putrinya bu, putri kedua mama Wulan, dan kini saya yang mengelola toko roti ini, " jelas Marwah ramah.


" Waah, benar, berarti tadi saya gak salah liat yaa?? tadi insting saya bilang bahwa adik ini pasti anak angkat wulan, si kembar Safa Marwah, benar??" ujar wanita paruh baya itu yang terlihat agak terkejut.

__ADS_1


" Benar ibu, dan saya adiknya, Saya Marwah, " ujar Marwah yang ikut senang mengenal teman mama Wulan.


" kamu benar-benar tumbuh dengan cantik yaa nak Marwah, jadi ibu mu dimana sekarang?? apa masih tinggal di rumah itu, " tanya wanita paruh baya itu.


" oh, mama papa gak tinggal di sini lagi, tapi di Bandung, namun sesekali pasti main ke Jakarta untuk menjenguk kami, dan rumah itu ditinggal oleh kak Safa yag telah berkeluarga, " jelas Marwah.


" begitu rupanya, jadi Wulan dan dr. Evan sudah pindah ke bandung, dan kalian sudah pada berkeluarga yaa," tutur wanita itu.


" Ah, hanya kak Safa yang baru menikah, saya belum bu, " jelas Marwah malu-malu.


Dan terlihat wajah terkaget wanita paruh baya itu, yang terlihat senang mendengar Marwah belum menikah.


" Ternyata dia belum menikah, " gumam batin wanita paruh baya itu seolah melihat dengan mata berbeda.


" Boleh gak ibu, minta no telfon mama mu??, lama gak ngobrol jadi kangen sahabat lama," ujar wanita paruh baya itu.


" Ah, ya bisa.., sebentar ibu, Marwah ambil handphone dulu, " ucap Marwah yang kemudian berjalan mengambil handphone nya yang tengah tercharger di dekat meja kasir, lalu kembali pada meja si ibu.


" nomornya xxx xxx xxx, " ucap Marwah, dan terlihat wanita itu mengetik nomor yang baru dibacakan Marwah dengan sangat jelas.


" oke, nanti saya akan telfon Wulan, " ujar wanita paruh baya itu senang.


" iyya ibu, tapi ibu siapa namanya, nanti akan Marwah kabarin mama kalau teman mama main ke toko, " ujar Marwah ramah.


" Saya Intan, mama kamu pasti inget dengan "mbak Intan" tetangga dulu yang anaknya tiga-tiga cowok semua, pasti mama kamu inget saya, " ujarnya yakin.


" Ah, begitu yaa, baik ibu, nantik Marwah kabarin mama, dan orderan ini fix pagi Kamis yaa, " ujar Marwah lagi seraya mengingat kan.


" Iya, nanti tolong buat yang bagus cake nya ya nak Marwah, " pinta wanita paruh baya itu dengan memperhatikan wajah cantik Marwah yang natural.


" Pasti Erwin gak nolak kalau dijodohin sama gadis yang ini, " gumam batin Nyonya Aritama yang merasa mendapat pencerahan untuk urusan jodoh putra sulungnya.


" Kalau begitu, ibu tulis dulu alamat dan model cake yang akan dibuat, ya..," jelas Marwah dengan memberikan secarik kertas pada Nyonya Aritama yang masih melihat lekat-lekat calon menantunya.


" Ah, iyaa, " jawab Nyonya Aritama dengan menerima pulpen dan menuliskan alamat rumah dan model cake yang akan dipesan.


Dan setelah melakukan transaksi, terlihat Nyonya Aritama dibantu berjalan oleh Marwah untuk menuju mobil mewahnya.


" Terima kasih nak Marwah, salam untuk mama papa kamu yaa, " ucap Nyonya Aritama dengan lembut.


" Sama-sama ibu, baik, nanti akan Marwah sampaikan salam ibu untuk mama papa, hati-hati dijalan yaa ibu semoga lekas sembuh, " ujar Marwah.


Dan tak berselang lama mobil mewah itu pun meninggal halaman parkir toko dr. Dessert.


Marwah pun terlihat menghela nafas panjangnya. Entah mengapa ia merasa beruntung menjadi putri angkat dari mama Wulan. Walau bukan ibu kandung tapi kasih sayang mama Wulan membuat ia tumbuh jadi anak yang penuh cinta. Bahkan kebaikan mama Wulan sampai saat ini terus ia rasa dengan beberapa sahabat lama mama Wulan yang terus mengunjungi toko walau telah ia kelola lama.


" Duh, jadi kangen mama deh, " ujarnya dengan cemberut.


Namun, tiba-tiba Marwah dikejutkan dengan bunyi klakson mobil yang baru terparkir disisi badan jalan.


Marwah melihat dengan bingung, pada mobil yang membunyikan klakson sehingga dirinya kaget.


Dan terlihat sosok yang tak asing bagi Marwah, pria itu turun dan berjalan dengan senyum mengembang diwajahnya.


" Direktur, " bisik Marwah terpaku.


Perlahan Erwin pun mendekat pada Marwah dan seketika menjatuhkan diri memeluk Marwah. Sehingga Marwah terkaget bukan kepalang.


" apa yang Direktur lakukan?? orang-orang melihat kemari?" ujar Marwah panik.


" Sebentar!!, aku hanya ingin memeluk mu sebentar saja, " ucap Erwin sehingga Marwah pun mengalah dan membiarkan pria tampan ini memeluknya dimuka umum. Dan beberapa saat Erwin pun mererai pelukannya seraya tersenyum.


" Makasih yaa, kalau begitu aku pergi, " ucapnya dengan membelai kepala Marwah dengan sayang.


" Direktur akan pergi?? sekarang??," ujar Marwah tak percaya.


" Hhmm, sejujurnya aku malas pergi, tapi karena pengacara gila (Johan) itu, jadi aku tak bisa membatalkan nya, maka dari itu aku kemari untuk mengisi energi ku, " ujar Erwin dengan memandang wajah malu Marwah.


" Aku pergi, " ujar Erwin dengan melepaskan tangannya pada pinggang Marwah, yang terlihat pasrah saja dengan tingkah Direktur Erwin.


Dan seketika mobil mewah Erwin pun menghilang dari pandangan mata Marwah. Marwah pun dengan wajah masih malu-malu nya, ia berjalan kembali menuju dalam toko.

__ADS_1


__ADS_2